
Pagi hari yang indah matahari sudah memperlihatkan wajahnya ke permukaan bumi. netra seorang gadis mungil nan cantik menelisik isi kamar. Setelah dirinya tersadar dari tidurnya Ia pun bangkit dari pembaringannya.
"Ternyata aku kesiangan!" gumam gadis mungil nan cantik itu sembari langsung berlalu masuk ke kamar mandi berniat untuk membersihkan diri.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Ia pun menghampiri Ibu Anjani yang sedang sibuk menata sarapan pagi di meja makan bersama asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman Riyanti dan juga Janpilan.
"Kamu baru bangun Nai?
"Iya Bu maaf Naira kesiangan!"
"Tolong panggilkan kakakmu agar kita segera sarapan, Mungkin kakak ipar kamu akan berangkat ke kantor Pagi ini. Karena sebelumnya kakak ipar kamu memberitahu kepada Ibu, kalau dirinya ada meeting pagi ini.
Naira langsung menuju kamar kakaknya. dengan berhati-hati ia mengetuk pintu kamar pasangan suami istri itu.
Tok
Took
Toook
Beberapa kali Naira mengetuk pintu kamar Riyanti dan juga Janpilan. Tetapi tak kunjung ada jawaban tentang apa yang dilakukan pasangan suami istri itu di dalam kamar. membuat Naira berlalu dari balik pintu menuju ruang makan.
"loh...." mana Kakak kamu kok tidak turun bersama kamu?
__ADS_1
"Entah!" Sudah beberapa kali Naira Ketuk pintu. Tetapi tidak ada jawaban. Jadi Naira memilih untuk berlalu dari sana. Tidak enak mengganggu pasangan suami istri berada di dalam kamar." ucapnya sembari mengembangkan senyumnya menatap Wajah Ibu Anjani dengan tatapan penuh arti.
Kamu ini ngomongnya ngaco.
"Ngacok bagaimana maksud ibu, kan tidak wajar kita mengganggu pasangan suami istri yang lagi bersama di dalam kamar!"ucap Naira sambil menyimpulkan wajahnya dengan senyum manis.
"Sudah lebih baik kamu sarapan saja, Mungkin sebentar lagi nak Randy akan datang menjemputmu karena kalian akan mencoba baju yang kalian pesan di butik itu.
"Memangnya Mas Randy hari ini tidak tugas?
"Ibu juga tidak tahu, tapi sebelum nak Randy tugas, Sepertinya kalian terlebih dahulu ke butik.
Naira langsung menghabiskan sarapannya sebelum Riyanti dan Janpilan turun kebawah untuk sarapan. Setelah selesai sarapan pagi, Naira membersihkan bekas makannya. Karna Naira tidak ingin merepotkan Sistem rumah tangga yang bekerja dikediaman Janpilan.
"Ya Allah Nai.....sudah mau jadi bini orang saja kamu masih manjat manjat" teriak ibu Anjani yang melihat Naira memanjat pohon rambutan yang ada ditaman belakang. Dan memetiknya satu persatu dan memakannya perlahan diatas pokok Mangga itu. Membuat ibu anjani menggelengkan kepalanya.
"Nai.... Ayo turun, nanti kalau nak Randy datang dan melihat kamu seperti ini, apa kamu tidak malu Nai?" teriak ibu Anjani.
"Biarin aja Bu, mas Randy mau nikah sama Naira, harus siap dong dengan sikap Naira yang apa adanya. ngapain sikap kita harus ditutup tutupi sebelum menikah? nanti mas Randy terkejut Bu. Jadi biarin aja mas Randy tau kebiasaan buruk Naira. Toh sebelumnya mas Randy juga sudah tau kebiasaan Naira." ucap Naira sembari terkekeh.
Terserah kamu saja deh,capek ibu ngomong sama kamu." ucap ibu Anjani sambil berniat meninggalkan Naira ditaman belakang. Tiba tiba ibu Anjani dikejutkan dengan kehadiran Randy disana.
"Nak Randy!" pekik ibu Anjani karna terkejut melihat kehadiran Randy disana.
__ADS_1
"Ssstttt Randy membuat telunjuknya ke bibirnya agar ibu Anjani tidak bersuara. Karna Randy ingin ngerjain Naira.
ibu Anjani hanya diam saja dan pergi meninggalkan pasangan calon pengantin itu. Karna tidak ingin mengganggu Naira dan Randy.
Tanpa sepengetahuan Naira, karna asik memetik buah rambutan yang matang, Randy langsung naik Pokok rambutan itu dan setelah berada di atas pohon, alangkah terkejutnya nya Naira ketika melihat Randy berada di pokok rambutan yang sama.
"Aaahk....." teriak Naira sambil memukul tubuh kekar Randy karna dirinya sangat terkejut melihat kehadiran Randy disana.
"Mas buat Naira terkejut saja." gerutu Naira sambil menatap Randy dengan tatapan yang tajam.
Randy bahaya tertawa ngakak melihat calon istrinya itu terkejut bukan kepalang.
"Biarin aja, supaya kita sama sama manjat pohon, Iya kan sayang?" ucap Randy sambil langsung mengabadikan mereka yang lagi memanjat pohon rambutan bersama,dengan menggunakan ponselnya.
"Mas kok di foto sih?
"Biarin aja, agar anak anak kita kelak melihat maminya hobby manjat dan jago manjat ." ucap Randy sambil tertawa cengengesan.
"Awas ya mas, nanti Naira hapus tuh." ucap Naira sambil langsung turun dari pokok rebutan itu. Disusul oleh Randy turun mengikuti Naira. Naira sangat kesal melihat Randy yang mengabadikan momen Mereka manjat di pokok rebutan.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏
__ADS_1