Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
BALAS DENDAM


__ADS_3

Pembicaraan ketiga wanita itu pun terdengar vulgar. Tetapi Riyanti pun merasa lega setelah mengetahui kalau dirinya dapat bersentuhan dengan Janpilan walaupun dirinya sedang hamil. Kemudian tante Mira pun berpamitan kembali menghampiri Om Andruw yang ada di ruang tamu.


"Mami keluar dulu ya!" ada Papi kamu di sana, nanti Papi kamu ngambek. Kalau terlalu lama mami tinggalin." ucap tante Mira kepada Riyanti.


Sementara Linda dan Riyanti tidak bosan-bosannya bercanda bersama Riyanti. Apalagi ketika Linda mengingat-ingat masa-masa Riyanti hidup di kos-kosan. Linda teringat kalau Riyanti dan Linda kasbon di kantin Mang Karim dan juga di cafe milik Pak Kaspar.


"Rin Lo ingat tidak waktu itu gue ke kamar kos lo? yang ada sisa makanan di kamar kos lo hanya mie instan dan juga sosis?"


"Ingatlah sudah tau tinggal itu sisa makanan gue tapi lo tega menghabiskan!" ingat Riyanti


"Tapi kan Setelah itu pak dosen datang yang mengajak kamu ke cafe Rin dan ngunciin gue di kamar!"


"Jujur Rin!" lo beruntung banget mendapatkan suami yang perhatian kepada Lo, apalagi suami lo tajir, tampan, walaupun sudah berumur sih.


"Lo Baru nyadar kalau suami gue itu tampan?


"Iya iyalah baru gue nyadar secara dulu waktu ngajar di kelas kita, penampilan suami Lo culun banget tau."


"Ada alasannya sehingga mas Janpilan berpenampilan seperti itu!


"Serius lo?


"Ya iyalah masa sih gue tidak serius, Eh tapi lo tahu tidak?" dari kemarin Lo dicariin Rian, Japet, sama Ricardo loh.


"Emangnya kenapa japet dan Ricardo nyariin gue?


"Entahlah!" tapi katanya sepertinya mereka ingin meminta tolong sama lo."


"Minta tolong apa Lin?"


"Ngak tahu pasti sih, tapi sepertinya mereka ingin meminta bantuan buatin skripsi mereka."


"Memangnya mereka tidak bisa!


"Setiap mereka buat, dosen selalu menolak!"


"Memangnya kenapa dosen selalu menolak skripsi mereka?'"


"Mana gue tau!" tanya aja noh langsung sama orangnya." gerutu Linda.


"Tapi gue sih bersyukur dengan bantuan lo skripsi gue diterima sama pak dosen. Gue beruntung banget punya sahabat genius seperti lo."


"Mau sampai kapan lo Lin, kamu minta bantuan ke orang?"


"ya sampai kelar kuliah ya!


"Ya ampun Lin..... kalau kamu terus kayak gini mau jadi apa nantinya?


"Jadi oranglah nggak mungkin juga jadi monyet kan?


"Ya Allah Siapa yang bilangin kamu jadi monyet?" maksud aku kamu mau jadi apa nanti Linda......?"


"Iya jadi manusia lah tidak mungkin juga manusia jadi-jadian kan?'

__ADS_1


"Ya Allah .....tobat tobat gue ngomong sama lo."


"Maksud lo apa sih?"


"Cita-cita kamu apa linda?"


"Jadi ibu rumah tangga yang baik." jawab Linda dengan polos membuat Riyanti geram terhadap sahabatnya.


"Gue serius Linda


"Gue lebih serius malah!"


"astaghfirullahaladzim ada ya yang manusia seperti lo."


"Emangnya gue kenapa?


Riyanti hanya diam, ia menatap sahabatnya Linda dengan tatapan penuh tanya.


Sementara di tempat lain tante mira pun menghampiri om Andruw. Janpilan yang sudah melihat kedatangan tante Mira langsung menghampiri tante Mira.


"Mami lagi ngomongin apa sih sama Riyanti?


"Tidak ngomongin apa-apa kok ini masalah perempuan."


"Serius mom?


Tante mira pun membisikkan sesuatu tepatnya di telinga Janpilan. Hal itu membuat janpilan tertawa ngakak membuat Om Andruw semakin penasaran Apa yang dibicarakan tante Mira kepada Riyanti.


