
Setelah kurang lebih 30 menit Riyanti bergelut di dapur kostnya. Ia pun menyelesaikan masakannya dan membawanya ke dalam kamar kostnya agar mereka segera dapat menyantap makanan yang ia masak mengingat jam sudah jam 8 malam.
Pak Janpilan keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan ritual mandinya. Dan memakai pakaiannya yang tertinggal di kost Riyanti di tempat kost Riyanti yang lama.
"Aku sudah lapar!" kita makan dulu." Ujar Riyanti kepada Pak janpilan
"Kamu yang masak?"
"Iya mau bagaimana lagi hanya ini yang ada di kostku.
Kalau tidak mau memakannya silakan pesan sendiri makanannya karena saya tidak memiliki uang untuk berfoya-foya harus memakan makanan yang mahal-mahal ucap Riyanti dengan ketus.
"Ngak perlu!" Aku mau makan masakan calon istriku saja." ucap pak Janpilan tersenyum.
Janpilan langsung menarik makanan itu ke hadapannya dan langsung menyantapnya.
"Enak sekali masakan kamu sederhana tapi lezat! pujian Janpilan kepada Riyanti
"Namanya juga gratis ya enak!" kalau bayar Pasti dibilang tidak enak."ucap Riyanti bercanda
"Memang benar nasi gorengnya enak banget kelihatan sekali masaknya Dengan Cinta ucap Janpilan membuat Riyanti memanyunkan bibirnya.
"Dari siapa Mas tahu tempat kost Riyanti yang baru ini?"
"Mas cari tahu sendiri, Mas bertanya kepada Dekan ke mana kamu pindah magang. sehingga aku mengikutimu hari itu.
"Tapi kenapa kamu tidak langsung menghampiriku?"
"Karena kamu lagi asik bersama Pak Haposan!"ucap Janpilan berbohong
Riyanti Diam dia tidak menjawab apa-apa membuat Pak Janpilan penasaran ada hubungan apa antara Riyanti dengan Pak Haposan.
"Ada hubungan apa kamu dengan Pak Haposan?"tanya Janpilan kepada Riyanti
"Tidak ada!" hanya hubungan antara atasan dan bawahan
"Tapi sepertinya Pak Haposan memiliki rasa kepada kamu!"
"Saya tidak tahu itu yang penting saya magang di sana, dan aku mendapat ilmu dari sana itu aja sudah cukup bagiku." ucap Riyanti kepada Pak Janpilan
Pak Janpilan langsung menghabiskan makanannya tanpa sisa. lalu tiba-tiba Janpilan mengutarakan niatnya kepada Riyanti
"Aku ingin melamarmu dan pertemukan aku dengan orang tuamu." ucap Janpilan kepada Riyanti
__ADS_1
"Memangnya menikah itu main-main?"
"Memangnya siapa yang bilang pernikahan itu main-main?"
"Itu tadi bilangnya kayak mana?"
"Ya saya serius ingin menikahi kamu!"
"Tapi bagaimana dengan tante Mira?"
Itu masalah gampang biar Mas yang atasi.
"Yang penting aku sangat sayang dan sangat mencintaimu Riyanti Permatasari." ucap Pak Janpilan sambil langsung meraih tubuh Riyanti ke pelukannya dan langsung mengecup bibir manis Riyanti. Karna Pak Janpilan benar benar sangat merindukan Riyanti.
"Jangan pernah kamu berniat untuk meninggalkanku!" Aku tidak akan pernah menikah lagi jika kamu meninggalkanku. Hidup ini terasa tidak ada arti Kalau tidak ada kamu jadi Mas mohon terima lamaran Mas
"Tapi Riyanti masih kuliah Mas!"
"Sesudah menikah pun kamu masih bisa melanjutkan Kuliah kamu. Banyak kok yang sudah menikah. Tetapi masih kuliah ucap pak Janpilan kepada Riyanti untuk meyakinkan Riyanti.
Riyanti terdiam dia tidak bisa menjawab sepihak, dia harus terlebih dahulu meminta pendapat kepada orang tuanya. Tiba-tiba suara deringan ponsel milik Riyanti terdengar jelas di telinga mereka. Riyanti melihat yang ada di layar ponselnya yang memanggil dirinya adalah "my mam" itu berarti bahwa yang menghubungi Riyanti adalah ibunya sendiri.
"Assalamualaikum nak!"
