Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
Sakit hati


__ADS_3

Jam perkuliahan sudah usai, Riyanti beranjak dari tempat duduknya berniat untuk pulang ke ke kos untuk istirahat sebelum dirinya melanjutkan pekerjaannya di cafe milik Pak kaspar. Tiba-tiba Rian datang menghampiri Riyanti.


"Hai kamu sudah mau pulang ya?"


"Iya!"


"Bareng yuk."


"Ngak perlu Rian!" aku kost di dekat sini kok." "Tidak apa-apa Rin!" biar aku tahu juga kost kamu, kan bisa!"


"Ya sudah."


Tiba-tiba Linda datang mengejar Riyanti yang berjalan bersama Rian ke parkiran motor milik Rian.


" Rin!" tungguin dong..... kamu tega amat sih ninggalin aku?"


"Aku sudah mau pulang!"


"Kamu langsung pulang ke kost?"


"Iya Terus mau kemana lagi??"


"Bukannya Kamu mau jalan-jalan bareng Rian?


"Tidak!" Rian hanya ingin mengetahui tempat kosku aja."


"Oh kirain Kalian mau kencan!"ucap Linda asal


"Kamu ini!"


"Ya sudah aku duluan ya Rin." ucap Linda sambil langsung mengendarai motor matic miliknya.


Sementara Ran yang sudah mengambil motor, langsung menghampiri Riyanti.


"Yuk naik Rin!"


"Riyanti pun duduk di boncengan Rian. Tanpa ia sadari Haryanto dan pak Janpilan pun melihat interaksi mereka.


"loh Itu Rian kan ka?"


"Ngak tahu."


"Kok Rian bisa sama Riyanti sih Kak?"


"Ngak tahu!"


"loh kakak Kok Ngak tau ngak tau melulu?"


Pak Janpilan hanya diam, ia tidak menjawab apa menjadi pertanyaan adiknya Haryanto. sejujurnya pak Janpilan sangat kesal melihat kedekatan Rian dengan Riyanti.


Pak Janpilan sudah curiga kalau Rian memiliki perasaan kepada Riyanti. Tiba-tiba Rossi menghampiri Pak janpilan.


"loh Riyanti kan udah jadian sama Rian! timpal Rossi tiba-tiba dari hadir di samping pak janpilan dengan Heriyanto


"Kamu jangan asal ngomong."


"Tuh lihat mereka aja sudah pergi kencan."


"Tahu dari mana kamu?"


"Tahu aja."


Rossi sengaja memanas-manasi pak Janpilan agar Pak Janpilan membenci Riyanti. Padahal Ia sama sekali tidak mengetahui tentang hubungan antara Riyanti dengan Rian.

__ADS_1


ya sebenarnya Rian sangat mencintai Riyanti. Tetapi ia takut kalau dirinya mengungkapkan perasaannya terhadap Riyanti, Riyanti akan menghindarinya. Karena yang ia tahu Riyanti sama sekali belum ingin menjalin hubungan dengan seseorang sebelum kuliahnya selesai.


Hal itu membuat Rian menunda untuk mengungkap perasaannya kepada Riyanti. karena dirinya tidak ingin Riyanti menjadi menjauhi dirinya.


Pak Janpilan pun meninggalkan Rossi begitu saja tanpa menghiraukan apa yang menjadi ocehan Rossi.


"Kak tunggu dong kita bareng yuk!"ucap Haryanto kepada kakaknya.


"Memangnya mobil kamu kemana?"


"Ada di bengkel ganti oli!"


"Kakak ada urusan kamu bisa naik taksi online."


"Ih kak!" pelit amat sih."


"Kan sudah Kakak bilang, kakak ada urusan!"


"Iya sudah deh aku hubungin Felisha saja deh biar jemput aku."


Pak Janpilan lalu berjalan langsung menuju parkiran berniat untuk mengikuti motor Rian dari belakang. Ia sudah melihat motor Rian yang terparkir di halaman kost Riyanti.


Riyanti dan Rian tampak di kost sedang bercanda ria. Melihat tawa Riyanti yang begitu lepas bersama Rian, Hati pak Janpilan terasa sakit.


"Giliran sama pria itu tawanya lepas.!


"Tiba sama saya, Riyanti kaku." Gerutu Pak Janpilan sangat kesal melihat kedekatan Riyanti dan Rian.


Sekilas terlintas dipikiran Pak Janpilan ingin merubah penampilannya.


Tetapi ia sudah berjanji kepada dirinya sendiri kalau ia akan menikahi seorang wanita yang tulus mencintai dirinya tanpa melihat penampilan dan harta yang ia miliki.


"Apakah aku harus merubah penampilanku?


