Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
Gangguan


__ADS_3

Kring..


Kring....


Telepon Riyanti menjerit jerit dalam tasnya. tampak di layar tertera nama Linda yang menelepon.


"Hello Lin." Riyanti menjawab panggilan seluler Dari Linda. dan mendekatkan ponselnya ke telinganya.


"Riyanti kamu di mana?"jerit Linda dari seberang sana. Sontak membuat Riyanti menjauhkan ponselnya dari telinganya. sementara pak Janpilan hanya mengernyitkan dahi heran.


"Di cafe melanix,


"Ngapain?"


"Makan."


"Sama siapa?"


"sama orang lah," Riyanti menjawab sambil melihat ke arah Pak Janpilan.


"Sama siapa?"


"Pak Janpilan."


"Ya ampun, kamu tega ya?"


"Salah kamu sendiri tidur kayak gajah mabuk."


"Kok nggak bangunin aku?"


"Udah, kamu aja yang nggak bangun."


"Terus aku gimana Rin?"


"Ya pulang aja sendiri kan bisa?"


"Nggak bisa Riyanti!"


"Kok nggak bisa nggak ada minyak motor kamu?"


"Nggak bawa motor aku!"


"Enggak ada ongkos?"


"Bukan Riyanti."


Riyanti menjauhkan ponselnya dari telinganya dan menggeleng saat berjalan pelan bertanya dengan isyarat ada apa.


"lah terus kenapa?"


"Aku nggak bisa keluar dari kamar kamu!"


"Kenapa memangnya?"


"Kenapa kamu bilang."


"Iya kenapa kok nggak bisa keluar?"


"Kamarnya kamu kunci dari luar bego!"


"Serius?"


"Iya aku udah gedor-gedor minta yang lain buka dari luar, nggak ada yang punya kunci kamu bego."


Riyanti memeriksa tasnya, dan benar saja dia menemukan kunci kamarnya di bawah. Sontak Riyanti tertawa.


"sorry Lin!" Iya kuncinya aku bawa."


"Jadi gimana Lin kamu tunggu sampai aku pulang kerja aja."


"Ya ampun jamuran aku di kamar kamu Rin mana air abis lagi."


"Terus gimana dong Lin?"


"Ya kamu pulang ke sini jemput aku


"jemput kamu?"


"Iya aku juga lapar tahu."


"Astaga!" kamu masih mikirin makan


"Iyalah."


Linda mematikan panggilannya sementara Riyanti masih senyum-senyum memandang ponselnya.


Pak Janpilan yang melihat Riyanti senyum melihat ponselnya pun ikut tersenyum.


"Kok bisa kamu kunci?"

__ADS_1


"lupa ada gajah mabok tidur dikamar."


"Jadi gimana nih?"


"Ya pulang dulu ke kost baru kerja!" kasiha .juga dia."


"Ya sudah kita pulang saja."


Tiba di persimpangan rumah kos tempat Riyanti tinggal, Riyanti langsung melompat turun dari mobil milik bapak Janpilan, dengan membawa kunci kamarnya. sementara tasnya ditinggal begitu saja di mobil milik pak Janpilan.


Riyanti berlari menuju kamar kostnya. sedangkan pak janpilan masih menunggunya di persimpangan jalan.


cekrek ...


pintu kamar di buka oleh Riyanti.


"Parah kamu Rin!" main tinggal aja." gerutu Linda.


"Kamu yang tidur kaya gajah mabok, dibangunkan tidak mau bangun." ya aku tinggal lah."


"Ya udah kamu langsung pulang aja gih!" soalnya aku mau kerja."


"Kamu ngusir nih ceritanya?"


"Bukan gitu maksudku Linda."


"Terus?"


"Aku kan mau kerja, kalau kamu mau disini tidak apa apa, yang pasti stok makanan ku sudah habis kamu buat." ucap Riyanti sedikit kesal kepada sahabatnya.


"Ya sudah aku pulang deh."


kemudian Riyanti dan Linda keluar dari kamar, sementara pak Janpilan menunggu di persimpangan kost,


"Loh kok ada mobil pak Janpilan?"


"Emangnya kenapa kalau ada?"


"Kamu masih di tunggu pak Janpilan?"


"Iya!"


"Emangnya kalian mau kemana?"


"Aku mau kerja."


"Yuk capcus kita berangkat."


"Kamu mau kemana?"


"Iku kamu dong Rin!"


"Aku mau kerja, kamu mau ikut kerja barang aku?"


"Serius kamu mau kerja?"


"Ya serius lah."


"Lin kamu naik taksi aja ya." biar saya yang bayar " ucap pak Janpilan


"Ya udah deh aku naik taksi."


