Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
MANJAT POHON


__ADS_3

Tanpa mereka sadari Tante mira sudah memperhatikan keakraban keluarga mereka. Tante Mira tampak salut kepada keluarga Riyanti yang hidup sederhana tetapi rukun dan damai. Tidak ada diantara mereka perselisihan walau hidup pas pasaran Bahakan terkadang kekurangan.


"Mbak?" kalau sudah menikah tinggal di kota Jakarta ya?" tanya Riko penasaran


"Iya dek!"


"Wah enak dong tinggal di kota metropolitan." ucap Riko.


"Dimana pun kita tinggal kalau kita nikmati dan kita jalani dengan enjoy pasti enak juga dek!" makanya kamu rajin belajar siapa tau kamu dapat beasiswa dan bisa masuk universitas negri nanti. Kan ada program bidik misi dek!" ucap Riyanti kepada adiknya yang masih duduk di bangku kelas 2 SMK itu.


"Iya ka?" Riko tau kok itu?" makanya Riko giat belajar, Riko juga dapat beasiswa dan tidak bayar uang sekolah di SMK, hanya uang dinas dan jajan saja dari ibu. Iya kan Bu?" ucap Riko menimpalkan pertanyaan nya kepada Bu Anjani.


"Iya nduk!" Alhamdulillah kedua adik kamu juga seperti kamu. Sehingga ibu terbantu sedikitlah.Hanya biaya hidup sehari hari yang harus ibu pikirkan. ucap ibu Anjani.


"Wah berarti adik adik kakak pintar dong!" ucap Riyanti sambil meraih kedua adiknya kepelukannya.


"Maafin kakak ya?" belum bisa bantu kalian eh sudah keburu di lamar mas Janpilan!"ucap Riyanti


"Tidak apa apa mbak!" namanya juga sudah jodoh, kan Allah yang atur!" ucap Riko dan Naira.


Tanpa mereka sadari Tante Mira masih tetap memperhatikan keharmonisan keluarga itu. iya sangat salut dengan keharmonisan keluarga Riyanti. Walaupun hidup mereka hanya hidup sederhana.


Tante Mira berniat ingin ke kamar mandi!"


"Eh Tante sudah bangun?" sapa Riko


"Sudah nak!"


"Bagaimana tidurnya tante apa tidak nyaman?"


"Nyaman kok!" suasananya sejuk membuat tidur tante menjadi nyenyak dan pulas sampai lupa bangun. Ternyata sudah jam 8.


"Mungkin karena tante kecapean!"sahut Riko sambil mengembangkan senyumnya.


Tante Mira berlalu kekamar mandi berniat untuk membersihkan diri di sana. Sementara Ibu Anjani dan Riyanti Sudah menghidangkan sarapan pagi di atas meja sederhana yang sudah lama menemani mereka.


"Janpilan pun terbangun melihat di sekeliling sudah tidak ada Riko di sana. dia keluar sambil mengucap matanya.

__ADS_1


"Sudah bangun mas?"


"Sudah saya"!"


"Gimana tidurnya pulas tidak?"


"Alhamdulillah tidurnya enak banget suasana yang sejuk membuat tidurku menjadi lebih nyenyak.


"Syukurlah Mas bisa tidur nyenyak di rumah orang tua Riyanti.


"Jangan ngomong gitu Sayang!"ucap Janpilan sambil langsung mengecup kening Riyanti.


"lebih baik mas mandi agar kita sarapan dan kembali lagi ke Jakarta.


tante Mira keluar dari kamar mandi dan Janpilan menyusul agar segera membersihkan diri mengingat Jam sudah menunjukkan pukul 8.30 pagi.


sementara Om Andruw wajah polos suaminya dengan tidurnya yang nyenyak membuat tante Mira tersenyum melihat wajah polos suaminya tertidur pulas di kamar sederhana tetapi tidur suaminya begitu pulas. Tante Mira mengecup kening suaminya membuat tidur suaminya menjadi terganggu


Setelah makanan sudah terhidang, Riyanti Berlalu ke taman belakang dia ingin mengambil buah yang ada di sana untuk mereka bawa kejakarta


"Wah buahnya banyak bangat." gumam Riyanti sambil mengambil buah mangga yang sudah matang.


nduk!" ambil lebih banyak!" kan bisa kamu bawa ke Jakarta jarang-jarang dapat buah segar di Jakarta loh nduk."


"Iya Bu aku juga ingin bawa sama sahabatku Linda dia suka kali makan."


"Makanya petik yang banyak ya nduk kalau calon mertua kamu tidak mau, kan bisa kamu kasih sama teman-teman kamu daripada terbuang di situ. Karena kalau terlambat diambil kan buahnya berjatuhan. ucap Bu Anjani sambil membantu Riyanti mengambil buah yang ada di taman belakang mereka.


