Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
Lamaran


__ADS_3

Linda dan Riyanti pun berjalan menuju kelas mereka.


"Rin!" kamu sudah siap tugas belum?"


"Sudah!"


"Contek dong Rin!"


"Kamu memang terus saja kamu mencontek, mau sampai kapan kamu seperti ini Lin?"


"Tidak tau!"


"Nonton drakor aja kamu juaranya, giliran ngerjain tugas kamu nyontek." ucap Riyanti sambil cengengesan.


"Kan ada pr kamu yang akan aku contek!"


"Enak aja kamu!"


Puuuuut


Suara kentut Riyanti terdengar jelas ditelinga Linda, membuat Linda sangat kesal terhadap Riyanti


"Rin!"kalau kentut kira-kira dong masa kamu kentut di depan aku?"


"Namanya nggak bisa nahan Lin!"


"Hanya Pak Janpilan yang bisa tahan didekatmu kalau kentut." ucap Linda.


Riyanti tidak menjawab. Ia hanya cengengesan.


Kemudian Setelah tiba di kelas Riyanti memberikan buku tugasnya kepada Linda agar Linda bisa menyalin tugas milik Riyanti. Ia juga tidak mau kalau sahabatnya Linda dihukum oleh dosen.


"Ini Lin tugasnya!" tapi lain kali kamu ingat dong ngerjain tugas jangan Tugas aku melulu yang kamu contek, kan gak bagus!" Mau sampai kapan kamu seperti ini?" apa kamu sewaktu meja hijau nanti bisa mencontek juga?"tidak kan?"jadi mulai sekarang kamu harus belajar untuk bertanggung jawab dan mengerjakan segala tugas yang diberikan dosen kepada kita.


Jujur aku tidak keberatan Kalau kamu mencontek tugasku, tapi satu hal yang harus kamu ketahui. Ilmu pengetahuan itu, tidak bisa didapat karena mencontek. Tetapi karena kita belajar dan lebih belajar lagi sehingga kita mengetahui mata pelajaran itu." ucap Riyanti agar Linda merubah sikapnya yang selama ini mengharapkan contekan darinya.


"Iya deh!" lain kali aku akan mengerjakan tugas." ucap Linda sambil kembali menyalin tugas Riyanti i kedalam satu buku yang akan dikumpul.


Tiba-tiba Haryanto nongol masuk ke dalam kelas, padahal jurusan Riyanti dengan Heriyanto berbeda.


"Hai kakak ipar!"kata Hariyanto sambil menepuk punggung Riyanti.


Riyanti sama sekali tidak menjawab. Ia hanya menoleh kearah suara yang menepuk punggungnya.


"Ngapain lagi sih kamu kesini? mau menghina aku lagi?"


"Idih jangan galak-galak gitu dong kakak ipar!"ucap Haryanto berniat jahil kepada Riyanti.


"Maaf saya bukan kakak ipar kamu jadi tolong jangan ganggu saya ucap Riyanti.


"Kalau saya tidak mau pergi?"


"Terserah kamu!"


"Kamu pacaran ya sama Rian anak teknik elektro?"


"Bukan urusan kamu juga!"


"Tentu urusan saya dong."


"Urus saja dirimu sendiri tidak perlu mengurus urusan orang lain. ucap Riyanti karena sudah kesal melihat Heriyanto yang selalu kepo dengan kehidupan pribadinya.

__ADS_1


"Kamu selingkuh dari kakakku!"


"Jaga ucapanmu!"


"Saya hanya tanya kamu selingkuh dari kakakku?"


"Siapa yang selingkuh?"


"Kamu!"


"Kalau bicara itu jangan asal."


"Terus tadi kamu sama Rian!" kalian pacaran kan?"


"Sudah kubilang itu bukan urusanmu Kalau saya pacaran sama Rian atau tidak bukan urusan kamu Heriyanto."Ucap Riyanti dengan nada yang sangat meninggi karena dirinya sudah sangat emosi melihat Herianto yang tidak henti-hentinya untuk menjahilinya.


"Akan Aku pastikan siapapun laki-laki yang dekat sama kamu, kehidupannya tidak akan tenang."ucap Heriyanto penuh percaya diri


"Terserah kamu mau ngomong apa!" saya tidak peduli." ucap Riyanti sambil bangkit dari tempat duduknya meninggalkan Heryanto bersama Linda di sana.


