Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
BULAN MADU


__ADS_3

Dengan semangat Riyanti menata sarapan pagi di atas meja, Tanpa Riyanti sadari Tante Mira dan om Andruw sudah memperhatikannya. Tante Mira mengedipkan sebelah matanya kearah suaminya om Andruw.


"Pi....." sepertinya mami makan akan nambah nih! soalnya menanti kita sudah masak sarapan." bisik Tante Mira kepada suaminya, agar Riyanti tidak mendengar pembicaraan mereka.


"Ada apasih mi!" kok mami bisik bisik sama papi?" tanya Japilan yang baru keluar dari kamarnya.


"Sssst berisik bangat sih kamu." ucap Tante Mira kepada Janpilan yang belum mengetahui apa yang diperhatikan oleh Tante Mira dan om Andruw.


Janpilan ikut kepo apa yang membuat kedua orangtuanya berbisik bisik. Ternyata yang diperhatikan Tante Mira dan om Andruw adalah istrinya yang lagi menghidangkan sarapan pagi untuk keluarga besar mereka.


"Ya Allah!" jadi sedari tadi mami sama papi memperhatikan istri Janpilan?"


"Sssst kamu bisa diam ngak sih." mami tidak boleh lewatkan ini" ucap Tante Mira sambil merekam video Riyanti yang asyik menyajikan sarapan pagi.


"Ya Allah mi...." masa istri Janpilan direkam video sih!"


"Kamu diam saja!" nanti mami akan pamer kepada teman teman arisan mami." ucap Tante Mira sambil mengebangkan senyumnya.


"Dasar mami ....ada ada saja." ucap Janpilan sambil langsung menghampiri istrinya.


"lagi apa sayang?" ucap Janpilan sambil Langsung mengecup kening istrinya.


"Wah sepertinya enak tuh!" ucap Janpilan


"Yang lain sudah pada bangun belum mas?"


"Sepertinya sudah sayang, karna Naira dan Riko sepertinya sudah ada ditaman belakang." ucap Janpilan.


"Lebih baik kita tunggu Anggota keluarga lainnya baru kita sarapan bareng sayang." ucap Riyanti kepada suaminya.


Melihat interaksi Riyanti dengan Janpilan, Tante Mira dan om Andruw tersenyum sembari langsung menghampiri Riyanti dan Janpilan.


"Wah pengantin baru duluan bangun nih ceritanya?" apa tidak lembur tadi malam?" tanya Tante Mira berniat untuk menjahili putra dan menantunya.


Riyanti menunduk malu!" iya tidak mampu menatap kedua mertuanya.


"Nak panggilin yang lain dong!" mami sudah tidak sabar sarapan masakan menantu mami!" ucap Tante Mira yang tidak sabar ingin mencicipi sarapan buatan Riyanti.


Naira, Riko, Bu Anjani, Felisa dan Heriyanto sudah berada diruang makan bersiap untuk menyantap sarapan buatan Riyanti.


"Ini pasti masakan mbak!" ucap Riko yang mengenali aroma masakan kakaknya.


"Kok kamu tau nak?" tanya Tante mira


"Tau dong Tante!" dari aroma masakannya saja Riko sudah tau Tante." ucap Riko


Semua anggota keluarganya memuji masakan Riyanti.


"Kalau begini terus bisa bisa mami tambah gemuk nih!" ucap Tante Mira

__ADS_1


"Oh ya nak!" kalian bulan madu kemana?" tanya om Andruw.


Riyanti hanya diam!" sambil melirik kearah suaminya.


"Iya sayang kita bulan madu kemana?" tanya Janpilan kepada Riyanti.


"Tapi Riyanti masih magang sayang!" sahut Riyanti


"Itu biar jadi urusan papi!" timpal om Andruw.


"Kalau Riyanti terserah sama mas Janpilan saja Pi!" ucap Riyanti


"Iya nak bagaimana?"


"Menurut papi bagaimana? ada rekomendasi tidak?" tanya Janpilan kepada papinya.


"Kalau menurut mami sih buan madu tidak harus jauh jauh, yang penting menikmati suasana bulan madunya." timpal Tante Mira


"Mami ada tidak rekomendasi bukan madu yang benar benar membuat bulan madu kita berkesan?"


"Kalau menurutku mami Bali dan Lombok cocok tuh!" ucap Tante Mira


"Bagaimana sayang?"


"Terserah mas saja gimana baiknya." ucap Riyanti sambil mengembangkan senyumnya.


Akhirnya janpilan dan Riyanti memilih bulan madu ke Bali.


"Beneran dek!" kalian sudah masuk sekolah besok?"


"Iya kak?" sahut Naira dan Riko membuat Riyanti sedikit tidak rela kalau Bu Anjani dan adik adiknya cepat kembali ke kampung.


