Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
MERASA TIDAK DIANGGAP


__ADS_3

Ketika Janpilan dan Riyanti sudah selesai menyantap sarapan pagi. Janpilan berniat ingin pergi ke kantor, sebelum dirinya mengajar ke kampus. Sementara Riyanti memutuskan untuk mengerjakan skripsi nya di rumah saja.


"Mas berangkat dulu ya sayang baik-baik di rumah jaga kesehatan."ucap Janpilan dibalas anggukan dari Riyanti.


Janpilan mengecup kening Riyanti sebelum dirinya berangkat ke kantor.


Janpilan berlalu dan melajukan mobilnya ke arah jalan raya menuju kantor Samera Group.


"Ada Apa Dengan istriku Mengapa ketika dirinya menerima telepon Sepertinya dia habis menangis apa yang ditutupi nya dariku?"tanya Janpilan di dalam hati karena dirinya merasa kalau Riyanti sudah membohonginya.


"Mengapa kamu jadi berubah Sayang tidak seperti dulu lagi, Riyanti yang aku kenal seorang periang. Tetapi Ketika dirimu melihat foto yang ada di galeri ponsel Mas sikapmu jadi sangat berubah sama mas. gumam Janpilan di dalam hati.


Sementara Riyanti sudah bersiap berangkat ke kampus, untuk bertemu dengan Linda. Tetapi ketika dirinya menerima balasan pesan Whatsapp dari Linda Ia pun jadi mengurungkan niatnya untuk pergi ke kampus.


Linda : Ada apa Rin kamu meminta ketemuan denganku?"


Riyanti : gue bisa minta bantuan lo tidak?"


Linda : Minta bantuan apa?"


Riyanti : nyokap gue sakit di kampung, dan harus dirawat di rumah sakit. Aku membutuhkan uang untuk pengobatan nyokap gue di rumah sakit!" lo bisa pinjamin gue duit tidak?'


Linda : Kenapa lo tidak minta sama suami lo saja?"


Riyanti. : gue merasa tidak enak!" baru saja gue menikah dengannya sudah menyusahkannya dan Lagian kewajiban suami ku hanya menafkahi ku, bukan dengan keluargaku."


Linda. : Memangnya kamu butuh berapa Rin"


Riyanti : Gue butuh satu juta lagi, lo ada tidak pinjamin gue dulu dong!" nanti bakal aku ganti kamu tenang saja.


Linda : Kalau satu juta gue ada tapi bulan depan gue butuh uang itu untuk biaya semester gue."


Riyanti : Ya sudah boleh tidak gue pakai dulu nanti bakal gue ganti kok kamu tenang saja.


Linda : Nomor rekening kamu masih yang dulu kan?"


Priyanti: Iya

__ADS_1


Linda : Sudah gue transfer Rin!" Lo bisa ambil sekarang. Tapi bulan depan gue butuh uangnya ya Rin ?


Riyanti : Iya lo Tenang saja gue akan usahakan untuk segera mengembalikan uang lo. Terima kasih banyak ya Lin kamu sudah membantuku. Kamu Memang sahabat terbaikku.


Linda: sama-sama Rin semoga tante Anjani segera sembuh ya Rin."


Riyanti. Amin


Setelah uang yang ditransfer Linda masuk ke rekening Riyanti, Riyanti pun langsung mengirimkan uang pinjamannya ke nomor rekening Ibu Anjani agar dapat dipergunakan oleh Riko dan Naira untuk biaya rumah sakit ibu Anjani.


"Terima kasih ya Allah engkau masih menunjukkan orang-orang yang berbaik hati untuk menolongku."Doa Riyanti sembari terisak.


hati Riyanti sedikit lega ketika dirinya sudah mendapatkan uang pinjaman dari Linda dan juga bibi Amina. Janpilan yang tidak mengetahui masalah yang dihadapi istrinya pun merasa penasaran dengan sikap istrinya. ketika Riyanti mendapatkan telepon dari seseorang.


Riyanti terus mengerjakan skripsinya. ia berharap skripsinya disetujui oleh dosen pembimbing dan pembinanya


"Alhamdulillah sikripsi aku kelar Semoga tidak ada revisi lagi." gumam Riyanti sembari memeriksa skripsinya kembali.


Sore harinya Janpilan kembali ke rumah setelah selesai mengerjakan pekerjaannya di kantor dan juga di kampus. Jam sudah menunjukkan pukul 6 sore. Riyanti sudah selesai membersihkan diri.


Ketika Janpilan sudah tiba di rumah, Riyanti berusaha untuk menutupi masalah yang dihadapinya. Riyanti meletakkan ponselnya diatas nakas dan berlalu ke dapur untuk menyiapkan makanan untuk suaminya.


