Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
PAK BURHAN DAN IBU SANIA.


__ADS_3

"Mas Linda sudah kotor dan hina, aku sudah Berdosa. Aku sudah menghilangkan kepercayaan Orangtuaku kepada ku." ucap Linda kepada Reihan


"Tidak sayang."


"Kamu tidak kotor. Karna hanya mas yang baru menjamah mu." ucap Reihan kepada Linda.


"Tapi tetap saja Linda ngelakuin itu sama mas tanpa ada ikatan pernikahan mas."


"sudah kamu tenang saja yang penting kamu hubungin kedua orang tua kamu agar segera datang ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan kita.


"Mas serius besok kita menikah?


"Iya untuk apa di lama lamain.


"Tapi kan butuh persiapan Mas."


"Kita menikah saja dulu resepsinya nanti bisa diatur.


"Tapi bagaimana dengan keluarga Mas apa mereka mau menerima Linda? Apalagi Mas tau sendiri Linda hanya karyawan rendahan di perusahaan milik keluarga Mas.


"Kamu jangan khawatir Nanti pelan-pelan Mas akan membicarakannya kepada Kak Randy. Ucap Reihan benar-benar meyakinkan Linda. Raihan pun bertekad ingin langsung menikahi Linda esok harinya. Karena Ia merasa bangga kepada dirinya. Sendiri yang mampu mendapat uang kita yang masih suci.


"Berikan nomor ponsel orang tuamu kepada saya"


"Tidak perlu mas biarkan Linda yang menghubungi mereka.


"lebih baik kamu hubungi kedua orang tuamu sekarang."


Linda pun meraih ponselnya dan mencari nomor ponsel kedua orang tuanya yang tersimpan di kontak.


"Kring.....


"Kring....


"Kring....


Sambungan telepon seluler Linda tersambung kepada kedua orangtuanya.


"Halo assalamualaikum ma...."


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh. Apa kabarmu nak? sudah satu minggu kamu tidak menghubungi kami. ucap ibu Sania.


"Alhamdulillah Linda baik-baik saja ma!"Bagaimana dengar kabar Papa dan Mama di sana apa kalian baik-baik saja?


"Alhamdulillah kami baik, Ada apa Nak sepertinya ada sesuatu yang ingin kamu bicarakan kepada Mama.


"Boleh nggak Mama sama Papa datang ke Jakarta?


"Kok tumben kamu meminta Papa sama Mama datang ke Jakarta? Biasanya juga kamu yang pulang ke Medan!"

__ADS_1


"Linda untuk saat ini belum bisa pulang ke Medan. Karena Linda Baru beberapa bulan kerja jadi tidak ada cuti. Tapi Linda sangat merindukan kalian.


" Boleh ya ma.....kalian datang ke Jakarta!" mohon Linda kepada kedua orangtuanya.


"Nanti akan Mama bicarakan kepada papa, karena kamu tahu sendiri biaya untuk datang ke Jakarta bukan sedikit. Jadi lebih baik Mama bertanya dulu kepada papa siapa tau papa memiliki uang lebih." ucap Ibu Sania kepada Linda.


"Reihan langsung meraih ponsel dari tangan Linda.


"Hello assalamualaikum Bu." sapa Reihan membuat ibu Sania merasa terkejut tiba-tiba menjadi suara laki laki yang terdengar dalam sambungan telepon selulernya.


"Waalaikumsalam ini siapa ya? Lindanya mana?


"Linda nya ada disini Bu!" Saya Reihan calon suaminya Linda.


"Calon suami?


"Maksudnya apa ya? mama Bingung."


"Iya Reihan yang meminta Bapak sama ibu agar segera datang kejakarta. Linda sangat merindukan ibu dan bapak. Kalau masalah biayanya Biarkan saya yang nanggung." ucap Reihan.


"Ibu ngak ngerti coba berikan ponselnya sama Linda, ibu Meu ngomong Dengan Linda." ucap ibu Sania kepada Reihan.


Reihan memberikannya ponsel kepda Linda.


"Iya ma."


"Maksudnya nak Reihan apa nak?"


"Siapa yang bicara sama mama barusan nak?


"Iya ma dia mas Reihan bos sekalian calon suami Linda.


"Maksud kamu, kamu mau menikah nak?


"Iya ma."


"Kok kamu tidak bilang sama mama dan papa duluan ?"


