
Keesokan harinya Riyanti berniat untuk pergi ke kampus. Karena acara ** dilakukan di kampus sebelum acara wisuda esok harinya dilaksanakan.
"Mas Hari ini ke kantor ya?
"Memangnya kenapa sayang?
"Riyanti ingin pergi ke kampus!" kan tidak mungkin juga Riyanti tidak mengikuti ** untuk acara wisuda besok?" nanti Riyanti tidak mengetahui bagaimana cara acara itu berlangsung.
"Hari ini Mas ke kantor sayang !" karena ada proyek yang harus Mas tangani.
"Tapi Riyanti bisa pergi ke kampus kan Mas?
Janpilan menghela napas panjang.Sekilas ia tidak ingin membiarkan istrinya Riyanti yang kondisi kesehatan istrinya kurang stabil. membuat dirinya begitu berat hati dan membiarkan istrinya pergi sendirian ke kampus.
"Memangnya kamu tidak kenapa-kenapa kalau sendiri pergi ke kampus?
"Tidak apa-apa Mas!" lagi Riyanti sudah tidak kenapa-kenapa kok."
"Ya sudah tidak apa-apa!" tapi lebih baik Mas yang ngantar kamu sebelum Mas pergi ke kantor.
"Memangnya nanti mas tidak telat?
"Tidak kamu tenang saja sayang, Yang pasti mas harus memastikan kamu tiba di kampus baik-baik saja."
"Terima kasih Mas kamu sudah sangat perhatian kepada Riyanti." ucap Riyanti Sambil langsung memeluk suaminya dan memberikan kecupan hangat di bibir manis Janpilan.
mendapat kecupan hangat dari istrinya itu bagaikan asupan gizi kuat untuk Janpilan dan membuat dirinya semakin semangat untuk melakukan aktivitasnya hari itu.
Setelah selesai sarapan pagi Riyanti pun dihantarkan oleh Janpilan ke kampus Gunadarma. Janpilan yang sudah melihat keberadaan Japet, Ricardo dan Linda. Ia pun langsung tersenyum ramah kepada ketiga sahabat Riyanti.
"Hai semuanya apa kabar kalian sapa Riyanti kepada ketiga sahabatnya.
"Kami baik-baik saja, bagaimana denganmu Apakah kamu sudah baikan?sepertinya tubuhmu semakin kurus kamu Tidak selera makan ya Rin?
"Iya biasalah kalau lagi hamil muda."ucap Riyanti sambil mengembangkan senyumnya.
"Iya sih tapi kamu tidak apa-apa kan?"timbal Linda kepada Riyanti.
"Iya aku sudah agak mendingan!"
__ADS_1
Tiba-tiba Janpilan yang baru turun dari mobilnya menghampiri Riyanti.
"Sayang jangan lupa makan vitamin dan obatnya, Mas pamit ke kantor dulu.
"Pak dosen langsung pergi?
"Iya saya ada urusan di kantor, titip istri saya, tolong kalian jaga dia baik-baik aku percayakan istriku sama kalian di kampus ini. dan pastikan tidak terjadi sesuatu kepada istri saya." ucap Janpilan kepada ketiga sahabat itu yang mengatakan kepercayaannya kepada Japet Ricardo dan juga Linda.
"Pak dosen Tenang saja!!" kami akan menjaga Riyanti sebaik mungkin tidak perlu khawatir ucap Linda sembari nyengir.
"Sayang mas pamit dulu ya, nanti Mas akan jemput lagi, kalau urusan Mas di kantor sudah usai. Kamu tenang saja Sayang......mas Pasti akan datang menjemputmu nanti." ucap Janpilan. sambil langsung mengecup Riyanti dihadapan ketiga sahabatnya.
Ketiga sahabat Riyanti sudah tidak asing lagi bagi mereka perlakuan romantis Janpilan terhadap Riyanti karena mereka benar-benar mengetahui rasa cinta dan kasih sayang yang dimiliki sang dosen killer terhadap sahabat mereka Riyanti cukup besar.
"Rin jujur gue iri sama lo, memiliki suami yang begitu baik dan perhatian sama lo." ucap Linda mengatakan apa yang iya rasakan.
"Iya aku juga sangat bersyukur memiliki suami seperti Mas Janpilan yang sangat pengertian terhadapku.
