Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
KENYATAAN


__ADS_3

Sementara Di rumah utama milik Om Andruw Felisha tanpak menerima telepon dari seseorang. "Aku mau lakukan terhadap wanita itu sama seperti yang ia lakukan terhadapku dan jangan lupa mendokumentasikannya." ucap Felisha didalam sambungan telepon selulernya.


Tanpa Felisha sadari, sepasang mata sudah memperhatikannya bahkan mendengar apa yang ia bicarakan dengan lawan bicaranya.


"Wanita siapa maksudmu sayang?" tanya Heriyanto yang tiba tiba datang menghampiri Felisha.


"Bu....bukan siapa siapa jawab Felisha gugup.


"Jujur sayang wanita siapa maksud kamu? dan sama siapa kamu Berbicara?" ucap Heriyanto kepada Felisha.


"Bukan urusan kamu!" jawab Felisha ketua dan langsung kembali masuk kekamar meninggalkan Felisha.


"Sayang kamu kok berubah?"


"Jangan panggil aku sayang, kalau kamu tidak benar benar sayang samaku. " ucap Felisha sembari langsung masuk kedalam kamar mandi karna tiba tiba dirinya merasa mual.


"Uek....Uek....Uek" Felisha mengeluarkan semua isi perutnya membuat dirinya menjadi lemas dan tak berdaya.


Heriyanto menghampiri nya.


"Kamu kenapa sayang?"


"Kita kerumah sakit ya!" kamu sudah pucat sekali." ucap Heriyanto.


Felisha tersenyum getir. Tumben kamu bertanya kepadaku aku kenapa?


"Selama ini kamu kemana?"


"Masih tetap mikirin ka Riyanti?" ucap Felisha sambil terus tersenyum getir.


"Felisha jaga ucapan mu." bentak Heriyanto yang sudah kehilangan kesabaran kepada pemirsa yang selalu cuek dengan-nya.


"Oh sekarang kamu membentak ku?"


"Aku tahu kamu tidak mencintaiku lagi untuk itu kamu lebih baik menceraikan aku daripada hidup tanpa rasa cinta dari suami sendiri."


"Ngomong apa kamu Apa kamu sadar apa yang kamu katakan?"


"Aku sadar, bahkan Aku sangat sadar aku masih waras belum gila seperti yang kamu tuduhkan."


"Felisha jaga ucapanmu."

__ADS_1


"sudahlah tidak perlu ditutup-tutupi 2 bulan pernikahan kita Apa kamu mengerti dengan perasaanku?"


"Tidak Kan?"


"Kamu tidak perlu khawatir karena aku sedang hamil. sehingga kamu tidak bisa mencarikan ku. Tidak apa-apa aku akan menunggu setelah anak ini lahir kita bercerai. Hidup berumah tangga tanpa ada rasa cinta dari suami sendiri kehidupan ini terasa hampa. Aku yakin aku bisa menghidupi anakku kelak jika hak asuh anak ini jatuh ke tanganku.


Kamu tenang saja aku tidak akan merepotkanmu dan tidak menuntut apa-apa. Ucap Felisha sambil Langsung berlalu dari hadapan Heriyanto. Tetapi Heriyanto langsung menarik tubuh Felisha kepelukannya."Jangan pernah kamu berpikir aku akan menceraikan mu, karna bagi Heriyanto tidak akan pernah menikah dua kali bagi Heriyanto menikah hanya sekali seumur hidup." ucap Heriyanto.


Felisha berusaha melepaskan pelukan Heriyanto."Sudah nanti kita bicarakan, aku ada urusan."


"Kamu mau kemana sayang?


"Ada urusan!"


"Urusan apa biar mas antar kamu, tidak bagus wanita sedang hamil mengendarai mobil sendiri.


"Felisha tidak peduli ia terus berjalan menuruni anak tangga. Heriyanto berusaha mengejar Felisha.


"Biarkan mas yang mengantar kamu jika kamu ada urusan."


"Lagian urusan apasih sayang? tanya Heriyanto semakin penasaran ada urusan apa istrinya hingga malam malam keluar. Padahal udara malam diluar tidak bagus bagi wanita yang sedang hamil.


Felisha berlalu Begitu saja dan langsung masuk kedalam mobilnya. Felisha langsung melajukan mobilnya kearah jalan raya menuju tempat Rossi dieksekusi oleh Deni dan temannya. Setelah berusaha tiba di tempat yang sudah mereka janjikan, Ia pun langsung memarkirkan mobilnya di sana dan langsung masuk ke ruangan yang sudah diberitahu oleh Deni.


