
Janpilan dan Riyanti pun berbaikan kembali. Om Andruw dan juga tante Mira merasa bersyukur masalah diantara Janpilan dan juga Riyanti yang mereka tutupi selama ini, bisa terselesaikan.
“Syukurlah mereka sudah berbaikan lagi ya Pi!” Ucap tante Mira kepada suaminya Om Andruw ketika mereka sudah pulang dari rumah sakit ketika Janpilan dan Riyanti sudah baikan kembali.
“Iya Mi karena papi juga tidak yakin kalau Janpilan mampu melakukan seperti yang dikatakan Riyanti. Tapi menantu kita juga tidak salah karena menantu kita melihat bukti-buktinya yang ada di ponsel milik Janpilan." ucap kepada tante Mira.
Keesokan harinya Riyanti diperbolehkan pulang oleh dokter yang bertugas di rumah sakit yang menangani Riyanti. Riyanti i sudah merasa bosan berada di rumah sakit. Apalagi Riyanti mencium aroma Rumah Sakit merasa mual. sehingga Riyanti meminta kepada Janpilan agar Janpilan segera membawanya pulang ke rumah.
“Mas Riyanti mau pulang sekarang boleh ya?” ucap Riyanti dengan nada memelas kepada suaminya.
“Kita tanya dulu dokternya ya sayang!" Siapa tahu dokter masih perlu memeriksa kondisi kamu.” Ucap Janpilan kepada Riyanti.
“Tapi Riyanti sudah sangat bosan di sini Mas!”
“Iya Sayang Mas tahu itu!" nanti akan Mas minta kepada dokter agar kita diperbolehkan pulang dan lebih baik dirawat di rumah saja. Tapi kamu harus janji dulu sama Mas, jangan terlalu kecapekan dan juga terlalu stress." ucap Janpilan kepada Riyanti.
“Iya Mas Riyanti janji kok!" ucap Riyanti kepada Janpilan. Tiba-tiba seorang dokter masuk ke ruangan rawat inap Riyanti dan memeriksa kondisi Riyanti. Setelah dokter itu selesai memeriksa kondisi kesehatan Riyanti, Riyanti pun bertanya kepada dokter.
“Maaf Dok!" Bagaimana keadaan istri saya apakah baik-baik saja?
“Alhamdulillah kandungan istri bapak baik-baik saja!” hari ini istri bapak sudah bisa pulang ke rumah. Ucap dokter itu membuat hati Riyanti sedikit lega karena dokter mengijinkannya pulang ke rumah.
“Ya sudah terima kasih Dokter sahut Janpilan
“Riyanti pun langsung tersenyum ke arah suaminya karena dirinya sudah diperbolehkan pulang oleh dokter.
" Mas kita pulang sekarang ya!” ucap Riyanti kepada Janpilan
“Iya sayang kita pulang hari ini, tapi tunggu sebentar ya Mas selesaikan dulu administrasinya." ucap Janpilan kepada Riyanti sembari mengecup kening Riyanti.
“Iya Mas Tolong cepat ya!"Riyanti sudah bosan nih di sini.”
__ADS_1
“Ok istriku yang cantik tunggu sebentar ya!” Janpilan berlalu dan langsung menuju ruang administrasi yang berada di rumah sakit untuk menyelesaikan segala pembiayaan Rumah Sakit Riyanti.
Setelah selesai membayar semua administrasi pengobatan Riyanti dan Janpilan langsung menghampiri Riyanti dan membereskan barang-barang bawaan mereka.
Sementara tante Mira yang mendapat telepon dari Janpilan Kalau hari ini Riyanti sudah bisa pulang ke rumah, tante Mira pun merasa lega Ia pun berniat untuk menyambut menantunya di rumah.
“Papi menantu kita sudah bisa pulang hari ini lebih baik kita ke sana!”
“Kita ke rumah sakit lagi masuk mami?”
“Tidak dong Pi!" kita langsung ke rumah Janpilan saja menunggu kedatangan mereka.
Sementara Haryanto dan Felisha yang baru keluar dari kamarnya pun mendengar apa yang dikatakan Tante Mira.
“Memangnya Kak Riyanti di rumah sakit ya mi?
“Iya Riyanti sudah 2 hari dirawat di rumah sakit Memangnya kalian tidak tahu?”
