
Pak Janpilan yang melihat keberadaan Rossi disana, langsung memutar balik mobilnya. Karna kalau Rossi melihat keberadaan mereka di sana bisa-bisa sejagat universitas Gunadarma akan mengetahui kalau pak Janpilan dan Riyanti mengadakan fitting baju. padahal mereka tidak tau kalau hubungan pak Janpilan dan Riyanti hanya sebatas kontrak kerja sama.
"Pak lain kali saja ya kita fitting bajunya."
"Iya tidak apa apa!" nanti kita atur jadwal ulang lagi."
"Bapak tidak marah kan?"
"Tidak!'
"Kamu benar juga, karna kalau Rossi melihat kita disana, bisa bisa kita jadi tranding topik lagi sejagad universitas. ucap pak Janpilan
"Hemmm "
Pak Janpilan langsung melajukan mobilnya menuju tempat kost Riyanti.
"Kamu langsung pulang?"
"Iya!" terus mau kemana lagi?"
" Kita jalan jalan dulu ya!"
"Kemana pak?"
"Mau kamu kemana?"
" Saya tidak tau pak!" tapi nanti jam lima sore saya mau kerja."
"Iya nanti sebelum jam lima kita sudah pulang dan kamu bisa bekerja." ujar pak Janpilan
"Ya sudah terserah bapak saja deh. "
Pak Janpilan melajukan mobilnya menuju danau buatan yang ada ditengah kota. Setelah menempuh perjalanan sekitar 15 menit, mereka tiba di danau buatan yang biasa dikunjungi pak Janpilan. Jikalau dirinya ingin menenangkan pikiran.
"Wow indah bangat!" gumam Riyanti. Karna takjub melihat keindahan danau buatan yang ada ditengah kota. Jujur Riyanti sama sekali tidak mengetahui kalau ada tempat seindah itu di tengah kota. Padahal Riyanti sudah lama tinggal di Jakarta. Tetapi karna Riyanti kuliah dan kerja, sehingga Riyanti tidak punya waktu untuk sekedar berekreasi.
"Bapak sering kesini ya?"
"Iya!" kalau lagi suntuk ."
"Sama siapa?"
"Sendiri."
"Tidak sama kekasih gitu?"
"Tidak."
"Kenapa tidak?"
"Tidak punya kekasih."
Riyanti diam tak melanjutkan pertanyaannya lagi. Ia lebih memilih menikmati indahnya pemandangan di danau buatan itu , yang dilengkapi dengan arena permainan air. Disana juga tampak sejuk dan asri karna banyak berbagai macam tanaman bunga yang indah dan juga pepohonan yang rindang.
Janpilan tampak bahagia ketika Riyanti terlihat bahagia Karna melihat pemandangan yang indah dan sejuk disana.
"Kamu suka tidak?"
__ADS_1
"Suka bangat pak."
"Syukurlah kalau kamu suka." ucap pak Janpilan sambil mengebangkan senyumnya.
Mereka bercanda tawa bersama.Hal itu membuat hati pak Janpilan menjadi menghangat. entah faktor apa, hati Janpilan begitu bahagia melihat Riyanti tampak bahagia.
"Sepertinya aku sudah mulai jatuh cinta sama wanita unik ini!" gumam pak Janpilan dalam hati.
Itu terlihat jelas, dalam diri pak Janpilan. pak Janpilan tidak menyia-nyiakan kesempatan jika ada waktu ingin bertemu dengan Riyanti. Bahkan Ia sengaja mengatasnamakan kontrak kerja sama mereka alasan, agar pak Janpilan dan Riyanti bisa bersama.
jam sudah menunjukan pukul empat sore, waktu tida terasa.
"Wah pak sudah jam empat nih!" ngak terasa ya."
"Iya!" waktunya terasa cepat bangat Yach berputar!'
"Iya!" jadi ngak terasa. ucap Riyanti sambil mengajak pak Janpilan pulang. Mengingat Riyanti harus bekerja jam lima sore di cafe milik pak kaspar.
"Ya sudah kita pulang yuk!" ajak pak Janpilan
"Terimakasih ya pak !" sudah ngajakin Riyanti ketempat seindah ini."
"Sama sama." lain waktu kamu aku ajak lagi deh.
"Serius nih pak?"
"Atur jadwal aja."
*****
Setelah mereka tiba di cafe milik pak Kaspar, Riyanti langsung turun dari mobil milik pak Janpilan. Karna cafe masih terlihat sepi. Dan mahasiswa tidak ada yang lalu lalang disana. Membuat Riyanti berani turun di dekat cafe milik pak Kaspar.
