
Di perjalanan Pak Burhan masih penasaran dengan pernyataan yang dikatakan oleh linda kepadanya. Bahwa Reihan adalah calon suaminya.
"Pa.....ma...."Sebelum kita pulang ke rumah kita makan dulu ya." ujar Reihan kepada Pak Burhan dan juga Ibu Sania.
"Terserah kalian saja deh," Kami mana tahu lokasi di sini. Kalian kan tahu kami hanya bisa dihitung jari datang ke Jakarta ini." ucap Pak Burhan kepada Reihan dan juga Linda. Setelah melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju restoran yang biasa dikunjungi oleh Reihan.
Pak Burhan terus bertanya-tanya kepada Linda Mengapa putrinya tiba-tiba meminta mereka datang ke Jakarta.
"Jujur Nak ada apa? mengapa kamu tiba-tiba minta papa sama mama datang ke Jakarta? "Apalagi kamu menghubungi Mama kamu siang tadi, dan langsung meminta kami berangkat.
"Ada apa ini?" tanya Pak Burhan merasa penasaran.
"Kan sudah Linda bilang pa, nanti akan kita bicarakan dirumah. Lagian berbicara dengan perut lapar sepertinya kurang enak. Jadi lebih baik kita makan dulu baru kita bicara nanti." ucap Linda kepada Pak Burhan.
"Kamu ya," memangnya dari dulu tidak pernah berubah. Selalu ada saja alasan untuk menghindari segala pertanyaan Papa. ucap pak Burhan kepada linda sambil mengembangkan senyumnya.
Reihan yang melihat interaksi antara ayah dan anak itupun mengembangkan senyumnya.ia pun melihat linda tampak akrab dengan Pak Burhan. Reihan tidak menyangka seorang Linda begitu dekat dengan kedua orangtuanya. Padahal selama ini yang ia ketahui Linda adalah wanita yang barbar.
****
Reihan menghentikan mobilnya di sebuah restoran ternama di kota Jakarta. Linda dan kedua orangtuanya pun ikut turun dari mobil.
"Bukannya ini restoran yang sangat mahal ya? Soalnya papa pernah menonton di televisi yang sering datang makan kemari para artis dan juga kalangan menengah ke atas." ucap Pak Burhan kepada Reihan dan juga Linda.
Sejujurnya Linda juga tidak mengetahui kalau Reihan akan menghentikan mobilnya di sana. Bahkan Reihan mengajak kedua orang tua Linda dan juga Linda makan di sebuah restoran mahal yang ada di kota Jakarta.
"Ayo Pa.... Ma..."ucap Raihan sembari langsung menggandeng tangan Pak Burhan masuk ke dalam restoran. Manajer yang melihat kedatangan Reihan pun langsung menyapa dan memberi hormat kepada Reihan dan juga keluarga Linda.
Hal itu membuat Pak Burhan dan juga Ibu Sania merasa heran.
"Selamat datang pak Reihan." sapa manajer kepada Reihan dan juga keluarga Dinda.
__ADS_1
"Silakan Pak!"
Reihan dan kedua orangtua Linda ditempatkan di ruang VIP oleh manajer. Hal itu membuat orang tua Linda Semakin bertanya-tanya siapa sebenarnya sosok Reihan sehingga mereka mendapat perlakuan khusus dari pihak restoran.
Reihan mempersilahkan Pak Burhan dan juga Ibu Sania duduk terlebih dahulu kemudian Ia pun kembali menarik kursi untuk Linda dan juga dirinya.
"Bukannya makanan di sini terlalu mahal ya nak? sayang loh uangnya dihambur-hamburkan kan bisa digunakan untuk yang lain."
"Tidak apa-apa pak." sahut Reihan sambil mengembangkan senyumnya.
Dua orang pelayan restoran pun datang menghampiri meja yang ditempati oleh Reihan dan keluarga Linda. Dan membawakan beberapa macam menu makanan yang yang sudah dipesan Reihan sebelumnya melalui sambungan telepon selulernya.
