Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
BERBOHONG


__ADS_3

Tiba tiba Janpilan langsung memeluk Riyanti dari belakang membuat Riyanti sangat terkejut dengan tingkah suaminya yang membuat dirinya terkejut bukan kepalang.


"Lin....." gue tutup dulu teleponnya ya!" soalnya Sumi tampan gue sudah pulang nih." ucap Linda membuat Linda langsung tertawa ngakak mendengar pujian Riyanti terhadap suaminya.


"Okey deh!" tapi jangan terlalu kecapekan ya!" ingat ada calon keponakan gue di perut Lo!" ucap Linda membuat Riyanti membulatkan kepalanya.


"Lo ya Lin!" pikiran lo terus aja ngeras." ucap Riyanti sambil langsung mematikan sambungan telepon selulernya.


"Mas...." jangan buat Riyanti terkejut dong." ucap Riyanti.


"Habis kamu asik ngomong terus sama Linda, sampai sampai tidak menyambut suami kamu yang tampan ini pulang dari kantor" ucap Janpilan.


Riyanti hanya nyengir, Ia langsung memeluk suaminya dan mengecup bibir suaminya sekilas.


"Maaf ya mas!" tidak menyambut kamu tadi, ini gara gara Linda nih, ngajakin aku ngerumpi.


"Memangnya kalian ngerumpi apa sayang?"


"Linda buat aku jelas, mereka berincana reunian di kantin mang Karim. Yang parahnya lagi. ternyata Linda, Japet, dan Ricardo bekerja satu kantor. Nah Riyanti hanya Bengong dirumah." ucap Riyanti membuat Janpilan langsung tertawa ngakak melihat bibir istrinya dimonyongkan.


"Mas kok malah tertawa sih?"


"Siapa juga yang tidak tertawa melihat kamu, yang komplein mereka bekerja satu kantor.


Semua orang kepengen seperti kamu, memiliki suami pengusaha sukses dan juga tampan. Ini kamu malah minta bekerja seperti Linda dan juga japet. Kamu memang betul betul, aneh sayang?" ucap Janpilan sambil langsung meraih tubuh Riyanti kepelukannya.


Kalau kamu bosan Dirumah, kamu kan bisa datang kekantor mas untuk menemani mas bekerja. Atau tidak kamu shoping deh, kan sudah mas berikan kartu kredit yang Tampa batas buat kamu sayang!" kok ngak digunakan sih."


Riyanti hanya nyengir menatap suaminya.


"Jadi tugas Riyanti hanya ngabisin uang mas saja gitu?"


"Iya!" dan melayani mas. ucap Janpilan sambil tersenyum jahil.


"Ya sudah mulai besok Riyanti akan habisin uang mas!" tapi awas kalau marah ya." ucap Riyanti kepada suaminya.


"Ya ngak mungkin mas marah kalau kamu yang habisin uang mas." ucap Janpilan sambil langsung mengecup bibir istrinya.


"Mas nakal!"

__ADS_1


"Mas pengen bisa tidak sayang?"


"Mandi dulu gih!" bau soalnya ucap Maya sambil menutup hidungnya dengan jarinya.


Benaran sayang mas bau?" ucap Janpilan sembari mencium badannya sendiri.


"Tidak kok!" mas masih wangi." ucap Janpilan sembari kembali mencium aroma tubuhnya. Padahal Riyanti hanya berbohong untuk menghindari Janpilan meminta jatah sore.


"sudah Mas lebih baik Mas Mandi dulu deh jangan ngeres melulu.


Janpilan pun berlalu dari hadapan Riyanti dan langsung masuk ke kamar mandi sementara rianti menyiapkan pakaian untuk suaminya. setelah menyiapkan pakaian untuk suaminya rianti berlalu dari kamar menuju ruang makan ia ingin menyiapkan makan malam untuk suaminya Padahal ibu Anjani dan asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman jantilan sudah menyiapkan segalanya.


"loh kamu Kok cepet banget turunnya? mana suami kamu Nak?"


"Mas janpilan masih mandi, jadi Riyanti duluan turun.


"Kok Kamu ninggalin suami kamu sendirian sayang? gak baik seperti itu."


"Tapi Riyanti sudah menyiapkan pakaian mas janpilan kok Bu.


"Iya!" tapi kamu harus terlebih dahulu menunggu suami kamu. Dan pastikan kalau suami kamu terima dengan pakaian yang kamu pilih kan. Baru kamu turun bersama suamimu." ucap Bu Anjani kepada Riyanti yang membuat Riyanti tersenyum kikuk.