"Oh ya Rin bagaimana acara wisuda besok Apakah kamu sudah siap!"
"Insya Allah aku sudah siap dan aku sudah tidak sabar lagi menyandang gelar sarjana teknik ucap Riyanti kepada ketiga sahabatnya.
Tanpa mereka sadari empat pasang mata memperhatikan empat sahabat itu yang tak lain adalah Rian dan juga Hariyanto yang memandangi Mereka tampak bahagia dan tertawa lepas.
Tiba-tiba Heriyanto datang menghampiri mereka.
"Ada apa sih Kok tawa kalian begitu lepas tanya Herianto kepada empat sahabat itu." membuat keempat sahabat itu pun langsung menghentikan tawanya.
"Tidak apa-apa kok, kami hanya membicarakan sesuatu yang tidak penting menurut kalian tapi penting bagi kami.
"Maksud kalian apa sih? Aku tidak mengerti."
"Kamu tenang aja Bro nanti juga kamu mengerti.
Haryanto yang melihat kehadiran Riyanti di sana langsung memandang Riyanti penuh dengan senyuman.
"Kakak ipar sendirian datang ke kampus?
"Tidak kok, tadi Mas Janpilan yang ngantar, habis ngantar Riyanti, Mas Janpilan langsung ke kantor Samera Group.
__ADS_1
" Oh aku kira tadi kakak ipar datang ke kampus sendiri, tapi kenapa tubuh kakak sepertinya agak kurusan seperti itu.
"Maklum itu biasa dialami oleh ibu hamil seperti ku.
"Jadi kakak ipar sudah hamil?
"Alhamdulillah buah cinta kami telah tumbuh di rahim kum" Ucap Riyanti kepada Haryanto.
"Selamat ya Kak?
"Iya terima kasih Bagaimana dengan kandungan Felisha Apakah baik-baik saja?
"Alhamdulillah baik kak. Dulu sering dia mengalami mual dan muntah yang berkepanjangan tetapi ketika usia kandungan Felisha sudah menginjak empat bulan sudah tidak mual dan muntah lagi. justru pola makannya yang tidak biasanya membuat aku sedikit heran melihatnya
"Biarkan saja agar asupan gizi bayi kalian baik-baik di dalam dan mencukupi. ucap Riyanti kepada Heriyanto. jaket Ricardo dan juga Linda langsung mengajar rianti pergi ke aula tempat wisuda mereka dilakukan.
"Sekarang lebih baik kita langsung menuju aula karena acara ** akan dilaksanakan.
"Maaf ya re kami mau ke aula dulu. tidak apa-apa kan aku tinggal?"ucap Maya kepada Haryanto yang tidak enak hati meninggalkan Haryanto begitu saja.
"tidak apa-apa kakak ipar!"ucap Heriyanto sambil mengembangkan senyumnya.
Sementara Rian hanya menatap Riyanti dari kejauhan. Sebenarnya Rian belum terima kalau Riyanti menikah dengan sang dosen yang menurut para mahasiswa mahasiswi dosen killer di universitas Gunadarma.
"Apa sih yang kamu lihat dari dosen killer itu?
"Apa karena harta kekayaan? kalau memang karena harta kekayaan, berarti kamu juga sama saja dengan wanita-wanita lainnya." gumam Rian dalam hati.
"Ia terus menatap wajah cantik Riyanti dari kejauhan. entah apa yang merasuki pikiran Rian sehingga dirinya berniat untuk merebut Riyanti lagi dari pelukan janpilan. sejujurnya Rian sangat mencintai Riyanti tetapi Riyanti udah menganggap dia sebagai sahabat dekatnya sama seperti japet dan juga Ricardo.
Di tempat lain tepatnya di Samera group, janpilan tampak sibuk berkutat di laptopnya. sejujurnya yang iya ingin cepat menyelesaikan pekerjaannya di kantor agar dirinya dapat segera menghampiri istrinya yang ada di kampus Gunadarma. Ia tidak ingin kalau orang-orang yang ada di kampus memberikan perhatian lebih kepada istrinya. Apalagi janpilan mengetahui kalau di kampus banyak yang cinta dan sayang kepada Riyanti termasuk Ryan dan juga Heryanto.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
mampir yuk ke karya baru outhor
__ADS_1