“Dia pingsan dua hari yang lalu ternyata kondisinya sangat lemah biasa untuk ibu muda yang baru hamil Biasanya seperti itu." ucap Tante Mira kepada Felisha. Mendengar apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya Felisha langsung menatap Heriyanto sambil langsung perut Felisha.
“Ya Allah ternyata aku masih bersyukur anakku baik-baik saja di dalam tanpa harus menyiksa aku sampai harus dirawat di rumah sakit tidak seperti Kak Riyanti.gumam Felisha di dalam hati. Karena dirinya sangat bersyukur tidak terlalu merasakan seperti yang dialami oleh Riyanti.
Padahal Felisha juga sedang hamil. Apalagi Heriyanto sangat sibuk. Dia jarang memperhatikan Felisha karena Heriyanto sibuk kuliah dan juga bekerja untuk membiayai kehidupan Felisha dan anaknya kelak.
Tetapi Felisha masih merasa bersyukur karena selama dia hamil Felisha mengidam tidak terlalu parah usia kandungan Felisha sudah menginjak 3 bulan.
“Ya sudah kalau begitu Mami sama papi berangkat dulu Tolong jaga rumah ya." ucap Tante Mira kepada Felisha sementara Haryanto berpamitan kepada Felisha untuk pergi ke kantor Samera Group membantu Janpilan dan Om Andruw disana.
Janpilan dan Riyanti pun tiba di rumah. Bi Amina yang melihat kedatangan majikannya langsung mengembangkan senyumnya "Selamat datang Nyonya" Bi Amina kepada Riyanti dan juga Janpilan
“Terima kasih Bi ucap Riyanti sambil mengembangkan senyumnya.
__ADS_1
Setelah menghantarkan Riyanti masuk ke dalam kamar Janpilan langsung menghampiri Bi Amina dan Janpilan memberikan uang Bi Amina yang dipinjam oleh Riyanti
“Maaf ya bi istri saya sudah merepotkan Bibi sekarang Janpilan ingin mengembalikan uang pinjaman istri saya kepada bibi ucap Janpilan sembari langsung memberikan uang sebesar tiga juta rupiah kepada Bibi Amina.
“Maaf Den ini banyak sekali!" uang yang dipinjam Nyonya hanya satu juta saja Den
“Tidak apa-apa Bu ambil saja ini sebagai ucapan syukur saya karena saya mendapatkan kabar gembira dari istri saya." kata Janpilan sembari mengembangkan senyumnya kepada Bibi Amina.
Setelah mengembalikan uang Bi Amina Janpilan langsung menghubungi nomor ponsel Linda agar Linda datang ke rumah Janpilan Dengan alasan kalau Riyanti kangen kepada Linda. Padahal Janpilan ingin mengembalikan uang pinjaman istrinya kepada Linda.
Tiba-tiba suara mobil Om Andruw dan juga tante Mira pun masuk ke Halaman rumah milik Janpilan. Asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Janpilan langsung membuka pintu rumah agar Om Andri dan juga tante Mira dapat masuk menghampiri Janpilan dan juga Riyanti.
“Eh ada Tuan dan Nyonya!" Silakan masuk Tuan..... Nyonya?" ujar Amina kepada ada Om Andruw dan juga tante Mira.
“Terima kasih Bi apa Putra dan menantu Saya sudah sampai di rumah?
“Sudah Nyonya!" sekarang Nona Riyanti sedang istirahat di kamar. Sedangkan Den Janpilan berada di ruang tengah sepertinya ada seseorang yang dihubunginya.
“Siapa Bi? Tante mira penasaran Siapa yang dihubungi oleh putranya. Karena dirinya tidak ingin terjadi masalah seperti kemarin kepada putra dan menantunya.
“Sepertinya sahabat Riyanti nyonya!" karena Riyanti tampaknya bosan di rumah, Jadi Aden meminta Linda datang ke sini untuk menemani non Riyanti." ucap Bi Amina kepada tante Mira.
“Syukurlah kalau begitu bi Saya kira tadi Putra saya entah menghubungi siapa!”
“Makanya Mami jangan terlalu negatif dulu pikirannya ucap Om Andruw sembari menggandeng istrinya masuk menghampiri Janpilan.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
mampir juga ke karya outhor yang baru ya ceritanya tidak kalah seru kok.
__ADS_1