Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
Rencana Gagal


__ADS_3

Rencana fitting baju akhirnya gagal total. gara-gara Linda yang terus merengek karena lapar. Pak Janpilan memutuskan berhenti di sebuah mall untuk mengajak Riyanti dan Linda makan di sebuah restoran di sana.


"Wih makasih banyak loh Pak Janpilan, udah mau traktir Linda."ujar Linda percaya diri


"Iya sama-sama jawab Pak Janpilan cuek saat memarkirkan mobilnya.


"Fitting bajunya emang di sini pak?"tanya Riyanti pelan, takut kedengaran Linda bisa heboh dunia kalau udah tahu mereka mau fitting baju. Bisa bisa nyebrang sampai mars untuk dia sebarin semuanya.


"Mau meeting?"tanya Linda yang rupanya memiliki telinga yang lumayan tajam


"Mau kencing!"jawab Riyanti kesal


"Oh!" Ya udah ke toilet kalau mau kencing."jawab Linda cuek


Sementara Pak Janpilan hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Linda.


"Fitting nya besok aja, ada gangguan." ucap pak Janpilan pada Riyanti.


"Kok gitu?"protes Riyanti


"Ada gangguan!"jawab Pak Janpilan datar


"Kamu jadi ke toilet Rin?"tanya Linda saat mereka sudah turun dari mobil.


"Gak."


"Emang kamu bisa nahan?"


"Bisa!"


"Kentut aja kamu nggak bisa nahan."


"Beda cebong."kesal Riyanti


sontak Linda langsung tertawa membuat mereka jadi pusat perhatian orang-orang yang berada di parkiran.


Riyanti berjalan meninggalkan Linda yang masih sibuk tertawa.


"Wooi Rin, tunggu dong!" teriak Linda sambil berlari mengejar Riyanti


"Kamu nggak nungguin Pak Janpilan?"tanya Linda saat dia sudah sejajar dengan Riyanti


"Kan bisa jalan sendiri!" ketus Riyanti


"Anak durhaka kamu!"


"Bisa nyusul juga."


"Tapi kan dia yang mau traktir Rin."


"Yang makan kan kamu, jadi kamu yang tungguin sana!"


"Kamu nggak mau makan?"


"Udah kenyang!"


"Terus kamu ngapain ke sini?"


"Nggak tahu!"


"Kita makan di sana aja!" ajak Pak Janpilan sambil menunjuk sebuah restoran di dalam mall.


"Asikk,"jawab Linda girang


Setelah tiba di restoran, Linda memesan makanan seperti orang yang belum makan selama 3 minggu sangking kalapnya. sedangkan Riyanti dan Pak Janpilan hanya memesan jus buah.


"Kalian nggak makan?"tanya Linda


"Enggak!"jawab Riyanti dan Pak Janpilan kompak.


"Yeeee.! Jawabnya kompang amat." ledek Linda


"Kalian diet ya?"


"Nggak!" jawab Riyanti kesal


"Terus kenapa nggak makan?"


"Aku sudah kenyang."


"Kamu sudah makan?"


"Udah."


"Kapan? tadi siang kayaknya kamu belum makan deh


"Di cafe melanix."


"Oh kalian sudah makan rupanya?"


"Udah Linda!" udah teriak Riyanti."


"Kok enggak ngajak sih?"


"Kamu pingsan tadi."


"Aku cuman tidur Rin."


"Tapi enggak bisa dibangunin."


"Kamu kejam sih Rin!"


"Kejam gimana?"


"Tega ngunciin aku di kamar kamu."


"Terus aku tinggalin aja kamu!" nggak dikunci?"


"Ya enggak gitu juga!"


"Terus?"


"Bangunin kek."


"Sudah berkali-kali kamu gak mau bangun


"Ehem, Pak Janpilan berdehem membuat kedua sahabat itu pun menoleh


"Sakit tenggorokan Pak?"tanya Linda


"Enggak!"

__ADS_1


"Terus?"


"Nggak apa-apa!"


"Bapak aneh!"


"Aneh apanya?"


"Poninya!" jujur Linda membuat Pak Janpilan refleks memegang poninya.


"Udah lah!" cepat Lin makannya." Riyanti mengingatkan


"Santai aja Rin."


"Ada urusan Lin.'


"Kamu nggak capek?"


"Nggak!"


"Hebat kamu Rin!"


"Biasa aja!"


"Kamu masih punya uang ngak, ini sekarang?"


"Ngak."


"Kamu Kok santai banget sih enggak punya uang?"


"Terus aku harus nangis?'


"Bukan gitu!" kan anak kos nggak punya uang gimana mau makan?"


"Aku hanya nggak punya uang Lin, Bukan nggak punya tangan."


"Maksudnya?"


"Ya makan tinggal makan suapin pakai tangan."


"Oh iya ya bener juga Rin."


