Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
EMOSI HERIYANTO


__ADS_3

Deni benar benar bingung dengan apa yang dikatakan oleh adik sepupunya Felisha. Yang mengatakan kalau Rossi penyebab hidup Felisha hancur. Karna Deni benar benar tidak mengetahui apa yang terjadi pada saat malam yang membuat hidup Felisha menjadi berubah.


"Memangnya apa yang sudah dilakukan wanita ini kepadamu? tanya Deni yang merupakan sepupu dari Felisha.


"Dia yang mengakibatkan aku seperti ini!


"Maksud kamu apa? aku belum mengerti maksud dan tujuan kamu memanggil kakak kemari. Apalagi dengan wajahmu yang pucat dan mata sembab.


"Aku ingin membalaskan dendam kepada wanita ini karena dia telah menjebak ku bersama kekasihku Heriyanto. Hingga kami melakukan tindakan asusila sebelum kami menikah. Dan aku hamil sehingga kami menikah dengan terpaksa.


"Terpaksa? maksud kamu apa terpaksa bukan kah kalian pasangan kekasih yang saling mencintai?


"Dan Kenapa kamu mengatakan wanita ini penyebabnya? Tanya Deni yang semakin penasaran dengan pernyataan Felisha


"Wanita itu yang menaburkan bubuk perangsang di minuman Heryanto ia ingin menjebak Heriyanto karna Heriyanto selalu menolak cintanya dan lebih memilih aku pada saat itu. Tetapi ketika aku datang menghampiri Heriyanto, aku merasa haus. Sehingga aku langsung meminumnya tanpa mengetahui kalau minuman itu sudah di taburkan oleh Rossi bubuk perangsang.


Akupun tidak bisa menahan hasratku, sehingga aku memaksa Heriyanto melakukan itu kepadaku. Karna kalau Heriyanto saat itu tidak melakukannya maka pasti orang lain yang menjadi korban ku saat itu. Tetapi untung saat itu Heriyanto berinisiatif membawaku ke kamar hotel. Kalau tidak aku akan malu dihadapan kedua orang tuaku.


"Heriyanto dengan terpaksa melayaniku malam itu, karna aku benar benar sudah tidak bisa menahan lagi akibat bubuk perangsang itu. Jantungku sudah berdebar debar, rasanya saat itu sudah mau mati kalau itu tidak dilakukan oleh Heriyanto kepadaku.


Tetapi setelah kejadian itu, sikap Heriyanto kepada sangat berbeda. Tetapi dia tetap menikahiku dengan permintaan kedua orangtuanya. Karna kedua orangtuanya tidak ingin anaknya disebut pecundang dan tidak bertanggungjawab.


Oleh karena itu dengan terpaksa, Heriyanto menikahiku di usia yang masih muda. Kami masih sama sama kuliah, walaupun aku dan Heriyanto saat itu sudah menjadi model. Tetapi tetap saja Heriyanto merasa kalau masa depannya hancur karna aku"


"Tapi aku tidak bisa menyalahkan Heriyanto sepihak. Karna disini kami tidak salah, kami hanya korban kejahatan dari Rossi."ucap Felisha kepada Deni menggebu-gebu.


Mendengar cerita dari Felisha,Deni pun begitu terkejut Ia pun tidak tega melihat adik sepupunya menghadapi masalah sesakit itu. apalagi Deni sudah menganggap Felisha adik kandungnya sendiri bukan sebagai sepupu. Hingga Deni memutuskan untuk membantu Felisha membalaskan dendamnya kepada Rossi.


Apalagi setelah Felisha menceritakan kalau Herianto terhadapnya sepertinya acuh tak acuh. Padahal Felisha sedang hamil anak dari Heriyanto seharusnya Felisha harus mendapatkan perhatian lebih.

__ADS_1


“Kamu tenang saja Fe !" Kakak akan selalu membantumu, tidak ada seorangpun yang dapat menyakiti hatimu Kalau kakak masih hidup." ucap Deni dengan nada geram ketika dirinya mengetahui betapa beratnya beban yang ditanggung Felisha karna kesalahan yang tidak disengaja olehnya.


“Apakah kamu yakin wanita yang ada di foto ini pelakunya?


“Aku yakin banget Kak.


“Biasanya dia nongkrong di mana?


"Di buana diskotik." jawab Felisha singkat.


"Kamu tenang saja, Kakak akan membereskan semua ini dan dia akan membayar apa yang sudah dilakukannya terhadapmu.


