
Ketika ibu Anjani sudah setuju kalau ia tinggal bersama Riyanti dan Janpilan di kota Jakarta hati Riyanti merasa lega tanpa harus terus kepikiran dengan kondisi keadaan ibu Anjani berada di kampung. Sementara Riko sudah waktunya untuk pergi ke asrama Ia pun berpamitan kepada Ibu Anjani.
“Bu doakan Riko agar Riko sehat-sehat dan mampu menjalani studi Riko." ucap Riko meminta restu kepada Ibu Anjani.
“Iya nak!" doa ibu selalu bersamamu semoga kelak engkau berhasil dan mengharumkan nama kampung kita dan juga bangsa dan negara.
"Ibu bangga sama kamu Nak kejarlah cita-citamu!" ibu merestuimu." ucap Ibu Anjani sembari mengelus rambut putranya. Riko pun memberikan peluk dan cium kepada bu Anjani begitu juga kepada Riyanti dan juga Naira. Riko tidak lupa berpamitan kepada Janpilan dan mengucapkan terima kasih atas apa yang sudah dilakukan Janpilan terhadap keluarganya.
“Kak Riko pamit dulu, Tolong jaga Kak Riyanti untukku begitu juga ibu dan adik Naira." ucap Riko memohon kepada Janpilan agar Janpilan menjaga semua keluarganya.
“Kamu tenang saja, Kakak akan pasti menjaga mereka. Belajarlah dengan sungguh-sungguh agar kamu kelak berhasil dan bisa mengharumkan nama keluarga dan juga bangsa dan negara ." ucap Janpilan sambil mengelus rambut adik iparnya.
Riko pun berlalu dari rumah Janpilan dengan menggunakan taksi online yang sudah dipesan sebelumnya agar dirinya tidak terlambat masuk ke asrama. Riko sengaja tidak ingin dihantar oleh Janpilan dan juga keluarganya agar dirinya tidak terlalu bersedih ketika ibu Anjani meninggalkannya di tempat itu.
Setelah Ibu Anjani menyetujui kalau mereka akan tinggal bersama Riyanti dan juga Janpilan, Ibu Anjani menghubungi Yuli yang merupakan tetangga ibu Anjani di kampung. Agar Tante Yuli yang menempati rumah mereka untuk Sementara waktu.
*****
Keesokan harinya Riyanti, Janpilan Heryanto dan Felisha pun berangkat ke Sumatera Utara dengan menggunakan pesawat kelas eksklusif mereka tiba di bandara Kualanamu. Pak Yono yang sudah dapat perintah dari Om Andruw untuk menjemput mereka, sudah tiba di bandara. Sejujurnya Pak Yono hanya mengenal Janpilan dan Heriyanto dari foto yang ada di villa. Karena pada saat terakhir kali pak Yono bertemu dengan Janpilan sewaktu jantilan kelas 6 SD.
“Hingga Pak Yono pun pergi ke ruang informasi agar bagian informasi dari bandara mengumumkan kalau Janpilan, Riyanti Heriyanto dan Felisha sudah di jemput di bandara. Mendengar pihak informasi mengumkan nama mereka terpanggil. Mereka pun langsung menuju ruang informasi untuk menanyakan siapa yang menjemput mereka.
“Dengan Pak janpilan? Tanya Pak Yono sopan
“Iya Pak!" saya Janpilan dan ini istri saya, dan yang ini adik saya dan adik ipar saya.
“Kalau begitu mari Pak ikut saya ke mobil!" saya dapat perintah dari Om Andruw untuk menjemput kalian.”
“Bapak masih mengenal saya?
__ADS_1
“Sepertinya kurang Den!” karena terakhir kali kita bertemu sewaktu Aden kelas 6 SD sehabis itu kita tidak pernah bertemu lagi.
Karena Tuan besar jarang membawa Aden ke Villa.
“Iya selama ini saya sibuk Pak." ucap Janpilan sembari menggandeng tangan Riyanti berjalan menuju mobil yang dimaksud oleh Pak Yono.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit Mereka pun tiba di Villa milik keluarga Om Andruw. Melihat itu semua Riyanti begitu terkejut. Dia tidak menyangka kalau ibu mertuanya memiliki villa di kawasan Sumatera Utara. Padahal jarak Antara Jakarta dan Semarang Utara begitu jauh, masih lebih dekat dari Jakarta ke Bali.
