
Ketika Hariyanto mengetahui kenyataan kalau Janpilan dengan Riyanti sudah bersama. hatinya terasa sakit.
"Kenapa sih perasaan ini semakin dalam terhadapnya?" Gerutu Heriyanto di dalam hati. Semakin Heriyanto berusaha untuk melupakan Riyanti rasa rindunya semakin dalam terhadapnya.
"Ya Allah apa yang harus aku lakukan tidak mungkin aku menyakiti hati kakak ku!" gumamnya dalam hati.
Untuk menghilangkan rasa jenuh dan pikirannya yang melayang entah kemana, Heriyanto pergi ke sebuah Club malam, untuk sekedar menghibur diri. Felisha yang mencari Heriyanto pun tidak digubrisnya. Padahal Haryanto dengan Felisha sama sekali Belum putus. Tetapi perasaan Heriyanto terhadap Felisha sudah tidak seperti dulu lagi.
Haryanto menghabiskan waktunya di Club malam bersama teman-temannya. Hingga Rossi menghampiri Heriyanto
"Hai RI!" kamu di sini juga?
"Kamu ngapain di mari?"
"Tentu hangout lah."
Ya Rossi selalu saja menghabiskan waktunya di sebuah Club malam karena Rossi menghibur diri dan mencari nafkah dengan menjajakan tubuhnya kepada pria pria hidung belang. hidupnya yang glamour membuat Rossi harus melakukan itu. Apalagi ketika ayahnya terlibat kasus korupsi. dan harus mendekam di penjara.
Rossi sudah dikeluarkan dari kampus ketika videonya tak senonoh nya beredar di sejagat universitas Gunadarma. Sehingga pihak kampus memutuskan untuk mengeluarkan Rossi dari kampus.
Padahal selama ini yang menjadi rival Riyanti berada di kampus hanyalah Rossi dengan Heriyanto.
"Kok tumben kamu dimari?"tanya Rossi kepada Heriyanto. yang Rossi tahu Heriyanto jarang bermain di Club malam. jikapun Hariyanto harus menghabiskan waktunya bersama teman-temannya, hanyalah di cafe tempat tongkrongan anak muda.
"Awas kamu saya lagi stress nih?"
"Kenapa sayang?"kata Rossi sambil mendekatkan tubuhnya ke Haryanto
"Awas kamu!" tepis Heriyanto
"Kamu kenapa jutek banget sih?"tanya Rossi kepada Harianto karena Haryanto langsung menepisnya ketika Rossi memeluknya.
"Aku tidak suka sama kamu." jawab Heriyanto dengan ketus. Hal itu membuat Rossi semakin melancarkan aksinya. Ia pun berusaha mendekati Haryanto dengan cara yang licik. Dia meminta salah satu waitress yang bekerja di sana untuk memberikan minuman kepada Heriyanto dan mencampurkan bubuk perangsang ke minuman Heriyanto.
Untung saja, Felisha datang, dan langsung meminum minuman yang diberikan Rossi kepada Heriyanto. Hal itu membuat tubuh Felisha menjadi panas seolah dirinya membutuhkan pelayanan dari sang kekasih.
"Sayang ya ah?"ucap Felisha kepada Heriyanto yang sudah mulai merasakan hawa panas di tubuhnya.
"Kamu kenapa?"tanya Heriyanto kepada Felisha. Karena bagaimanapun Felisha masih saja kekasih Haryanto.
"Tidak tahu sayang!" tapi ketika aku meminum minuman yang diberikan Gadis itu, tubuhku panas sekali?"ucap Felisha sambil meraba-raba tubuh Haryanto.
Heriyanto mulai curiga kalau Rossi mencampurkan bubuk perangsang kepada minuman yang aturan diminum Haryanto. Tetapi Felisha langsung meminumnya Karena ia merasa haus. Hariyanto merasa tidak tega melihat kekasihnya yang butuh belaian. Pikirannya yang kacau membuat dirinya tidak tahu apa yang dia lakukan sehingga Heriyanto membawa Felisha ke sebuah hotel.
Felisha tidak tahu lagi apa yang ia lakukan kepada Heriyanto. Sehingga mereka pun larut dalam keheningan malam.
Hingga kesucian Felisha direbut oleh Heriyanto karena Haryanto merasa tidak tega melihat Felisha yang terus saja menginginkannya. Apalagi jika Heriyanto tidak melayaninya, akibatnya untuk Felisha sangat fatal.
Hal itulah yang membuat Heriyanto mampu berbuat nekat.
hingga mereka menghabiskan malam itu dengan nikmatnya surga dunia.
__ADS_1
Esok paginya Felisha terbangun dari tidurnya ia melihat tubuhnya tidak terbalut sehelai benangpun. Felisha melihat kekasihnya tertidur pulas di sampingnya.
"Hua ...Hua..."tangis Felisha membuat tidur Heriyanto menjadi terusik.
"Kamu kenapa?"tanya Hariyanto kepada Felisha
"Apa yang kamu lakukan kepadaku?"tangis Felisha sambil memukul-mukul dada bidang Haryanto.
