
Janpilan tidak menyerah mencari keberadaan Riyanti, Ia meminta kepada salah satu mahasiswanya untuk mencari tahu Riyanti Dimana berada. Kemudian bertanya kepada Dekan karena Dekan pasti tahu posisi tempat Riyanti mengadakan magang.
Dekan, tidak bisa berbohong karena si pemilik kampus sendiri yang bertanya kepada Dekan Sehingga Dekan kampus Gunadarma tidak bisa berbohong.
"Apa mahasiswa yang bernama Riyanti meminta pindah tempat magang?"
"Iya Pak Riyanti minta pindah tempat magang dah saya ajukan ke Detonga group.
"Tapi mengapa dia harus pindah?"
"Dia ingin sekali memperdalam apa yang dipelajari. Sementara Ia mendapatkan pekerjaan di Samera group tidak sesuai dengan jurusannya. itulah yang menjadi alasan kuat Riyanti minta pindah tempat magang." Terang dekan kepada Pak Janpilan
Setelah mendapat informasi dari Dekan kampus Gunadarma, pak Janpilan langsung menuju Detonga Group, Tetapi ketika dia berada di sana Riyanti sedang bekerja di luar kantor. Ia di tugaskan oleh pak Haposan untuk menemani sang direktur Detonga group untuk menemui rekan bisnisnya di salah satu restoran ternama di ibu kota
****
Janpilan kembali ke kantor Samera group. Janpilan masih penasaran Mengapa Riyanti tiba-tiba pindah tempat magang, dan juga kost. Ia mengingat apa yang dikatakan maminya kepada Riyanti.
"Apa dia tersinggung dengan kata-kata Mami?"tanya Janpilan dalam hati.
Sementara Riyanti bersama Pak Haposan sedang mengadakan meeting di salah satu restoran yang ada di kota Jakarta. CEO berdarah Batak itu meminta kepada Riyanti untuk ikut bersamanya, menemui rekan bisnisnya yang ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan Detonga Group.
Riyanti menjawab segala pertanyaan demi pertanyaan yang dilontarkan oleh Client bisnis Pak Haposan membuat Client Pak Haposan merasa puas dengan penjelasan dari Riyanti.
"Aku Suka caramu menjelaskan." kata rekan bisnis pak Haposan kepada Riyanti.
"Singkat padat dan jelas aku acungkan jempol untukmu. Aku setuju dengan kerja sama Ini." ucap client Detonga group yang berasal dari luar pulau Jawa.
Mendengar jawaban dari client Pak Haposan begitu bersemangat. Padahal baru Kali itu Riyanti ikut bersamanya untuk presentasi. pak Haposan kagum dengan kecerdasan Riyanti.
"Saya tidak menyangka kalau kita memenangkan tender sebesar ini." ucap pak Haposan kepada Riyanti
"Semua ini berkat kamu?"
"Tidak juga pak!" ini hasil kerjasama dengan tim." ucap Riyanti merendah
"Saya tahu itu kerjasama dengan tim, tetapi cara kamu menjelaskan kepada client kita sehingga client kita gampang memahaminya tidak bertele-tele singkat padat dan jelas." ucap Pak Haposan sambil mengembangkan senyumnya kepada Riyanti.
"Untuk merayakan keberhasilan kita, saya akan traktir kamu makan di sebuah restoran yang paling mahal di kota Jakarta." ucap pak Haposan
"Tidak perlu Pak!" Saya lebih suka makan di warung pinggiran jalan
"Kenapa kamu lebih suka makan di warung pinggiran jalan
"Karena disamping harganya yang murah, rasanya juga pas di lidah saya. Dan hitung-hitung saya membantu pemilik warung untuk menyekolahkan anaknya.
__ADS_1
Sedangkan kalau kita makan di sebuah restoran mahal, sudah harganya mahal dan yang pasti pemilik restoran sudah kaya. Untuk apa kita menyumbangkan uang kita kepada orang yang sudah memiliki harta yang banyak. lebih baik uangnya disumbangkan kepada orang yang tidak mampu seperti saya." ucap Riyanti membuat pak Haposan langsung tercengang.
CEO berdarah Batak itu pun begitu terkejut mendengar apa yang dikatakan Riyanti. di satu sisi Riyanti memang benar adanya. Tetapi jika seorang pengusaha kaya raya atau seorang CEO makan di pinggir jalan mereka merasa harga dirinya direndah.
