Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
bendera perang


__ADS_3

Gara-gara Linda Riyanti jadi nggak bisa menghindari Pak Janpilan. Pak Janpilan benar-benar datang dengan membawa berbagai macam makanan, Linda sangat antusias menyambut Pak Janpilan lebih tepatnya menyambut makanan yang dibawa Pak Janpilan.


"Sering-sering aja kamu sakit Rin!" teriak Linda


"Maksud kamu?"tanya Riyanti melotot kearah Linda


"Iya biar dibawain makanan yang banyak sama Pak Janpilan jawab Linda jujur


"Dasar teman gak ada akhlak sahut Riyanti sambil menjewer telinga Linda


"Kamu juga lapar kan?"


Riyanti hanya mengedikkan bahu menanggapi pertanyaan Linda


"Gak usah bohong tadi aku denger kok perut kamu krucuk krucuk!"


"Diam nggak kamu!"bentak Riyanti kepada Linda


"Serem amat sih." makan dulu kalau lapar."


"Linda diam!"


sedangkan Pak janpilan hanya diam memperhatikan kedua sahabat yang tak pernah akur tersebut.


krucuk


krucuk


"Apa aku bilang kamu lapar kan?"ucap Linda saat mendengar suara perut Riyanti yang minta jatah dan tidak bisa diajak kompromi. Pak Janpilan hanya tertawa mendengar perut Riyanti yang minta diisi. Karena cacing-cacing yang ada di perut Riyanti sudah berdemonstrasi minta jatah.


"Makan aja Riyanti."tawar Pak Janpilan kepada Riyanti


"iya!"


"Kamu nggak mau?"tanya Linda sambil mengangkat satu kotak ayam geprek yang tampak menggugah selera.


rianti masih diam, sebenarnya mau tapi malu.


"Ya udah aku makan kalau kamu nggak mau."ujar Linda sambil bersiap membuka kotak tersebut.


"Enak aja!" teriak Riyanti sambil menarik kotak itu dari hadapan Linda


"Kirain nggak mau," ucap Linda sambil mengambil bungkusan roti dan siap untuk menyantapnya.


Tak peduli lagi dengan keberadaan Pak Janpilan Riyanti dan Linda malah sibuk menghabiskan makanan yang ada. Nasib anak kost.


"uok,"Riyanti bersendawa setelah menghabiskan ayam geprek ditambah cilok satu porsi dan sebotol es teh.


"Kenyang Aku Lin." ucap Riyanti sambil mengibaskan rambutnya karena kepedasan dan kepanasan


Puut


"Puut


Puut


Setelah bersendawa malah gas dari perutnya pun ikut berebutan keluar.


"Ah....leganya ."ucap Riyanti sambil bersandar pada dinding kamarnya.


'Ehem."Pak Janpilan berdehem karena sejak tadi diabaikan oleh kedua orang tersebut.


Linda dan Riyanti menulis secara bersamaan kemudian Riyanti menutup mulut dengan salah satu tangannya dan mata melotot kearah Linda karena menahan malu yang sudah sampai di ubun-ubun.


"Bapak dari tadi masih disini?"tanya Riyanti dan Linda secara bersamaan.


"Iya!"jawab Pak Janpilan datar


"Oh my God,"teriak Linda


"Kenapa?"tanya Pak Janpilan


"hehehe nggak apa-apa Pak!"Linda cengengesan


"Udah kenyang?"sindir Pak jathilan


"Kenyang banget pak."jawab Linda


"Udah lega juga kentutnya?"tanya Pak Janpilan kepada Riyanti


"Mau lagi Pak?"tanya Riyanti cuek

__ADS_1


"Edan!"jawab Pak Janpilan


"Aku ke kamar mandi dulu ya, mules perutku."Linda buru-buru masuk ke kamar mandi. entah beneran sakit perut atau hanya pura-pura tapi orang seperti Linda mana ngerti harus berpura-pura.


""Ehem."Pak Janpilan berdehem memecah kesunyian.


"Nggak ada minum ya?"tanya Pak Janpilan


"Ada tuh Pak Di galon."jawab Riyanti cuek sambil mengambilkan minum untuk pak Janpilan.


"Thanks Rin."Janpilan setelah menerima minum yang disodorkan Riyanti.


"Iya."


"Kamu sakit Rin?"


"Iya!"


"Sakit apa?"


"Demam."


"Sekarang sudah baikan?"


"Sudah."


Puuuut


Suara kentut yang nyaring dan panjang sontak membuat muka Riyanti memerah menahan malu.


lama-lama saya jadi Hulk di sini!"sindir Pak janpilan.


"Dari tadi kena gas beracun." lanjutnya


"Maaf Pak,"jawab Riyanti sambil menunduk


"Saya ke sini mau minta maaf atas semua yang terjadi."


