
"Mas Lain kali kalau ngambil keputusan itu ditanya dulu dong Linda." ujar Linda
"Sudah tidak perlu protes. Sekarang juga Mas akan meminta kepada OB untuk membersihkan barang-barang kamu yang ada di ruangannya. dan memindahkannya ke ruangan ini.
"Ingat sekarang kamu siapa di kantor ini, Kamu istri dari pemilik dan juga CEO Himalaya group. Jadi Mas mohon sama kamu berperilakulah seperti Nyonya Reihan Himalaya." ucap Reihan sambil langsung memeluk Linda.
"Tapi mas tidak ada seorangpun yang mengetahui hubungan kita di kantor ini. Apa kata orang nanti jika Linda satu ruangan dengan mas.
"Cepat atau lambat mereka pasti akan mengetahuinya. Jadi kenapa kamu tidak memberi tahu kepada Japet dan juga Ricardo mengenai hubungan kita?
"Tapi mas, harus bagaimana Linda menjelaskan kepada mereka mengenai pernikahan dadakan kita. Sementara kita saja hanya menikah sirih.
"Siapa yang mengatakan kamu dengan mas menikah sirih?
Linda menggelengkan kepalanya. lalu Reihan memberikan 2 buku akad nikah ke tangan Linda yang sebelumnya disimpan Reihan di laci meja kerjanya.
"Apa ini yang kamu katakan menikah sirih? ucap Reihan sambil memberikan 2 buku nikah kepada Linda. Netra Linda terbelalak melihat buku nikah itu yang ada di tangan Reihan yang ternyata buku nikah itu resmi dari negara atas nama Reihan dan juga Linda.
"Sejak kapan mas mengurus ini?
"Memangnya sebelum menandatangani surat pernikahan kita kamu tidak membacanya terlebih dahulu?
linda menggelengkan kepalanya.
"Astaga firullah Al azim, jadi kamu menandatangani tanpa membaca nya terlebih dahulu? Bagaimana jika aku memiliki niat jahat kepadamu? Mengapa kamu teledor seperti itu?"ucap Reihan. Linda terdiam ia sama sekali tidak menjawab apa yang dikatakan Reihan terhadapnya.
"lain kali sebelum menandatangani sesuatu apapun, kamu harus terlebih dahulu membacanya. Bagaimana jika orang berniat untuk menipumu? apa yang harus kamu lakukan? ucap Reihan kepada Linda. Linda hanya tertunduk tak mampu menjawab suaminya.
"Sudah lebih baik kamu nurutin apa kata Mas, mulai hari ini kamu bekerja di ruangan ini. Jika kamu masih ingin tetap bekerja. Kalau tidak kamu akan mas pecat sekarang juga . Mas tidak ingin melihat istri mas berdekatan dengan laki-laki sok kecakapan itu.
"Maksud Mas?
"Tidak perlu kamu tanya, pasti kamu tahu orangnya. Dia selalu aja ingin mencari kesempatan Dalam kesempitan berdua dengan kamu. Mas tidak suka itu, tolong hargai Mas. Jika kamu menganggap Mas sebagai suami kamu." ucap Reihan sedikit over protektif kepada Linda.
Linda mendengus kesal mendengar keputusan mutlak suaminya.
"Dasar cemburu tidak punya alasan."gumam Linda tetapi masih bisa didengar oleh Reihan.
"Apa?
__ADS_1
"Ngomong apa kamu barusan?.
"Tidak tidak ada!" ucap Linda gugup.
"Apa kamu sama sekali tidak memiliki perasaan apa-apa kepada saya?
"kok mas nanya seperti itu?
"Pikir aja sendiri.
Linda menghela napas panjang. Ia pun tidak mengetahui dirinya mencintai Reihan atau tidak. Karena hubungan Linda dan Reihan termasuk sangat singkat.
"Ya sudah deh Linda bekerja di ruangan Mas saja. Daripada harus bengong di rumah sendirian."ucap Linda kepada suaminya.
Reihan mengembangkan senyumnya mendengar keputusan Dari Linda menerima keputusan dari Reihan.
"Bagaimana makan siangnya tadi bersama sahabat-sahabat kamu itu?