"Sudah Bu untuk kali ini tidak apa-apa Lagian rianti sudah menyediakan segalanya kok ucap rianti kepada bu Anjani membuat Bu Anjani menggelengkan kepalanya.


Sementara Janpilan yang baru selesai melakukan ritual mandinya. Ia pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk yang dililitkan di pinggangnya. Berharap Riyanti masih berada di kamar. Tetapi ketika janpilan sudah keluar dari kamar mandi. Riyanti sudah tidak ada lagi. Di sana membuat janpilan sedikit kesal.


Dengan hati yang sedikit kesal Janpilan terpaksa menggunakan pakaian yang sudah disediakan Riyanti .


"Aku tahu kamu pasti menghindar dariku Sayang, tapi untuk nanti malam Kamu tidak akan bisa menolak Mas." Janpilan bermonolog.


Setelah selesai menggunakan pakaiannya, Janpilan menghampiri Riyanti dan Bu Anjani yang sudah berada di ruang makan. Ia pun menemukan sosok istrinya di sana sedang menata makanan. Pada hal, itu sudah menjadi tugas dan tanggung jawab asisten rumah tangga yang bekerja di kediaman janpilan. Tetapi Riyanti selalu tidak ingin tinggal diam. Ia terus ingin melayani suaminya dengan sungguh-sungguh termasuk dengan menyediakan makan malam buat suaminya.


"Sayang kamu kok langsung ninggalin mas sih? ucap Janpilan kepada Riyanti.


"Maaf Mas!" Riyanti Tadi lapar banget, sehingga Riyanti duluan ke ruang makan. ucap Riyanti berbohong. Padahal Ia pun sama sekali belum makan apa-apa.


"Sayang tidak perlu berbohong!" Mas tahu kok kamu belum makan, lebih baik kamu berterus terang saja sayang." ucap Janpilan


Riyanti mengembangkan senyumnya. Sambil menatap suaminya dengan tatapan penuh arti.

__ADS_1


"Mas sok tahu deh!


"Memang mas tahu! kalau kamu belum makan.


"Suami kamu ini bukan bodoh sayang, kalau kamu sudah makan kan pasti wajahnya tidak seperti ini.


"Memangnya wajah Riyanti gimana Mas?


"Tuh mukanya muka kelaparan."ucap Janpilan sambil terkekeh membuat Bu Anjani Naira dan asisten rumah tangga yang bekerja di sana menggelengkan kepalanya melihat tingkah Riyanti dan juga Janpilan.


"Kalian ini masih saja bertingkah seperti anak kecil. Padahal sebentar lagi sudah menjadi ibu dan bapak." ucap Bu Anjani membuat janpilan dan Riyanti sontak tertawa. Malam itu di ruang makan tampak ramai dengan canda tawa keluarga.


Ketika makan malam mereka berjalan, ponsel milik Janpilan berdering, Ia melihat di layar ponselnya yang menghubungi dirinya adalah tante mira.


Janpilan meminta izin kepada anggota keluarga untuk mengangkat telepon seluler dari Maminya.


Riyanti menganggukkan kepalanya. Pertanda dirinya setuju suaminya mengangkat telepon seluler dari ibu mertuanya.


"Halo assalamualaikum mom!"Safa janpilan di dalam sambungan telepon selulernya


"Waalaikumsalam kamu lagi apa?


"Kami lagi makan malam nih Ada apa Mami tiba-tiba menelepon janpilan.


"Sepertinya adik ipar kamu sudah mau lahiran, ini Harianto sudah membawanya ke rumah sakit. jadi tolong kamu tangani tugas Haryanto yang ada di kantor. Karena untuk beberapa hari ini Heriyanto tidak bisa masuk kantor. ucap tante Mira kepada Janpilan.


"Iya mom!" Mami Tenang saja Janpilan akan menangani tugas heriyanto nanti.Mami tidak perlu kwatir.


"Terima kasih ya nak, ucap tante Mira


"Tidak perlu berterima kasih mom!" Janpilan kan kakak dari Heriyanto dan sudah sewajarnya Janpilan. Membantu adik Janpilan sendiri.


Tapi ngomong-ngomong mom!" Felisha bersalin di rumah sakit mana?


"Rumah sakit terdekat dari sini." Heriyanto dan Papi sudah membawa Felisha ke rumah sakit. sedangkan Mami ingin mempersiapkan perlengkapan bayinya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2