
Naira ingin melakukan seperti yang dilakukan oleh ibu Anjani kepada ayah tercinta saat sang ayah masih ada sebelum menghadap sang khalik. Randy yang selesai melakukan ritual mandinya langsung menghampiri Naira yang sedang sibuk berkutat dimeja makan, untuk menata makanan yang sudah ia masak sebelumnya.
Randy tersenyum melihat Naira yang begitu telaten menata makanan yang ia masak sebelumnya. Sungguh pemandangan yang indah bagi Randy. Seumur hidup ia belum berumah bertemu dengan wanita sederhana seperti Naira yang hatinya baik dan telaten dalam mengurus rumah tangga.
Walau umur Naira masih muda. Baru lulus SMA menikah dengan Randy, tidak membuat Naira bersifat seperti anak kecil. Bahkan pemikiran Naira lebih dewasa dibandingkan umurnya yang masih tergolong belia.
Randy benar benar merasa beruntung menikah dengan Naira. Randy menatap istrinya dengan tatapan penuh cinta. Randy sudah tidak sabar ingin menyicipi makanan yang sudah dimasak oleh Naira.
"Wah kelihatannya enak bangat masakan kamu sayang." ucap Randy sambil langsung memeluk Naira dari belakang.
Membuat Naira sedikit terkejut ketika Randy tiba tiba memeluk dirinya yang membuat dirinya langsung memutar badannya agar Naira dapat melihat suaminya dengan leluasa.
"Suamiku sayang, kita lebih baik makan dulu deh, tidak perlu yang aneh aneh. Memangnya mas tidak lapar dan capek? tanya Naira sambil langsung memberikan kecupan hangat di wajah tampan suaminya.
Randy yang mendapat kecupan hangat dari Naira begitu bahagia. Sungguh Randy tidak menyangka kalau Naira dapat romantis seperti sekarang. Ada rona bahagia di wajah Randy ketika dirinya mendapatkan perhatian lebih dari Naira.
__ADS_1
Apalagi Naira berusaha menjadi istri yang baik bagi Randy. Sesuai dengan apa yang dikatakan oleh ibu Anjani kepadanya. Randy tidak menyangka kalau Naira mampu melakukan itu semua. Melakukan tugasnya layaknya istri-istri lainnya.
"Betapa bahagianya aku memiliki istri muda dan baik seperti Naira." gumam Randy dalam hati sambil memperhatikan Naira menyiapkan makanan untuk Randy.
"Silakan dimakan mas!" mudah-mudahan masakannya cocok di lidah mas. Maaf kalau Naira tidak mampu memanjakan lidah mas dengan masakan Naira yang kampungan ini." ucap Naira sembari menyodorkan piring milik Randy kehadapan Randy sendiri.
Jangan ngomong seperti itu sayang, setiap makanan yang kamu masak, makanannya selalu lezat dan cocok di lidah mas." sahut Randy sambil mengembangkan senyumnya. kemudian langsung menyantap makanan yang sudah dihidangkan oleh Naira.
Entah karena faktor lapar atau memang Randy doyan masakan Naira, Randy sampai beberapa kali tambah. Membuat Naira menggelengkan kepalanya menatap ke Randy. Dirinya tidak percaya kalau Randy menghabiskan makanan sebanyak itu.
"Tidak perlu meminta maaf justru Naira senang kalau Mas menyukai masakan Naira. Itu berarti masakan Naira cocok di lidah mas." ucap Naira sambil terus memperhatikan suaminya yang menyantap makanannya.
Sementara di tempat lain Linda dan Reihan yang baru tiba di rumah. Setelah selesai menghadiri pesta yang kampus Gunadarma, sedikit kelelahan. Ia pun meminta kepada suaminya agar suaminya membantu dirinya menyiapkan air mandi di kamar mandi.
Reihan paham akan situasi Lingga saat ini. karena ia tahu kalau perut Linda saat ini sudah mulai membuncit itu berarti pergerakan hingga saat ini sudah semakin terbatas.
__ADS_1
Tanpa kamu minta, Mas akan membantumu sayang. Kamu istirahat saja dulu di sini Mas akan siapkan air mandi untuk kamu sayang." ucap Reihan sambil memberikan kecupan hangat di kening Linda. Membuat Linda mengembangkan senyumnya mendapat suami yang begitu pengertian kepadanya.
"Terima kasih suamiku sayang kamu memang begitu pengertian kepadaku. Linda begitu beruntung memiliki suami seperti Mas." ucap Linda sambil mengembangkan senyumnya. Melihat Reihan yang setia melayaninya. Yang seharusnya Linda lah yang melayani Reihan.
Seperti yang dilakukan Linda selama ini Tetapi semenjak kehamilan Linda, membuat Reihan lebih berhati-hati agar Linda tidak terlalu kecapean itu dapat berakibat fatal untuk kehamilan Linda.
Setelah selesai menyiapkan air mandi untuk lidah, Reihan pun meminta Linda agar segera melakukan ritual mandinya. Dengan dibantu Reihan, Linda pun melakukan ritual mandinya. Linda begitu bahagia melakukan ritual mandinya dibantu oleh suaminya sendiri. sungguh suami yang begitu didambakan setiap wanita yang begitu perhatian kepada istrinya. Membuat Linda semakin sayang dan cinta kepada Reihan.
Bersambung.....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏
sambil menunggu karya ini up mampir yuk kekarya emak yang baru
__ADS_1
Rekomendasi Novel yang sangat bagus untukmu, Suamiku Racun Dunia, di sini dapat lihat: https://share.mangatoon.mobi/contents/detail?id\=2200729&\_language\=id&\_app\_id\=2