"Apa makan bersama mereka lebih nikmat dibandingkan makan bersama Mas?
"Kok mas nanya seperti itu?
"Mas."
"Terus kamu makan siang bareng siapa?
"Japet dan Ricardo."
"Apakah itu ciri istri yang berbakti kepada suami? tanya Reihan kepada Linda. Linda langsung terdiam.
"Tapi sebelumnya Linda sudah meminta izin kepada mas.
"Itu bukan meminta izin. Melainkan penekanan."ucap Reihan kepada Linda membuat Linda semakin merasa bersalah kepada suaminya.
"lain kali jangan pernah makan siang bersama sahabat-sahabat kamu tanpa ada Mas di sana."ujar Reihan kepada Linda. Dibalas anggukan dari Linda. Ia tidak mampu menatap wajah suaminya karena memang yang dikatakan suaminya benar adanya.
****
Siang itu Reihan mengadakan meeting bersama client Himalaya grup yang berasal dari negeri Jiran Malaysia. Reihan berpamitan kepada Linda.
__ADS_1
"Sayang mas ada meeting di restoran dekat sini kamu tidak apa-apa ditinggal sendiri disini kan?
"Tidak apa-apa Mas, lebih baik Mas berangkat sekarang takut nanti telat."
"Kok Kamu sepertinya pengen mas cepat-cepat keluar dari ruangan ini? apa kamu merasa tidak bebas jika Mas berada di sini?
"Kok mas malah bertanya seperti itu? bukannya yang Linda katakan itu benar adanya? tidak bagus Mas membuat client perusahaan kita menunggu. Karena itu termasuk nilai buruk bagi perusahaan yang ingin bekerjasama dengan perusahaan kita." ucap Linda kepada Reihan.
mata Reihan menatap Linda seksama. ia ingin mencari kebohongan disana. Tetapi ketika ia berusaha mencarinya tak ada sedikitpun kebohongan ia temukan.
"Ya sudah jaga dirimu baik-baik, Jangan pernah kamu berbuat macam-macam di belakang mas. karena mas tidak akan kasih ampun nanti ucap Reihan posesif kepada Linda.
Linda memberi salam kepada Reihan sambil langsung mengecup punggung tangan suaminya.
"Hati-hati Mas di jalan, doaku selalu menyertaimu." ucap Linda sembari tersenyum.
"Tunggu mas di sini sayang, kita pulang bareng."ucap Reihan kepada Linda sambil langsung mengecup bibir manis Linda.
Reihan berlalu dari hadapan Linda berniat untuk menemui Clientnya yang berasal dari negeri Jiran Malaysia. yang letaknya tidak jauh dari kantor Himalaya group.
Sementara di tempat lain Riyanti dan Janpilan tampak bahagia ketika dokter sudah memberikan izin kepada Riyanti dan kedua baby mereka untuk pulang kerumah membawa baby kembar milik pasangan Janpilan dan Riyanti. Om Andruw dan tante Mira tampak antusias untuk menyambut kepulangan Riyanti dan bayi kembarnya, dari rumah sakit dibantu oleh ibu Anjani dan Naira
Ka Riyanti hari ini sudah pulang ke rumah sama keponakan-keponakan Ku Bu." Ucap Naira kepada Ibu Anjani.
"Iya hari ini dokter sudah mengijinkan Kakakmu pulang dari rumah sakit. Jadi tolong bantu ibu dan tante Mira untuk mempersiapkan acara penyambutan Kakak kamu dan cucu Ibu." ucap ibu Anjani kepada Naira.
"Dengan senang hati Bu Naira akan membantu ibu dan juga tante mira.
Naira tampak antusias membantu Tante mira dan ibu Anjani mempersiapkan segala sesuatu penyambutan bayi kembar pasangan Janpilan dan Riyanti. Apalagi sebelumnya Janpilan sudah menyiapkan kamar yang di sulap sedemikian rupa dengan ciri khas anak anak masa kini. Kamar kedua bayi kembar Alexa dan Alex.
Bersambung.........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏
jangan lupa mampir di karya Morata yang baru yang akan rilis tgl 22 April
__ADS_1