"Jadi kamu serius!" tidak mau makan di restoran itu?
"Tidak Pak !" Lebih Baik bapak antar saya pulang saja!"
"Iya sudah deh kita makan di warung bpinggir jalan"
"Bapak tidak perlu khawatir makan di pinggir jalan rasanya tidak kalah enak kok dari restoran bintang 5 yang kita tempati tadi
"Kamu serius?"
"Saya serius pak terkadang masakan kampung lebih lezat kita makan daripada makanan yang ada di restoran.
"Kalau bapak tidak percaya boleh dicoba!"
"Ya sudah kita makan di mana?
"Bapak tinggal lurus terus, ada tenda biru di situ makanannya rasanya sangat lezat."ucap Riyanti memuji masakan salah satu langganannya. Di samping harganya yang murah saya juga terkadang bisa kasbon di sana kalau lagi tidak memiliki uang.
Kira-kira 5 menit kemudian Pak Riyanti dan pak Haposan tiba di tenda biru, tempat biasa Riyanti makan.
"Eh Neng Riyanti ternyata!" Sama siapa Neng?"
"Iya mang!" Riyanti sama bos!"
"Memangnya Neng Riyanti sudah kerja toh?"
"lagi magang!"
"Oh gitu sebentar ya Neng
Melihat interaksi antara dengan Dengan pemilik warung itu yang begitu dekat, Pak Haposan mengembangkan senyumnya.
"Kamu sudah biasa makan di sini?
"Sudah pak!"
"Kenapa kamu sering makan di sini?"
"Karena harganya yang murah selain harganya murah kalau saya tidak ada uang saya bisa kasbon!" ucap Riyanti jujur
"Memangnya bisa kasbon?"
__ADS_1
"Bisa!" kalau kita tepat waktu bayarnya.
"Kamu tinggal di mana?"
"Saya baru pindah kos Pak!" dulunya Saya tinggal di daerah sini, tapi sekarang saya udah tinggal di daerah dekat kantor Detonga group.
"Oh begitu Jadi kamu anak kos!"
"Iya Pak Saya anak kos di sini."
"Orang tua kamu?"
"Ada di kampung?"
"kamu tinggal sendirian aja di kos?"
"Iya pak mau sama siapa lagi?" terkadang paling Linda yang nginap di kos
"Linda yang ikut magang di kantor kita juga?"
"Iya Pak."
Pesanan pun datang Riyanti langsung mencuci tangan di kobokan, padahal di sana ada di sediakan sendok dan garpu oleh pemilik warung, Tetapi Riyanti memilih makan dengan menggunakan tangannya sendiri. Pak Haposan melihat Riyanti mencuci tangan di keboan hanya terdiam. Dia tidak tahu harus melakukan apa. Karena pak Haposan tidak pernah makan di tempat seperti itu.
Riyanti langsung melahap makanan yang pesan tanpa rasa malu malu, sementara pak Haposan hanya memperhatikan Riyanti melahap makanannya.
"loh Bapak kok cuma lihat Riyanti saja?Bapak tidak makan ya?"
"Atau makanan yang tidak enak!"Ya sudah Pak kalau Bapak merasa terpaksa tidak usah dimakan lebih baik dikasih sama orang-orang yang membutuhkan ucap Riyanti kepada Pak Haposan.
"Tidak kok saya akan makan." Ucap Pak Haposan sambil mengikuti Riyanti mencuci tangannya di kobokan yang ada di meja.
Iya pun merasakan makanan itu.
"Wow rasanya lezat sekali." gumam Pak Haposan dalam hati sambil Langsung kembali melahap makanan yang ada di hadapannya ludes tanpak ada sisa.
"Gimana Pak makanannya enak tidak?"
"Enak ternyata kamu benar masakan pinggir jalan belum tentu seperti yang kita pikirkan ucap pak Haposan sambil melihat kearah Riyanti dengan tatapan mendalam.
Sementara di tempat lain Janpilan begitu gelisah, karena dia tidak menemukan Riyanti di Detonga group. Berulangkali ia menghubungi nomor ponsel Riyanti tetapi sama sekali tidak ada jawaban. Hal itu membuat janpilan. menjadi tidak fokus menjalankan pekerjaannya Ia pun langsung pergi ke rumah kedua orang tuanya.
bersambung
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
__ADS_1