Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
Ujian semester


__ADS_3

Tiga bulan kemudian ujian semester pun tiba. Tampak mahasiswa-mahasiswi. Sudah mulai gelisah karena sebentar lagi ujian akan segera dimulai. Riyanti sudah mempersiapkan diri untuk mengahadapi ujian semester. Ya Riyanti orang yang sangat rajin belajar. Ia juga cerdas sehingga beberapa kali mendapat penghargaan


karna mendapat nilai tertinggi setiap mata kuliah .


Tak terkecuali dengan mata kuliah yang diajarkan oleh pak Janpilan. Riyanti menguasai mata kuliah yang diajarkan sang dosen killer.


Pak Janpilan merasa dirinya diabaikan oleh Riyanti, semanjak kegagalan mereka pergi menghadiri pesta pernikahan sepupu Janpilan di Bandung.


Rencana Janpilan yang membawa Riyanti ke pesta sepupunya, gagal total berhubung karna ibu tidak menyetujui kalau Riyanti ikut ke Bandung. Karna kebiasaan buruk Riyanti yang suka kentut sembarangan. Sehingga ibu Mira tidak setuju kalau Janpilan bersama Riyanti.


Tetapi karna Riyanti tidak diperbolehkan oleh ibu Mira ikut menghadiri pesta pernikahan sepupunya, sehingga Janpilan juga tidak mau menghadiri pesta tersebut.


"Rin!" panggil Linda setengah berbisik karna Linda ingin meminta contekan jawaban ujian semester kepada Riyanti. pak Janpilan langsung memperhatikan gerak gerik Linda.


"Kamu!" seru pak Janpilan


"Saya pak?"


"Iya siapa lagi?"


"Silahkan kamu pindah."


"Tapi kenapa pak?"


"Saya katakan kamu pindah atau kamu keluar?"


Linda mengikuti apa yang menjadi perintah dari pak Janpilan.


"Kamu duduk disitu."


"Tapi pak!"


"Kamu kerjakan disitu ujian mu, atau kamu keluar dan mendapat nilai E dari saya?


"Tidak pak!"


"Silahkan lanjutkan."


"Baik pak" sahut Linda sambil gemetar karna takut tidak mampu menjawab soal ujian yang diberikan oleh pak janpilan.


Sementara Riyanti sudah sangat kasihan kepada Linda, karna Riyanti tau kalau Linda tidak mampu menjawab soal yang diberikan pak Janpilan.


"Kamu kenapa?" tanya pak Janpilan kepada Riyanti. Karna melihat Riyanti tampak gelisah.


"Kalau kamu sudah siap silahkan kumpulkan ke depan!" ucap pak Janpilan dengan tegas.


Riyanti hanya diam, tak menjawab sama sekali ia pura pura menulis jawaban di lembar jawabannya. Tetapi dia menulis jawaban utuk diberikan kepada Linda, sahabat sejatinya walau selalu lemot dan kepo.


Kelas tampak hening, tidak ada yang berani bersuara. Karna sekali saja melakukan kesalahan, maka tamatlah riwayatnya dan nilai mata kuliah Pak Janpilan jangan berharap lulus. Pasti akan mendapatkan nilai E.

__ADS_1


"Siapa yang sudah siap, silahkan kumpul!" waktu tinggal sepuluh menit lagi" ucap pak Janpilan memberitahu waktu yang tersisa untuk menyelesaikan soal ujian yang diberikannya kepada mahasiswa-mahasiswi.


Riyanti berdiri berniat untuk mengumpulkan lembar jawabannya agar dirinya bisa memberikan contekan jawaban kepada Linda.


ketika Riyanti berjalan ke depan untuk mengumpulkan lembar jawaban nya ke meja pak Janpilan, Riyanti memberikan jawaban itu secara diam-diam kepada Linda yang ia lewati.


Hal itu membuat Linda semakin semangat dan langsung menyatakan jawaban yang diberikan oleh Riyanti kepadanya. Pak jantilan sama sekali tidak memperhatikan kalau rianti sudah memberikan jawaban kepada Linda karena sibuk membenahi jawaban-jawaban mahasiswa-mahasiswi yang dikumpulkan ke mejanya


"Waktu tinggal 2 menit lagi!" ucap pak Janpilan. membuat Linda kalangkabut.


"Waktu sudah habis." silakan kumpulkan lembar jawaban kalian kalau tidak saya anggap kalian tidak mengikuti ujian mata kuliah saya dan saya anggap nilai E. Ucap pak janpilan.


