Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
KELUARGA RIYANTI


__ADS_3

Dikediaman Ibu Anjani, dirumah sederhana ibu Anjani tanpak menunggu kedatangan putrinya. Karna sebelumnya Riyanti sudah memberitahu kalau Riyanti akan pulang mengunjungi ibu Anjani dan kedua adiknya. Tetapi Riyanti belum memberitahu kalau Riyanti akan dilamar oleh dosennya sendiri. Atau lebih tepatnya pemilik kampus tempat Riyanti menjadi mahasiswi.


"Riko!" kamu sudah bereskan kamar Mbak mu?"nanti siapa tau Mbak mu capek di jalan terus dia pengen istirahat." ucap ibu Anjani kepada putranya adik laki-laki Riyanti.


"Sudah Bu!"


sementara adik perempuan Riyanti, yang masih berumur 8 tahun, ikut membantu kakak laki lakinya untuk menyuci piring dan membereskan rumah, agar terlihat bersih ketika Riyanti tiba dirumah.


"Bu?" kira kira mbak Riyanti masih lama tidak Sampai nya?" soalnya Naira sudah rindu sama mbak Riyanti.


"Ibu juga kurang tau nak!" kita tunggu saja." sahut ibu Anjani.


Naira dan Riko sudah tidak sabar menunggu kedatangan Riyanti. Karna sudah hampir satu tahun Riyanti tidak pulang ke kampung. Karna Riyanti sibuk kuliah dan bekerja.


Sementara Tante Mira, om Andruw, Janpilan dan juga Riyanti sudah dalam perjalanan menuju kampung halaman Riyanti.


"Masih jauh tidak?" tanya Tante Mira karna Tante Mira sudah mulai bosan didalam mobil mengingat perjalanan mereka lumayan jauh."


"Tidak jauh lagi kok mi!" ini kita kan sudah berada di kawasan Cinere mi!".


"Sok tau kamu!" yang mami tanya Riyanti, kan dia yang tau kampung halamannya dimana!" ucap Tante Mira menyela jawaban Janpilan.


Merasa namanya disebut Riyanti mendongakkan kepalanya yang duduk disamping kemudi bersama Janpilan.


"Sebentar lagi Tante!" kira kira satu kilometer lagi."jawab Riyanti agak gugup


"Jauh bangat ya kampung kamu?"ucap Tante Mira. Tetapi Riyanti tidak menjawab Ama sekali.


"Ia pokus pandangan ke depan.


"Mas belok kanan ya." ucap Riyanti agar Janpilan mengarahkan mobilnya kearah kanan jalan.


"Mas berhenti disitu rumah yang ada pokok rambutan dan mangga!" ucap Riyanti menunjukkan rumah sederhana yang tampak asri dipenuhi dengan tanaman berbagai macam bunga bunga, sayuran dan pohon buah yang di cangkok khusus tanaman hiasan.


"Tante, Om, kita sudah sampai!" ini rumah gubuk orangtua Riyanti.ucap Riyanti memberitahu kalau mereka sudah tiba dirumah orangtuanya.


Tante Mira tampak takjub melihat keindahan rumah milik orangtua Riyanti.


"Sederhana tapi unik dan asri." gumam Tante Mira takjub melihat keindahan dan kesejukan rumah orangtua Riyanti.

__ADS_1


Ayo Tante, om silahkan masuk." ucap Riyanti mempersilahkan Tante Mira dan Om Andruw dan Janpilan. Tiba tiba Riko dan Naira keluar dari rumah setelah mendengar suara mobil berhenti tepatnya di halaman rumah mereka.


Naira dan Riko langsung berlari dan memeluk Riyanti. Karna Meraka sudah merasa sangat rindu kepada kakaknya.


"Mbak lama bangat sih tidak mengunjungi kita?" tanya Naira sambil meneteskan air matanya.


"Maafkan mbak ya sayang?" soalnya mbak sibuk kuliah dan bekerja." sahut Riyanti sambil mengeratkan pelukannya kepada kedua adiknya.


"Oh iya ibu mana?"


"Tadi ibu dipanggil sama pak Kepling, katanya ibu dipilah masyarakat jadi ketua PKK di kampung kita." sahut Riko.


"Kira kira ibu masih lama tidak dek?"


"Sepertinya tidak kak!" soalnya perginya sudah dari tadi." sahut Riko


"Oh iya kenalin ini om Andruw, Tante Mira. dan mas Janpilan." ucap riyanti mengenalkan keluarga Janpilan kepada adiknya.


Riko dan Naira langsung memberi salam kepada Tante Mira, om Andruw, dan Janpilan sopan.


