Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
MASA PUBER KETIGA


__ADS_3

Om Andruw dan tante Mira sama sekali tidak mengetahui masalah yang dihadapi oleh Janpilan dan Riyanti. Janpilan sengaja tidak memberitahu kepada om Andruw agar mereka tidak terlalu mengkawatirkan kondisi mereka. Janpilan merasa masih bisa menghadapi Haposan dengan bantuan sahabatnya AKBP Randy yang bersedia membantu Janpilan untuk mengusut kasus penyekapan Linda.


"Assalamualaikum mi!" sapa om Andruw yang baru pulang dari kantor.


"Waalaikumsalam Pi!" sahut Tante Mira sambil mengebangkan senyumnya.


"Mami kok sudah wangi bangat sore sore begini? membuat papa selagi tergoda deh sama kecantikan mami." ucap om Andruw kepada Tante Mira. Membuat tante mira tersipu malu.


"Mas jangan terlalu ngegombal dong!"


"Memangnya siapa yang gombal sayang."


"Mas ingat umur dong."


"Memangnya kalau umur sudah seperti kita tidak boleh romantis-romantisan lagi ya mi?" ucap om Andruw kepada istrinya.


Tante Mira tidak menjawab ia sudah mengerti maksud dan tujuan suaminya.


"Sudah lah mas tidak perlu banyak basa basi bilang aja kalau mas minta jatah malam ini." ucap Tante Mira sambil nyengir melihat suaminya.


"Tidak perlu basa basi suamiku sayang!" ucap Tante Mira kepada Om Andruw berniat untuk menggoda suaminya.


Awas ya mi.....mami berani godain papi!" lihat saja nanti kalau papi sudah siap mandi . Pasti papi akan melahap mami habis habisan. Goda om Andruw kepada Tante Mira. Hal itu membuat Tante Mira bergidik ngeri.


" Aduh gimana ini bisa bisa aku dilahap habis habisan nih sama mas Andruw, apalagi mas Andruw kan lagi puber ketiga." gumam Tante Mira sambil langsung masuk kekamar.


Tante Mira Lansung pergi ke balkon berniat untuk menghindari suaminya. Tetapi Om Andruw yang sudah selesai melakukan ritual mandinya langsung mencari keberadaan istrinya. Kemudian mata om Andruw menangkup istrinya sedang berada di balkon.

__ADS_1


Sehingga om Andruw berniat untuk menjahili istrinya. om Andruw langsung memeluk om Tante Mira dari belakang. Tante Mira begitu terkejut ketika om Andruw langsung memeluk nya dari belakang.


"Mas awas dong!" malu sudah tua gini pun masih saja jahil." ucap Tante Mira membuat Om Andruw langsung terkekeh.


"Tua tua tapi masih okey kan sayang!" ucap om Andruw membuat Tante Mira langsung berusaha untuk menghindari om Andruw. Tetapi tangan om Andruw langsung menarik Tante Mira hingga langsungkan terjatuh dan menimpa tuan Om Andruw, Membuat adik kecil Om Andruw langsung lancang depan.


" loh mas apa ini yang semakin membesar? canda Tante mira., sambil berusaha berdiri dari suaminya.


Tetapi tenaga Tante Mira kalah kuat dengan tenaga om Andruw. Hingga Tante Mira pasrah apa yang akan dilakukan suaminya terhadapnya.


"Sayang .....kamu begitu menggemaskan." ucap Om Andruw berbisik ditelinga Tante Mira sambil langsung mengecup bibir manis istrinya.


Tante Mira tidak munafik ia juga merindukan hal hal seperti yang dilakukan suaminya terhadapnya. Tante Mira merespon kecupan dari Om Andruw, membuat om Andruw semakin gemas melihat istrinya. Perlahan kecupan itu semakin dalam, merasa mendapat respon dari istrinya. Om Andruw semakin melancarkan aksinya. Tangannya sudah mulai menjalar kebagian gunung kembar milik istrinya.


Om Andruw menuntun Tante Mira masuk kedalam kamar dan membaringkan istrinya di atas tempat tidur yang berukuran king size yang sudah lama menemani tidur Tante Mira dan om Andruw.