Linda tidak memperhatikan Riyanti dan Heriyanto berdebat. Dia hanya asyik menyalin tugas dari buku milik Riyanti. Mengingat waktunya sudah mepet sehingga Linda tidak peduli akan ocehan ocehan Haryanto. Padahal selama ini Linda selalu saja untuk menjawab apa yang dikatakan orang-orang kepada Riyanti bahkan terkadang dirinyalah yang paling terdepan untuk melawan orang-orang yang berniat jahil kepada Riyanti


"Uh akhirnya kelar juga?"ucap Linda ketika dirinya selesai menyalin tugas yang diberikan oleh Riyanti kepadanya.


jam mata kuliah pun dimulai. Tampak Pak Rohdian sudah masuk ke ruang kelas Riyanti dan juga teman-temannya.


Rossi dengan percaya diri langsung berkata kepada Pak Rohdian. Tugas kita yang minggu lalu sudah bisa dikumpulkan pak ?" ucap Rossi karena Iya sudah selesai mengerjakan tugas mata kuliah yang diajarkan oleh pak Rohdian. Ia sengaja mengatakan seperti itu karena dirinya tahu Linda tidak menyelesaikan tugasnya.


Sehingga Rossi berharap kalau Linda akan dihukum oleh Pak Rohdian. Ternyata Rossi salah, Linda sudah selesai menyalin tugas yang diberikan Riyanti kepadanya sehingga Linda tidak mendapat hukuman sesuai harapan Rossi.


"loh kok dia bisa kelar sih!"tanya Rossi dalam hati. Ia kesal melihat Linda dapat mengumpulkan tugas.


"Dasar gajah bengkak!" gerutu Rossi.


*****


Mata kuliah yang diajarkan Pak Rohdian pun sudah kelar. Semua mahasiswa mahasiswa universitas, keluar dari kelas beeniat untuk istirahat. Tiba-tiba pak Janpilan datang menghampiri Riyanti dan langsung menarik tangannya menuju ruangan pak Janpilan.


"Apa-apaan sih Pak narik-narik tangan aku?"


"Kamu yang apa-apaan."


"Ikut aku!"


"Tapi Pak!" aku mau ke kantin, soalnya tadi pagi belum sempat sarapan.


"Sudah dipesan aja?"


"Tapi Pak Linda menunggu aku!"


"Biarkan saja kata pak Janpilan dan langsung memberanikan diri mencium pipi Riyanti. membuat Riyanti menjadi terpaku.


"Bapak apa-apaan sih?"


"Sudah sayang!"


"Sayang?" emang sejak kapan kita pacaran?"


"Sejak kami Nanda tangani kontrak itu!"


"Tapi kan hanya pura pura?"

__ADS_1


"Itu dulu, tapi sekarang tidak."


"Hah!" apa kata dunia kalau kita akan benar benar pacaran?"


"Saya tidak perduli apa kata dunia, Yang penting saya benar benar cinta dan sayang sama kamu dengan tulus." ucap pak Janpilan yang baru tiba diruangannya.


Mendengar pernyataan serius dari pak Janpilan, Riyanti terdiam dan tidak dapat mengeluarkan kata kata, seolah olah mulutnya terkunci. Padahal biasanya dia selalu menjawab apa yang dikatakan pak Janpilan.


"Riyanti Anjani aku mencintaimu dengan Tulus


"Will you marry me?" ucap pak Janpilan sambil memberikan sebuah cincin berlian kepada Riyanti.


Riyanti tidak bisa menjawab, Ia hanya diam dan bengong melihat pak Janpilan yang tiba tiba melamarnya. Tanpa ada angin dan hujan.


"Kenapa kamu diam sayang?"tanya pak Janpilan.


"Riyanti harus jawab apa pak?"Riyanti bingung dengan perasaan Riyanti!"


"Apa karna laki laki itu?"


"Laki laki mana?"


"Yang selalu nguntilin kamu!"


"Siapa?"


"Anak tehnik elektro."


"Oh Rian?'


"Entah siapa lah itu namanya.


"Emang apa hubungannya?"


"Kamu menyukai nya?"


"Hah!" kok bisa bapak menyimpulkan seperti itu?"


"Kalian sangat dekat saya lihat


"Tidak!" hanya sekedar teman saja." ucap Riyanti menyakinkan pak Janpilan


"Tapi Rian sepertinya menyukaimu."


"Ah masa sih?"


"Iya?" kelihatan dari cara caranya."


"Entahlah yang pasti aku hanya menganggapnya sebagai teman, tidak lebih."


"Jadi Kenapa kamu menolak saya?"


"Bukannya saya menolak, tapi saya tidak mau Bapak menjadi anak durhaka karna saya. Karna saya tau kalau orang tua bapak tidak menyukai aku karna kebiasaan buruk saya, jadi ada baiknya bapak menerima perjodohan itu." ucap Riyanti.


"Tidak!"


Yang pasti aku akan menunggumu sampai kamu siap." ucap pak Janpilan sambil langsung mengecup kening Riyanti.


Bersambung........


hai Hai dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓💓

__ADS_1


__ADS_2