Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
MARAH MARAH TAK JELAS


__ADS_3

Malam sudah semakin larut, tapi Janpilan tidak bisa memejamkan matanya setelah Riyanti mendiamkannya. Ia berusaha memejamkan matanya tapi tetap tidak bisa terpejam membuat malam itu malam yang begitu menggelisahkan buat Janpilan


"Ya Allah apa yang harus kulakukan." gumam Janpilan dalam hati. Ia berusaha memeluk Riyanti dari belakang agar matanya bisa terpejam.


Riyanti sudah tertidur pulas, ia tidak tahu kalau Janpilan sudah memeluknya dari belakang. Setelah Janpilan memeluk Riyanti, baru mata Janpilan terpejam dan tertidur pulas mengarungi alam mimpinya.


pagi harinya Riyanti terbangun dari tidurnya ia merasakan berat dibagian perut dan kakinya. Riyanti mulai mengumpulkan kesadarannya dan ia melihat Janpilan memeluk dirinya dari belakang.


Pelan pelan Riyanti menurunkan tangan dan kaki Janpilan dari perut dan kakinya." ia merasa masih sakit hati melihat Janpilan yang masih menyimpan foto mantan kekasihnya di ponsel milik Janpilan. Bahkan masih menyimpan kontak mantan kekasihnya.


Riyanti masuk kedalam kamar mandi berniat membersihkan diri setelah selesai melakukan ritual mandinya Riyanti langsung turun kedapur untuk membuatkan sarapan buat mereka berdua. Walau Riyanti masih kesal kepada Janpilan, tetapi Riyanti tidak lupa dengan tugasnya sebagai seorang istri.


Pagi itu Riyanti sengaja memasak sarapan sendiri padahal bisa saja asisten rumahtangga yang melakukannya. Tetapi menjadi seorang istri, dirinya tidak ingin hanya mengandalkan asisten rumah tangga. Janpilan yang baru bangun dari tidurnya sudah tidak melihat Riyanti lagi di sampingnya.


"Dimana istriku"tanya Janpilan dalam hati. Ia takut Riyanti meninggalkannya. Janpilan langsung beranjak dari tempat tidurnya dan langsung turun kebawah untuk mencari keberadaan Riyanti. Ketika Janpilan turun kebawah, hidungnya sudah mencium aroma masakan yang menggiurkan.


Janpilan langsung menuju kedapur, Ia melihat Riyanti sudah bergulat di dapur menyiapkan sarapan pagi.Riyanti sudah menyelesaikan masakannya dan menghidangkan diatas meja makan. Riyanti begitu terkejut melihat keberadaan Janpilan disana.


"Wah sepertinya benak banget nih." ucap Janpilan sambil langsung duduk di kursi berniat untuk menyantap masakan Riyanti.


"belum mandi, mandi dulu baru makan, nanti ketelan ilernya.ucap Riyanti dengan ketus


Janpilan langsung tersenyum karna Riyanti sudah berbicara kepadanya.


"Habis aroma masakan istri aku wangi bangat mengiurkan selera." ucap Janpilan


"Mandi dulu baru makan, kebiasaan buruk jangan terus dilakukan agar kehidupan lebih baik" ucap Riyanti sambil berlalu kedapur untuk membereskan bekas masakannya.


Janpilan berlalu dan langsung membersihkan diri setelah mendapat sindiran dari istrinya. Kemudian setelah selesai melakukan ritual mandinya Janpilan langsung menghampiri Riyanti diruang makan, Setelah berpakaian dengan rapi.


"Sayang sudah bisa makan kan?" mas sudah lapar nih." ucap Janpilan sembari mendudukan bokongnya di samping Riyanti.


"Riyanti tidak menjawab ia langsung menyendok nasi goreng dan teh manis hangat kehadapan Janpilan.


"Kalau kurang masih ada ini." ucap Riyanti

__ADS_1


Riyanti menyantap nasi goreng yang ada dihadapannya.


"Sayang nasi gorengnya enak bangat." ucap Janpilan sambil mengebangkan senyumya. Riyanti hanya menatap suaminya dengan tatapan penuh tanya. seolah dirinya belum puas dengan penjelasan Janpilan yang mengatakan foto yang ia temukan di galeri ponsel Janpilan hanya mantan dan tidak ada lagi dalam hati Janpilan.


Riyanti curiga, kalau Janpilan masih menyimpan rasa kepada wanita yang ada di masa lalunya. Riyanti sama sekali tidak terima jika Janpilan menghianati cintanya.


"Sayang kamu ke kampus tidak hari ini?"


"Tidak!"


"Oh mau ikut tidak ke kantor bareng mas?"


