
"Gimana gue mau traktir Lo gue aja belum kerja masih numpang hidup Sama Suami gue, emang lo mau gue di cap tukang porotin uang suami gue?"
"Ya jangan gitu bangat lah Rin!" kami hanya bercanda kok." seram amat sih Lo." ucap Japet dan Ricardo sambil cengengesan.
"Makanya kalau minta traktir tunggu gue kerja lagi baru Lo pada bisa minta traktir gue." ucap Riyanti.
"Emangnya tuh pak dosen ngak bolehin lo kerja lagi di tempat pak Kaspar?"
"Kita kira dong Lo kalau ngomong bro, mau ditaruh dimana muka pak dosen kalau biarin istrinya bekerja di tempat pak Kaspar lagi, bisa bisa sejagat bumi ini menghujat pak dosen." ucap Linda
"Iya juga sih!" jadi rencana lo kali sudah wisuda nanti, Lo mau kerja dimana Rin?
"Tergantung suami gue lah, kan gue sebagai istri harus nurut apa kata suami " ucap Riyanti.
"Betul tuh!" sebagai istri harus nurut apa kata suami." timpal Linda.
"Ah jadi ngak seru, Riyanti ngak bebas lagi dan tidak kerja lagi di tempat pak Kaspar , jadi tidak bisa makan disana dengan harga diskon." ucap Japet sambil cengengesan.
"Kamu ini mikirnya hanya makan harga diskon saja, modal dikit dong." ucap Linda sok alim padahal dirinyalah yang paling sering makan di tempat pak Kaspar dengan harga diskon.
Keempat sahabat itu tertawa lepas. Tiba tiba Janpilan yang sedari tadi sudah mendengar pembicaraan keempat sahabat itu menghampiri Riyanti.
"Sayang!" panggil Janpilan sambil langsung mengecup kening Riyanti didepan ketiga sahabat istrinya.
"Mas sudah kelar ngajarnya?"
"Belum!" masih ada satu kelas lagi, tapi lagi istrihat dulu." ucap Janpilan.
melihat interaksi antara Riyanti dan Janpilan yang begitu romantis, Japet dan Ricardo langsung tertunduk malu.
"Oh iya Kalian sudah pesan makanan belum?
"Ayo dipesan aja, kali ini saya yang akan traktir." ucap Janpilan membuat japet dan Ricardo langsung mendongakkan kepalanya.
"Benaran pak dosen?"tanya Linda tidak percaya
"Iya benar!"
"Ah kalau begitu gue tambahin aja deh pesanan gue, karna gue sudah yakin uang pak dosen pasti banyak untuk traktir kita. Tidak seperti Riyanti." ucap Linda asal.
"Ya sudah pesan aja." ujar pak Janpilan kepada Linda agar Linda menambahi pesanan makanannya.
"Beneran kan pak dosen tidak apa-apa?"
"Iya beneran."
Mang Karim datang menghampiri Pak janpilan dengan memberikan daftar menu kepada Janpilan sang pemilik kantin yang dikelola oleh Mang Karim.
"Eh Pak Janpilan ada juga?" mau pesan apa pak Sapa mang Karim kepada Janpilan
__ADS_1
"Pesanan istri saya tadi apa Mang?"
"Indomie kuah tambah teh manis dingin Pak."
"Ganti aja pesanannya tidak boleh makan mie instan terlalu sering nanti perutnya sakit.
"Jadi sekarang mau pesan apa pak?"
nasi soto aja, ganti tadi pesanan istri saya.
"Tapi mas!
"Ngak bagus sayang makan mie instan terlalu sering."ucapkan Janpilan sembari merangkul tubuh istrinya.
"Sudah jangan cemberut gitu dong nanti cantiknya jadi berkurang." ucap Janpilan kepada Riyanti.
"Aduh bisa garing nih di sini." gerutu Linda.
Janpilan menyadari sikap romantisnya di hadapan teman-teman Riyanti. Ia pun langsung menurunkan tangannya dari dari tubuh Riyanti.
"Kalian sudah pesan belum makanannya?"
"Sudah Pak tinggal tunggu mang karya aja menghidangkan!"
"Sayang lain kali jangan ngomong uang suamiku bukan uang gue, uang mas itu uang kamu juga." kan dari awal sudah mas bilang seperti itu sama kamu sayang.ucal Janpilan
"Maaf Mas Riyanti tidak bermaksud seperti itu kok."