"Alhamdulillah baik Bu ."Ibu apa kabar dan adik-adik
"Alhamdulillah kabar ibu baik sama adik-adik kamu."
"Ada apa tumben Ibu menghubungi Riyanti malam-malam begini?"
"Begini nak semalam Pak Handoko dan anaknya datang ke rumah berniat untuk melamar kamu!"
"Melamar?"
"Riyanti saja tidak kenal dengan anaknya bagaimana Pak Handoko bisa berpikir untuk melamar Riyanti menjadi menantunya Bu?"
"Tapi Pak Handoko sangat senang kalau kamu menjadi menantunya dan sepertinya Nak Heru juga sangat mencintai kamu. Ucap ibu Asna dari seberang
"Tapi Bu Riyanti tidak bisa menerima lamaran itu."
"Kenapa nak! jika kamu menikah dengan putra dari Pak Handoko maka hidup kamu akan terjamin Loh. Kamu tidak harus mati-matian bekerja untuk menguliahkan dirimu sendiri dan membiayai hidupmu. Karena kamu tahu sendiri kan Pak Handoko orang yang paling kaya di kampung kita?"
"Iya Bu!" Riyanti tahu itu Kalau Pak Handoko orang kaya. Tetapi apakah karena hanya uang sehingga kita bahagia di rumah tangga kita nanti?"
__ADS_1
"Iya sih tapi semuanya ini Ibu serahkan kepada kamu. Ibu hanya memberi saran kepadamu agar kamu kelak tidak hidup menderita seperti sekarang." ucap ibu Asna kepada Riyanti.
Aku tahu maksud dan tujuan Ibu bagus, tapi bagaimana bisa Riyanti menikah tanpa ada rasa cinta Bu." ucap Riyanti kepada ibu Asna .
"Ya sudah kalau begitu Semua keputusan ada di tangan kamu." ucap Ibu Asna
Janpilan sempat mendengar apa yang dibicarakan oleh Riyanti bersama ibunya. Ia pun semakin takut kehilangan Riyanti dan ingin langsung melamarnya.
Setelah menutup sambungan telepon selulernya Riyanti kembali menghampiri janpilan.
"Ada apa Sayang apakah ada sesuatu yang penting?"tanya Janpilan kepada Riyanti.
"Ibu berencana ingin menjodohkanku dengan anak Pak Handoko orang yang paling kaya di kampung. Tetapi aku tidak pernah mencintai putranya. Mendengar apa yang dikatakan Riyanti, jantung Janpilan terasa seperti copot karena ia tidak akan rela menerima kalau Riyanti bersanding dengan Pria lain.
"Hal itu membuat Janpilan semakin membulatkan tekadnya untuk segera melamar Riyanti walaupun Riyanti masih duduk di bangku kuliah dan saat ini dalam menjalankan magang.
"Setelah mendapatkan alamat rumah orangtua Riyanti, Janpilan pun ingin segera langsung bertemu dengan orang tua Riyanti. Tetapi karena perjalanan yang cukup jauh sehingga Janpilan mengurungkan niatnya pada saat itu juga.
Janpilan berniat melamar Riyanti esok harinya dan akan menemui orang tua Riyanti untuk melamar Riyanti menjadi pendamping hidupnya selamanya.
"Memangnya Mas serius ingin menikahi Riyanti ?
"Apa mas nantinya tidak akan menyesal?"
"Kalau Mas berniat serius kepada Riyanti maka bertemulah dengan ibuku di kampung." kata Riyanti sambil memberikan selembar kertas yang bertuliskan alamat dari orang tua Riyanti.
"Jadi kamu menerima Mas menjadi suami kamu sayang ?" tanya janpilan kepada Riyanti dibalas anggukan dari Riyanti.
"Terima kasih sayang." ucap pak Janpilan sambil meloncat kegirangan tanpa memperhatikan orang-orang di sekitar.
Pak Janpilan langsung memeluk Riyanti dan mengucapkan terima kasih.
"Terima kasih sayang untuk semuanya." ucap Pak Janpilan sambil kembali meraih tubuh Riyanti kepelukannya dan kembali membubuhi kecupan demi kecupan di wajah cantik Riyanti. Pak Janpilan begitu bahagia mendengar jawaban dari Riyanti. Bahwa Riyanti menerima lamaran pribadinya.
"Mas mencintaimu sayang."
"Riyanti juga sayang dan cinta sama kamu Dosen killer ku." ucap Riyanti sambil tersenyum
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir kekarya taman outhor juga
__ADS_1