
Esok harinya, Heriyanto dan keluarga berniat untuk sarapan pagi.Fekisha sudah ada di ruang makan sedang asik menata makanan.Fekisha memang tidak sehebat Riyanti jago masak, tetapi setidaknya ia berusaha untuk melakukan yang terbaik untuk keluarga besar om Andruw.
Heriyanto menatap Felisha, Heriyanto tidak menyangka seorang Felisha seorang anak yang tidak pernah memegang yang namanya dapur di keluarga besarnya. Felisha melakukan hal itu dikeluarga om Andruw.
"Sayang kamu lagi apa?"
"Felisha tidak menjawab pertanyaan Heriyanto. Membuat Tante Mira bertanya tanya dalam hati
"Kenapa mereka? apa mereka lagi ada masalah?" tanya Tante Mira dalam hati.
"Om Andruw,Tante Mira dan juga Heriyanto sudah duduk di meja makan bersiap untuk menyantap makanan.
"Bagaimana persiapan pernikahan kalian,apa semuanya sudah rangkum?" tanya tente Mira kepada Felisha dan juga Heriyanto
"Sudah mi!" EO yang akan menangani semuanya." ucap Heriyanto.
"Bagaimana dengan baju kalian? apa sudah kalian ambil?"
"Belum mi!" jawab Heriyanto.
Sementara Felisha hanya diam saja, tidak ada komentar apa apa.
"Bagaimana dengan kamu nak Felisha, apa kamu sudah siapa?" tanya Tante Mira.
"Lebih baik pernikahan ini di tunda Tante?"
ucap Felisha membuat Tante Mira, om Andruw dan Heriyanto sangat terkejut akan kata kata yang keluar dari mulut Felisha.
"Apa maksud kamu nak?
"Kenapa kamu tiba tiba berkata demikian?"
"Felisha tidak ingin menikah karna terpaksa. "Felisha bisa kok membesarkan anak yang ada dikandungan Felisha tanpa papanya Tante dan om tenang saja." ucap Felisha sambil terisak.
"Maksud kamu apa nak?"
"Masuk Felisha sudah jelas Tante, pernikahan ini lebih baik tidak usah terjadi, karna akan sakit rasanya nanti menikah karena terpaksa tanpa ada lagi rasa cinta." ucap Felisha
"Sayang jangan bercanda dong." ucap Heriyanto.
"Felisha tidak bercanda mas!" untuk apa kita menikah kalau mas tidak cinta lagi sama Felisha dan telah mencintai wanita lain" ucap Felisha semakin terisak.
__ADS_1
"Mas sangat cinta sama kamu, kamu tau sendiri itu!"
"Tidak mas!" semenjak kejadian itu sikap mas sama Felisha berbeda, seperti laki laki yang tidak aku kenal lagi."
"Nak......!" kalau ada masalah ya dibicarakan bagus bagus, jangan dibawa diam dan berlarut-larut.
"Sebentar ada apa ini Heriyanto , coba jelaskan sama papi."
"Heriyanto tidak tau Pi!"
"Tidak mungkin Felisha sampai ingin membatalkan pernikahan kalian kalau tidak ada masalah diantara kalian." ucap om Andruw dengan nada meninggi.
"Sayang jangan seperti ini dong!" apa kamu tidak memikirkan reputasi keluarga kita?"
"Apa kamu tidak memikirkan masa depan anak kita yang ada dirahim kamu."
"Dia tidak salah sayang!" ini hanya takdir yang membuat kita harus menikah seperti ini." ucap Heriyanto sambil memeluk Felisha untuk sekedar menenangkan hati Felisha.
"Untuk apa kita mikirin reputasi keluarga, kalau nanti hidup akan menderita karna menikah dengan terpaksa.
"Memangnya siapa yang merasa di paksa menikah sayang?"
"Jangan memutar balikkan fakta mas!" Felisha tau kalau mas mencintai ka Riyanti kan?"ucap Felisha dengan lantang.
Mendengar apa yang diucapkan Felisha, Tante Mira dan om Andruw sangat terkejut akan pernyataan Felisha.
"Jangan ngaco kamu sayang!"
"Felisha tidak ngaco!" Felisha tau kalau selama ini diam diam mas mencintai ka Riyanti. Tetapi kak Riyanti tidak tau kalau kamu mencintai dia. Justru ka Riyanti sangat mencintai ka Janpilan. Ucap Felisha semakin terisak
"Jaga ucapanmu Felisha Aurora!"
