Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
KEPUTUSAN NAIRA


__ADS_3

Umur Ibu sudah tidak muda lagi jadi Sudah sepantasnya kamu memilih jalan Kamu sendiri Kamu sudah dewasa. Jadi tunggu percaya sama kamu karena kamu pasti mengetahui mana yang baik dan mana yang buruk untuk kehidupan kelak.


Tapi Bu jika Naira menikah sekarang siapa yang akan menemani Ibu di hari tua ibu.


"Jangan pikirkan Ibu pikirkan kebahagiaanmu Ibu tidak ingin kamu menderita karena ibu. Ibu yakin kok kalian anak-anak ibu anak yang berbakti kepada orang tua. jadi ibu yakin kalian tidak akan membiarkan Ibu terlantar di hari 2 Ibu nanti ah.


Naira terdiam ia menatap Ibu Anjani dengan tatapan sendu. Aku menyayangi Ibu ucap Naira sembari langsung memeluk Ibu Anjani.


"Ibu juga sangat menyayangimu Nai. jadi masalah hubunganmu dengan nak brainly tidak pernah melarangnya tetapi alangkah baiknya daripada mengundang dosa lebih baik langsung dihalalkan saja itu pun terserah sama kamu ujar Ibu Anjani kepada putrinya Putri bungsunya.


Setelah berbicara dari hati ke hati antara ibu Anjani dengan Naira, ibu Anjani kembali keluar untuk menghampiri Randy dan janpilan yang berada di ruang tamu. Sementara Riyanti baru keluar dari kamar si kembar menghampiri janpilan dan Randy yang lagi berbicara serius.


Ada apa sih Sepertinya kalian serius banget? ucap Riyanti yang baru tiba nongol di ruang tamu. Janpilan pun menceritakan apa yang dibicarakan oleh Randy kepada janpilan. alangkah terkejutnya Riyanti mendengar kalau Randy mencintai Naira sang adik bungsunya. yang baru lulus dari sekolah menengah atas.


Aku tidak salah dengar Mas Randy?


"Tidak kakak ipar, Randy Memang benar-benar mencintai Naira. jadi Randy ingin meminta restu dari kakak ipar dan juga Ibu Anjani.


Riyanti tidak langsung menjawab. Dia hanya menghela napas panjang seolah dirinya tidak percaya akan apa yang didengarnya dari mulut Randy.


Padahal Riyanti baru Melihat adik bungsunya itu memakai baju seragam putih abu-abu sekarang sudah mau dilamar orang.


"Beneran kamu mencintai adikku?


"Apa Kamu nanti tidak nyesal?


"Dan kamu kan pasti mengetahui kalau keadaan keluarga kami bagaimana!


Iya kakak ipar, Randy benar-benar serius dan Randy sudah membicarakannya kepada Ibu Anjani. Tetapi ibu Anjani tidak bisa mengambil keputusan sepihak. Katanya dia tak harus terlebih dahulu berbicara kepada Naira. mengenai kelanjutan hubungan kami, yang pasti aku sangat cinta dan sayang kepada Naira." ucap Randy kepada Riyanti membuat Riyanti menjadi ternganga.


Tiba-tiba Ibu Anjani yang baru keluar dari kamar Naira datang menghampiri Riyanti Janpilan dan juga Randy.


"Ada apa kok menatap Ibu seperti itu Rin?


"Bagaimana si kembar apa mereka sudah tidur?

__ADS_1


"Alhamdulillah si kembar sudah tidur Bu."


Oh iya Bu, ada sesuatu yang ingin Riyanti bicarakan kepada ibu.


"Ada apa nak? Bicaralah!"


lalu Riyanti bertanya kepada Anjani mengenai kelanjutan hubungan antara Randy dan juga Naira.


"Iya Bu, Tadi Randy mengatakan niat baiknya kepada Naira yang ingin melamar Naira Bagaimana menurut ibu?


"Ibu sih setuju saja, kalau memang itu yang terbaik buat mereka. Tetapi kan Ibu tidak bisa memaksakan kehendak kita kepada Naira. jadi lebih baik kita dengar jawaban dari Naira saja. Ibu hanya mendukung dan memberi nasehat yang perlu Naira ingat dari ibu." ucap Ibu Anjani kepada Riyanti dibalas anggukan dari Riyanti.


Kemudian Riyanti memanggil Naira dari kamarnya. Naira sengaja tidak keluar dari kamar. Ia ingin memantapkan dirinya untuk menjawab apa yang akan ia katakan Jika keluarganya menanyakan perihal hubungannya dengan Randy.


"Dek kamu lagi apa?


"Eh kakak, Naira tidak lagi ngapa-ngapain kok!


"Oh iya ada yang ingin Kakak tanyakan kepada kamu?


"Jangan bilang kakak akan menanyakan perihal hubungan mas Randy dengan Naira.