"Tidak!"


"Jadi kamu mau kemana Sayang?"


"Tidak kemana mana!" dirumah saja, dari pada kelayapan nongkrong sama temen teman." ucap Riyanti masih dengan nada yang ketus.


"Ya sudah kalau kamu butuh apa apa nanti kamu hubungi mas saja ya!" ucap janpilan dibalas anggukan dari Riyanti.


Janpilan berpamitan kepada Riyanti.


Riyanti mengantarkan Janpilan. Walau dirinya masih kesal kepada suaminya, tetapi Riyanti tidak melupakan tugasnya sebagi seorang istri.


"Kamu baik baik dirumah ya sayang." ucap Janpilan sembari mengecup kening Riyanti.


Janpilan berlalu menuju Samera group. Menjadi seorang CEO dan dosen di sebuah universitas memang tidak mudah bagi Janpilan untuk pekerjaan ganda yang ia lakukan. Tetapi karna tuntutan pekerjaan dirinya harus menjalaninya.


"Aku harap Riyanti tidak berpikir macam macam lagi, betapa bodohnya aku masih menyimpan foto wanita yang sudah benar benar menghianati dan menyakiti ku." gumam Janpilan merutuki dirinya yang masih membiarkan foto Angelica ada di ponselnya membuat Riyanti menjadi kesal terhadapnya.


Sudah dua hari tidak ada canda dan tawa antara Janpilan dan Riyanti. Janpilan benar benar sangat gelisah ketika dirinya didiamkan oleh Riyanti walau Riyanti tetap menjalankan tugasnya jadi seorang istri menyiapkan segala keperluannya. Tapi tidak ada balasan kecupan hangat dari Riyanti kepada Janpilan. Hal itu yang membuat janpilan merasa tidak memiliki semangat.


"Bodoh ...


"Bodoh...

__ADS_1


"Bodoh....


Teriak Janpilan setelah tiba diruang CEO. Ia sama sekali tidak memiliki semangat bekerja. Bahkan dimatanya, bawahannya selalu salah membuat orang yang bekerja di kantor menjadi serba salah.


"Ada apa dengan pak bos?tidak pernah pak bos selama ini seperti ini marah marah tidak jelas." ucap salah satu pegawai yang bekerja di kantor Samera group, yang masih bisa didengar oleh Heriyanto.


Heriyanto sudah dua Minggu bekerja di Samera Group setelah dirinya menikah dengan Felisha.


"Apa yang kalian bicarakan di sini?"tanya Heriyanto yang melihat beberapa pegawai berkumpul di sana.


"Tidak tahu Pak sedari tadi Pak janpilan marah-marah tidak jelas Padahal kami sudah bekerja seperti biasa.


"Memangnya ada apa?"


"Kami juga tidak tahu semenjak pak Janpilan tiba di kantor, iya langsung menjerit di ruangannya. Bahkan kami semua kena imbasnya. Heriyanto merasa heran mengapa tiba-tiba kakaknya bersifat demikian. Heriyanto pun memberanikan diri masuk ke ruangan janpilan.


"Siang Kak?"sapa Haryanto ramah


"Iya ada apa kamu kemari?"jawab janpilan dengan ketus.


"Kakak kenapa sih kok jawabnya ketus begitu?"


"Tidak kenapa-kenapa!"


"Kalau kakak ada beban pikiran Kakak bisa cerita kepadaku. Kan dari dulu kita saling terbuka."ucap Haryanto mengingatkan mereka bahwasanya selama ini Heriyanto dan janpilan saling terbuka jika ada masalah antara Janpilan dan juga Heryanto.


Japilan terdiam!" ia tidak menjawab apa yang dikatakan kan oleh Heryanto. Karena janpilan mengetahui Heriyanto sangat mencintai Riyanti. Ia takut kalau Heriyanto beranggapan Janpilan benar-benar menghianati cinta Riyanti.


"Ayo dong Kak cerita sama aku kalau Kakak ada masalah."


"Kakak tidak apa-apa kamu tenang saja kembali bekerja di ruangan mu jangan ganggu kakak."ucap Janpilan kepada Heriyanto agar Heriyanto segera meninggalkan ruangannya. janpilan tidak ingin kalau Heriyanto mengetahui masalahnya dengan Riyanti.


"Iya sudah kalau begitu Heriyanto pamit dulu kak," Lain kali kalau ada masalah di rumah jangan dibawakan ke kantor tidak bagus efeknya." ujar Heriyanto kepada Janpilan.


"Jangan sok menggurui kamu."bentak Janpilan kepada Heriyanto membuat Heriyanto sangat heran dengan sikap kakaknya.

__ADS_1


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2