Oh iya om, silahkan duduk." ucap Riko sopan mempersilahkan tamu mbaknya duduk di kursi rotan bekas kerajinan tangan almarhum ayah mereka. om Andruw, Tante Mira dan Janpilan pun duduk dan sekilas mereka memperhatikan isi rumah Riyanti. Yang tampak rapi dan bersih


Riko dan Naira pergi kedapur untuk sekedar membuat minuman dan juga kripik singkong buatan ibu Anjani.


"Loh mobil siapa ini?" tanya ibu Anjani dalam hati.


"Assalamualaikum!" Bu Anjani memberi salam


"Waalaikumsalam!" sahut Riyanti dan langsung memeluk ibu Anjani.


"Loh kamu sudah sampai nduk?"


"Sudah Bu!" sahut Riyanti.


lalu ibu Anjani memberi salam kepada om Andruw,Tante Mira dan juga Janpilan.


"Nduk!" ibu kira kamu pulang sendirian, ternyata rame begini. Ada apa ini nduk?" apa kamu lagi ada masalah di kampus atau ditempat kerjamu?" tanya Bu Anjani yang mengkawatirkan putrinya.


"Tidak Bu." sahut Riyanti sambil mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


"Begini Bu!" saya Andruw dan ini istri saya namanya Mira dan Putra saya Janpilan.


niat kami datang kesini, Kami ingin melamar putri ibu Riyanti menjadi menantu kami." ucap om Andruw to the point.


Hal itu membuat Bu Anjani begitu terkejut mendengar apa yang dikatakan tamu yang ada dihadapannya. Bu Anjani tidak bisa menjawab apa apa dia hanya terdiam.


Tiba tiba Riko dan Naira datang membawa beberapa gelas teh manis dan kripik singkong buatan buat Anjani.


"Silahkan diminum om, Tante, mas!" hanya ini yang ada." ucap Riko dan Naira kompak


Tante Mira begitu salut melihat keluarga Riyanti yang tampak sopan dan ramah dan sepertinya hidup mereka akur dan bahagia walau hidup sederhana bahkan terkadang kekurangan.


"Ya silahkan diminum Bu....pak.." beginilah keadaan kami." apalagi setelah kepergian ayahnya Riyanti. ucap Bu Anjani berterus terang kepada calon besannya.


"Nduk!" tolong ikut ibu sebentar." ucap ibu Anjani agar Riyanti mengikuti ibunya kedapur untuk sekedar bertanya kepada Riyanti Maslah lamaran Janpilan yang tiba tiba.


"om sebentar Riyanti tinggal dulu, ucap Riyanti sambil mengikuti Bu Anjani ke dapur


"Ada apa Bu?" tanya Riyanti


"Nduk!" apa benar tujuan mereka kemari ingin melamar kamu?" kalau memang benar, mengapa kamu tidak memberitahu ibu nak?" kan kalau ibu sudah tau ibu bisa persiapkan semuanya.


"Sudah Bu tidak apa apa!" biarkan mereka mengetahui keadaan keluarga kita sebenarnya tanpa ada yang ditutup-tutupi. Disini nanti ketahuan mereka terima Riyanti apa adanya atau tidak." ucap Riyanti sambil mengajak ibunya kembali ke ruang tamu.


"Maaf ya Bu tadi kami tinggal sebentar!" ucap Bu Anjani kepada keluarga Janpilan


"Tidak apa apa Bu" sahut om Andruw


Semetara Riko, Naira dan Riyanti tampak sibuk didapur untuk memasak makanan untuk mereka santap malam itu juga Mengingat jam sudah menunjukkan Jam enam sore


"Oh Iya Bu ....pak!" saya tadi sudah berbicara kepada putri saya Riyanti, kalau memang benar bapak dan ibu ingin melamar putri saya, apa kalian tidak menyesal nantinya?" kalian kan sudah tau keadaan keluarga kami bagaimana?" saya tidak mau kalian akan menyesal dikemudian hari, memiliki menantu yang hidupnya berasal dari keluarga yang tak mampu." ucap Bu Anjani.


"Tidak Bu!" saya sangat mencintai Riyanti." ucap Janpilan dengan tegas.


"Tapi nak!" hidup berumah tangga itu, bukan hanya kalian berdua saja, tentunya ada kedua orangtua kamu." ucap Bu Anjani.


"Kami tidak masalah kok Bu!" ucap Tante Mira tiba tiba. Membuat Janpilan merasa tidak percaya dengan pernyataan maminya.


"Ya sudah kalau anak anak kita sudah saling mencintai, saya hanya bisa merestui saja." ucap ibu Anjani Sambil mengembangkan senyumnya.

__ADS_1


Bersambung.....


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2