"Mana uangnya " ucap Linda tanpa rasa sungkan. Pak Janpilan, memberikan selembar uang pecahan seratus ribu rupiah. agar Linda pulang naik taksi.


"Trimakasih ya pak!" sering sering ya "


Linda berlalu dan langsung naik taksi yang kebetulan lewat.


"Huh dasar gajah bengkak." gerutu Riyanti . Membuat pak Janpilan langsung tertawa ngakak.


"Kok bapak ketawa?"


"Lucu aja kamu katakan Linda gajah bengkak."


"Habis kalau tidur ngak bisa dibangunin."


"Terus kamu apa dong yang suka kentut sembarangan?"


Riyanti langsung terdiam tidak menjawab apa apa, Riyanti tertunduk malu karna pak Janpilan mengatainya.


"Maaf tidak usah dipikirkan, saya hanya bercanda kok."


"Tidak apa apa pak."


pak Janpilan langsung melajukan mobilnya menuju cafe milik pak Kaspar.


sepuluh menit kemudian, mereka tiba di cafe milik pak Kaspar.


"Maaf pak saya langsung masuk ya."

__ADS_1


"Iya." aku mampir saja deh, soalnya saya masih lapar." ucap pak Janpilan berbohong.


"Ya sudah singgah aja pak, tapi maaf saya kerja loh " ucap Riyanti sambil keluar dari mobil milik pak Janpilan.


"Loh neng sudah datang toh."


"Iya pak"


"Pak pesan ayam geprek pakai nasi dan minumnya juice pokat ya." pesan pak Janpilan.


"Eh mungkin agak lama ya mas, soalnya baru buka."


"Tidak apa apa pak saya tunggu saja."


Dengan telaten, Riyanti menggoreng ayam geprek pesanan pak Janpilan, dan membuat juice pokat.


Pak Janpilan memperhatikan Riyanti yang begitu cekatan mengerjakan pekerjaan.


"Patutlah pak Kaspar mempekerjakan Riyanti disini, orang Riyanti nya lincah bekerja." Gumam pak Janpilan sambil terus memperhatikan pak Sharma.


"Silahkan pak." ucap Sharma menghidangkan pesanan pak Janpilan.


"Trimakasih "


"Temanin saya makan ya!"


"Hah!" kan aku lagi Bekerja pak."


"Tidak apa apa neng geulis, mumpung masih sepi." kata pak Kaspar mengijinkan Riyanti menemani pak Janpilan makan.


"Oh ya kamu tidak makan?"


"Tidak, kan sudah makan tadi di cafe melanix


"Mau minum tidak?"


"Tidak, nanti kalau saya mau bisa bikin sendiri"


"Masakan kamu enak."


"Oh itu masakan pak Kaspar, saya hanya menggoreng saja pak."


"Tapi juice nya juga enak loh."


"Oh, kalau masalah itu, aku tinggal massukin buahnya dan tambah gula asli sedikit." baru campur susu coklat untuk pelengkap rasa." ucap Riyanti santai


"Saya salut sama kamu."


"Kenapa?"


"Kamu hidup mandiri, tanpa harus mengandalkan orang tua.


"Ya mau gimana lagi, itu Satu keharusan bagiku sebagai kakak tertua. Ngak mungkin aku hanya mengandalkan ibuku.sementara penghasilan ibuku hanya cukup buat maka, dan kebutuhan adikku."


"Maaf saya sudah terlalu kepo dengan kehidupan pribadimu."


"Tidak apa apa pak!" santai saja."


pak Janpilan pun sudah menghabiskan makan dan minum nya.


"Pak berapa Ya?"


"Sudah mas!" tidak perlu dibayar."


"Loh kok bisa?"


"Iya mas!" mas teman neng Riyanti kan?"


"Iya pak?"


"Sudah!" hitung hitung sebagai tanda perkenalan. Ucap pak Kaspar sambil mengebangkan senyumnya dan berlalu dari hadapan pak Japilan dan Riyanti.


"Ya sudah saya pulang ya Rin!" takut ganggu kamu kerja."


"Oh iya pak hati hati dijalan ya pak." ucap Riyanti sambil melambaikan tangannya.


"Neng itu pacar si neng ya?" tanya pak Kaspar kepo


" Tidak pak, Dia itu pak Janpilan, Dosen Riyanti. ucap Riyanti membuat pak Kaspar terkejut, karna melihat kedekatan pak Janpilan dan Riyanti. Pak Kaspar beranggapan kalau Riyanti dan pak Janpilan pasangan kekasih.


Bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. jangan lupa like coment dan votenya ya.


Trimakasih.🙏🙏🙏🙏🙏


mampir kekarya Morata yang lain dijamin seru deh


__ADS_1


__ADS_2