Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
RENCANA REUNIAN


__ADS_3

Japet benar-benar menikmati teh manis dingin buatan Linda.


"Meminum teh manis buatan kamu mengingatkan gue waktu berada di kantin milik Mang Karim." ucap japet sambil terkekeh.


"Iya ternyata rindu juga ya ke sana?" soalnya terlalu banyak memori memori saat saat berada di kantin milik Mang Karim." Apalagi aku sama Riyanti sering sekali kasbon di sana ketika kami tidak memiliki cuan. Tetapi mang Karim selalu percaya sama kami untuk memberikan kami kasbon di kantin miliknya. ucap Linda.


"Apa kabar Ya, Mang Karim sekarang?" tanya Linda kepada Japet.


" Gue juga tidak tahu!" sekali-sekali nanti kita kesana yuk.....


"Boleh tapi tunggu kita gajian dulu baru kita ke sana." ucap Japet kepada Linda.


"Betul... betul... betul"gue setuju." ucap Linda sambil menjitakkan tangannya ke udara.


"Bagaimana kalau kita mengajak Ricardo dan Riyanti juga?" hitung-hitung kita reunian di sana." ucap Linda


"Boleh juga usulan kamu."


"Tapi ngomong-ngomong Ricardo sekarang kerja dimana ya?"


"Kita satu kantor kali!" ucap Japet membuat Linda sangat terkejut. Karena dirinya tidak mengetahui kalau Ricardo juga bekerja di Himalaya Group.


"Serius lo!" Ricardo kerja di sana juga?"


"Ya gue serius lah, Mana mungkin gue bohong.


"Iya siapa tahu lu bohong." kan kita tidak tahu jalan pemikiran orang lain.


"Oh ya ngomong-ngomong kamu sudah berapa lama kerja di samera Group?


"Paling juga sekitar tiga bulan


"Kamu di bagian apa?


"Marketing pemasaran."


"Gue nanti ditempatkan dimana ya?


"Emangnya lo nggak diberitahu sama Pak Rehan?"


"Belum sih!" soalnya gue kesal nengok tuh orang yang ngatain gue gajah bengkak.

__ADS_1


"Makanya Lin, kamu sedikit diet Kenapa?" agar berat badan kamu turun. Memangnya kamu tidak merasa sesak ya, berjalan seperti itu?" Maaf ya Lin..... bukan berniat untuk mengejek kamu. Tetapi niat aku hanya membuat kamu supaya lebih memperhatikan penampilan yang lebih bagus.


"Iya tidak apa-apa kok?" Lagian aku juga sudah konsultasi tadi sama dokter Devan dan dia mengusulkan kalau aku akan diet dan berolahraga. Sama seperti yang kamu katakan. Tetapi untuk mengurangi selera makanku dokter Devan memberikan suplemen kepadaku untuk mengurangi nafsu makan Ku." Ucap Linda kepada japet sambil nyengir.


"Bagus deh kalau kamu ada niatan untuk menurunkan berat badanmu. Siapa tahu kalau berat badanmu sudah turun akan banyak lelaki laki yang lirik kamu. Aku jamin deh laki-laki pasti banyak yang melirik kamu. Dan kamu tidak bakalan jomblo di lagi." ucap japet sambil terkekeh membuat Linda sedikit kesal terhadap nya. Padahal japet sendiri jomblo dan tidak memiliki kekasih sama sekali.


Tiba-tiba ponsel milik Linda berdering ia melihat di layar ponselnya kalau yang menghubungi dirinya adalah Riyanti


"Siapa yang menghubungi mu? kekasihmu ya?


"Kekasih kepala lo pea" Ini Riyanti tau." ucap Linda sembari langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya agar telepon selulernya tersambung kepada Riyanti.


"Hallo assalamualaikum sahabatku yang paling baik dan cantik sedunia......" sapa Linda berbasa-basi kepada Riyanti


"Waalaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh, kamu ini ya Lin, tidak pernah berubah selalu saja ada aja yang kamu katakan kepadaku." ucap Riyanti.


"Iya katakan apa dan kenapa kamu menghubungiku Riyanti cantik sahabatku yang paling baik sedunia!"ucap Linda sambil cengengesan


"Astaga firullah Al azim Linda..... gue baru ngomong satu saja lo ngomongnya sudah Entah berapa." kata Riyanti kepada Linda.


"He....he....he!" lo seperti tidak kenal gue aja.


"Ada apa Riyanti ku yang cantik sejagat bumi.


