
Ah Mami gitu banget sih."ucap Om Andruw kepada istrinya sembari langsung memeluk tante Mira .
"Ya sudah kalau begitu kita langsung ke rumah sakit deh melihat cucu-cucuku." ucap om Andruw kepada tante Mira.
"Bukan hanya cucu Mas, tapi cucu mami juga." ucap Tante Mira komplain.
Setelah membersihkan diri, pasangan suami istri paruh baya itu pun langsung berangkat ke rumah sakit. untuk melihat Riyanti dan juga cucu mereka. Setelah berada di dalam mobil, om Andruw melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju Rumah Sakit tempat Riyanti bersalin.
Tetapi sebelum mereka tiba di rumah sakit tante mira meminta Om Andruw Untuk menghentikan mobilnya di sebuah supermarket. Tante Mira ingin membeli susu untuk ibu menyusui dan juga susu untuk bayi baru lahir. Agar tenaga Riyanti segera kembali pulih seperti semula. Beberapa macam rasa susu untuk ibu hamil sudah dibeli oleh Tante Mira, Untuk dibawa kerumah sakit. Berharap Riyanti cepat pulih.
Tante Mira dan juga Om Andruw tiba di rumah sakit. Mereka langsung berlari ke ruang rawat inap Riyanti untuk memberikan selamat dan semangat untuk menantu dan Putra mereka.
"Sayang....."Panggil tante Mira sembari langsung memeluk Riyanti.
"Pelan-pelan dong mi, Riyanti baru selesai operasi loh."omel Janpilan posesif.
"Iya kamu tenang saja, mami juga tahu kok kalau Riyanti baru operasi. Memangnya kamu duluan yang merasakan seperti ini?
"Jadi Mama melahirkan kamu bagaimana?" ucap tante Mira kepada Janpilan sembari memicingkan matanya.
"Sudah nak, tidak perlu di lawan singa betina bisa bisa kita nanti digigit habis-habisan." ucap. om d Andruw sembari tertawa cengengesan. Hal itu membuat tante Mira pun melototkan matanya kearah suaminya.
"Mana cucu-cucuku nak?
"Ada mom di ruang bayi, lagi dimandiin oleh suster.
"Mami sudah tidak sabar ingin melihat si kembar."
"Iya Papi juga sudah tidak sabar nih!
"Apalagi Naira tante, Naira sudah gemas dan tidak sabar untuk menggendong keponakan Naira.
"Kamu kapan Nai ?
"Maksud tante?
"Menikah muda lebih asik lo Nai!"ucap Tante Mira berniat untuk menjahili naira.
"Oalah tante.... Naira saja baru aja lulus dari SMA.
__ADS_1
"Kan tidak apa-apa kalau ada yang cocok, Lagian seperti tante tinggi-tinggi sekolah ujung-ujungnya di rumah juga nih dibuat Om kamu."
"Jangan ngomong gitu ah Sayang, nggak boleh gitu."
"Emang iya kan Mas, Mami tinggi-tinggi sekolah sampai S2 eh ternyata di rumah juga."
"Tapi kan, kamu tidak pernah merasa kekurangan apapun dari Mas kan?"
"Iya dong, kan suami aku kaya." ucap Tante Mira sembari tertawa cengengesan. Hari itu canda dan tawa pun terdengar jelas di ruang rawat inap Riyanti membuat suasana semakin happy.
Di tempat lain Randy tampak uring-uringan. Ia pun mendapat kabar Kalau sahabat sekaligus sepupunya sudah memiliki bayi kembar hingga dirinya pun memutuskan untuk pergi ke rumah sakit. untuk sekedar mengucapkan selamat atas kelahiran bayi kembar janpilan dan Riyanti.
30 menit dalam perjalanan dari kantor tempat Randy mengabdikan diri sebagai seorang polisi Ia pun tiba di rumah sakit dengan menggunakan dinas kepolisian nya.
Pihak rumah sakit yang mengenali Randy di sana langsung mengembangkan senyumnya.