Percayalah Kakak pasti akan membantumu membalaskan dendam mu kepada wanita iblis itu. Takkan akan aku biarkan kamu disakiti oleh siapapun." Katakan kepadaku Apakah Heriyanto juga menyakitimu?


Felisha menggelengkan kepalanya pertanda ia merasa tidak disakiti oleh Heryanto. Tetapi batin Felisha yang tersiksa karena sikap Haryanto yang tiap harinya acuh tak acuh terhadap nya. Terkadang ia memperhatikan Felisha, tetapi terkadang ia sangat cuek walaupun mereka hidup bersama di dalam satu atap.


"Ya sudah kalau begitu, kamu pulang saja nanti kemalaman tidak bagus, wanita hamil malam-malam berkeliaran di luar. Kasihan janin kamu yang ada di dalam, Jangan egois pikirkan anakmu yang ada di rahim kamu." ujar Deni agar Felisha segera kembali ke rumah.


“Terima kasih Kak!" Kakak sudah bersedia membantu membalaskan dendam Felisha kepada Rossi. Jujur hati Felisha sangat sakit ketika aku menikah sudah ternoda walau yang menodai aku menikahiku. Tapi kan tetap aja haram hukumnya ka." l ucap Felisha sambil terisak.


“Sudahlah jangan menangis mungkin Haryanto lagi ada beban pikiran, apalagi seperti yang kamu katakan kalau Heriyanto kuliah sambil kerja.Otomatis pikirannya bercabang, kamu coba bicarakan baik baik dengan suami kamu. siapa tau ada sesuatu masalah yang sedang dihadapinya." ujar Deni kepada adik sepupunya.


Felisha hanya terdiam dia tidak menjawab sama sekali, Ia hanya menatap Deni dengan tatapan penuh arti.


"Sudah sekarang kamu pulang, jangan kwatir kakak akan membereskan ini semua." ucap Deni dibalas anggukan dari Felisha.


Jam sudah pukul delapan malam, tetapi Felisha belum kembali ke rumah. Hal itu membuat Heriyanto semakin menghawatirkan Felisha.


"Kemana dia?

__ADS_1


"Ada urusan apa ?


"Mengapa sampai sekarang dia tidak balik ke rumah? ucap Heriyanto sambil mondar mandir di ruang tamu.


Tiba tiba suara seruan mobil milik Felisha terdengar di telinga Heriyanto. Setelah memarkirkan mobilnya dengan rapi. Felisha langsung masuk kerumah.Tetapi ketika Felisha membuka pintu, alangkah terkejutnya Felisha melihat sosok suaminya sudah menunggunya Disana.


"Sayang kamu darimana?" tanya Heriyanto berusaha menahan amarahnya kepada Felisha. Felisha hanya diam. Dia tidak menjawab sama sekali Felisha berjalan melewati Heriyanto menuju kamar. Ia tidak ingin berdebat dengan suaminya.


Diamnya Felisha membuat emosi Heriyanto semakin meluap, Heryanto mengikuti Felisha dari belakang sambil memanggil manggil nama Felisha. Felisha sama sekali tidak menoleh bahkan ia langsung masuk kedalam kamar.


Felisha berniat membersihkan diri sebelum Felisha istrahat.


Heriyanto yang melihat istrinya langsung masuk kedalam kamar mandi, ia hanya bisa diam dan tidak bisa berkata apa apa.


"Lebih baik aku tunggu saja dia keluar dari kamar mandi." gumam heriyanto.


Heriyanto membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur, berniat menunggu Felisha keluar dari kamar mandi. Sambil memainkan ponselnya Heriyanto setia menunggu Felisha.


setelah selesai membersihkan diri, Felisha keluar dari kamar mandi dengan menggunakan baju tidur dan langsung membaringkan tubuhnya diatas tempat tidur dengan membelakangi Heriyanto. Heriyanto berusaha untuk meraih tubuh Felisha kepelukannya. Tetapi Felisha menepis tangan Heriyanto.


"Kamu kenapa sayang?" cerita sama mas!"


"Tolong jamgan ganggu aku mau tidur." ucap Felisha dengan tetap membelakangi Heryanto.


Heryanto berusaha sabar dan ia berusaha memejamkan matanya. Sedangkan Felisha, menangis dengan menahan suaranya.Aie matanya terus mengalir tak henti-hentinya.


Bersambung.......


Hai hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


mampir juga kekarya baru Morata ya ceritanya seru kok



__ADS_2