"Iya nak, dulu waktu hamil kamu Mami juga seperti itu jadi kamu harus pintar-pintar ya Anak Mami yang tampan." ucap Tante Mira sembari mengelus wajah tampan putranya.


Janpilan pun merasa lega. Sejujurnya ia juga mengkhawatirkan apa yang dipertanyakan oleh Riyanti kepada tante Mira.


"Ternyata istriku menginginkan sentuhan ku." gumam Janpilan tersenyum licik.


"Sabar sayang Setelah Linda keluar dari kamar dan mami, papi sudah pulang, mas pasti akan memanjakan lo dengan senjataku yang paling ampuh ini." gumam Janpilan di dalam hati.


****


Sementara di tempat lain, Felisha tampak bingung dengan sikap Haryanto yang acuh tak acuh terhadap nya. Terkadang Heriyanto peduli kepadanya. Tapi terkadang dia dingin. Membuat Felisha bingung dengan sikap Haryanto.


"Apakah dia benar-benar sudah tidak mencintai aku lagi?


"Kalau memang dia tidak mencintai aku mengapa dia harus menikahiku?


"Padahal aku sudah mengatakan kalau aku bersedia untuk mengurus anak ini tanpa ikatan pernikahan dengan dirinya. Tetapi mengapa dia tetap menjalankan pernikahan ini kalau memang tidak mencintai aku lagi. pertanyaan demi pertanyaan timbul di hati Felisha. Ia berdiri di balkon. Seolah-olah dirinya ingin menyudahi pernikahan mereka.


Haryanto yang baru pulang dari kantor pun melihat istrinya tidak ada di kamar. lalu kembali keruang tengah karna tidak menemukan istrinya ada di dalam kamar.


Sekilas Felisha ingin membalaskan dendam kepada Rossi. Ia pun berniat menghubungi seseorang.


"Aku ingin bertemu dengan kamu boleh tidak?


"Kapan?

__ADS_1


"Sekarang juga di cafe dekat kampus Gunadarma." ucap Felisha dan langsung memutuskan sambungan telepon selulernya kepada seseorang.


Setelah mereka sepakat bertemu di cafe dekat kampus Gunadarma, Felisha pun keluar dari kamar dia tidak mengetahui kalau Haryanto sudah pulang dari kantor.


Ketika Felisha berniat keluar dari rumah Haryanto pun langsung menghampirinya.


"Kamu mau kemana sayang?


"Ada urusan sebentar!


"Kok mas pulang tidak disambut?


"Maaf nanti kita bicara aku lagi ada urusan penting Nanti terlambat."


"Urusan penting apa?


"Tidak perlu kamu tahu!"kamu juga kan tidak mau tahu juga denganku.


"Kok kamu ngomongnya gitu!"


"Sudah!" aku tidak mau berdebat, aku buru-buru ucap Felisha sambil langsung berlalu dari hadapan Haryanto.


Felisha pun langsung mengendarai mobil miliknya keluar dari halaman rumah dengan kecepatan tinggi. Hal itu membuat Harianto sedikit kwatir dengan Felisha.


"Kenapa dia?


"Kok Sepertinya dia marah?"Herianto pun berniat mengejar Felisha Tapi sayangnya karena Felisha melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, sehingga Haryanto kehilangan jejak.


"Masalah apa lagi sih ini?"gumam Haryanto di dalam hati. Ia pun memutuskan kembali pulang ke rumah setelah dirinya tidak dapat lagi ngejar Felisha.


****


Felisha langsung memarkirkan mobilnya tepat di halaman Cafe dekat kampus Gunadarma.


Felisha melihat sosok yang ia harapkan dapat membantu dirinya dengan menjalankan misi membalaskan dendam kepada Rossi.


"Maaf kakak sudah lama ya?


"Tidak baru sekitar 5 menit!


"To the point aja ka Saya tidak ingin berbelit-belit." ucapkan Felisha kepada Deni.


"Iya ada apa? Ada yang bisa Kakak bantu?"


"Felisha ingin kakak memberi pelajaran kepada wanita ini, karena wanita ini sudah menghancurkan kehidupan dan kebahagiaanku." kata Felisha sambil langsung memberikan sebuah foto milik Rossi kepada Deni. Agar deni mengenal Rossi.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏


mampir juga ke karya baru outhor ya


__ADS_1


__ADS_2