Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
WARUNG TENDA BIRU


__ADS_3

Janpilan pun pulang kerumah orang tuanya untuk berbicara kepada tante Mira dan juga Om Andruw. Sore itu Janpilan sudah sangat emosi melihat tante Mira karena mengeluarkan kata-kata yang asal keluar dari mulutnya. membuat hati orang begitu sakit.


Bukan hanya Riyanti yang sakit hati kepada tante Mira. Tetapi Felisha juga merasa dihina oleh tante Mira. Padahal jelas-jelas kalau masalah yang mereka hadapi hanya musibah bukan karena unsur kesengajaan antara Felisha dengan Heriyanto.


"Kamu ingat pulang juga rumah ini?" ucap tante mira dengan ketus kepada Putra sulungnya


"Mami bisa jaga cara bicara Mami tidak seperti tidak berpendidikan saja?"ucap Janpilan begitu marah melihat tante Mira yang mengeluarkan kata-kata asal.


"Memangnya mami salah ngomong sama kamu seperti itu?" kamu kan jarang pulang ke rumah?


"Janpilan bukan anak kecil lagi mi, sudah sewajarnya Janpilan tidak membebani kalian sehingga Janpilan lebih memilih tinggal di rumah Janpilan sendiri dan itupun hasil keringat Janpilan sendiri.


"Kamu mulai berani ngomong seperti itu sama Mami!" apa Kamu diajari wanita tukang kentut itu berbicara kepada Mami seperti itu?"


"Tidak ada yang mengajari Janpilan, tetapi Mami sendiri yang membuat janpilan berbicara seperti itu kepada mami.


" Mami sendiri tidak mencerminkan atau mengajar Janpilan berbahasa sopan kepada orang lain, bagaimana Janpilan sopan kepada Mami sedangkan Mami tidak sopan.


"Apa maksud kamu berbicara begitu kepada mami?"


"Mami tidak perlu pura-pura tidak tahu


semua masalah yang aku hadapi itu bersumber dari mami."


"Apa maksud kamu sehingga kamu mengatakan Mami sumber dari masalah kamu?"


"Wanita yang aku sangat cinta meninggalkanku begitu saja tanpa meninggalkan kata-kata karena ucapan Mami yang begitu pedas kepdanya.


"Jadi wanita tukang kentut itu sudah pergi ninggalin kamu?"


"Bagus deh daripada buat malu keluarga."


"Mami yang buat malu keluarga!" orang terpandang tapi berbicara seperti orang yang tidak berpendidikan. ucap Janpilan begitu emosi membuat om Andruw tiba-tiba keluar dari ruang kerjanya.


"Ada apa ini kok ribut-ribut?"


"Ini anak kamu sudah mulai melawan sama mami karena wanita tukang kentut itu!


"Melawan macam mana maksud mami!


"Putramu ini sudah mengatai Mami seperti berbicara tidak berpendidikan." dia sudah tidak sopan lagi sama mami gara gara wanita tukang kentut itu."adu Tante Mira kepada suaminya

__ADS_1


"Terkadang Mami memang seperti itu!"Bela Om Andruw kepada putranya


"Kok Papi malah nyalahin mami?"


"Iya memang benar adanya terkadang mami kalau ngomong itu sama orang tidak berpikir terlebih dahulu termasuk kepada Felisha dan juga Riyanti."


"Apa Mami tahu Riyant itu siapa? ucap om Andruw.


"Yang mami tahu Riyanti itu tukang kentut!"ucap tante Mira dengan ketus


"Mengapa Mami melihat orang hanya segi kekurangannya saja, Tetapi Mami tidak pernah melihat orang dari kelebihannya sendiri."


"Mau ditaruh di mana muka Mami kalau dia kentut di hadapan teman-teman arisan mami!"ucap Tante Mira kepada Om Andruw


"Kalau Mami kenal dekat dengan Riyantii Mami tidak akan berbicara demikian.


"Maksud Papi?


"Riyanti salah satu mahasiswa yang mampu mengharumkan nama kampus kita mami.


"Tidak mungkin justru dia bisa buat malu nama kampus kita.


"Itu menurut Mami tapi, kami yang berada di kampus dan mengetahui sepak terjang Riyanti selama ini." ucap om a Andruw kepada tante mira


"Ya sudah kalau Mami tidak menyetujui janpilan dengan Riyanti lebih baik Janpilan tidak menikah sampai kapanpun ancam Janpilan kepada tante Mira.