"Kamu yang harus jaga sikap mas, kamu telah mencintai kakak iparku sendiri, buka mata mu mas, ka Riyanti cintanya hanya untuk ka Janpilan."
"Katakan sama papi dan mami kalau itu tidak benar Heriyanto!" ucap om Andruw dengan nada meninggi.
Heriyanto diam, dia tidak menjawab sama sekali pertanyaan dari om Andruw.
"Katakan Heriyanto apa itu benar yang dikatakan Felisha hah...." ucap om Andruw berusaha menahan emosinya.
"Iya Pi!" tapi itu dulu, tapi setelah aku menyadari itu tak akan bisa membuat aku sadar Pi, sehingga aku mengabil keputusan untuk menikahi Felisha dan bertanggungjawab dengan apa yang aku perbuat." ucap Heriyanto sambil tertunduk.
__ADS_1
"Amarah om Andruw semakin memuncak ketika Hariyanto mengatakan kalau dirinya mencintai Riyanti.
"Dasar anak kurang ajar!" ucap om Andruw sambil menampar wajah tampan Heriyanto.
"Maafkan Heriyanto Pi, Maafkan Heriyanto." ucap Heriyanto sambil memegangi pipinya bekas tamparan om Andruw.
"Sekarang papi tidak mau tau, selesaikan Masalah kalian ini." dan yang pasti papi dan mami tidak ingin keluarga besar kita malu karena perbuatan kalian ini." ucap om Andruw sambil mengusap wajahnya.
"Sayang maafkan mas!" mas berjanji akan berusaha mencintai dan menyayangimu dan juga menyayangi anak kita. ucap Heriyanto sambil bersujud di kaki Felisha.
"Mas ingin pernikahan ini tetap berjalan Sayang!" percaya sama mas.
Felisha tidak menjawab sama sekali, Ia tetap diam. Sesekali ia menatap Om Andruw dan juga tante mira. Seolah dirinya meminta pendapat dari Om Andruw dan juga tante Mira.
"Sudah Mas tidak perlu seperti ini yang penting Mas sudah menyadari kesalahan mas sendiri. ucap Felisha sambil menarik tangan Heriyanto agar Heriyanto berdiri dari kaki Felisha yang lagi bersujud dikakinya.
"Lebih baik kalian selesaikan masalah kalian dulu, papi sudah tidak selera lagi makan." ucap om Andruw sambil langsung meninggalkan ruang makan. Di ikuti oleh Tante Mira dari belakang sambil menatap tajam putranya.
"Bagaimana ini bisa terjadi Pi?" bukannya selama ini Heriyanto benci sama Riyanti?"
"Itu sama seperti mami!" awalnya benci bangat, eh sekarang jadi cinta, sama seperti mami yang dulunya benci sama Riyanti. Tetapi ketika mami mengenalnya lebih dekat, jadi suka kan?" ucap om Andruw.
"Jadi kita harus bagaimana Pi?"
"Bagaiman jika Riyanti dan Janpilan mengetahui itu semuanya?"
"Lebih baik mereka tidak tahu mi nanti bisa bisa Meraka jadi saling benci." ucap om Andruw kepada Tante Mira."
"Iya Pi....."mami juga setuju itu."
Heriyanto berusaha membujuk Felisha agar pernikahan mereka tetap dilanjutkan. Heryanto tidak ingin mempermalukan keluarga besarnya. dan keluarga besar Felisha karena pernikahan mereka gagal. Apalagi surat undangan sudah tersebar.
"Sayang jangan seperti ini dong!" Mas sangat cinta sama kamu!"ucap Haryanto sambil memeluk sumbari meraba perut selesai Yang masih rata.
Hal itu membuat hati Felisha jadi luluh, apalagi ketika Heriyanto meraba perutnya yang di rahimnya ada bayi yang tak berdosa, membuat Felisha tidak dapat menolak permintaan dari Heriyanto.
"Ya sudah!" tapi mas harus janji, untuk selalu setia kepada Felisha dan jangan ada lagi wanita lain di hati mas selain Felisha dan juga anak anak kita kelak." ucap Felisha sambil membalas pelukan dari Heriyanto. Membuat hati heriyanto menjadi sedikit tenang.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓💓💓🙏💓🙏
__ADS_1