Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
MANJAT POHON


__ADS_3

Setelah kurang lebih 30 menit permainan panas itu, akhirnya Randy dan Naira pun mencapai puncaknya. Randy langsung mengecup kening Naira dan mengucapkan terima kasih kepada Naira. Karena Naira dapat melayani Randy sesuai yang diinginkan Randy dari Naira.


Naira menganggukkan kepalanya pertanda dirinya pun merasa bahagia dapat melayani suaminya dan sampai suaminya merasa puas dengan pelayanan Naira. Randy begitu bahagia, ia tidak menyangka Naira ternyata mampu mengimbangi permainan Randy.


****


Hari itu Randy kembali bertugas di dinas kepolisian yang ada di kota Jakarta. Ia berpamitan kepada Naira kalau dirinya hari ini akan sedikit telat pulang ke rumah, mengingat pada kasus yang akan mereka tangani hari ini. Naira mengangguk paham situasi suaminya yang bertugas sebagai pengayom masyarakat.


Naira pun langsung memberi salam kepada suaminya. Agar suaminya yang begitu gagah dan tampan pergi tugas dengan semangat. Randy mengecup kening Naira sebelum dirinya berangkat bertugas. Kemudian Randy mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang ke arah jalan raya menuju kantor tempat dirinya bertugas.


Sepeninggalan Randy, Naira tanpak kesepian di rumah. Sehingga dirinya memilih untuk menemui Linda sang kakak ipar di rumah Linda dan Reihan. Dengan menggunakan mobil milik Naira, pemberian dari Rand, Naira pun mengendarai mobilnya dengan hati-hati yang mana Naira baru sekitar 1 bulan belajar mengemudikan mobil.


Dengan penuh hati-hati, Naira meninggalkan rumahnya. Setelah melakukan perjalanan kurang 20 menit, dengan hati-hati Naira mengemudikan mobilnya. Ia pun tiba di rumah Reihan dan Linda. Terlihat rumah pun sepi. Itu pertanda Reihan sudah berangkat ke kantor.


Linda yang mendengar suara klakson mobil seseorang, langsung keluar melihat Siapa yang mengemudikan mobil datang ke rumah mereka. Satpam yang bertugas di sana pun langsung membuka gerbang agar mobil yang dikendarai Naira dapat masuk dengan leluasa apalagi satpam itu sudah mengenali Naira.


Ketika Linda melihat kedatangan Naira, Linda pun langsung tersenyum dan menghampiri Naira yang baru turun dari mobil.

__ADS_1


"Hai kakak ipar..... Apa kabar?" sapa Naira sambil memberi pelukan hangat kepada Linda


"Alhamdulillah Kakak baik. Bagaimana dengan kamu Apa kamu baik-baik saja?" Linda kembali bertanya kepada Naira.


"Alhamdulillah kabar Aku baik kak. Aku datang ke sini karena aku merasa kesepian di rumah. Setelah Mas Randy berangkat bertugas. Apalagi mas Randy mengatakan kalau hari ini ia akan telat pulang. Karena ada kasus yang sedang mereka tangani." ucap Naira sambil berjalan masuk ke rumah.


Linda begitu bahagia ketika Naira datang menemuinya, yang sebelumnya Linda merasa kesepian.


"Bagaimana kondisi kehamilan kakak apa baik-baik saja?Naira kembali bertanya


"Alhamdulillah kondisi kehamilan Kakak saat ini baik-baik saja tidak perlu ada yang dikhawatirkan. Bagaimana dengan kamu Apa kamu sudah mulai isi? tanya Linda sambil meraba perut Naira membuat Naira langsung tertawa ngakak ketika Linda meraba perutnya.


Karena sudah bosan menonton dan sekedar cerita dan curhat, Linda pun mengajak Naira duduk di taman belakang. Menikmati indahnya Taman belakang, karena Linda memiliki bunga-bunga yang indah dan juga pepohonan yang rindang di sana.


Membuat suasana semakin sejuk yang dapat memanjakan mata mereka. di sana juga mereka dapat menikmati beberapa macam buah yang kebetulan saat ini buah mangga yang ada di sana sudah dapat dipanen bahkan buah yang sudah masak ada yang berjatuhan.


"Wow banyak sekali buah mangganya Kak!" sepertinya Naira ingin memakannya." ucap Naira sambil membayangkan dirinya menyantap mangga yang ada di pokok mangga taman belakang itu.

__ADS_1


"Iya kakak juga ingin memakannya tetapi sepertinya Kakak akan mengurungkan niat kakak untuk memakan buah itu. Karena tidak mungkin juga kakak memanjatnya dengan perut buncit seperti ini." ucap Linda sambil mengembangkan senyumnya membayangkan dirinya mencicipi buah mangga yang ada di pokoknya.


"Kakak Tenang saja Naira masih ada di sini. yang mampu memanjat pokok mangga itu." ucap Naira percaya diri.


"Ah.....mana mungkin kamu bisa memanjat pokok mangga sebesar itu. Memangnya kamu tidak takut jatuh?" tanya Linda membuat Naira sambil langsung terkekeh.


" Kakak belum mengetahui kalau Naira dulu juara memanjat di kampung." ucap Naira sambil langsung berlalu meninggalkan Linda duduk di ayunan yang ada di taman belakang.


Ia pun langsung memanjat pokok mangga yang berukuran lumayan besar itu. Membuat Linda langsung tertawa ngakak.


Linda pun mendokumentasikan saat Naira memanjat pokok mangga itu dengan menggunakan ponsel miliknya. Ketika Naira sudah ada di pokok mangga yang berukuran lumayan besar itu, Naira langsung memetik beberapa buah yang sudah matang


Ia pun mencicipi buah itu di atas pokok mangga itu, membuat Linda merasa iri melihat Naira yang dapat memanjat pokok mangga. Tetapi Linda tertawa ngakak melihat video dokumentasi Naira yang dapat membuat Reihan dan Randy akan tertawa ngakak jika dirinya mengirimkan dokumentasi itu kepada Randy.


Linda pun memohon kepada Naira agar segera turun dan membawakan buah mangga untuknya. Ia sedari tadi sudah berharap Naira akan memberinya buah mangga itu, melemparnya dari atas ke bawah untuknya. Tetapi naira sengaja tidak langsung memberikan buah mangga itu kepada Linda.


Naira terlebih dahulu mencicipinya di atas pokok mangga itu. Membuat Linda sedikit kesal kepada Naira. ia merutuki dirinya yang tidak mampu memanjat pokok mangga yang buahnya lumayan banyak. Sesekali Naira melemparkan batu mangga itu ke arah Linda. membuat Linda semakin kesal. Apalagi Naira mengetahui kalau Linda mendokumentasikan dirinya saat dirinya memanjat pokok mangga itu. Membuat Naira berniat menjahili Linda.

__ADS_1


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏


__ADS_2