"Mas sudah pulang?"sahut Riyanti sambil memberi salam kepada Janpilan. Janpilan pun mengecup kening Riyanti.


"Mas mandi dulu ya Sayang." ucap Janpilan dibalas anggukan dari Riyanti. Janpilan berlalu masuk ke kamar berniat untuk membersihkan diri. Ia melihat ponsel Riyanti terletak di atas meja rias. Karena sangat penasaran Siapa yang menghubungi Riyanti pagi tadi, Janpilan pun memberanikan diri membuka ponsel istrinya Riyanti. Janpilan pun melihat panggilan masuk di ponsel Riyanti Yang ternyata yang memanggilnya adalah nomor ponsel Riko adik kandung Riyanti sendiri.


Kemudian Janpilan beralih ke pesan masuk WhatsApp yang ada di ponsel Riyanti. Alangkah terkejutnya Janpilan ketika Riyanti meminta pinjaman kepada Linda untuk biaya pengobatan Ibu Anjani. Janpilan sangat kesal Ia merasa, Riyanti tidak menganggapnya sebagai suami. Karena Riyanti lebih memilih curhat kepada Linda dibandingkan Janpilan suami Riyanti sendiri.


Padahal Janpilan sudah memberikan kartu untuk biaya kehidupan mereka sehari-hari dan juga kebutuhan Riyanti. Tetapi ketika Janpilan melihat pengeluaran dari kartu yang diberikan-nya kepada Riyanti. Riyanti sama sekali tidak menggunakan uang itu kebutuhan Riyanti sendiri.


Riyanti hanya menggunakan uang itu untuk biaya kehidupan mereka sehari-hari. Janpilan


sangat kesal dan merasa sakit hati karena Riyanti lebih memilih meminta bantuan kepada temannya dari pada dirinya. Janpilan langsung turun ke bawah tanpa membersihkan diri terlebih dahulu.


Janpilan ingin meminta penjelasan kepada Riyanti. Tetapi ketika Janpilan berniat menghampiri Riyanti, Riyanti tidak ada di ruang tengah maupun dapur.


"Ke mana dia?"gumam Janpilan dalam hati

__ADS_1


Janpilan menemui Bibi Amina di dapur.


"Bi tadi pagi istri saya menerima telepon dari siapa?


"Maaf Tuan!" Bibi tidak tahu!"


"Sejak kapan Bibi pintar berbohong?"bentak Janpilan karena dirinya mengetahui Bibi Amina sudah berbohong.


"Maafkan Bibi tuan!"


"Katakan sama siapa istri saya berbicara?"


"Maaf Tuan tapi Bibi sudah berjanji kepada non untuk tidak memberitahu kepada Tuan.


"Sekarang siapa yang Bibi turutin di sini?saya atau istri saya?"


Bibi Amina terdiam Ia tidak mampu menatap Janpilan sama sekali.


"Sekali lagi saya tanya sama siapa istri saya berbicara saat istri saya mendapat telepon tadi pagi?"


"Adik kandung dari non Riyanti Tuan!" yang mengatakan kalau ibu Anjani ibu kandung dari non Riyanti sedang berada di rumah sakit. dan adik kandung Riyanti meminta bantuan kepada not Riyanti untuk mengirimkan uang biaya rumah sakit ibu Anjani. ucap Bibi Amina sembari gemetar karna melihat amarah dari Janpilan.


"lalu?


"Karena non Riyanti tidak memiliki uang, untuk biaya rumah sakit ibu Anjani. Sehingga non Riyanti meminta bantuan kepada Bibi dan juga sahabatnya Linda untuk diberikan pinjaman agar dapat diberikan kepada Riko adik kandungnya untuk biaya rumah sakit ibu Anjani. Ucap Bibi Amina membuat janpilan semakin emosi.


"Sekarang ke mana istri saya?"


"Ada Tuan di taman belakang!"


Riyanti berada di taman belakang untuk meluapkan semua tangis pilu nya. Iya di sana meratapi nasibnya yang tidak bisa membantu orang tuanya. Riyanti menangis ia dapat membayangkan Bagaimana adiknya menghadapi cobaan berat yang mereka hadapi. Riyanti terus menangis. Ia menangisi dirinya yang tidak mampu berbuat apa-apa ketika orang tuanya membutuhkannya.


"Maafkan Putri ini Bu!" yang tak bisa berbuat apa-apa di saat Ibu membutuhkan putrimu ini." Ratap Riyanti sambil meneteskan air matanya.


air matanya semakin deras ketika dirinya membayangkan IBu Anjani berbaring lemah di rumah sakit. Tetapi dirinya tidak ada di samping Ibu Anjani.


Bersambung.....

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏 mampir juga kekarya baru Morata di "MAMA MUDA"



__ADS_2