"Ngapain Felisha kemari?" Haryanto di dalam hati sambil mengamati dan memeriksa lokasi itu. Dengan mengendap-endap Haryanto pun keluar dari mobilnya yang diparkirkan di seberang.


Ia pun berjalan menelusuri gedung tua itu. ketika Haryanto melihat Felisha berjalan masuk ke dalam matanya menangkap seseorang yang tidak asing baginya. Ia melihat Rossi yang sudah tidak menggunakan sehelai benang pun di tubuhnya sedang bercumbu mesra bersama beberapa pria sambil didokumentasikan oleh Deni atas perintah dari Felisha.


"Bagaimana sudah lengkap dokumentasinya?"


"Sudah dong kamu tenang saja semua balas dendam kamu sudah ter lampiaskan semuanya ucap Demi sambil mengebangkan senyumnya.


"Bagus Kak..... ternyata aku tidak salah meminta bantuan kepada kakak.


"Tapi mereka siapa Kak?"


"Mereka yang membantu Kakak melaksanakan tugas yang kamu perintahkan.


"Mereka meminta bayaran berapa?


"Mereka tidak meminta bayaran apapun Bahkan mereka yang meminta melakukannya sendiri kepada Rossi karena ternyata mereka juga memiliki dendam yang sama seperti kamu terhadap Rossi.

__ADS_1


"Bagus kalau gitu karena wanita iblis aku jadi berantakan, karirku jadi hancur karena wanita iblis ini." ucap Felisha. Deni langsung memberikan dokumentasi yang sudah direkam Deni sebelumnya kepada Felisha.


Tiba-tiba Felisha dikejutkan dengan kehadiran Heriyanto di sana.


"Apa yang kamu lakukan di sini Felisha? tanya Heriyanto penuh dengan amarah.


"Bukan urusan kamu.....karena wanita ini hidupku jadi berantakan, Karir ku hancur malah aku hamil diluar nikah sementara yang menghamili aku sendiri tidak mencintai aku lagi karena sudah mencintai wanita lain. ucap Felisha dengan nada tinggi.


"Haryanto menatap Deni dengan tatapan tajam.


"Hei kenapa kamu menatapku seperti itu?'


"Aku hanya melaksanakan tugasku sebagai seorang kakak melindungi adiknya. Bukan seperti Kamu laki-laki pecundang. sudah memiliki istri tetapi masih saja berpikir mencintai istri dari kakaknya sendiri. Ucap Deni kepada kepada Heriyanto


"Maksud kamu apa?


"Kamu tidak perlu bertanya!" Saya rasa kamu sudah tahu jawabannya.


"Jangan pernah menuduh orang yang belum tahu kebenarannya. ucap Haryanto kepada Deni.


"Kebenaran apalagi yang tidak aku ketahui Heriyanto?"


"Kebenaran kalau kamu mencintai Riyanti kakak ipar kamu sendiri? yang dulu kau benci bahkan kau hina?" ucap deni dengan tatapan sinis kepada Heriyanto.


Heryanto terdiam, ia tidak menjawab apa yang dikatakan Deni kepadanya. Haryanto memilih diam daripada berdebat dengan kakak sepupu istrinya sendiri.


"lebih baik kita pulang..... tinggalkan mereka di sini kata Heriyanto kepada Felisha.


Felisha berpamitan kepada Deni untuk kembali kerumah.


"Ka aku duluan, malas berdebat disini. trimakasih sudah membantu membalaskan rasa sakit hati Felisha kepada wanita iblis ini.ucao Felisha sambil langsung berlalu dari hadapan demi dan Rossi yang sedang bercumbu mesra bersama beberapa pria yang menjadi pemuasnya .


Heriyanto mengikuti Felisha keluar dari gudang kosong itu.


"Sayang tunggu." Panggil Heriyanto sambil berlari mengikuti Felisha.


tulisan langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju rumah utama Om Andruw. padahal Jam sudah menunjukkan pukul 9 malam Hal itulah yang membuat Heriyanto semakin khawatir kepada Felisha.


"Ada apa ini mengapa dia berubah seperti ini? tanya Heriyanto di dalam hati. sejujurnya Heriyanto tidak setuju dengan rencana Felisha yang membalaskan dendamnya kepada Rossi tetapi Apa daya itu sudah terlanjur dilakukan Felisha.Tanpa diketahui oleh Heriyanto.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2