Jika Naira menerima lamaran Mas Randy, sementara Naira belum bekerja dan belum mendapat penghasilan apa-apa. Bagaimana Naira bisa membantu ibu kelak dihari tuanya?" ucap Naira kepada kakaknya Riyanti.


Kamu Jangan memikirkan hal itu. Kakak tahu kok Randy tidak akan mempermasalahkan jika kalian harus ikut membantu biaya kehidupan Ibu kelak.


Sekarang Yang aku tanyakan kepada kamu Apa kamu benar-benar mencintai Randy atau tidak? jika memang kau mencintai Randy, Apa salahnya kamu menikah muda dengan Randy?


Naira menghela nafas berat.


"Tapi bagaimana dengan tanggapan ka Riko kelak, sementara Dia belum menikah ternyata Naira sudah menikah duluan.


"Kalau masalah Riko itu menjadi tanggung jawab kakak. Kakak yang akan berbicara dan memberikan pengertian kepada Nya.


Sekarang ayo kita temui Randy, Mas janpilan dan ibu di ruang tamu. Tidak enak membiarkan mereka menunggu." ujar Riyanti kepada Naira

__ADS_1


Kemudian Riyanti dan Naira pun keluar dari kamar menuju ruang tamu.


Ia melihat Randy tampak serius berbicara kepada Ibu Anjani.


Naira tidak mampu menatap Randy. Entah apa membuat rasa khawatir menerpa hati Naira. Naira benar-benar takut jika Randy ingin menikahinya untuk menutupi kebohongannya dengan teman-temannya.


Duduk dek! perintah Janpilan


"Iya Kak Ada apa?" jawab Naira berusaha untuk menenangkan hatinya. lalu Janpilan pun bertanya langsung kepada Naira mengenai niat baik Randy yang ingin melamarnya.


"Naira adikku, kamu itu sudah Kakak anggap sebagai adik kandung Kakak sendiri. Sekarang kamu sudah dewasa sudah tidak memakai baju putih abu-abu lagi. Kakak ingin bertanya sama kamu tapi tolong Jawab dengan jujur. Kakak tidak ingin ada kebohongan dari kamu.


Naira menganggukkan kepalanya. lalu Janpilan kembali bertanya kepada Naira.


"Nai kamu memang masih muda, tapi kakak hanya memberikan saran kepada Mu. Jika hubungan kamu dengan Randy bisa dipersatukan dalam jenjang pernikahan. untuk apa harus menunggu lagi. kalau kamu memang mencintai adik sepupu kakak, kakak hanya bisa mendukung kalian.


Tapi besar harapan Kakak kamu mau menerima lamaran Randy. Kakak tahu betul Randy itu siapa. Sepertinya adik sepupu kakak ini sudah sangat serius dan memantapkan pilihan nya untuk menikahi kamu. Walaupun umur kamu masih muda dan jauh di bawah Randy.


Tapi seperti yang kamu ketahui cinta tidak pernah mengenal umur. Sama halnya seperti mas dan kakak kamu Riyanti. Jadi Mas berharap kamu menerima lamaran Randy.


Naira menghela napas berat, ia tidak langsung menjawab. Kemudian ia kembali mendongakkan kepalanya.


"Memang benar cinta tidak pernah memandang umur, tetapi jujur Naira masih ragu.


Kenapa masih ragu? karena Naira belum benar-benar mengenal Mas Randy. Naira tidak ingin kecewa di belakang hari. Bahkan Naira juga tidak ingin Mas Randy kecewa kepada Naira.Yang sudah jelas-jelas kalian mengetahui kalau sifat Naira masih kekanak-kanakan.


Kalau kalian meminta Naira jujur, kelahiran juga sangat cinta dan sayang sama Mas Randy. tapi Mas Randy tahu sendiri bagaimana keadaan keluarga Naira. Bahkan keluarga kami menumpang hidup bersama kakak Janpilan. ucap Naira sembari meneteskan air matanya.


Ketika mendengar jawaban dari Naira bahwasannya Naira sangat mencintai dan menyayanginya, hatinya sangat lega ia langsung bersujud di kaki Naira


"Terima kasih sayang Jika kamu memang benar-benar mencintai Mas, Mas sangat sayang dan cinta sama kamu.


Jadi kalau masalah ekonomi keluarga itu jangan pernah kamu pikirkan. Itu menjadi kewajiban mas untuk memenuhi segala kebutuhan keluarga. Bukan kewajiban kamu sayang." ucap Randy sembari langsung mengecup punggung tangan Naira


Naira menatap Ibu Anjani seolah dirinya meminta jawaban dari ibu Anjani. Ibu Anjani menganggukkan kepalanya pertanda Ia setuju menerima lamaran Randy untuk Naira. Entah apa yang dipikirkan Naira, seolah dirinya tidak percaya sebentar lagi dia sudah menjadi istri orang lain. Padahal baru saja ia rasa memakai seragam putih abu-abu.

__ADS_1


Bersambung....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2