
Ketika Janpilan dan Riyanti sudah berada di pusat perbelanjaan. Janpilan mengajak Riyanti untuk makan di salah satu restoran terkenal di sana. Agar istrinya dapat menikmati makanan yang ada di restoran untuk sekedar memanjakan istrinya apalagi Riyanti jarang bepergian bersama janpilan. Janpilan selalu sibuk Ki kantor dan di kampus membuat janpilan jarang memiliki waktu untuk sekedar menemani istrinya shopping.
Setelah mereka berada di restoran Janpilan langsung memesan makanan kesukaan Riyanti berharap Riyanti dapat menghabiskan makanan itu. Beberapa menit kemudian pesanan mereka pun tiba dan Riyanti melihat menu makanan yang dihidangkan oleh pegawai di restoran itu pun merasa tergiur. Ia menyantap makanan itu berharap setelah ia makan ia tidak memuntahkannya lagi.
Dengan sekejap Riyanti dan Janpilan menghabiskan makanan pesanan mereka.
Setelah membayar menu, makanan yang mereka santap. Janpilan mengajak Riyanti ke salah satu toko ponsel yang ada di sana untuk mengganti ponsel milik Riyanti. Karena janpilan tidak ingin melihat Riyanti memakai ponsel jadulnya kembali.
Dari dulu Janpilan ingin mengganti ponselnya tetapi Riyanti selalu menolak Dengan alasan kalau Riyanti tidak ingin membuang ponsel itu karena itu peninggalan sang ayah.
"Kita mau ke mana Mas? tanya Riyanti kepada suaminya.
“Ikut aja!”masih kuat jalan kan? Kata Janpilan kepada Riyanti. Riyanti menganggukkan kepalanya pertanda dirinya Masih sanggup untuk berjalan. Setelah tiba di sebuah toko ponsel terbesar di pusat perbelanjaan itu Janpilan menghentikan langkah kakinya diikuti dengan Riyanti.
“Kita ngapain ke sini Mas?
“Kita ke sini Yang pasti tidak membeli buah atau sayuran sayang. Yang pasti kita ke sini mau beli ponsel." ucap Janpilan kepada Riyanti sambil mengembangkan senyumnya.
"Tapi bukannya ponsel Mas masih bagus ya? udah itu canggih lagi." ucap Riyanti dengan polosnya.
"Pilih yang mana kamu suka." ujar Janpilan kepada Riyanti.
"Kok Riyanti sih Mas yang memilih? kan mas yang akan membelinya!"
“Iya Tapi menurut kamu mana yang bagus sayang? Ucap Janpilan kepada Riyanti sambil meminta pegawai toko ponsel itu mengeluarkan beberapa ponsel keluaran terbaru.
“Menurut Riyanti yang ini si mas, dia lebih klasik." ucap Riyanti sembari memberikan ponsel pilihannya kepada Janpilan
“Kamu suka tidak ponsel itu?
Riyanti menganggukkan kepalanya pertanda dirinya menyukai ponsel pilihannya.
“Mas tolong bungkus ini ya!
“Kemudian pegawai ponsel itu pun langsung membungkus ponsel pilihan Riyanti.
“Mas kok langsung dibungkus sih memangnya tidak ditanya dulu Berapa harganya?" ucap Riyanti kepada Janpilan
“Berapa Mas tanya Riyanti kepada pegawai toko ponsel itu.
“21 juta Mbak!” sahut pegawai toko itu yang mampu membuat Riyanti sangat terkejut.
__ADS_1
“Apa 21 juta nggak salah tuh? ponsel doang harganya segitu? bisa beli mas Bergram gram tuh." Kata Riyanti merasa heran dengan harga ponsel pilihannya.
“Sudah Mas tidak jadi deh mahal sekali ponselnya."
“Loh kok nggak jadi sayang?
“Mas pilih yang lain deh yang lebih murah, ponsel doang harganya 21 juta sayang tuh uang dibuang-buang."ucap Riyanti kepada suaminya. Tetapi Janpilan tetap membayar ponsel pilihan istrinya.
“Mas uang 21 juta itu tidak sedikit loh, Riyanti bisa ingat waktu Riyanti kerja di warung kafe Pak Kaspar itu bisa gaji Riyanti selama 2 tahun ucap Riyanti kepada suaminya.
“Sudah tidak apa-apa!”
Riyanti hanya menghela nafas panjang ia merasa heran melihat suaminya yang tiba-tiba meminta ponsel jadul Riyanti.