"Tadinya Linda mau ngomong sama mama dan papa. Tapi Linda takut kalau mama dan Papa marah sama Linda."


"Apa kamu yakin menikah dengan nak Reihan?


"Linda yakin ma."


"Ya sudah kalau begitu nanti akan mama membicarakan kepada papa kamu."


"Jangan nanti ma, kalau boleh hari ini juga Mama sama Papa berangkat ke Jakarta.


"Yang benar aja dong Linda putriku sayang...... tiket kami aja belum kami ambil Bagaimana kami bisa berangkat sekarang?" ucap Ibu Sania kepada Linda.

__ADS_1


"Mami Tenang saja. Mas Reihan sudah menyediakan tiket untuk mama sebentar lagi nomor registrasinya akan Linda kirim kepada Mama. Dan untuk uang saku Mama dan papa sudah Linda transfer." ucap Linda kepada Ibu Sania membuat Ibu Sania pun menggelengkan kepalanya karena Linda membuat keputusan yang tiba-tiba.


"Ada apa ini nak kenapa kamu mendadak meminta menikah? sementara Mama dan Papa belum mengenal siapa nak Reihan!"


"Tapi ya sudahlah," kalau memang itu pilihan kamu Mami hanya merestui kalian. Tapi suatu saat jika kamu membutuhkan Mama. Mama tetap akan ada untuk kamu.


"Tolong ma," berangkat lah hari ini dari Medan ke Jakarta untuk menghadiri pernikahan ku.


"Memangnya kapan pernikahannya nak?


"Besok ma!"


"Apa?


"Besok?


"Jangan asal ngomong dong nak!"


"Iya ma,"Linda serius."


"Kok bisa mendadak begini nak?"


"Nanti Linda ceritain sama mama. Yang penting sekarang mama siap-siap berangkat ke Jakarta hari ini juga. Linda akan jemput 4 jam lagi." ucap Linda kepada Ibu Sania. Pikiran ibu Sania menjadi tidak karuan. Ia menduga-duga yang tidak-tidak mengenai Linda. Bahkan ia pun langsung berteriak memanggil suaminya yang sedang berada di toko sembako kecil milik mereka.


"Pa....."Teriak Ibu Sania memanggil suaminya. agar segera menutup toko sembako kecil milik mereka.


"Ada apa sih ma? Mama sedari tadi teriak-teriak.


"Sekarang juga kita harus ke Jakarta Linda meminta kita pergi ke Jakarta dan ini tiketnya sudah Linda beli.


"Kok bisa mendadak seperti ini?


"Mama juga tidak tahu," yang pasti Linda meminta kita segera ke Jakarta hari ini juga. Ayo pa sekarang tutup tokonya agar kita langsung berangkat nanti kita ketinggalan pesawat.


"loh Memangnya Linda kapan membeli tiketnya ma?


"Mami juga tidak tahu. Tapi yang pasti Linda sudah mengirimkan nomor registrasi tiket pesawat kita. Dan Linda juga sudah mengirimkan uang saku untuk kita


"Loh dapat duit dari mana itu Anak sebanyak ini?


"Nanti mama akan ceritakan kepada Papa. Yang pasti sekarang Papa harus segera bersiap-siap agar kita segera berangkat ke Jakarta. Nanti kita bisa ketinggalan pesawat." ujar Ibu Sania kepada suaminya.


Pak Burhan pun menurut apa yang di katakan istrinya. Ia langsung menutup toko sembako kecil miliknya. Dari toko inilah biaya kehidupan sehari-hari kedua orang tua Linda. Bahkan sewaktu Linda kuliah di Jakarta pun hasil dari tokoh inilah yang membiayai Linda kuliah.


"Ada apa sebenarnya ma? mengapa putri kita itu mendadak meminta kita datang ke Jakarta?


"Mama juga kurang tahu pa," lebih baik kita segera berangkat. Mama takut Linda memiliki masalah besar di sana. Sehingga dirinya meminta kita agar segera berangkat ke Jakarta ucap Ibu Sania kepada Pak Burhan. Ibu Sania sengaja tidak memberitahukan kepada Pak Burhan mengenai rencana pernikahan Linda. karena ia takut Pak Burhan akan marah besar kepada Linda. dan ia tidak mau ikut pergi ke Jakarta.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2