"Ya sudah Lain kali jangan pernah memisah-misahkan uang mas dengan uang kamu sayang, apa yang mas memiliki itu milik kamu juga."
"Iya Mas Riyanti minta maaf!"
"Ya sudah tidak apa-apa yang penting lain kali jangan diulangi lagi.
Japet dan Ricardo saling pandang Mereka tampak bahagia melihat sahabat mereka disayangi oleh suaminya sendiri.
Mang Karim pun datang untuk membawa pesanan mereka.
"Silahkan dimakan." ucap Mang Karim kepada keempat sahabat itu dan juga Pak Janpilan
"Riyanti menatap nasi soto yang dipesankan Janpilan kepadanya. Ia tidak langsung menyentuhnya.
"Ayo Sayang dimakan Nanti keburu dingin." ujar Janpilan kepada Riyanti.
Riyanti masih saja hanya menatap makanan itu dia hanya menyeruput teh manis dingin pesanannya. Karena Riyanti sama sekali belum menyentuh nasi soto pesanan Janpilan, Janpilan langsung memberi suapan kepada Riyanti membuat Riyanti tidak bisa menolak.
Ketika Riyanti menyicipi nasi soto yang disuapi oleh Janpilan. ia merasakan nasi soto itu cukup lezat.
"Bagaimana Sayang enak tidak?"
__ADS_1
Riyanti menganggukkan kepalanya. Pertanda nasi soto pesanan suaminya begitu lezat.
"Ya sudah Mas!" sini aja Riyanti makan sendiri. mas makan saja bagian Mas. ucap Riyanti sembari menarik nasi soto dan sendok hadapannya.
"Nah gitu dong sayang!" jangan cemberut melulu." Riyanti tidak menjawab, ia hanya asyik menyantap nasi soto yang ada di hadapannya. dengan sekejap Riyanti menghabiskan nasi soto yang ada dihadapannya begitu juga dengan Linda . Linda begitu lahap makan Indomie kuah yang ia pesan sebelumnya beserta dengan beberapa gorengan.
"Pesananmu banyak banget maut tuh di perut?" ucap Japet yang melihat Linda terus menyantap makanan yang ada di hadapannya.
"Ini aja masih kurang Japet." Ya Allah pantasan badan lo seperti gajah.
"lo ngatain gue seperti gajah?"
"Emang iya kan?" badan lo seperti gajah." ucap Japet membuat Linda kesal.
"Sudah sudah makan saja kalian ribut." ucap Janpilan sembari melap sisa makanan yang ada di mulut Riyanti
"Mas malu tahu di hadapan teman-teman." ucap Riyanti kepada Janpilan
"Ngapain harus malu sayang, kan kita suami istri!" wajar dong.
"Habis ini Mas langsung ngajar ya Sayang!" nanti kamu tunggu di ruangan Mas saja."
"Iya Mas!" habis makan gini Riyanti jadi ngantuk."Kata Riyanti sembari mengembangkan senyumnya kepada suaminya.
"Ya sudah tidak apa-apa kamu istirahat dulu di ruangan Mas, nanti mas bangunkan." ucap Janpilan kepada Riyanti.
Linda, japet dan Ricardo berpamitan kepada Pak janpilan dan juga Riyanti. Karena mereka merasa tidak enak hati selalu berada di hadapan pasangan suami istri yang baru menikah itu.
"Pak Terima kasih banyak ya Sudah takdir kita kita, Kami mau pamit ada urusan sebentar ." ucap Japet kepada Janpilan dan juga Riyanti diikuti dengan Ricardo dan linda sambil langsung berlalu dari hadapan Janpilan dan Riyanti
"Ya sudah kamu Mas antar aja ke ruangan mas karena sebentar lagi kelas akan dimulai.
"Ya udah tidak apa-apa Mas !" ucap Riyanti sambil mengembangkan senyumnya.
Janpilan memanggil Makarim untuk membayar menu makanan yang sudah mereka santap.
"Berapa mang?
"Totalnya seratus tiga puluh ribu Pak! jantilan mengeluarkan uang pecahan lima puluh ribu tiga lembar. Ia berikan kepada Mang Karim
"Ini mang ."ucap Janpilan sambil memberikannya.
"Terima kasih Pak !" ditunggu sebentar ya kembaliannya."ucap Makarim
"Sudah Pak ambil aja kembaliannya ucap Janpilan sambil langsung menggandeng Riyanti keluar dari kantin. Semua mata mahasiswa mahasiswi yang ada di kantin tertuju kepada Riyanti dan juga Janpilan.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1