
"Tapi sekarang sudah sewajarnya Om mencari pendamping Hidup. Kan tidak selamanya Om harus hidup sendiri seperti ini, apalagi kak Reihan sekarang sudah menikah.
"Saya juga ingin nya seperti itu Nai, tetapi mana ada wanita yang mau menikah dengan umur saya yang sudah kepala empat."
"Cinta dan sayang itu tidak pernah memandang umur om, sedangkan yang duda umur 50 tahun saja di kampung Naira ada yang menikah dengan wanita seumuran Naira ucap Naira kepada Janpilan
"Kamu bercanda kali!
"Emang Naira terlihat bercanda?
"Kalau nggak percaya, bisa Om tanya sama ibu dan kakak Riyanti."
"Terus bagaimana kehidupan rumah tangga mereka apa rumah tangga mereka baik-baik saja?
"Kelihatannya sih rumah tangga mereka baik-baik saja. karena Om Irwan memilih mengalah kepada Rita, om Irwan mengerti jiwa kekanak-kanakan Rita. Tetapi Om Irwan sepertinya menikmati kehidupan rumah tangganya bersama Rita." ucap Naira sembari mengembangkan senyumnya.
"Jadi kalau misalnya nih, ada seseorang yang mau melamar kamu yang umuran nya seumuran dengan Janpilan Dan Reihan Bagaimana menurut kamu?
"Ya tergantung sih Om, kan tidak mungkin Naira mau menikah dengan orang yang tidak mencintai Naira.
" Kalau boleh memilih nih om, Naira Lebih memilih menikah dengan orang yang mencintai Naira apa adanya daripada Naira yang mencintai orang itu. Karena cinta Naira nanti akan tumbuh dengan sendirinya jika laki-laki yang mencintai Naira itu memang benar-benar tulus sayang dan cinta sama Naira. Tetapi ada baiknya menikah dengan orang yang kita cintai dan orang yang kita cintai itu pun mencintai kita dengan tulus."ucap Naira sok bijak
Randy menatap Naira, seolah-olah ingin mengucapkan sesuatu yang penting kepada Naira.
"Jadi kalau misalnya laki-laki yang umurnya jauh lebih tua dibanding kamu sangat mencintai dan menyayangi kamu apakah kamu mau menikah dengannya walaupun umur kalian berbeda jauh?
"Bisa saja sih Om kalau memang laki-laki itu benar-benar sayang dan cinta sama Naira apalagi jika laki-laki itu bertanggung jawab kepada Naira. Ya pasti Naira mau lah om secara Siapa sih yang tidak ingin dicintai?
Mendengar Apa jawaban dari Naira Re
Randy pun mengembangkan senyumnya. Ia pun Seperti mendapat lampu hijau dari Naira.
__ADS_1
Tiba-tiba suara dering ponsel Naira berdering ia melihat nomor ponsel ibu Anjani yang menghubunginya.
"Om sebentar ya Naira mengangkat telepon Ibu dulu. Sepertinya Ibu sudah ingin pulang jadi Sudah dulu ya Om lain kali lagi kita ngobrol." ucap Naira.
Randy menganggukkan kepalanya. Tetapi sebelum Naira pergi dari hadapannya Randy minta nomor ponsel Naira.
"Bisa saya mau minta nomor ponsel kamu?
"Oh ya!" sini ponsel Om Biar Naira save,
Randy pun memberikan ponselnya kepada Naira dan Naira langsung menyimpan nomor ponsel miliknya di sana.
"Ini Om, sudah Naira save." ucap Naira sembari langsung memberikan ponsel milik Randy kemudian Ia pun berlalu dari kantin menuju ruang rawat inap Riyanti.
"Kamu dari mana saja kok ibu cariin tidak ada?
"Naira hanya dari kantin Bu,
Naira dan ibu Anjani meninggalkan Janpilan, Riyanti di ruang rawat inap. Naira dan ibu Anjani pulang ke rumah dengan menggunakan taksi online yang sudah dipesan Naira sebelumnya. Tetapi ketika naira Sudah berada di lobby rumah sakit Randy datang menghampiri Naira dan ibu Anjani.
"Nai besok malam temanin saya pesta ulang tahun teman saya boleh tidak?
Naira menatap Bu Anjani, Ia tidak berani menjawab permintaan dari Randy. Randy pun mengerti dengan tatapan Naira sehingga Randy meminta izin kepada Ibu Anjani agar diizinkan pergi bersama nya ke sebuah pesta ulang tahun temannya Randy.
"Ya sudah tidak apa-apa, Kalian pergi saja tapi jangan berantem terus tidak bagus dilihat orang kalau kalian terus berdebat." ucap Ibu Anjani kepada Randy dan juga Naira.
"Ibu tenang saja Randy tidak akan berdebat lagi kok sama Naira. Kami sudah bersahabat sekarang." ucap Randy kepada naira membuat Naira sedikit terkejut ketika Randy mengatakan dirinya menjadi sahabat Randy.
"Ya sudah deh Bagus kalau begitu." ucap Ibu Anjani.
Tiba-tiba taksi online yang dipesan naira pun datang untuk menghampiri mereka. Randy yang melihat itu, langsung menarik tangan Naira dan Ibu Anjani.
__ADS_1
"Sudah Bu tidak perlu naik taksi biar Randy yang mengantar
"Tapi nak Naira sudah pesan loh, kasihan driver-nya sudah jauh-jauh datang untuk menjemput kami."
"Tidak apa-apa Bu, biar Randy bayar. Tapi sekarang ibu, Naira Randy yang harus antar dan memastikan kalian baik-baik saja sampai ke rumah. ucap Randy kepada ibu Anjani sembari langsung menghampiri driver taksi online yang sudah dipesan Naira. Randy memberikan kan satu lembar Uang pecahan seratus ribu kepada driver taksi online ,sebagai ganti ongkos Anjani dan juga Naira.
Randy langsung mengajak Naira dan ibu Anjani menaiki mobil miliknya
"Eh.....nak Randy ternyata seorang polisi rupanya?
"Iya Bu."
"Tapi kenapa memilih menjadi seorang polisi sementara perusahaan keluarga kalian besar yang bisa kamu kelola."
Panjang ceritanya Bu, nanti suatu saat Randy akan cerita kepada Ibu ." ucap Randy kepada Ibu Anjani sembari mengembangkan senyumnya.
Randy pun langsung melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kediaman Janpilan. setelah Ibu Anjani dan Naira berada di dalam mobil miliknya.
Di sepanjang perjalanan Ibu Anjani terus ngobrol dengan Randy. Sementara Naira hanya diam dan menatap ke depan. Naira takut salah bicara kepada Randy didepan ibunya karena jika Naira salah bicara kepada Randy di depan ibunya. Maka kemungkinan besar Naira akan diomeli oleh ibu Anjani di rumah. Sehingga ia lebih memilih untuk diam.
Setelah melakukan perjalanan kurang lebih 45 menit, Mereka pun tiba di kediaman janpilan Naira langsung turun dari mobil milik Randy Begitu juga dengan ibu Anjani.
"Om Terima kasih ya sudah mengantarkan Naira dan ibu sampai ke rumah!
"Iya sama-sama."
"Mampir dulu yuk nak
"Lain kali saja Bu,"ini sudah hampir malam Randy langsung pulang saja." ucap Randy kepada Ibu Anjani sembari memberi salam kepada ibu Anjani dan berlalu dari kediaman Janpilan.
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