“Papi kok ada villa di sini? Tanya Riyanti kepada janpilan.
“Mami berasal dari kota Medan.Mami dan Papi kuliahnya dulu di Medan habis itu mengambil S2 di kota Jakarta. terang Janpilan kepada Riyanti." dibalas anggukan dari Riyanti pertanda dia paham Mengapa mertuanya memiliki villa di kawasan Sumatera Utara.
“Oh iya Den kapan kita berangkat ke Danau Toba mengelilingi Danau Toba?
“Baiknya kapan ya Pak?
“Terserah Aden saja, kapan saja sih okey tapi kalau weekend tampaknya ramai sekali di sana den."
“Emangnya se indah apa sih Danau Toba itu? Tanya Riyanti.
“Wah jika sudah berada di sana Non pasti akan betah karena panorama yang indah dan angin yang sejuk membuat kita betah di sana cocok untuk berbulan madu.”
“Ah bapak bisa aja.”
“Iya Non!" apa lagi objek wisata yang lagi viral viral nya sekarang!”
“Oh ya objek wisata sibea bea yang sering ada di beranda FB?
“Iya Non.” Non Pasti tidak akan menyesal kalau melihat pemandangan yang indah dari sana. kita dapat melihat hamparan luas danau Toba yang udah dari sana.
__ADS_1
Apalagi sarananya kesana bagus bangat membuat kita terasa nyaman. Kalau prasarananya oke bangat dikawasan Tutuk Siadong dan Parapat. pasti non tidak akan nyesal deh kalau pergi kesana." ucap pak Yono dengan semangat memberitahu kepada Riyanti begitu indahnya pemandangan yang ada di danau Toba.
Kita akan memulai perjalanan kita mulai dari tanah Karo dari situ kita akan kemenara tele, dan bukit Sibea bea. Habis itu kita turun ke ke pulau Samosir, Pulau yang sangat indah dan penuh dengan sejarah.
“Serius pak? kita tidak akan kecewa nanti sudah di sana?
“Iya Non.....Dijamin deh tempat wisatanya memanjakan mata. Non pasti betah disana. Udaranya sejuk panorama yang indah dapat menyejukkan hati juga." ucap pak Yono denga semangat.
"Oh kalau begitu, besok saja kita kesana ya mas!" Riyanti sudah tidak sabar untuk menikmati pemandangan yang iddah seperti yang dikatakan oleh pak yono." ucap riyanti.
"Iya..... Felisha setuju apa yang dikatakan kak Riyanti. lebih baik kita besok langsung kesana, "Tapi bagaimana kondisi kesehatan kalian? apa tidak apa?
"Tidak mas!" anak kita kuat kok." ucap Felisha kepada Heriyanto sambil mengebangkan senyumnya.
"Iya Mas rianti juga kuat kok apalagi anak kita yang di dalam Sepertinya dia sudah tidak sabar untuk menikmati panorama indah Danau Toba seperti yang dikatakan Pak Yono.
Janpilan pun setuju kalau mereka berangkat esok harinya ke Danau Toba. yang dipandu oleh pak Yono sendiri. Karena Pak Yono sudah sering melakukan perjalanan ke sana.
"Mendengar persetujuan dari Janpilan, Riyanti pun bersorak kegirangan. Ia sangat bahagia ketika suaminya memenuhi permintaannya.
"Terima kasih Mas." ucap Riyanti sambil mengalungkan tangannya dileher jenjang Janpilan. dan ia pun langsung mengecup bibir ranum suaminya. Tanpa peduli dengan adanya Felisha, Haryanto dan tidak Pak Yono di sana.
"Hello ada orang di sini." ucap Felisha komplain.
"Sirik aja sih!" Kamu kan juga bisa romantisan seperti ini sama Haryanto ucap Riyanti tidak mau kalah.
"Bisa sih.....tapi nanti di kamar romantis-romantisan nya. ucap Felisha sambil terkekeh
Bersambung......
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