Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
MAKAN MALAM


__ADS_3

"Kalian sudah pada makan belum?" tanya pak Janpilan kepada Ricardo dan japet begitu juga Linda.


" Pak dosen ada rencana tidak?" kata Linda asal.


Japet langsung menginjak kaki Linda karena Japet dan Ricardo merasa tidak enak hati terlalu merepotkan keluarga Riyanti.


"Auh .... kok lo menginjak kaki gue sakit tau!" gerutu Linda yang tidak tahu isyarat dari Japet.


"Kamu kenapa Linda? tanya Japilan kepada Linda yang tiba tiba berteriak akibat injakan kaki japet.


"Tidak tahu pak!" tiba-tiba saja dia menginjakkan kaki saya." ucap Linda kepada Janpilan sambil menunjuk kearah Japet.


“Kenapa kamu injak Kaki Linda Japet?"


Japet hanya terdiam dia tidak mampu menjawab apa-apa karena dirinya mengajak kaki Linda hanya untuk memberikan isyarat kalau Linda jangan terlalu ngomong asal. Linda keceplosan untuk meminta kepada Pak Janpilan untuk mentraktir mereka makan malam.


“Maaf Pak tidak sengaja!" ucap Japet berbohong kepada Janpilan. Tetapi Janpilan tidak bodoh. Dia pun mengetahui alasan dari japet menginjak kaki Linda agar Linda tidak keceplosan untuk meminta kepada Pak janpilan agar ditraktir makan malam.


“Kalian tidak perlu khawatir saya akan traktir kalian makan malam di sini. Masakan asisten rumah tangga kami sangat enak lebih dari yang ada di restoran-restoran terkenal. puji Janpilan memuji masakan Bi Amina. Mendengar apa yang dikatakan majikannya Bi Amina mengembangkan senyumnya.


Dan berkata kepada Janpilan.


" Aden terlalu memuji saya, masakan Bibi hanya biasa-biasa saja cuman karena masaknya dimasak dengan penuh rasa cinta sehingga masakan itu terasa lezat kita makan." ucapi Bi Amina kepada Janpilan.


Mendengar apa yang dikatakan Bi Amina ke empat sahabat itu pun langsung tertawa ngakak.


“Ya Sudah Bibi ke dapur dulu, kalian tunggu saja di sini. Nanti kalau sudah Bibi dihidangkan kalian Bibi Panggil." ucap Ibu Amina kepada keempat sahabat itu. Japet pun kesal kepada Linda yang mengadu kalau dirinya menginjak kaki Linda kepada Janpilan.

__ADS_1


30 menit kemudian Bibi Amina pun memanggil mereka agar segera makan malam di kediaman Janpilan.


"Non..... Den.... makanannya sudah siap di santap." Capcus kita makan ucap Bu Amina kepada Riyanti dan juga Janpilan. Bahasa gaul Bi Amina membuat Riyanti merasa nyaman bersama bi Amina. Bahkan Riyanti sudah menganggap Bi Amina sebagai orang tuanya bukan sebagai asisten rumah tangga.


Bi Amina pun sangat menyayangi Riyanti yang hatinya baik, periang dan juga sederhana.


“Oh iya kata bibi makanannya sudah siap lebih baik kita langsung makan nanti keburu makanannya dingin." ujar Janpilan kepada Riyanti dan ketiga sahabatnya Riyanti.


Ketika mereka beranjak dari tempat duduknya menuju ruang makan, Ricardo dan japet menatap Linda dengan tatapan penuh tanya. Linda yang terlihat polos dan juga sering ceplas-ceplos membuat japet dan Ricardo sangat kesal kepadanya. Tetapi apa boleh buat Linda sudah terlanjur mengatakan keinginannya. Sehingga Japet dan Ricardo tidak dapat menolak tawaran dari Janpilan dan juga Riyanti untuk makan malam di sana


Padahal rencana mereka ingin langsung pulang setelah mendapat tanda tangan dari Pak Janpilan.


Setelah mereka duduk di ruang makan, Linda pun dengan rakusnya langsung memasukkan beberapa macam makanan ke dalam piring yang ada dihadapannya. Linda membuat japet dan Ricardo merasa sedikit malu melihat tingkah sahabat mereka yang asal dan barbar.