"Selamat siang dan selamat datang pak AKBP Randy yang terhormat." sahut salah satu dokter yang bertugas di rumah sakit itu.
Randy mengembangkan senyumnya Ia pun bertanya kepada dokter tempat Riyanti dirawat.
"Oh iya dokter pasien atas nama Riyanti Permatasari dirawat di mana ya?
"Oh istri dari tuan Janpilan?
"Nyonya Riyanti dirawat di ruang VIP sebelah sana Pak!"sahut dokter sambil menunjukkan arah ruangan Riyanti.
AKBP Randy pun berlalu dari hadapan dokter menuju ruang rawat inap Riyanti. Randy sudah melihat janpilan, Om Andruw, tante mira, Bu Anjani sudah berada di sana. Tetapi Randy tidak melihat sosok Naira di sana karena Naira berpamitan pergi ke toilet.
"Hai bro..... sapa randy sambil langsung memeluk sahabatnya.
"Selamat ya bro kamu sekarang sudah jadi Ayah dan Aku sudah menjadi uncle!"
" Gue nggak nyangka elo mendapat bayi kembar." ucap Randy kepada janpilan. ucap Randy kepada Janpilan sambil memberi salam kepada Riyanti.
"Makanya kamu tidak lihat tuh Janpilan sudah menjadi seorang ayah? Mau sampai kapan kamu seperti ini nak? ucap Om Andruw kepada Randy.
Randy menarik nafas panjang ia seolah kebal akan pertanyaan seperti itu yang dilontarkan orang-orang kepadanya.
"Iya nak Kamu harus berpikir kedepan untuk mencari pendamping hidup."ucap Tante Mira kepada Randy.
__ADS_1
"Tapi Siapa yang mau menjadi istri Randy tante, secara umur Randy sudah tua seperti ini?
Tante mira mengedipkan matanya kepada Randy sembari melihat ke arah Naira yang baru keluar dari kamar mandi.
Naira yang melihat kehadiran Randy disana sangat terkejut. Karna Naira terpesona melihat Randy dengan gagahnya memakai baju dinas kepolisian.
"Wah tampan juga ini om om." gumam Naira dalam hati. Sembari berjalan menghampiri Riyanti.
"Eh ada Om songong Di sini ternyata, nggak malu apa di sini?
"Emangnya gue telanjang sehingga gue harus malu datang ke rumah sakit ini untuk melihat keponakanku dan juga kakak iparku?"
" Lagian asal lo tau yah saham di rumah sakit ini 50% milik saya. Jadi kamu jangan macam-macam." ucap Randy memberitahu kepada Naira bahwa Randy salah satu owner Rumah Sakit tempat Riyanti bersalin.
"emang gue nanya kalau Rumah Sakit ini milik 50% om?
"Tidak kan?
"Sudah sudah kalian kalau ketemu pasti aja berdebat, jangan-jangan Nanti kalian jodoh ucap Riyanti kepada Naira dan juga Randy.
"Ogah gue jodoh sama Om Om songong seperti dia."
"Ia songon tapi tampan kan!" ucap Riyanti terkekeh.
"Tampan darimanya? dari Hongkong.....atau di lihat dari lubang pipet kali." ucap Naira
"Kamu ya bocah tengil, terus saja kamu ngatain gue, bentar lagi gue nikahin Lo baru tau rasa."
"Ogah gue nikah sama om songon seperti Om." ucap Naira sembari menjulurkan lidahnya kearah Randy.
Ibu Anjani langsung menatap Naira dengan tatapan tajam. Membuat Naira langsung tiba tiba terdiam dan tertunduk
Kenapa lo tiba-tiba terdiam biasanya lo main ngerocos aja." ucap Randy kepada Naira tetapi Naira sama sekali tidak menjawab dan memilih meninggalkan ruang rawat inap Riyanti. Naira pun berniat pergi ke kantin yang berada di rumah sakit untuk sekedar menenangkan hatinya yang ditatap oleh ibu Anjani dengan tatapan tajam.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir yuk ke karya Morata
__ADS_1