Linda langsung berlari ke depan untuk mengumpulkan lembar jawabannya Walaupun ada sekitar dua nomor lagi yang tidak Linda jawab. Karena tidak sempat menyalin semua jawaban yang diberikan Riyanti kepadanya.


Tetapi Linda sedikit bernafas lega, karena dapat menyalin beberapa soal yang diberikan oleh Riyanti kepadanya.


"Rin!"


"Ya!" Ada apa Lin?"


"Thanks ya!" kalau tidak ada kamu sudah tidak tahu lagi aku gimana."


"Santai aja kali Lin." lagian aku tidak tega melihat kamu sedari tadi sudah gelisah minta jawaban dari aku." ucap Riyanti semakin terkekeh.


Sementara pak Janpilan yang melihat dirinya terkekeh bersama Linda, menatap tajam Riyanti. sejujurnya Janpilan ingin menghampiri Riyanti. Tetapi karena Riyanti sudah menjaga jarak terhadapnya, sehingga ia pun mengurungkan niatnya untuk menghampiri Riyanti bersama Linda.


Rian datang menghampiri Linda dan juga rianti yang sedang berada di taman kampus.


"hai!"


"Hai!" sapa Linda kecentilan. padahal bukan dirinya yang disapa oleh Rian tetapi rianti lah yang ingin disapa Rian.


"Gimana ujiannya Sudah kelar?"


"Sudah!"


"Kantin yuk."


"Ah malas nanti kamu melulu yang mentraktir kita."


"Tidak apa-apa dong selagi masih ada."


"Aku ada uang kok Riyanti!" yuk kita ke kantin


"Jadi ceritanya sekarang Linda yang traktir?"


"Iya untuk kali ini aku yang traktir kamu, karena tadi kamu sudah membantuku menjawab soal-soal ujian dari Pak janpilan.


"Ya sudah Capcus kita ke kantin." ucap rianti sambil bangkit dari tempat duduknya.

__ADS_1


diikuti Rian dari belakang. Sementara Linda mensejajarkan langkahnya kepada Rian membuat Rian sedikit risih melihat tingkah agresif dari Linda terhadapnya.


Tiba di kantin, Riyanti langsung menghempaskan bobot tubuhnya di atas kursi yang disediakan oleh Makarim di kantinnya.


" Mang.....mie ayamnya satu ya." samakan aja sama punya Riyanti mang." ucap Rian


"Siap Neng Riyanti!"


"Mang.... aku mie bakso pakai telur dua, tempe tiga dan tahu tiga. Dan minumnya teh manis dingin." pesan ke Linda.


Mendengar pesanan Linda yang begitu banyak membuat Rian bergidik ngeri.


"Makanan segitu banyak habis?"


"Masih kurang!"


"Hah!" itu kelaparan atau doyan?"


"Kalau Linda sudah biasa tuh!" ucap Riyanti sambil tertawa. Tanpa mereka sadari pak Janpilan sudah sedari tadi memperhatikan gerak gerik Riyanti bersama Rian.Ia semakin curiga kalau Riyanti memiliki hubungan khusus dengan Rian.


Hati pak Janpilan berkecamuk melihat kedekatan Rian dengan Riyanti.


Cemburu? ya itu yang dirasakan Janpilan saat ini. Tetapi karna dia seorang dosen sehingga dirinya menjaga Marwah dan harga dirinya di kampus. Sehingga Janpilan tidak memperlihatkan rasa cinta dan cemburu nya terhadap Riyanti. Walaupun surat kontrak bekerja sama itu masih berlangsung.


Tampak mang Karim menyuguhkan makanan pesanan Riyanti, Linda dan Rian.


"Silahkan neng cantik!" ucap mang Karim kepada Riyanti. Tetapi Linda yang merasa dikatakan cantik langsung mengembangkan senyum lebar kepda mang Karim.


"Eh neng chubby, silahkan neng." kata mang Karim mempersilahkan Linda memakan pesanannya.


Rian hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Linda. Linda begitu percaya diri.


Riyanti memakan mie ayam pesanannya. Begitu juga dengan Rian.


Rian yang melihat Riyanti berkeringat memakan mie ayamnya, langsung melap keringat Riyanti menggunakan sapu tangan milik Rian.


"Maaf tidak perlu kali Bermesraan di mata ku" gerutu Linda


"Siapa juga yang bermesraan." sahut Riyanti


"Tuh!" tadi apa namanya?"


Riyanti menatap Rian


"Tadi Riyanti keringat jadi aku lap kan tidak apa apa?"sahut Rian agar mulut ember Linda tidak menggema di sejagad kampus universitas Gunadarma.


Bersambung......


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓💓🙏💓🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2