Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
DIKAMPUS


__ADS_3

Riyanti dan Janpilan tiba di kampus, semua.mata mahasiswa tertuju kepada Riyanti yang baru turun dari mobil milik Janpilan.


"Sayang lama tidak ketemu sama dosen pembimbingnya?"


"Tidak kok mas hanya ngasih judul skripsi aja." ucap Riyanti sembari berjalan mengimbangi langkah Janpilan. Karna Janpilan sudah sedikit buru buru, siang itu Janpilan ada kelas mengajar di kelas tehnik elektro.


"Ya sudah nanti kalau sudah kelar, kalau mas belum siap kamu tunggu diruangan mas saja ya sayang!" ucap Janpilan


"Ia mas."


"Ya sudah kalau begitu mas masuk kelas suku takut telat " ucap Janpilan sembari memberi kunci ruangannya kepada Riyanti.


Tiba tiba Linda, japet, dan Ricardo datang menghampiri Riyanti.


"Hai pengantin baru " ucap Linda keceplosan tanpa berpikir adanya pak Janpilan disana. Japet memijak kaki Linda untuk memberi isyarat kepada Linda kalau Janpilan ada disana."Apa sih Lo pijak pihak kaki gue!" sakit tau." gerutu linda. tanpa memperhatikan sosok Janpilan ada disana.


"Sayang!" mas duluan ya." ucap Janpilan kepada Riyanti yang membuat Linda membulatkan matanya karna baru menyadari adanya Janpilan disana.


"Eh pak dosen, sejak kapan sini pak?" ucap Linda sambil cengengesan.


Janpilan tidak menjawab Dia hanya diam sembari tersenyum kepada Riyanti dan berlalu dari keempat sahabat itu.


"Kalian gitu bangat sih!" kok ngak kasih tau kalau pak Janpilan ada tadi." gerutu Linda kepada tiga sahabatnya.


"Siapa yang tidak kasih tau sama kamu, sepertinya aku sudah kasih kode sama kamu, bahkan kakimu aku pijak aja kamu tidak ngerti. juga." ucap Japet.


"Aduh Gimana nih bisa bisa nilai gue bisa terancam nih." ucap Linda.


"Kamu tenang say Lin!" kan istri yang paling di cinta tuh dosen killer kan sahabat karib kamu." ucap Japet dan Ricardo.


"Eh kok disangkut pautkan ke aku sih." ucap Riyanti.


"Emang kamu istri dosen killer itu kan!" ucap Ricardo sambil terkekeh


"Sekali lagi kalian bilang suamiku yang paling tampan sedunia itu dosen killer awas kalian, ku kutuk kalian tidak lulus lulus kuliah." ucap Riyanti sambil tersenyum licik


"Ala Mak seram amat sih kamu Rin! sejak menikah ngeri ah." dulu aja kamu ejek pak Janpilan, sekarang kamu puja puja seperti memuja dewa." ucap Japet dan Ricardo kompak. Membuat ke empat sahabat itu jadi tertawa terbahak-bahak.


Sementara Heriyanto yang baru keluar dari ruang kelas melihat keempat sahabat tertawa lapas, dirinya penasaran apa yang mereka tertawakan sehingga tawa keempat sahabat itu begitu lepas seperti tidak ada beban pikiran sedikitpun.


Sejujurnya Heriyanto belum bisa menghilangkan rasa cintanya kepada Riyanti, tetapi dirinya juga tidak ingin egois. Apalagi mereka sudah sama sama menikah. Dan dia juga mengetahui kalau Riyanti hanya mencintai Janpilan dan Janpilan juga sangat mencintai Riyanti.

__ADS_1


"Ya ampun mengapa perasaan ini masih sakit ketika mengingat dirinya bersanding dengan kakakku sediri sih." gerutu heriyanto. ia tidak ingin kalau dirinya selalu mengingat ingat Riyanti. Sehingga heriyanto berusaha menyingkirkan perasaan itu, tetapi Heriyanto belum bisa menghilangkan perasaan itu dari hatinya.


"Oh ya Rin! kamu ngapain ke kampus?"


"Mau nguntilin Lo." jawab Riyanti kesal


"Ya gue mau ngasih judul skripsi gue lah ke dosen pembimbing dan pembina, emangnya menurut lo gue ngapain ke kampus?


"Siapa tau hanya nemanin suami Lo yang menurut kamu yang paling tampan sedunia itu." ucap Japet dan Ricardo sambil terkekeh.


"Iya sekalian juga menemani suamiku yang paling tampan sedunia."ucap Riyanti tidak mau kalah kepada kedua sahabatnya yang selalu membuat dirinya kesal.


