
Membuat Naira semakin merasa malu mendengar apa yang dikatakan suaminya. karena yang dikatakan suaminya benar adanya. Awal mula pertengkaran dan pertemuan mereka saat berada di rumah om Andrew dan tante Mira. Yang merupakan orang tua kandung Janpilan. Kakak ipar Naira sendiri.
Saat itu Randy merasa kesal kepada setiap orang yang hadir di rumah om Andruw dan tante Mira. Yang selalu bertanya kepadanya kapan dia akan melepas masa lajangnya. mengingat umur Randy saat itu sudah menginjak 38 tahun. Tetapi Randy tak kunjung melepas masa lajangnya.
Padahal Randy lelaki yang tampan dan juga mapan. Karirnya di dinas kepolisian juga bagus. Tetapi Randy belum memiliki pasangan hidup Sehingga setiap kerabat yang hadir di rumah om Andruw dan tante Mira selalu bertanya yang itu itu saja.
Membuat Randy sedikit kesal. Ia pun pergi ke taman belakang untuk menenangkan kekesalannya di taman belakang. Yang ternyata Naira saat itu sedang memanjat pohon rambutan yang ada di taman belakang, sambil menikmati buah rambutan yang sudah matang.
Sesekali Naira melempar batu dan kulit rambutan itu kesembarangan arah. Dan tanpa sengaja Naira melepas kearah kepala Randy saat itu. Membuat Randy semakin kesal.
Pertengkaran pun akhirnya terjadi di sana. Entah mengapa pertengkaran itu membuat mereka semakin dekat. Perbedaan usia antara mereka cukup jauh Randy pada saat itu sudah menginjak 38 tahun. Sementara Naira masih 18 tahun.
Tetapi umur tidak menjadi penghalang bagi mereka untuk saling mencintai. Membuat mereka pun akhirnya memutuskan untuk menikah. Awalnya Naira sangat ragu kepada Randy kalau Randy benar-benar sayang dan cinta kepadanya.
Tetapi Randy mampu meyakinkan Naira kalau dirinya sangat sayang dan cinta kepadanya. Randy juga meyakinkan Ibu Anjani kalau dirinya mampu membahagiakan Naira.
__ADS_1
"Mas lihat deh Naira kalau manjat pohon itu sudah seperti laki laki yang lagi manjat pohon, tidak ada takut takutnya sedikitpun." ejek Linda sambil memberikan rekaman video yang ada di layar ponselnya kepada Reihan membuat Naira semakin kesal kepada Linda.
Naira berniat untuk merampas ponsel milik Linda dari tangan Linda sebelum Linda memberikan ponselnya kepada Reihan. karena dirinya merasa malu jika Reihan sempat melihat rekaman video dirinya saat memanjat pohon dan menikmati buah mangga di atas pohon.
"Hentikan Kak.... hapus videonya dong." rengek Naira membuat Linda langsung tertawa ngakak sembari berusaha menyembunyikan ponselnya agar Naira tidak dapat meraih Ponselnya dari tangannya. sementara Reihan dan Randy saling bertatapan melihat interaksi kedua wanita yang mampu memporak-purandakan hati mereka.
Ada rekaman video apa sih Sayang di situ Mengapa harus marah sekali Jika Reihan melihatnya? tanya Randy penasaran. Padahal sebelumnya Randy sudah mengetahui kalau rekaman video merupakan rekaman saat Naira memanjat pohon.
Randy sudah dapat membayangkan Bagaimana seorang Naira memanjat pohon layaknya seorang laki-laki. Ketika Naira memanjat pohon tidak ada rasa takutnya sedikitpun membuat Randy langsung tertawa ngakak membayangkan saat Naira memanjat pohon rambutan di masa lalu.
"Mas Kok malah tertawa sih? nanti Naira aduin loh sama kak Riyanti dan Kak Janpilan." gerutu Naira sembari memanyunkan bibirnya membuat Randy langsung tertawa cengengesan. Sambil meraih tubuh istrinya kepelukannya.
Pikiran Mas selalu ingin melahap Naira dasar Tua Tua keladi." celetuk Naira sembari berjalan duduk di ruang tamu. Sementara asisten rumah tangga itu sudah memotong buah mangga, agar yang lainnya dapat menikmati buah mangga yang dipetik Naira sebelumnya.
"Luar biasa kakak ipar benar-benar jago memanjat pohon setinggi itu." Celetuk Reihan ketika Reihan sudah melihat rekaman video saat Naira memanjat pohon. Tentunya rekaman video itu ia dapatkan dari Linda. Membuat Naira semakin kesal kepada Linda. yang sudah memberikan rekaman videonya dilihat oleh Reihan. Padahal sebelumnya Naira sudah memohon kepada Linda agar Linda tidak memberikan rekaman video itu dilihat siapapun.
__ADS_1
Naira semakin kesal wajahnya merah bagaikan kepiting rebus ketika mendengar apa yang dikatakan Reihan.
"Tidak perlu malu seperti itu sayang!" justru mas bangga kepadamu. Kamu wanita tangguh dan kuat." ucap Randy membuat hati Naira menjadi menghangat mendapat dukungan dari suaminya. Bukan malah ejekan yang ia dapatkan.
Padahal yang diharapkan Linda saat itu, kalau Randy akan mengejek Naira. Ternyata Linda salah justru Randy bangga kepada istrinya.
"Memangnya mas tidak malu istri mas bertingkah seperti anak-anak?" bisik Naira tepat di telinga suaminya.
"Ngapain Mas harus malu? kamu itu istriku Mas harus menerima kelebihan dan kekuranganmu. Percayalah mas pasti selalu mendukung kamu dalam situasi apapun. Tetapi ingat kamu harus berhati-hati jika benih mas Sudah tumbuh di sini. Mas pasti akan larang kamu untuk memanjat pohon." ucap Randy sambari mengelus perut Naira membuat Naira langsung mengembangkan senyumnya.
Senyuman itu yang mampu membuat Randy semakin tergila-gila kepada Naira. Seolah Randy saat itu ingin langsung melahap Naira. tetapi karena situasinya berada di rumah Reihan, Sehingga dirinya mengurungkan niatnya untuk melahap istrinya saat itu juga.
Bersambung....
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏
__ADS_1
sambil menunggu karya ini up kembali, yuk mampir di karya emak.