Setelah keluar dari kamar mandi, Janpilan menyusul Riyanti ke taman belakang. Ia melihat Riyanti sedang asyik memetik buah Janpilan begitu takjub melihat keindahan rumah Bu Anjani. Iya pun berniat untuk membantu Riyanti memetik buah yang ada di sana.


"loh Mas kok kesini nanti banyak nyamuk loh!"ucap Riyanti sambil kembali memetik buah rambutan yang ada di sana. Tanpa rasa malu Riyanti pun memanjat buah mangga yang ada di sana membuat janpilan langsung terkekeh.


"Sayang kamu turun nanti jatuh!"ucap Janpilan karna kwatir kepada kekasihnya.


"Sudah nak!" tidak apa-apa Riyanti sudah biasa manjat kok!" ucap Bu Anjani sambil mengembangkan senyumnya ke arah Janpilan


sementara Naira asik memetik sayuran yang ada di taman itu juga.

__ADS_1


"Semuanya ini milik ibu? tanya Janpilan kepada Bu Anjani


"Iya nak!" terkadang kalau Ibu sudah pulang dari ladang ibu membersihkan ini semua agar rumahnya sejuk dan asri. Selain rumah sejuk kita juga bisa menikmati hasil dari taman rumah kita sendiri tanpa harus mengeluarkan duit untuk membelinya.Ucap ibu Anjani


"Wah Ibu luar biasa sekali hidup sederhana bukan berarti tidak bahagia ternyata ya Bu." aku salut dengan keluarga ini aku tidak salah memilih Riyanti menjadi istriku" ucap Janpilan memuji keluarga sederhana Ibu Anjani.


" Nak!" Ibu bisa minta sesuatu tidak!"sebelum pernikahan kalian dilangsungkan?"


"Apa itu Bu?" selagi Janpilan bisa dan mampu pasti Janpilan kabulkan


"Tolong jangan sakiti hati Putri Ibu, hidupnya sudah susah selama ini.


bagi keluarga ini, harta itu belakangan tetapi hidup rukun dan damai itu suatu keharusan bagi kami. ucap ibu Anjani.


"Iya Bu!" Janpilan tau itu!" sahut Janpilan.


"Hanya itu permintaan Ibu dari kamu tidak ada yang lain!" Kalau harta kekayaan bisa dicari bersama. ucap Ibu Anjani berharap agar Janpilan Tidak menyakiti hati putrinya. Ibu Anjani baru mengetahui dari Riyanti kalau berprofesi Janpilan sebagai dosen dan juga pemilik kampus membuat Ibu Anjani sedikit khawatir dengan kepada putrinya. karena ibu Anjani Takut Riyanti dianggap benalu di keluarga Janpilan.


Sehingga Ibu Anjani memutuskan untuk tidak meminta mahar Riyanti dari keluarga Janpilan. Bu Anjani tidak ingin dikatakan memanfaatkan Riyanti untuk menguras harta kekayaan keluarga mereka. Ibu Anjani menjaga harga diri dari putrinya.


"Bu sudah banyak belum?" soalnya sahabatku Linda pasti minta oleh-oleh dari ku!" jadi tolong bungkusin ya Bu untuk sahabatku Linda." ucap Riyanti dari atas pokok rambutan yang ia panjat.


"Sudah nak!" sepertinya sudah cukup kamu bagi-bagi Sam teman teman kamu, lebih baik kamu turun deh, nanti keburu dilihat sama calon besan. menantunya suka memanjat." ucap Bu Anjani sambil terkekeh berniat untuk menjahili putrinya.


"Iya kalau mereka tidak terima menantunya seperti Riyanti ya tidak apa-apa Bu, lebih baik sekarang mereka mengetahui sifat asli Riyanti daripada mereka terkejut nantinya melihat sikap asli dan kebiasaan buruk menantu mereka."ucap Riyanti asal tanpa melihat kehadiran tante mira dan Om Andruw di sana.


Riyanti mengumpulkan buah yang sudah ia panjat.


"Wah ternyata sudah banyak banget ya Bu bisa-bisa Nanti Linda kekenyangan nih.Ucap Riyanti.


"Siapa tahu calon besan mau nduk!" kamu bungkus juga deh sama mereka."Sebagai oleh-oleh dari kampung kita.


"Tapi takutnya Om Andruw dan tante Mira tidak mau Bu!" makan makanan seperti ini."ucap Riyanti merendah


"Nduk tidak bisa begitu yang penting niat kita baik dan tulus memberinya. Masalah mau tidaknya memakannya itu masalah belakangan. ucap ibu Anjani kepada Riyanti.


"Iya Bu tidak mungkinlah Riyanti tidak memberikannya sama tante Mira dan Om Andruw. Riyanti sudah memisahkan kok buah yang lebih bagus untuk tante Mira dan om Andruw." ucap Riyanti sama sekali tidak melihat kehadiran Om Andruw dan tante Mira di sana.

__ADS_1


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2