"lupakan saja Pak, saya terlalu pusing kalau mengingatnya."


"Maafkan Heriyanto juga."


"Enggak akan!"


"Kalau masih ada?"


"Akan saya suruh orang untuk menghapusnya."


"Bagaimana dengan saya Pak?"


"Maksud kamu?"


"Bagaimana dengan saya semua orang menganggap saya itu wanita bayaran demi tidak mendapat nilai E dari bapak!"


"Siapa yang menganggap kamu seperti itu?"


"Silakan bapak lihat komen dari postingan Haryanto."


Saat Pak Janpilan melihat sosial media berlogo biru ternyata postingan Heriyanto belum terhapus dan begitu banyak komentar negatif yang mengarahkan ke Riyanti.


dengan cekatan Pak Janpilan memanggil nomor Heriyanto


"Ya Hello Kak." jawab suara di sana


"Kamu hapus postingan kamu kemarin sekarang juga!"


"Santai Kak!" ada apa ini?"tanya Heriyanto


"Hapus sekarang juga postinganmu Haryanto!"


"Biarin aja Kak buat seru-seruan."


"Kamu menghancurkan Riyanti Heriyanto!"


"Wanita gila dan wanita barbar itu tidak akan berpengaruh Kak."


"Sekali lagi kamu hapus sekarang postingan itu Heriyanto!" teriak Janpilan


"Oke deh aku hapus sekarang."


"Awas jika Kakak cek foto itu masih ada."

__ADS_1


"Sepertinya Kakak sudah jatuh cinta sama wanita gila dan bar bar itu."


"Bukan urusan kamu!"


Pak Janpilan mematikan sambungan teleponnya dan menghela nafas kasar


"Maafkan Haryanto!"


"Enggak akan!"


"Saya mohon maaf kan Haryanto!" Pak Janpilan memohon kepada Riyanti sambil meraih tangan Riyanti.


"Jangan pegang-pegang saya Pak!"Riyanti menepis tangan Pak Janpilan


"So sweet."tiba-tiba Linda sudah kembali ikut bergabung


Pak Janpilan dan Riyanti membuang muka dan mengabaikan Linda yang mengambil tempat duduk tepat di tengah-tengah berada diantara Riyanti dan Pak janpilan


"Kok pada diam diaman sih?"tanya Linda bingung sambil memandang Pak Janpilan dan riyanti secara bergantian


"Kalian lagi marahan ya.?"


"Diam!"teriak Pak Janpilan dan Riyanti secara bersamaan. tersadar refleks mereka kembali membuang muka


"ih kompakan."ledek Linda sambil tangannya mengambil coklat yang masih ada di dalam plastik belanjaan.


"Pak Janpilan sama riyanti kayaknya jodoh deh." ucap Linda


"Ogah!"jawab Riyanti keras


"Tapi kalian kompak.!"


"Saya permisi!"Pak Janpilan berdiri dan langsung meninggalkan kamar Riyanti


sepeninggalan Pak Janpilan riyanti kembali menarik selimut dan berniat kembali melanjutkan tidurnya.


"Kok kamu tidur lagi sih Rin?"protes Linda


"Terus ngapain?"


"Jalan kek"


"Aku nggak ada uang!"


"Aku bilang kan jalan kan nggak bayar kalau jalan kaki."


"Terserah kamu deh."


*****


Hari ini Riyanti kembali aktif ke kampus, Riyanti cuek saja atas semua tatapan aneh dan sinis dari setiap orang yang melihatnya. Hari ini Riyanti mengenakan celana jeans kaos oblong dilepasi dengan hoodie.


"Eh kakak ipar!"teriak seseorang saat Riyanti melewatkan jurusan teknik mesin.


"Riyanti tak peduli karena dia sudah mengenali suara tersebut. Siapa lagi kalau bukan Heriyanto si cowok gila yang menghancurkan moodnya.


" Pret tunggu dong,!"Haryanto menarik tangan riyanti


"lepasin aku!"pekik Riyanti


"Slow baby."jawab Haryanto sambil melepaskan tangan Riyanti.


"Jangan ganggu aku."ancam Riyanti sambil berlalu meninggalkan Haryanto. Namun siapa sangka Haryanto malah terus mengikutinya


"Tunggu dong kakak ipar!"


"Hei laki-laki gila stres berhenti ngikutin aku!"tunjuk Riyanti dimuka Haryanto.


"Wow atut."


"Stop Jangan ikutin aku!"


"Suka-suka aku dong kaki-kaki aku kok jalan sendiri."


"Baiklah,"kemudian Riyanti berlari meninggalkan Heriyanto namun Haryanto malah ikut berlari menyusul Riyanti.


"Kencang juga ya kamu lari.?"suara Haryanto terengah-engah di sebelah Riyanti sontak membuat Riyanti terkejut.


bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2