"Di kostan!"Memangnya ada apa?


"Sepertinya kamu tidak di kostan deh, kok ada suara laki-laki." ucap Riyanti yang tidak percaya kalau Linda sedang berada di rumah kos-nya.


"Ya Allah enggak percaya amat sih sama gue! gue berada di kost sekarang, tetapi japet ada disini, karena kami sekarang satu tempat kerjaan.


"Maksud lo?


"Maksud gue, mulai besok gue sudah bekerja di di perusahaan Himalaya grup bersama japet dan juga Ricardo.


"Serius lo?


"Serius dong!" Mana mungkin gue bohong. ucap Linda kepada Riyanti yang tidak terima kalau Riyanti tidak mempercayai Linda.


Padahal yang dikatakan Linda memang benar adanya kalau dirinya bekerja di Himalaya group bersama japet dan juga Ricardo.


"Ah nggak asik kalian, bisa-bisanya kalian kerja satu kantor!" Sementara gua hanya bengong di rumah menunggu suamiku yang paling tampan sejagat bumi ini." ucap Riyanti kepada Linda membuat Linda sontak tertawa ngakak.

__ADS_1


"lho kok malah ketawa melihat penderitaan orang?" ucap Riyanti komplain kepada Linda karena linda menertawakan dirinya.


"Yang iya nya lo paling beruntung di antara kita, secara lho nyonya janpilan Bin Andruw pemilik perusahaan terbesar Indonesia. Siapa sih yang tidak mengenal Om Andruw dan juga janpilan di dunia bisnis.


Jadi kamu jangan sok mengeluh melulu deh gue malah iri sama lo. Tapi apa boleh buat itu kan rezeki lo. Mungkin rezeki gua berada di perusahaan Himalaya group." ucap Linda kepada Riyanti


"Tapi gue bosan juga di rumah, Aku ingin seperti kalian bekerja ke kantor dan bercanda bareng seperti yang kita lakukan sewaktu masa-masa kuliah dulu." ucap Riyanti kepada Linda


"Hello........ Nyonya Janpilan yang terhormat, kamu sadar nggak sih apa yang kamu katakan? lihat tuh perut sudah buncit. Mana mungkin kamu kerja di kantor dengan perut buncit seperti itu. Kamu tidak kasihan apa sama bayi yang ada di dalam kandungan kamu? yang iyanya dia bisa kecapean ." ucap Linda mengingatkan sahabatnya.


Riyanti hanya tertawa ngakak mendengar apa yang dikatakan Linda kepadanya.


"lo ya.....benar-benar sahabat yang tidak punya akhlak." gerutu Riyanti


"Terserah lo deh ngomong apa yang penting gue hanya ingatin Lo doang.


"Oh iya aku, japet dan Ricardo memiliki rencana reunian di kantin mang Karim, lo mau ikut tidak?


"Serius loh?


"Ya serius lah!" Mana mungkin gue main-main. ini japet, kami lagi ngobrol di sini dan berencana sesudah gajian nanti kami akan ke kantin Mang karim sekedar bernostalgia di sana.ucao Linda


"Gue tidak mau tahu gue harus ikut.


"Memangnya suami lo yang killer itu ngijinin!


"Awas lo ya Linda!" terus saja ngatain suami tampan gue dosen killer, lo nggak bosan apa ngatain suami gue selalu mengatakan dosen killer? lo nggak lihat kalau suami gue paling baik sedunia dan paling tampan?" puji Riyanti membuat Linda langsung terkekeh.


Tanpa Riyanti sadari Janpilan sudah berada di belakangnya. Dan mendengar apa yang iya bicarakan bersama Linda. Tetapi Janpilan mengembangkan senyumnya Ketika istrinya Riyanti membelanya di hadapan teman-temannya. Bahkan juga memuji kalau Janpilan adalah pria yang terbaik yang Riyanti temukan selama ini.


"Puji aja terus suami dosen killer lo itu. ucap Linda


"Gue bukan memuji!" tapi itu kenyataan yang aku rasakan. Suamiku sangat baik dan bertanggung jawab. Kamu tidak melihat ketampanan suami gue? jangan-jangan lo juga naksir sama suami tampan gue!"


"Kira kira dong Rin kalau ngomong." ucap Linda


"Piissst gue hanya bercanda kok."


"Bercanda sih bercanda, masa Lo butuh gue suka sama suami Lo!" yang nggak ngak aja Lo Rin." ucap Linda membuat Riyanti langsung terkekeh.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2