
"Bapak Tenang saja!" mana mungkin saya berani mencintai lelaki seperti Pak Randy secara kami antara bumi dengan langit yang tidak akan pernah bersatu. Apalagi saya hanya karyawan rendahan di perusahaan miliknya.
Jujur terpesona dan mencintai itu bukan hal yang sama. Itu sangat berbeda kita bisa terpesona kepada siapapun jika memang itu menarik bagi kita. Tetapi bukan berarti kita mencintainya." Ucap Linda kepada Rehan.
"Sudah Pak!" Lebih Baik bapak kembali ke ruangan bapak.
Karena saya tidak akan konsentrasi mengerjakan pekerjaan saya kalau bapak masih berada disini, bisa-bisa saya tidak akan pulang pulang malam ini ke kos dan tidak bisa istirahat." ucap Linda kepada Raihan padahal Jam sudah menunjukkan pukul jam 19 WIB.
"Ya sudah kamu pulang gih ini sudah malam lanjutkan saja besok kerjanya. Dan tolong kamu jangan terlambat. Saya akan memberikan kamu sanksi jika kamu terlambat." ucap Reihan kepada Linda.
Linda pun langsung membereskan meja kerjanya berharap dirinya bisa langsung pulang ke kamar kost. Tetapi ketika Linda keluar dari kantor Himalaya group, hujan lebat melanda kota Jakarta. Membuat dirinya tidak bisa menyetop taksi ataupun menaiki ojek online.
Linda enggan menghubungi japet karena hujan yang sangat lebat.
"Aduh gimana ini?gue mana bisa pulang kalau seperti ini!" gumam Linda dalam hati sembari mondar-mandir di lobby kantor Himalaya group.
Pak satpam yang memperhatikan Linda terus mondar-mandir pun langsung menghampirinya.
"Bu sepertinya Ibu tidak bisa pulang sekarang karena hujan sangat lebat, apalagi jalan raya digenangi dengan banjir kiriman dari puncak." ucap satpam itu kepada Linda.
Linda semakin gelisah. Ia pun tidak bisa berpikir jernih Bagaimana dirinya bisa pulang ke kamar kostnya. padahal Linda sangat membutuhkan istirahat setelah satu harian bekerja di Himalaya grup.
"Ya Allah apa yang harus aku lakukan? hujannya gak kunjung reda." gumam Linda dalam hati
"Semua ini gara-gara Bos songong itu umpatnya di dalam hati. Dari kejauhan Reihan memperhatikan Linda sudah sangat gelisah Ia pun melihat seluruh jalan raya sudah digenangi air. Karena Kota Jakarta mengalami kebanjiran.
"Kasihan juga itu anak." gumam Raihan dalam hati.
Linda memilih duduk di kursi lobby, berharap hujan berhenti dan banjir surut. Tetapi ketika Linda menunggu selama satu jam, hujan tak kunjung reda. Dan banjir pun semakin naik membuat kendaraan tidak ada yang bisa melintas dari areal kantor Himalaya group.
Hal itu membuat Linda semakin putus. Linda sudah pasrah sehingga dirinya pun membaringkan tubuhnya sofa yang ada di lobby karena sudah kelelahan.
__ADS_1
"Entah karena faktor kecapean, Linda pun tertidur pulas di sofa lobby Himalaya group.
Reihan menghampiri Linda, ia sama sekali tidak meninggalkan Linda dari sana. Tetapi Reihan memperhatikannya dari kejauhan.
"Maafkan saya!" saya tidak berniat untuk membuat kamu seperti ini."ucap Reihan sambil membenahi rambut Linda yang menutupi wajahnya.
Reihan pun meminta kepada satpam untuk membantu dirinya membawa Linda ke ruangan kerja Rehan. Yang kebetulan di sana ada kamar untuk tempat istirahat Reihan.
"Pak bantu saya membawa tas Linda, Saya ingin membawa Linda ke ruang kerja saya. Agar dirinya bisa istirahat di sana saja. Tidak bagus seorang wanita tidur di sofa seperti ini." ucap Reihan kepada satpam yang bertugas menjaga keamanan di Himalaya Group.
Linda yang tidurnya seperti kerbau ketika digendong oleh Reihan, Ia pun sama sekali tidak terbangun sampai Linda berada di ruang istirahat Reihan.
"Terima kasih Pak!