Linda tidak merasa malu sedikitpun, ia langsung menghajar makanan yang ada di meja makan. Tetapi Riyanti yang sudah tahu pola makan dari sahabatnya Linda sudah tidak asing baginya. Sehingga Riyanti membiarkan saja. Bahkan ia meminta kepada kedua Sahabat laki-lakinya Untuk membiarkan Linda menikmati makanan sepuasnya.


“Kamu lapar apa doyan tanya japet kepada Linda setengah berbisik


“Dua-duanya gue lapar dan juga doyan jawab Linda singkat sambil kembali menyantap makanannya yang ada di hadapannya.


“Dasar manusia jadi-jadian tidak ada rasa malunya sedikitpun." gumam japet dalam hati mengumpat sahabatnya Linda.


“Tidak perlu mengumpat ku Japet!" aku tahu apa yang dalam pemikiranmu aku hanya benar-benar ingin memakan Semua ini karena aku sangat lapar." kata Linda kepada japet dan Ricardo sahabatnya.


“Sudah sudah kok jadi berdebat sih lebih baik kita langsung memakan yang ada dihadapan kita tidak perlu berdebat .


Janpilan pun meminta kepada mahasiswi mahasiswanya agar segera menghabiskan makanan mereka. Segeralah kalian habiskan makanan kalian. lalu kalian pulang nanti orang tua kalian mencari kalian." ujar pak Janpilan kepada keempat sahabat itu.

__ADS_1


orang tua saya jauh di medan pak jadi aku bosan di kos-kosan sehingga aku sering main dan nongkrong bersama mereka bertiga." ucap Linda kepada pak Janpilan.


"Ya sudah kalau kamu tidak keberatan Linda kamu bisa nginap disini, diruang tamu. Kalau kalian berdua, siap makan segeralah pulang kasihan orang tua kalian nyariin kalian." ucap Janpilan.


"Baik pak!" Sahut japet dan Ricardo kompak sambil menatap kearah Riyanti.


"Oh iya hampir lupa, besok kalian jam sembilan pagi temui pak Rohdian dan minta tanda tangannya jangan sampai telat.Karna kalau kalian telat saya tidak bertanggungjawab lagi. ucap Janpilan kepada japet dan Ricardo.


Setelah selesai menghabiskan makan malam mereka, japet dan Ricardo berpamitan pulang kerumah mereka masing masing. Dalam hati mereka. mereka sangat bersyukur memiliki sahabat yang pintar dan baik seperti Riyanti yang selama ini membantu mereka kalau di bidang mata kuliah.


"Kalau begitu kami pamit dulu pak.....Rin....." ucap Japet dan Ricardo.


"Ya sudah kalian hati hati di jalan, langsung pulang kerumah jangan kelayapan lagi." ujar pak Janpilan kepada kedua sahabat Riyanti.


Ketika japet dan Ricardo sudah berlalu dari kediaman Janpilan, Linda pun meminta izin kepada Riyanti agar dirinya diperbolehkan membersihkan diri di kamar mandi yang ada di kamar tamu.


Linda yang tidak membawa baju ganti pun meminjam pakaian milik Riyanti untuk ia gunakan sementara waktu ketika dirinya menginap di kediaman Riyanti dan Janpilan.


"Rin.... gue ijin ya Mandi dulu, gue bisa pinjam nggak baju Lo untuk sementara?" kan tidak mungkin gue hanya pakai baju ini mulai dari tadi pagi belum ada ganti baju." Ucap Linda kepada Riyanti.


"Ya sudah kamu tenang saja aku pinjamin kamu baju aku, Tapi tolong kamu kembalikan nanti ya kalau sudah bersihkan kembali.


"Iya kamu jangan takut pasti akan aku kembalikan kok."ucap Linda


"Riyanti pun langsung mengambil baju ganti untuk Linda. Agar Linda dapat membersihkan diri dan mengganti bajunya. supaya Linda dapat istirahat di kamar tamu yang sudah disediakan oleh Bibi Amina.


Bersambung......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2