Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
KANTIN MANG KARIM


__ADS_3

Tiba-tiba suara dering ponsel Linda pun terdengar. ia melihat yang menghubungi dirinya adalah Japet.


"Ada apa lagi sih?" ini orang menghubungiku disaat waktu yang gak tepat. Tidak tahu apa bos songong itu lagi ngomel melulu dari tadi." gumam Linda sembari langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


"Halo ada apa japet?" Maaf aku tidak bisa lama-lama angkat teleponmu soalnya sedari tadi Bos songong itu sudah mengomel terus kepadaku." ucap Linda dengan nada cepat membuat japet menggelengkan.


"Ya sudah deh tidak jadi nanti saja!" ucap japet sambil langsung mematikan sambungan telepon seluler nya.


"Maksud dia apa coba?" main matikan ponselnya saja Dasar teman tidak punya akhlak!"umpat Linda sambil langsung meletakkan ponselnya di atas meja.


"Nasib nasib menjadi seorang karyawan rendahan seperti gue, terus saja kena omel gerutu Linda.


"Mbak tidak perlu mengeluh masih banyak yang lebih susah dari kita. Capek bekerja tetapi mendapatkan uang, daripada tidak bekerja tetapi sama sekali tidak memiliki pendapatan coba bagusan mana Mbak? lagian mencari pekerjaan itu sangat susah.


Tidak gampang untuk didapati termasuk seperti di kantor ini jarang-jarang dapat diterima bekerja disini. Kan Mbak tahu sendiri kalau perusahaan ini salah satu perusahaan ketiga terbesar di kota Jakarta. Jika diterima saja bekerja di sini itu sudah sebuah keberuntungan untuk mbak jadi lebih baik mbak mensyukurinya. ucap salah satu karyawan yang bertugas satu divisi dengan linda.


Linda yang mendengar apa yang dikatakan oleh rekan kerjanya langsung menganggukkan kepalanya. Karena memang benar adanya untuk mencari pekerjaan saat ini sangat sulit. Apalagi Linda sudah merasakan bagaimana susahnya untuk mencari pekerjaan.


"Mudah-mudahan kelak aku bertahan bekerja di sini ya Mbak!" ucap Linda sambil nyengir kepada salah satu rekan kerjanya yang satu divisi dengannya yang kebetulan temannya itu bernama Avena.


Avena salah satu karyawan satu divisi dengan Linda. Dia bekerja di perusahaan Himalaya group sudah lumayan lama. Setelah dirinya lulus dari universitas Gunadarma.


"Hai gajah bengkak..... sedari tadi saya minta kamu untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab kamu bukan malah menggosip seperti ini." Bentak Rehan


"Emang siapa yang menggosip? jangan asal nuduh deh!" jawab Linda asal tanpa memikirkan Siapa yang jadi lawan bicaranya.


Avena yang melihat linda berani berbicara kepada pak Rehan langsung memijat kaki Linda agar Linda tidak melanjutkan perkataannya kepada Rehan.


"Au......sakit bangat!" teriak Linda sambil memegangi kakinya yang dipijak oleh Avena.


"Kamu ya benar-benar tidak bisa dibilangin ya!" sudah gajah bengkak, bloon, ngelawan lagi." nyesal saya menerima kamu bekerja di kantor ini." gerutu Raihan membuat Linda semakin kesal melihat bosnya. Kalau begini terus sepertinya gue tidak bisa bertahan kerja di sini." Tapi bagaimana bisa aku keluar dari sini sedangkan aku sudah menandatangani kontrak kerja samanya." gumam Linda dalam hati.


"Apa yang harus aku lakukan ya Allah?"


"Aku terjebak dengan keadaan ini."


"Jujur aku benar benar tidak tahan lagi." gumamnya dalam hati.


Jam makan siapapun tiba, Linda berniat untuk memakan bekal miliknya yang sebelumnya ia bawa dari rumah. Kebetulan hari itu Linda masak nasi goreng untuk menghemat pengeluaran. Apalagi Linda sudah beberapa bulan menganggur dan tidak bekerja.

__ADS_1


"Avena datang menghampiri Linda.


"Hai Lin!" kantin yuk." ajak Avena.