“Sayang coba sini ponsel kamu?
Riyanti memberikan ponsel jadul Nya kepada Janpilan dan Janpilan langsung membukanya dan mengambil kartu Telkomsel milik Riyanti yang ada di ponsel Jadul Riyanti dan memindahkannya ke ponsel yang baru mereka beli.
"Loh kok kartu Telkomsel Riyanti dipindahkan ke situ Mas?" tanya Riyanti kepada Janpilan
“Iya mulai sekarang ini ponsel kamu Dan kalau kamu mengatakan ponsel ini banyak memorinya kan kamu bisa simpan atau berikan ke Naira atau Ibu." ucap Janpilan kepada Riyanti agar Riyanti mau menggunakan ponsel pilihannya. Yang baru Janpilan beli.
“Tapi Mas.....ini ponsel harganya terlalu mahal buat Riyanti
Riyanti langsung memeluk suaminya tanpa rasa malu di hadapan orang-orang yang ada di pusat perbelanjaan.
“Terima kasih Mas?”
“Sama-sama sayang!" maaf baru hari ini kita ganti ponselmu. Habis kamu selalu menolak jika Mas menawarkannya Apalagi kamu tidak pernah menggunakan kartu yang mas berikan.
“Gunakan dong sayang kartu itu untuk memanjakan dirimu mas bekerja untuk kamu dan juga anak anak kita kelak. Ujar Janpilan kepada Riyanti sambil mengembangkan senyumnya.
“Iya Mas!"lain kali Riyanti akan gunakan kok mas tenang saja."
Mereka berlalu dari toko ponsel itu dan Janpilan kembali mengajak Riyanti pergi ke toko perhiasan.
“Kita mau ngapain lagi kemarin Mas?
Janpilan meminta kepada pegawai toko perhiasan itu untuk mengeluarkan desain terbaru di toko itu.
“Mana desain terbaru?" tanya Janpilan kepada pegawai toko perhiasan itu. Melihat pemilik Toko perhiasan yang datang, pegawai itu langsung menyapa Janpilan dan Riyanti ramah sambil membungkukkan badan. Pertanda hormat kepada Janpilan sang pemilik toko perhiasan.
__ADS_1
“Ini Pak silakan dipilih." ucap pegawai toko itu sambil memberikan beberapa contoh desain terbaru perhiasan yang ada di toko mereka.
"Sayang coba deh kamu lihat yang mana yang lebih kamu suka?
“Menurut Riyanti sih yang ini mas!" Karena dia satu set, dan tampak jika dipakai dia elegan.
“Tanpa basa-basi Janpilan langsung meminta pegawai toko itu untuk membungkus perhiasan yang sudah dipilih oleh Riyanti.
“Saya mau yang ini, Tolong kamu bungkus." ucap Janpilan kepada pegawai toko itu. Ketika pegawai toko itu sudah membungkus perhiasan yang dipilih oleh Riyanti mereka Langsung berlalu.
“Loh Mas kok kita pergi belum bayar?
Riyanti pun tidak ingin pergi dari sana sebelum Janpilan membayar perhiasan.
“Mas Berapa harga perhiasannya?" tanya Riyanti kepada pegawai toko itu sembari mengeluarkan kartu yang diberikan oleh Janpilan kepadanya.
“Harganya 250 juta nyonya
“Hah ....harga perhiasan seperti itu harganya segitu mahal?
“Iya nyonya!" ucap pegawai itu kepada Bu Riyanti. Japilan langsung terkekeh sudah sayang kita pulang saja yuk." ucap Janpilan sembari membawa perhiasan itu, sambil mengedipkan matanya sebelah kepada pegawai toko yang bekerja di toko perhiasan miliknya.
"Mas hutang sama mereka perhiasan ini?
“Idih emang siapa yang berhutang beli perhiasan untung istriku tercinta l?
“Iya soalnya mas membawa perhiasannya tapi Riyanti sama sekali tidak melihat Mas membayarnya."
“Sudah kamu tenang saja!
“Gimana mau tenang, Mas hutang membeli perhiasan.
Janpilan langsung tertawa ngakak melihat istrinya.
“Mas kok tertawa?
“Itu toko perhiasan milik kita sayang." tidak mungkin mas ngutang kepada toko perhiasan milik kita sendiri.” ucap Janpilan membuat Riyanti sangat terkejut. Ketika Janpilan mengatakan kalau toko perhiasan itu milik mereka.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
yuk mampir kekarya baru Morata