" Papi ada ada saja, memangnya papi mau kalau punya mami sudah longgar dan tidak berasa? ucap Tante Mira kepada suaminya sambil langsung menggigit Bibir suaminya. karna Tante Mira gemas mendengar pertanyaan suaminya.


"Ya tidak dong sayang.....justru papi semakin cinta sama mami karna mami begitu menggemaskan buat papi." ucap om Andruw sambil mengecup kening istrinya.


"Trimakasih istriku sayang.....kamu sudah selalu setia dan sabar menghadapi papi." kata om Andruw sambil kembali mengecup bibir manis Tante Mira .


Entah karna Faktor kecapean hingga Tante Mira dan om Andruw langsung tertidur pulas mengarungi ala mimpi mereka. Padahal hari masih sore menjelang malam.


Sementara Felisha yang menunggu kepulangan suaminya dari kantor, sudah tampak gelisah.


Untuk menghilangkan rasa bosannya, Ia pun memainkan ponsel miliknya untuk sekedar melihat-lihat perlengkapan bayi yang ada di aplikasi belanja online di ponselnya.

__ADS_1


Felisha tampak riang ketika dirinya sudah menemukan yang ia cari untuk keperluan bayinya kelak. Jika dirinya sudah melahirkan nanti.


"Mudah-mudahan Mas Haryanto suka juga dengan warna pilihanku. Aku sangat menyukai warna ini." gumam Felisha dalam hati ketika melihat perlengkapan bayi yang bernuansa biru. Tiba-tiba Haryanto yang sudah pulang dari kantor langsung menghampiri Felisha yang berada di dalam kamar. Ia tampak tertegun melihat istrinya yang tampak senyum-senyum melihat ke layar ponselnya sehingga Harianto sangat penasaran Apa yang dilihat istrinya sehingga istrinya tersenyum melihat layar ponselnya.


Felisha sama sekali Belum sadar kalau Haryanto sudah berada di dalam kamar. Karena dirinya sedang asyik memilih-milih perlengkapan bayi yang ada di layar ponselnya. Terkadang bisa tersenyum lebar melihat semua perlengkapan perlengkapan bayi yang lucu menurutnya.


"Ada apa sayang kamu melihat apa sehingga kamu tertawa sendiri melihat layar ponselmu? Jangan-jangan kamu lagi chat-an ya sama laki-laki lain ya?" ucap Haryanto pura-pura merajuk.


"Mas jangan asal tuduh deh lihat nih aku lagi ngapain!"


"Memangnya kamu lagi ngapain sayang?


"Felisha lagi milih-milih perlengkapan bayi kita Mas!" kan sebentar lagi Felisha sudah mau lahiran. Ini sudah mau jalan 7 bulan loh." ucap Felisha kepada suaminya.


Hal itu membuat Haryanto merasa bersalah dia tidak ingat kalau bayi yang ada di dalam kandungan istrinya sudah menginjak 7 bulan yang seharusnya, harus dirayakan Seperti ibu hamil lainnya. Kemudian Haryanto pun langsung menghampiri Felisha. Ia pun memeluk istrinya.


" Maafkan mas sudah melupakan umur dari bayi kita yang ada di dalam sini!" karena terlalu sibuk bekerja di kantor." ucap Haryanto sembari mengecup kening istrinya dan perut buncit Felisha


"Maafkan Papi Sayang!" Papi selama ini kurang memperhatikan kamu." ucap Haryanto sembari mengelus perut Felisha yang sudah membuncit.


"Tidak apa-apa Mas!" namanya juga Mas bekerja di kantor untuk membutuhi kami juga kan?" ucap Felisha sambil mengembangkan senyumnya kepada Haryanto. Hal itu membuat hati Heriyanto semakin merasa bersalah karena dirinya selama ini terlalu sibuk bekerja dan bekerja terus.


Bersambung..........


trimakasih buat para readears yang sudah bersedia mampir ke karya Morata, jangan bosan bosan mengikuti ceritanya ya .


Mampir juga ke karya baru aku ceritanya seruloh.

__ADS_1


__ADS_2