"Iyalah


"Habis ini mau kemana?" tanya Pak Janpilan


"Pulang jawab Riyanti tegas


"Aku mau ke mana?"tanya Linda


"Kamu bisa kan pulang naik taksi? tanya Riyanti


"Bisa sih tapi jauh."


"Ya udah Pak Janpilan antar Linda biar aku aja yang naik angkot. ucap Riyanti


"Emang kamu ada ongkos Rin?" tanya Linda.


"Minta sama kamu lah."


"Hummm, Linda naik taksi aja ya biar saya yang bayar!" tawar Pak Janpilan


"Terus?" tanya Linda belum paham


"Jadi Aku pulang sendirian nih.' tanya Linda


"Terus kamu mau sama siapa Lin?"


"Sama kamu lah."


"Kita beda arah Lin!" dan juga aku langsung lansung ada urusan.


"Iya deh aku pulang duluan aja ya."


"iya hati-hati."


"Mana Pak?"tanya Linda kepada Pak janpilan


"Apa?"tak Janpilan bingung


"Katanya tadi mau bayaran ongkos taksi nya."


"Oh ini Lin jawab Pak Janpilan sambil mengeluarkan uang berwarna biru dan diserahkan kepada Linda.


"Semuanya kan pak?"


"Iya ambil aja."


"Sering-sering dong Pak."


"linda!"


"Iya Riyanti


"Udah pulang sana!" bikin malu aja sih kamu."


"Santai dong Rin. ucap linda sambil berlalu pergi


"Dadaaaah!" ucapnya heboh


*****


Sementara Linda pulang dengan taksi online pak Janpilan dan Riyanti melanjutkan pulang untuk ke cafe pak Kaspar


"Besok sore kita fitting baju ya


"Iya."


"Sudah berapa lama kerja sama Pak Kaspar?" tanya pak Janpilan mencoba mengorek informasi dari Riyanti


"Dua tahun."


"Sebelumnya?"


"Nggak kerja!"


"Kenapa memilih kerja selama Dua tahun ini


"Ayahku bangkrut!"


"Usaha apa?"

__ADS_1


"Kopi harga turun drastis."


"Oh jadi sekarang Ayah kerja apa?"


"Sudah berpulang."


"Innalillahiwainnailaihirojiun, Maaf saya tidak tahu.


"Nggak apa-apa Pak."


"Ibu?"


"Ada di kampung."


"Kerja apa?"


"Bertani kopi."


"Kamu hebat Rin."


"Biasa saja Pak."


"Iya tapi saya salut dengan perjuangan kamu."


"Humm


"Di tempat Pak Kaspar gaji berapa?"


"Cukup untuk hidup sebulan buat Riyanti


"Berapa?"


" Satu juta lima ratus ribu."


"Cukup untuk semua?"


"Cukup!" kadang kurang ya kasbon


"Di mana?"


"Tergantung tempat!" ucap Riyanti sambil terkekeh


"Maksudnya?"


"Kalau di kampus di warung mang Karim, bisa kasbon. Kalau di rumah ya sama Pak kaspar."


"Dikasih?"


"Kalau lagi ada, pasti dikasih." pasti dibayar saat gajian.


"Oh."


"Bapak kepo banget ya?"


"Maaf."


"No problem Pak."


"Kamu nggak punya pacar Rin?"


"Nggak sempat Pak."


"Maksudnya?"


"Hari-hari saya itu sudah sibuk kuliah dan kerja. Apa lagian enggak ada yang mau juga sama pencuci piring seperti saya Pak.


"Kamu cantik."


"Iya kalau ganteng kan cowok?"


"Saya serius Rin!"


"Sama Pak!" saya juga serius


"Stop di sini aja Pak !" saya turun di sini aja." Pinta Riyanti.


"Kenapa masih jauh lo Rin!"


"Kamu malu?"


"Nggak."


"Terus?"


"Cuman menghindari masalah aja Pak."


"Maksudnya?"


"Bapak lihat di sana, ada beberapa orang mahasiswa kampus kita pak."


"Iya!"


"Kalau mereka lihat saya turun dari mobil Bapak besok akan jadi trending topic lagi. lelah saya Pak begitu.


"Tapi masih jauh Kamu."


"Sudah biasa pak dekat ini!" biasanya jalan dari kost kok.


"Ke sini jalan kaki?'


"Iyalah Pak!" kalau naik ojek lu gila."


Pak Janpilan menurut menurunkan Riyanti jauh sebelum cafe milik Pak kaspar. Demi menghindari menjadi bahan olok-olok di kampus besoknya.


"Thanks Pak!" ucap Riyanti sambil membuka pintu mobil


"Sama-sama!" Jangan lupa besok ya."


"Iya kalau nggak ada jadwal kuliah."


"Besok kamu kosong Dari jam sebelas sampai jam empat sore


"Kok Bapak tahu?"


"Saya lihat jadwal."


bersambung.......


hai hai redears dukung Terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya. Jangan lupa like coment dan votenya ya. trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


mampir kekarya author yang lain ceritanya seru loh

__ADS_1



__ADS_2