"Mengapa wanita selalu hanya melihat dari penampilan saja?


pertanyaan itu kembali timbul dibenak pak Janpilan. Ia hanya memantau gerak-gerik Rian dengan Riyanti dari kejauhan.


Ingin sekali dirinya menghampiri Rian dan Riyanti di sana, Tetapi ia merasa tidak punya muka ketika ia bertatapan dengan Riyanti. karena Riyanti sudah benar-benar menolaknya. lebih tepatnya Riyanti belum ingin menjalin hubungan serius dengan siapapun karena ia ingin sekali kuliahnya cepat kelar agar dirinya cepat lulus.


Mengingat keadaan ekonomi keluarganya yang tidak mencukupi untuk kebutuhan mereka sehari-hari. Riyanti ingin sekali cepat cepat selesai kuliah, agar kelak ia bisa membantu adiknya yang lagi bersekolah. Riyanti memiliki cita-cita untuk menyekolahkan adiknya sampai ke perguruan tinggi sama seperti dirinya.


sedangkan ibunya yang hanya petani kecil tidak mampu membiayai sekolah adiknya jika sampai ke perguruan tinggi.


Hal itulah yang membuat Riyanti memilih bekerja setelah pulang dari perkuliahannya. kesulitan ekonomi yang membuat Riyanti tidak memiliki waktu untuk bermain sama seperti teman temanya.


"Oh iya Maaf ya Rian aku jam 5 sore harus bekerja ucap Riyanti kepada Rian.


"Iya tidak apa-apa!"


"Kamu sudah makan?"


"Kan sudah di kantin tadi!"


"Oh iya ya."


"Maaf ya Rian disini tidak ada makanan Soalnya ini sudah bulan tua."


"Tidak apa-apa kali Rin."


"Oh iya kalau kamu haus ada air putih."


"Tidak ini ada air mineral ku kok."

__ADS_1


"Baguslah kalau begitu air galon ku tidak habis." canda Riyanti kepada Rian membuat mereka langsung ketawa cengengesan


"Rin aku salut deh sama kamu!"


"Segi mananya nih!" karena kentut sembarangan?"


"Bukan!"


"Terus apa dong?"


"Kegigihan untuk meraih cita-citamu!"


"Semua orang juga ingin meraih cita-cita Rian."


"Bukan begitu Riyanti, tapi aku salut dengan perjuanganmu untuk mendapatkan gelar sarjana. Kamu membanting tulang untuk biaya kuliahmu. sedangkan aku hanya meminta kepada orang tuaku."


"Iya kan!" kamu enak ada orang tua yang mampu membiayai kamu!" sementara aku!"


"Iya Justru itu yang aku salut sama kamu Rin."


"Biasa aja kali Rian."


"Oh ya Rin!" kamu serius sama Pak Janpilan?"


"Kamu ada-ada saja masa aku pacaran sama dosen?"


"Tapi berita yang tersebar?"


"Itu hanya gosip."


"Tapi sepertinya Pak Janpilan menyukaimu Riyanti."


"Tidak mungkin!" secara aku di hadapan dia suka kentut.


"Siapa tahu dia jatuh cinta karena kentut mu!" canda Rian membuat Riyanti langsung tertawa terbahak-bahak.


"Kamu bisa aja Rian!"


"Iya siapa tahu karena kamu kentut Pak Janpilan jadi jatuh cinta beneran sama kamu."


"Tidak mungkin Rian!" yang iya nya dia ilfil sama ku Rian!"


"Kita lihat aja nanti!"


"Ya sudah deh terserah kamu!"


Karena keasyikan ngobrol mereka tidak menyadari kalau jam sudah menunjukkan pukul pukul 16 .30. wah ini sudah hampir jam 5 nih aku harus siap-siap berangkat kerja ucap Riyanti kepada Rian.


"Kamu tunggu sebentar ya Rian, aku mandi dulu sebelum berangkat bekerja.


"Iya tidak apa-apa!" biar kita berangkat bareng."


lalu Riyanti pun langsung masuk ke kamar mandi, berniat untuk membersihkan diri setelah selesai melakukan ritual mandinya. Riyanti langsung memakai pakaiannya yang biasa ia pakai bekerja. Setelah ia merasa rapi,Riyanti menghampiri Rian yang ada di teras kosnya.


"Kamu sudah siap?"


"Sudah Kita berangkat yuk!"


Rian dan Riyanti pun berangkat menuju cafe milik Pak kaspar. Yang ternyata pak janpilan sudah ada di sana duduk dengan santai sambil menikmati keripik singkong yang dijual di cafe milik Pak kaspar.


bersambung.......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


mampir kekarya teman outhor yang lain ceritanya seru loh



__ADS_2