"Setelah selesai sarapan pagi, Bu Anjani, Riko dan Naira berkemas pulang ke kampung halaman mereka.


Mobil Travel jemputan mereka pun sudah tiba di kediaman Om Andruw.


Setelah berpamitan kepada om Andruw, Tante Mira, Janpilan dan Riyanti. Bu Anjani dan kedua anaknya masuk kedalam mobil travel yang sudah mereka pesan untuk menjemput mereka pulang ke kampung.


Riyanti tampak sedikit sedih dengan kepergian ibu dan kedua adiknya kembali ke kampung.


"Sudah sayang jangan sedih begitu kapan kapan kita berkunjung kerumah ibu." ucap Janpilan sambil meraih tubuh istrinya kepelukannya.


"Kalian berangkat siang ya!" tiketnya sudah papi pesan." ucap om Andruw tiba tiba.


"Loh papi sudah pesan tiketnya?


"Sudah!" kunci Villa ada di mami kamu!" ucap om Andruw membuat Riyanti sedikit bingung


"Mas apa maksud papi?"

__ADS_1


"Iya kita menginap di Villa milik kita sayang." ucap Janpilan


"Memangnya di Bali Villa kita ada Sayang ?"


"Iya sayang?" sahut Janpilan.


"Aku jadi minder lihat keluarga mas yang semuanya serba ada!" ucap Riyanti


"Keluarga kita sayang!" ucap Janpilan menyela omongan Riyanti.


"Cepat kalian berkemas ini sudah jam sebelas pesawat kalian penerbangan jam dua siang." ucap om Andruw dan tante Mira sambil kunci Villa.


****


Janpilan dan Riyanti sudah tiba di Bali. Pak Karyo penjaga villa dan sekaligus yang bertugas membersihkan villa sudah lebih dulu di hubungi oleh om Andruw untuk memberitahu kalau Janpilan dan Riyanti akan menginap di Villa, sudah membersihkan Villa


" Selamat datang Den!" sapa pak Karyo sambil mempersilahkan Janpilan dan Riyanti masuk kedalam Villa.


"Trimakasih pak! ucap Janpilan sambil langsung menggendong tubuh mungil istrinya masuk kedalam Villa.


"Mas turunin dong malu dilihat pak Karyo." ucap Riyanti


"Biarin aja sayang!" ucap Janpilan sambil terus menggendong tubuh Riyanti masuk kedalam kamar.


"Janpilan langsung mengecup bibir manis Riyanti tanpa perduli keberadaan pak karyo masih berada di Villa. Janpilan menutup pintu kamar, agar dirinya lebih leluasa. Riyanti yang tidak ingin menjadi istri durhaka menunaikan tugasnya sebagai seorang istri.


"Sayang boleh mas minta hak mas?"


Riyanti mengebangkan senyumnya Sembari langsung memeluk dan mencium bibir Janpilan.


Hal itu membuat janpilan bagai tersengat listrik, karna baru kali itu,Riyanti melakukan hal seperti itu.Merasa mendapat lampu hijau dari istrinya, Janpilan langsung kembali mengecup bibir manis Riyanti. Perlahan kecupan itu semakin mendalam, tangan Janpilan sudah mulai menjalar kebalik baju milik Riyanti. membuat Riyanti merasa tidak tahan dan mengeluarkan de$@hanya.


"Mas ...." seru Riyanti membuat Janpilan semakin melancarkan aksinya. Apalagi Adik kecilnya sudah lancang depan. Kesempatan seperti ini sudah lama dinantikan oleh Janpilan membuat dirinya terbuai dengan keadaan. Ia terus saja melahap istrinya. Membuat Riyanti agak sulit mengimbangi irama dari suaminya. apalagi Riyanti sama sekali tidak berpengalaman sama sekali.


"Mas....pelan pelan ya!" bisik Riyanti


"Iya sayang!" mas akan melakukannya dengan lembut." ucap Janpilan sambil terus saja melakukan ancang ancang ya, agar Janpilan berhasil membobol tembok pertahanan Riyanti. Beberapa kali Janpilan gagal membobol tembok pertahanan Riyanti. Hingga Janpilan terus saja mencoba dan akhirnya berhasil membuat Riyanti sedikit meringis kesakitan.


"Mas ....pelan sakit!" ucap Riyanti sedikit meringis.


"Trimakasih sayang!" ucap Janpilan sambil mengecup kening Riyanti karna dirinya sudah mencapai puncak surga dunia."


Riyanti menganggukkan kepalanya sambil tersenyum kearah suaminya.


"I love you my wife." ucap Janpilan sambil langsung berbaring di samping Riyanti


"I love you too my husband." Sahut Riyanti


Bersambung.....

__ADS_1


Hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2