"Maafkan aku!" aku harus melakukannya karena jika itu tidak aku Lakukan akibatnya akan fatal untukmu. Ucap Heriyanto
lalu Felisha mengingat-ingat kejadian malam itu. Felisha mengingat meneguk segelas minuman di sebuah Club malam hingga ia merasakan hawa panas di tubuhnya.
"Ini pasti ulah wanita murahan itu."ucap Felisah sambil kembali menangis histeris membuat Heriyanto merasa tidak tega melihat kekasihnya menangis.
"Jangan menangis, aku akan bertanggung jawab!"ucap Hariyanto kepada Felisha untuk menenangkan Felisha sambil meraih tubuh Felisah ke pelukannya.
"Apa yang harus aku lakukan, aku sudah berbuat dosa.'
"Maafkan aku sayang!" aku terpaksa melakukannya kepadamu. ucap Hariyanto. kepada Felisha.
Kesalahan Haryanto yang dilakukannya membuat hidupnya semakin berantakan. Heriyanto tidak tahu mulai dari mana berbicara kepada kedua orangtuanya. Sehingga Haryanto memilih untuk menenangkan diri. Ingin rasanya Heriyanto curhat kepada kakaknya Janpilan.
Tetapi jika ia ingat dengan sosok Riyanti yang sudah bersama kakaknya. Hariyanto tidak sanggup bertemu dengan Janpilan
"Apa yang harus aku lakukan?'
"Mengapa ini harus terjadi kepadaku
Pertanyaan demi pertanyaan timbul di benak Hariyanto. Heriyanto berteriak untuk sekedar melepas beban pikirannya. Tanpa ia sadari ada seseorang yang mendengarnya dari seberang.
"Eh kamu gila ya?"ucap salah satu wanita yang mendengar teriakan Hariyanto di sebuah Danau.
"Bukan urusan kamu
"Tentu menjadi urusan saya!" karena kamu sudah berisik mengganggu ketenangan orang?"ucap wanita itu kepada Haryanto membuat Haryanto menjadi kesal.
Iya pun pergi meninggalkan begitu saja wanita itu.
"Mengapa semua orang ngeselin! teriaknya di dalam mobil miliknya
kemudian ia melajukan mobilnya entah kemana arahnya heriyanto tidak tahu kemana.Tiba-tiba tante mira menghubungi Heriyanto. karena Heriyanto sudah 2 hari tidak pulang kerumah. Membuat tante mira dan Om Andruw merasa khawatir. Tapi Heriyanto sengaja memblok nomor ponsel keluarganya.
"Papi kemana Heriyanto kok dia tidak pulang-pulang sudah dua hari?" Tanya tante mira kepada suaminya
"Mungkin dia di rumah kakaknya! jawab Om Andruw kepada istrinya
lalu tante mira menghubungi Janpilan berharap Heriyanto berada di rumah Janpilan. tetapi ketika tante Mira menghubungi Janpilan Janpilan mengatakan kalau Haryanto tidak ada di rumahnya membuat tante mira menjadi sangat khawatir terhadap putranya.
"Tolong kamu cari tahu di mana adik kamu!"pinta tante Mira kepada Janpilan
"Memangnya Heriyanto pergi kemana mi?"
__ADS_1
"Mami juga tidak tahu sayang makanya Mami memintamu mencarinya." ucap Tante Mira kepada Janpilan berharap Janpilan mencari keberadaan Putra bungsunya.
"Mami sudah menghubungi nomor ponselnya belum?"
"Sudah nak!" tapi ponsel Adik kamu tidak aktif
"Terus dia ke mana ya?"tanya Janpilan kembali bertanya kepada Maminya.
kemudian Janpilan memutuskan sambungan telepon selularnya kepada maminya dan langsung menghubungi beberapa teman-teman Heriyanto. Tetapi tak seorang pun yang tahu di mana keberadaan Heriyanto.
Janpilan menghubungi Riyanti. Ia memberitahu Heriyanto tidak pulang ke rumah selama 2 hari. membuat Riyanti juga mengkhawatirkan Heriyanto. Riyanti menghubungi Ricardo. Untuk sekedar mencari tahu keberadaan Heriyanto.
"Pernah lihat Heriyanto enggak 2 hari ini?"
"Ada tadi kami ketemu!"
"Dimana?"
"Di Cafe dekat danau!
"Ngapain dia di sana?"
"Kurang tahu soalnya ketika kami masuk dia sudah pergi."
Kemudian Riyanti mengakhiri telepon selulernya kepada Ricardo dan kembali menghubungi Janpilan
"Iya ada apa sayang?"
"Tadi Ricardo ketemu sama Heriyanto
"Dimana?"
"Di cafe dekat danau!"
"Ngapain dia di sana?"
Ricardo juga tidak tahu ketika Ricard tiba di cafe, Heriyanto sudah pergi ucap Riyanti kepada kekasihnya.
"Terima kasih sayang atas informasinya!"
"Sama-sama Mas!"
Riyanti memutuskan sambungan telepon seluler Nya kepada kekasihnya dan kembali melakukan aktivitasnya.
bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏💓🙏🙏💓🙏
yuk mampir juga kekarya teman outhor
__ADS_1