"Maaf mbak !" saya makan disini saja kebetulan saya bawa bekal sendiri. ucap Linda sembari menunjukkan bekal makannya kepada avena.


"Ya sudah deh kalau begitu gue duluan ya ucap Avena kepada Linda.


"Iya mbak silakan!" Linda makan di sini saja.


ketika Linda membuka kotak makannya Rehan keluar dari ruangannya.


"Eh gajah bengkak!" lo tidak makan siang? nanti kamu kelaparan, Saya tidak ingin pegawai saya mati kelaparan. Nanti saya dituduh membuat kalian kerja rodi.


"Maaf Pak!" tapi saya sudah makan ini bekal saya." ucap Linda sembari menunjukkan kotak bekal miliknya.


"Memangnya lo bisa masak?


"Tidak pintar pintar amat sih Pak!" tapi untuk sendiri Bisa lah ucap Linda.


"Kamu serius? kamu yang masak nasi goreng milikmu itu?


"Ya iyalah Terus mau Siapa lagi? orang gue tinggal sendiri di kost. nyokap, bokap gue ada di kampung.


"Ya iyalah!" masa gue tinggal di tempat nyokap gue?" nyokap gua aja tinggalnya jauh.


"Ya sudah lanjutkan makanmu saya mau keluar dulu.


"Dari tadi kek!" tidak perlu berbasa-basi menyapaku." gumam Linda Tetapi masih bisa didengar oleh Rehan membuat Rehan menggelengkan kepalanya melihat tingkah linda yang terus saja seperti membenci Rehan.


*****


Satu bulan sudah berlalu Linda bekerja di Himalaya grup saatnya Linda menikmati hasil keringatnya sendiri. Sesuai dengan perjanjiannya dengan japet dan Ricardo, mereka akan pergi ke kantin Makarim yang ada di universitas Gunadarma.


Linda : Hai semua jadi nggak kita ke kantin Mang Karim?


Japet : Jadi dong!"


Ricardo: Jadi dong sudah tidak sabar nih mau main ke kampus Gunadarma dan menyicipi tes manis dingin buatan mang Karim dan mi gorengnya yang memiliki daya tarik tersendiri.

__ADS_1


Riyanti : gue ikutan dong!"


Linda : Emang suami Lo ngijinin?


Japet : iya Rin apa pak Janpilan ngijinin Lo?


Ricardo : jangan Sampai gara gara kami kalian jadi tidak enakan loh."


Riyanti. :Iya gue sudah minta ijin sama suami gue dan dia sendiri yang akan menghantarkan Aku.


Linda : Lo serius?


Riyanti : ya gue serius lah, mana mungkin gue berbohong sama kalian.


Ricardo: bagus deh Lo ikut kan jadi.lwbih asik."


chat Group keempat sahabat itu menjadi ramai membuat mereka sibuk saling balas chat yang ada di group.


Linda : Ah sudah dulu lah, gue mau tidur karna gue besok bekerja dan sepulang kerja kita langsung ke kantin mang Karim ya gush."


Japet ; Ok chubby


akhiri mereka sepakat untuk pergi ke Kantin mang Karim yang berada di kampus universitas Gunadarma esok sore. karna Linda, Japet dan juga Ricardo hari itu masih bekerja.


Riyanti tidak sabar ingin bertemu dengan teman-temannya. Riyanti pun menghampiri suaminya yang telah berbaring di atas tempat tidur.


"Mas...." bisa ikutan kan pergi ke kantin Mang Karim?


"Boleh tapi mas yang ngantar!"


"Memangnya kenapa mas?"


"Tidak kenapa-kenapa" Mas hanya ingin memastikan keadaanmu baik-baik saja sampai di sana.


"Memangnya mas tidak ke kantor?


"Mas ke kantornya pagi-pagi tapi masih ada mata kuliah di kampus besok.


"Bagus deh kalau begitu Riyanti perginya sama Mas aja Riyanti sangat merindukan situasi saat-saat berada di kampus universitas Gunadarma. Apalagi dengan kantin mang Karim yang kerap sekali tempat Riyanti kasbon watu kuliah jika tidak memiliki uang lagi. ucap Riyanti sambil terkekeh.

__ADS_1


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2