
Reihan pun mengembangkan senyumnya. Ia pun membalas kecupan dari istrinya.
"Apa Sudah mendingan sayang? kakinya coba digerakkan." ujar Raihan kepada Linda.
"Iya Mas sepertinya kaki Linda sudah tidak kenapa-kenapa. Karena mas sudah mengurutnya dengan cinta dan kasih sayang." ucap Linda sembari mengembangkan senyum manis Linda. Yang membuat Reihan semakin cinta dan sayang sama Linda."
Di tempat lain Japet mengingat masa-masa kebersamaan mereka bersama Linda, Riyanti dan juga Ricardo. Sejujurnya ia sangat kecewa mendengar kabar Kalau Linda sudah menikah dengan Reihan. Sebelum dirinya mengutarakan rasa cintanya kepada Linda. Sesungguhnya Ricardo sudah mengingatkan kepada Japet jika Japet memiliki rasa kepada Linda, Kenapa tidak langsung diutarakan. Ternyata sekarang Setelah Linda sudah milik orang lain. Japet menyesalinya.
Ya Allah aku harus bagaimana?"sepertinya aku tidak sanggup melihat ke Linda bersama Reihan setiap hari jika aku tetap bekerja disana. Apalagi aku bekerja di sana sudah otomatis aku pasti setiap hari bertemu dengan mereka
" gumam japet dalam hati. Japet merasa jika dirinya tetap bekerja di sana maka rasa sakit hati itu atau rasa cemburu yang ia rasakan pasti akan timbul suatu ketika. Sehingga Japet memutuskan untuk mencari pekerjaan di tempat lain.
Mendengar japet resign dari Himalaya group, kedua orang tuanya pun meminta Japet untuk mengelola toko kedua orang tuanya. Tetapi sepertinya Japet masih ingin mencari pengalaman dengan bekerja di perusahaan lain. Kedua orang tua Japet terus membujuknya agar mau membantu mereka mengelola beberapa toko milik kedua orang tuanya yang ada di Jakarta.
Karena tidak memiliki pilihan lain, dibandingkan harus bekerja di Himalaya Group. dan melihat wanita yang sangat ia cintai bersama dengan laki-laki lain. Akhirnya Japet pun menerima tawaran dari kedua orangtuanya untuk mengelola toko milik orangtuanya.
Ricardo yang mendengar berita resign Japet dari Himalaya group, Ia merasa terkejut, Ricardo merasa kalau Japet adalah laki-laki pecundang yang tidak mampu menghadapi masalah. Tetapi bukan hanya hal itu yang membuat japet harus resign dari Himalaya group. Begitu banyak pertimbangan Japet sehingga dirinya menerima tawaran dari kedua orangtuanya.
Ricardo menghubungi nomor ponsel Japet untuk sekedar bertanya mengenai perihal kabar resignnya japet dari Himalaya Group.
kring
kring
kring
Suara ponsel Japet terdengar jelas di telinganya. Ia meraih ponselnya yang berada di atas nakas. Dan ia melihat nomor ponsel yang menghubunginya adalah nomor ponsel Ricardo. Karena tidak mau membuat sahabatnya itu kecewa sehingga jaket langsung menekan tombol hijau yang ada dilayar ponselnya. Agar sambungan telepon selulernya tersambung kepada Ricardo
__ADS_1
"Hello ada apa bro?
"Ada apa .....ada apa!" Lo dimana?
"Gue ditoko bokap Gue.!"
"Lo serius sudah resign?
"Ia bro!" nyokap dan bokap gue minta gue mengelola tokonya. Maklum umur mereka sudah mulai tua.Jadi kasihan juga, membiarkan mereka mengelola toko milik papa sendiri." ucap Japet.
"Lo serius,karna permintaan nyokap dan bokap lo, sehingga Lo memutuskan untuk mengelola toko itu?
"Atau karna ada faktor lain" ucap Ricardo menebak
"Iya Bro, soalnya gue kasihan sama bokap dan nyokap gue. Jadi hitung-hitung berbakti kepada orang tua, ya gue terima aja tawaran nyokap dan bokap gue."
"Syukurlah kalau karena hal itu. Aku kira kamu resign karena kamu tidak sanggup melihat Linda bersama dengan Pak Reihan.
"Ya sudah semoga kamu sukses menjalankan usaha baru Mu ya." ucap Ricardo sembari langsung menutup sambungan telepon seluler.
****
lah Tante kok baru pulang?
"Iya maaf ya nak Randy, soalnya keasikan ngobrol dan bermain sama si kembar." ucap Tante Mira dan om Andruw sambil Mengebangkan senyumya.
"Oh iya maaf ya kamu jadi tidak tugas deh hari ini, karna terlambat."
__ADS_1
"Tidak kok Tante, lagian Randy hari ini memang tidak dinas. Besok pagi ada dinas." sahut Randy.
"Nai....." panggil Tante Mira
"Eh Tante....sudah datang." sahut Naira yang baru turun manjat dari pokok rambutan yang ada di taman belakang.
"Kamu darimana Nak?
"Dari taman belakang Tante."
"Kamu manjat lagi?"
Naira menganggukkan kepalanya pertanda tebakan dari tante mira benar adanya.
"kamu ya masih mau maunya manjat pohon kamu sudah lihat gadis loh bukan anak-anak lagi.
"Iya Tante habis memanjat pohon rambutan asik . Lagian Naira ingin makan rambutan Tante, kebetulan di taman belakang ada buah rambutan yang sudah matang, ya Naira panjat." ucap Naira sambil nyengir.
"Awas kamu jatuh loh."
"Iya tente, habis teringat saat di kampung, setiap hari lomba manjat sama kak Riyanti dan kak Riko." ucap Naira sambil tertawa cekikikan.
Mendengar cerita dari Naira, Randy menggelengkan kepalanya. Melihat tingkah wanita yang sukses membuat hati Randy tergila gila.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih
__ADS_1
sembari menunggu novel ini up, yuk mampir ke karya teman emak.