"Silahkan Pak, Bu, Mbak." ucap pelayan itu dengan ramah sambil mengembangkan senyumnya.
"Terima kasih." sahut Reihan singkat tanpa melihat ke arah pelayan itu. Setelah kepergian pelayanan itu, Reihan pun mempersilahkan kepada Pak Burhan dan juga Ibu Sania untuk menyantap menu makanan yang ada di atas meja.
"Pak Silahkan dimakan!"
Pak Burhan dan ibu Sania menatap menu makanan yang cukup banyak. Yang pasti makanan itu tidak mungkin dapat mereka habiskan.
"Papa makan saja yang Papa mau." ucap Linda kepada Pak Burhan.
Mereka pun menyantap menu makanan yang ada di meja. Tetapi Pak Burhan dan ibu Sania melihat sisa makanan masih tersisa banyak membuat Ibu Sania dan Pak Burhan menggelengkan kepalanya.
"Papa kenapa?
"Tidak apa-apa hanya heran saja melihat kalian memesan begitu banyak makanan seperti ini kan sayang terbuang. Padahal banyak orang-orang di luaran sana yang tidak bisa makan sementara kita di sini berlebihan." ucap Pak Burhan sembari menatap putrinya.
Linda tertunduk ia tidak bisa berkata apa-apa karena bukan dirinyalah yang memesan menu makanan sebanyak itu melainkan Reihan.
"Nak..... Apa pernah papa ajarin sama kamu untuk makan berlebih seperti ini? tanya Pak Burhan kepada Linda yang mampu membuat Reihan merasa bersalah.
__ADS_1
"No pa!'
"Maaf pa....."sebenarnya ini Reihan yang minta kepada pelayang itu untuk menyediakan ini semu. Karna Reihan tidak mengetahui makana kesukaan papa dan mama, jadi Reihan memutuskan untuk memesan makanan Ini semua, bukan Linda. Maaf kalau kebiasaan Reihan ini tidak berkenan di hati papa, nanti akan Reihan perbaiki Pa." ucap Reihan kepada Pak Burhan dibalas anggukan dari Pak Burhan.
Reihan memanggil salah satu pelayanan yang ada di sana dan meminta membungkus menu makanan yang tersisa dan meminta menambah menu makanan itu untuk dibagikan kepada anak-anak jalanan dan juga yang membutuhkan.
"Tolong bungkus makanan ini, dengan rapi."ucap Reihan kepada pelayan itu
Setelah pelayan itu membungkus menu makanan itu, Reihan meminta kepada pelayan itu untuk langsung membagikan makanan itu ke orang orang yang membutuhkan. Mereka pun meninggalkan restoran itu.
"Mas kok kita main pergi aja memangnya kita tidak bayar dulu apa? ucap Linda
"Sudah sayang kamu tenang saja."
"Gimana mau tenang Sih mas, " masa kita makan tidak bayar."gerutu Linda setengah berbisik
"Untuk apa Mas membayar di restoran mas sendiri."ucap Reihan membuat Linda sangat terkejut dan shock.
"Maksud Mas?
"Ini restoran kita sayang!"ucap Reihan yang dapat didengar Pak Burhan dan juga Ibu Sania.
"Yuk kita pulang," kasihan Papa sama Mama sudah capek, supaya mereka bisa istirahat." ucap Reihan kepada Linda. Kemudian Reihan dan keluarga Linda pun berlalu dari restoran itu menuju tempat kost Linda.
"Sayang Apa kamu yakin Papa sama Mama istirahat di tempat kos mu saja?
"Iya mas!" tidak apa-apa lagian sudah biasa kok tidur bersama apalagi, kalau Linda pulang ke kampung pasti Linda akan meminta tidur bareng sama mama."
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit tepatnya pukul jam 19. 30 Mereka pun tiba di tempat kos Linda. Reihan langsung menghentikan mobilnya di halaman kostan Linda.
Reihan pun ikut mampir ingin berbicara kepada Pak Burhan dan juga Ibu Sania mengenai tujuannya meminta pak Burhan dan ibu Sania datang ke Jakarta.
__ADS_1
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