"Sama sama!" oh iya jangan lupa besok kita fitting bajunya ya" ucap pak Janpilan mengingatkan Riyanti, kalau mereka fitting baju. yang mana beberapa hari ini rencana mereka fitting baju selalu gagal. Karna gangguan dari kurcaci kurcaci yang tak penting.
*****
Esok paginya,Riyanti terbangun dari tidurnya, Ia langsung masuk kekamar mandi, guna ingin membersihkan diri. Sekita 10 menit kemudian, Riyanti menyelesaikan ritual mandinya. dan berniat berangkat kuliah. Riyanti memakai kemeja kotak-kotak di padu dengan celana jens warna hitam. Terlihat cantik dan natural karna kecantikan yang dimiliki Riyanti tanpa polesan make up dan lipstik.
Dengan semangat, Riyanti berjalan menuju kampus. Tampak mahasiswa mahasiswi sudah banyak yang lalu lalang, diserah kampus.
"Hai!" sapa Ryan yang tiba tiba menepuk pundak Riyanti.
"Eh kamu!" sapa sahut Riyanti sambil mengebangkan senyumnya.
"Kamu ada kelas pagi ini?"
"Iya!" jam delapan mata kuliah pak rohdian." sahut Riyanti.
"Entar kalau kamu sudah kelar, kita makan bareng yuk di kantin" ajak Ryan.
"Lihat nanti ya!" aku soalnya tidak bisa memastikan."
"Ya sudah aku tunggu nanti kabar dari kamu ya."
"Okey deh" sahut Riyanti ramah.
Tanpa Riyanti sadari, pak Janpilan dan Heriyanto sudah memperhatikan interaksi antara Rian dan Riyanti.
__ADS_1
"Ka!" itu bukan Riyanti ya kak?"
"Iya!"
"Terus kok bisa dia jalan bareng sama Rian?"
"Rian itu siapa?"
"Rian itu semester lima tehnik elektro
"Kaka tidak tau!"
"Kakak emangnya tidak cemburu melihat kedekatan mereka?"
Janpilan terdiam tidak menjawab sama sekali. sejujurnya pak Janpilan sangat ilfil melihat kedekatan Riyanti dengan Rian yang terlihat dekat. Hal itu membuat pak Janpilan penasaran akan hubungan Riyanti dengan Rian.
"Ada hubungan apa mereka?"
"Apa mereka pacaran?"
pertanyaan demi pertanyaan timbul dibenak pak Janpilan. Ia sudah tampak gelisah mengingatkan kedekatan Riyanti dengan Rian.
Pak janpilan merasa kurang percaya diri untuk mendekati Riyanti, mengingat umurnya dengan Riyanti berbeda sepuluh tahun.
Apalagi Riyan terlihat tampan dan modis, membuat setiap kaum hawa tertarik padanya. tak terkecuali dengan Riyanti. Tetapi Riyanti hanya menganggap Rian hanya teman.
Jam mata kuliah pak Janpilan pun segera dimulai. Dengan santai Riyanti duduk di pojok paling depan.
Linda datang menghampiri Riyanti.
"Semalam kamu dari mana aja sih?"
"Emangnya Kenapa?"
"Aku ke kost mu tapi kamunya tidak ada."
"Jam berapa kamu ke kost?"
"Jam satu siang, pas pulang dari kampus."
"Oh aku ada urusan penting."
"Selamat pagi semua!" suara bariton pak Janpilan terdengar jelas di telinga para mahasiswa mahasiswi yang ada diruang kelas.
"Selamat pagi pak." sahut mahasiswa mahasiswi kompak.
Pak Janpilan memperhatikan Riyanti, dengan mata sebelah.
Mata kuliah pun dimulai, kelas terlihat hening. Hanya suara pak Janpilan yang menerangkan mata kuliah kepada mahasiswa dan mahasiswi. Riyanti tampak pokus mendengar penjelasan pak Janpilan, sedangkan Rossi hanya asik membalas chat dari teman temanya.
Hal itu membuat pak Janpilan langsung mengadakan kuis, siapa yang dapat menjawab pertanyaan dari pak Janpilan, akan mendapat nilai tambahan.
"Baik kita akan mengadakan kuis, bagi siapa yang dapat menjawab pertanyaan dari saya, akan mendapatkan nilai tambahan." ucap pak Janpilan dengan lantang.
Bersambung,..........
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya
__ADS_1
mampir kekarya outhor dan follow , siapa yang setia mengikuti cerita outhor, berkesempatan memenangkan hadiah giveaway. pengumuman tanggal 1 Maret. Trimakasih 🙏🙏🙏🙏