"Sama-sama tuan!"tapi mengapa wanita ini lama sekali pulang kerja Tuan?
"Ini salah saya!" saya memintanya lembur dan mengerjakan pekerjaan yang seharusnya pekerjaan itu saya yang mengerjakannya." ucap Reihan kepada satpam itu. Membuat satpam itu pun menggelengkan kepalanya.
"Linda tidak tinggal bersama kedua orangtuanya. Tetapi dia ngekos di Jakarta tinggal sendiri. Orang tuanya berada di kampung. Ia berjuang hidup sendiri di kota Jakarta. Berharap ia merubah nasibnya menjadi orang yang berhasil. itulah yang saya ketahui mengenai wanita ini." ucap Reihan kepada Pak satpam membuat satpam itupun manggut-manggut pertanda dirinya mengerti siapa Linda.
Ketika Linda beristirahat di ruang istirahat Reihan. Reihan pun membaringkan tubuhnya di atas sofa yang berada di ruangannya. Karena Rehan pun tidak bisa pulang ke rumah utama keluarganya. mengingat banjir melanda kota Jakarta.
Entah karena faktor kelaparan, Linda pun terbangun dari tidurnya. Ia begitu terkejut melihat dirinya berada di salah satu kamar yang tidak ia ketahui itu kamar milik siapa. Tetapi yang pasti ia melihat kamar itu terlihat mewah dan rapi.
"Aku di mana? Terus kenapa saya berada di sini? sepertinya aku tadi berada di lobby kantor Himalaya Group?" gumamnya dalam hati sembari bangkit dari tidurnya. Ia pun membuka pintu kamar itu dan alangkah terkejutnya Linda melihat bahwasanya Linda berada di kamar istirahat milik Reihan.
"Saya kok berada di sini? tanyanya dalam hati kemudian Ia pun melihat seisi ruangan. Dan matanya menangkup Rehan berbaring tertidur pulas di atas sofa yang ada di ruang kerja Reihan.
"Pak Reihan!"gumam Linda dalam hati sambil melirik jam yang ada di pergelangan tangannya. iya melihat Jam sudah menunjukkan pukul satu dini hari. Perut yang keroncongan membuat Linda semakin gelisah.
"Aduh ini perut kok tidak bisa diajak kompromi sih." gumam Linda sembari keluar dari ruang kerja Reihan.
__ADS_1
Ia melihat ke arah luar dari balkon ruang kerja Rehan, banjir semakin tinggi membuat kota Jakarta lumpuh total.
"Aduh apa sih yang harus aku lakukan kan? perut tidak bisa diajak kompromi, makanan tidak ada." ucap Linda
Kemudian Linda pun berlalu dari ruang kerja Reihan menuju pantry milik Himalaya Group. Untungnya di sana masih ada tersisa dua mie instan dan telur Dua butir. Linda memasak mie instan itu berharap bisa mengganjal perutnya.
Ketika dirinya selesai memasak Ia pun membawa Dua mangkok mie instan yang sudah ia masak sebelumnya di pantry kantor.
Tiba-tiba Reihan terbangun dari tidurnya.
"Kamu dari mana?
"Saya dari pantry perut Linda keroncongan sehingga Linda memberanikan diri pergi ke pantry untuk mencari makanan yang bisa dikonsumsi. Ya setidaknya ini bisa mengganjal perut.
"Kalau pesan online tidak mungkin bisa datang, karna banjir sudah meninggi. Jadi Linda memilih untuk memasak mie instan ini." ucap Linda sembari langsung meletakkan mie instan di meja kerja Reihan.
"Jika Bapak mau ini kebetulan Linda masak dua mangkok." ucap Linda sembari menyodorkan mie instan masakannya kepada Reihan. Reihan yang merasakan perutnya keroncongan pun langsung meraih mie instan itu dan menyantapnya dengan lahap.
"Memangnya hujannya belum reda ya?
"Belum pak!" malah banjir semakin meninggi. ucap Linda kepada Rehan.
"Kamu serius?
"Iya Pak!" Linda serius, Linda sudah melihatnya dari balkon tadi."
"Oh iya pak terima kasih sudah membawa saya istirahat di kamar istirahat Bapak. Linda menjadi tidak enak hati saya istirahat di ruang istirahat bapak, sementara bapak sendiri Istirahat di sofa." ucap Linda kepada Reihan.
"Tidak apa-apa santai saja."
Bersambung.....
__ADS_1
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