"Sudah kuduga!" emangnya kenapa harus diikutin terus.


"Suka-suka dong kan suami suamiku sendiri." ucap Riyanti yang mampu membuat japet dan Ricardo sedikit kesal karena Riyanti tidak mau kalah.


"Ah Sudah ah....." aku mau nemuin Pak Rohdian dulu, untuk menyerahkan judul skripsi Ku." Ucap Riyanti sambil meninggalkan Japet dan Ricardo di sana. Tetapi Linda mengikutinya dari belakang.


"Rin tunggu dulu dong, kita bareng saja." ucap Linda karena dirinya tidak mau ditinggal oleh Riyanti. Dia sangat merindukan sosok sahabatnya itu karena selama ini hanya Riyanti lah yang dekat kepadanya.


"Memangnya kamu mau ngapain Lin?


"Ya sudah kalau begitu ikut aku." kata Riyanti sembari menggandeng tangan Linda . Riyanti sama sekali tidak pernah merasa malu berteman dengan Linda.


Walaupun orang Orang beranggapan Linda adalah wanita bodoh, Telme dan juga gemuk. Tetapi menurut Riyanti Linda adalah sahabat yang baik baginya. Karena di saat Riyanti terpuruk, hanya Linda lah yang ada di sisinya.


Setelah Riyanti memberikan judul skripsinya kepada dosen pembimbing dan pembina, Riyanti pun kembali menghampiri Linda.


"Kamu habis ini ke mana lin?


"Tidak kemana-mana!"


"Temanin aku ke kantin yuk, karena mas Janpilan belum kelar mengajar." ucap Riyanti kepada linda.


"Ya sudah kebetulan aku juga sudah lapar, tapi kamu yang traktir ya ." ucap Linda kepada Riyanti


"Ya sudah tidak apa-apa, paling nanti kalau tidak cukup uang bayar kita cuci piring di sana." ucap Riyanti kepada Linda yang mampu membuat Linda tertawa cekikikan.


"Masa sih uang seorang istri pemilik kampus dan juga CEO dari Samera group tidak memiliki uang, makan di kantin Makarim."


"Kita masih diakui tidak Lin kasbon di tempat Makarim?"ucap Riyanti bercanda kepada Linda

__ADS_1


"Yang iya nya suami lo bisa ngamuk-ngamuk kalau dia tahu lo kasbon di kantin Mang Karim. secara ini kantin milik suami lo, Tapi dikelola sama Mang Karim." ucap Linda kepada Riyanti.


"sok tahu lo!"


"Ya tau lah tanya tuh Sama mang Karim kalau tidak percaya." ucap Linda


Riyanti hanya terdiam, dia tidak percaya begitu saja kepada Linda.


"Mang Indomie kuah 2 sama teh manis dingin nya dua." ucap Riyanti kepada Mang Karim.


"Loh Non Riyanti sudah masuk kampus lagi?"


"Mang tidak perlu Panggil Non tetap saja Panggil Neng." ucap Riyanti kepada Mang Karim.


"Ya sudah ditunggu dulu ya Neng Riyanti." ucap mang Karim sembari berlalu dari hadapan Riyanti dan juga Linda untuk membuatkan pesanan Riyanti dan juga Linda


Tiba-tiba japet dan Ricardo pun datang menghampiri Linda dan Riyanti di kantin.


"Hei kalian jahat banget sih makan, makan sendiri tidak ngajak-ngajak." gerutu japet dan Ricardo.


"Kalian kan ada kaki ada tangan dan mata juga masak harus diajak sih." Gerutu Linda kepada Japet dan juga Ricardo


"lo kok gitu banget sih ngomongnya Lin?"


"Ya iyalah secara kan kita perempuan lo pada laki-laki masak harus ngintilin kita berdua.


"Tidak apa-apa dong numpang makan bareng sama kalian, Mengurangi pengeluaran." ucap Japet dan Ricardo sambil cengengesan


"Emang siapa yang mau traktir?" gue aja belum kerja." ucap Riyanti kepada japet dan juga Ricardo.


"Iya lo lah yang traktir!


"gue nggak punya duit!"


"Masak istri dari pemilik kampus dan juga CEO samera group tidak memiliki uang?"


"Itu uang suami gue bukan uang gue."ucap Riyanti. kepada japet dan Ricardo. Tanpa Riyanti sadari Janpilan mendengar semua apa yang dibicarakan keempat sahabat itu karna Janpilan sudah berada di sana.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2