"Apa sih yang kamu lihat dari wanita itu?


dia aja anak yatim dan pekerjaan orang tuanya hanya petani kecil. Coba Apa yang kamu lihat dari dia sehingga cintamu itu buta!"ucap Tante Mira kepada Janpilan yang penuh dengan emosi.


Berbicara sama mami tidak ada gunanya lebih baik aku pulang dan tak akan pulang-pulang lagi ke rumah ini." ucap Janpilan dan langsung pergi melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


Mendengar kata kata Tante Mira, Om Andruw pun kecewa melihat istrinya. Ia pun heran melihat istrinya Mengapa tiba-tiba berubah. padahal sebelumnya tante Mira tidak pernah berbicara kasar kepada putranya apalagi kepada orang lain.


karena kesal dengan istrinya Om Andruw kembali ke ruang kerjanya dan meninggalkan istrinya begitu saja berada di ruang tamu. om Andruw tidak ingin lebih lama berdebat dengan istrinya.


Sementara di tempat lain Riyanti yang sudah menyelesaikan makannya pun meminta Pak haposan mengantarkannya ke tempat kosnya.


"Kita ke kantor lagi tidak?"


"Tidak perlu Lagian ini sudah sore !"sahut CEO berdarah Batak itu yang yang sudah simpatik kepada Riyanti.

__ADS_1


"Kalau begitu saya dari sini aja deh naik angkotnya!" ucap Riyanti kepada Pak Haposan


"Kenapa harus naik angkot biar saya antar saja ujar Pak Haposan kepada Riyanti


"Tapi bapak tidak ke kantor lagi, Sementara kostan Riyanti ada di daerah kan kantor ucap Riyanti kepada pak Haposan


"Tidak apa-apa biar saya antar saja!"


"Iya sudah deh hitung-hitung ngirit ongkos tuh!" ucap Riyanti jujur sambil cengengesan.


Kejujuran dan kepolosan Riyanti yang membuat pak Haposan begitu empati terhadap nya. apalagi paras wajah cantik Riyani yang membuat kamu Adam banyak terpesona terhadapnya.


"Kamu Kok jujur banget sih!


"Mengapa harus di tutup-tutup in kalau memang itu benar. Saya mengatakan yang sebenarnya namanya juga anak kost perhitungannya harus kuat, kalau tidak di akhir bulan bisa tidak makan!" kan otomatis kasbon di mana-mana. ucap Riyanti jujur membuat pak haposan langsung tertawa.


"Bapak Kenapa tertawa Memangnya ada yang lucu?


"Tidak lucu saja lihat kamu terlalu jujur orangnya."


"Kan saya berbicara apa adanya, ngapain kita pura-pura memiliki sesuatu padahal tidak.


"Jadi kalau masalah biaya kuliah kamu gimana?


"Aku bekerja di salah satu warung pecel lele di dekat sini. Bukanya mulai jam 5 sampai jam 10 malam. Aku hidup di sini hanya mengandalkan gajiku bekerja di salah satu warung pecel lele itu. Bahkan terkadang biaya kuliah ku, aku sisihkan dari sana. Tetap bersyukur aku mendapatkan beasiswa dari kampus sehingga aku tidak perlu membayar biaya semester. ucap Riyanti jujur kepada Pak Haposan membuat penghapusan semakin salut dan takjub kepada Riyanti.


"Wow ternyata kamu wanita tangguh ya!


"Biasa saja!" namanya juga terpaksa, kalau saya orang kaya seperti bapak, ya kan tidak mungkin saya harus melakukan seperti itu ucap Riyanti sambil mengembangkan senyumnya.


"Iya saya salut sama kamu berjuang menguliahkan diri sendiri tanpa mengharapkan orang tua. Padahal banyak diluar sana orang tuanya mampu menguliahkan tetapi anaknya yang tidak ingin kuliah.


"Namanya prinsip orang berbeda-beda pak ucap Riyanti kepada Pak Haposan


Tanpa terasa mereka sudah tiba di tempat kos Riyanti. Riyanti langsung berpamitan kepada Pak Haposan untuk kembali ke kosnya.


"Terima kasih banyak Pak sudah menghantarkan saya


"Sama-sama !" besok kamu akan saya jemput." ucap pak haposan sambil mengembangkan senyumnya.


bersambung.

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


__ADS_2