
Setelah Linda masuk ke dalam kamar mandi rianti pun kembali menghampiri Janpilan. Ia pun bertanya kepada Janpilan Sebenarnya apa yang terjadi sehingga sahabatnya terlihat acak-acakan tidak karuan.
"Mas tolong jujur sama Riyanti apa yang terjadi sehingga Linda seperti itu?
"Iya nak ibu juga penasaran Mengapa Linda tiba-tiba berpenampilan seperti itu tolong jelaskan sama ibu dan juga Riyanti agar kami tidak penasaran."
Janpilan menghela napas panjang, ia enggan menceritakan niat jahat Haposan terhadap keluarganya karena Janpilan takut kalau Riyanti terlalu kepikiran sehingga menimbulkan stress. Janpilan takut kalau Riyanti terlalu memikirkan masalah itu berpengaruh buruk terhadap janin yang ada di dalam kandungan Riyanti.
Tetapi karena desakan dari ibu mertuanya dan juga Riyanti, Janpilan pun harus menceritakan segala apa yang dialami oleh Linda satu harian hanya untuk melindungi keluarganya
"Linda disekap Haposan?
mendengar Linda disekap oleh Haposan membuat Riyanti sangat terkejut.
"Apa yang membuat Haposan menyekap Linda Mas?
"Linda mendengarkan pembicaraannya dengan seseorang, kalau Haposan ingin menghancurkan kehidupan kita dan ingin merebut kamu dari mas."terang Janpilan kepada Ibu Anjani dan juga Riyanti.
Mendengar hal itu, Riyanti sangat terkejut. Riyanti sangat kasihan melihat Linda yang menjadi tumbal dari Haposan semi keutuhan rumah tangga Riyanti.
"Mas Lakukan sesuatu, Riyanti tidak ingin terjadi sesuatu lagi kepada Linda, dan juga kita ."Aku ingin Haposan dijebloskan ke penjara Dan cari bukti-buktinya untuk menjebloskan Haposan ke dalam penjara." ucap Riyanti.
Menggebu-gebu karena dirinya sangat emosi dengan apa yang dilakukan oleh Haposan terhadap sahabatnya Linda.
__ADS_1
"kamu tenang saja sayang!" Tadi waktu Mas ingin menyelamatkan Linda dari sekapan Haposan, Mas sudah menghubungi AKBP Randy, sahabat mas sendiri untuk menangani kasus ini.
"Kamu serius Mas?
"Iya sayang!" kamu tenang saja. Tidak perlu kamu pikirkan. Serahkan semua ini kepada Mas dan AKBP Rendy.
Mendengar apa yang dikatakan Janpilan, Hati Riyanti sedikit lega. Setidaknya suaminya sudah menyelamatkan sahabatnya dari genggaman Haposan. Sejujurnya Riyanti merasa tidak enak hati kepada Linda. Riyanti merasa dialah penyebabnya sehingga Haposan sampai menyekap Linda dan nyaris kehilangan nyawanya.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya, Linda menghampiri Riyanti, Janpilan dan Bu Anjani. sementara Naira sudah membuatkan minuman untuk mereka. mengingat kakak iparnya sepertinya tampak lelah.
Riyanti langsung memeluk Linda. Ia pun menangis sesunggukan dan minta maaf kepada Linda.
"Maafkan aku Lin!" gara-gara aku kamu mengalami seperti ini!
"Sudah tidak perlu menangis, Yang penting Sekarang Linda sudah selamat dan kasus ini sudah di lapor ke kantor polisi kita tinggal menunggu hasil saja.ucap Janpilan
"Tapi mas, Riyanti tetap aja masih kwatir, pasti Haposan akan merencanakan yang lebih dari ini." ucap Riyanti.
"Sudah kamu tenang saja sayang tidak akan ada yang akan menyakiti kamu dan Linda lagi, kamu jangan kwatir."
****
Sementara di tempat lain, Haposan yang belum mengetahui kalau Linda sudah keluar dari gedung kosong tempat Linda disekap oleh Nya. Haposan kembali menghampiri tempat itu. bersama kedua anak buahnya. Berniat untuk membuat pelajaran kepada Linda. Agar tidak terlalu ikut campur dengan urusan Haposan.
__ADS_1
Tetapi ketika mereka tiba di sana, Haposan begitu terkejut. Kalau di ruangan itu sudah kosong. Linda sudah pergi dari sana.
"Dimana wanita gajah bengkak itu? tanya Haposan dalam hati sembari mencari keberadaan Linda.
Tetapi ketika dirinya mencari ke seluruh ruangan yang ada di gudang kosong itu, ia tidak menemukan sosok Linda disana. yang Haposan temukan adalah bekas tetesan darah dan pecahan kaca. Hal itu membuat Haposan mengambil kesimpulan kalau Linda melarikan diri sendiri, Tanpa dibantu orang lain.
Tetapi di satu sisi, Haposan bingung karena ruangan itu dikunci olehnya dari luar.
"Tapi mengapa wanita gajah bengkak itu kok bisa keluar dari sini? sementara ruangan ini tadi saya kunci?"tanya Haposan kepada kedua anak buahnya.
"Tapi bagaimana mungkin wanita itu bisa keluar bos kalau bis menguncinya dari luar?" tanya kedua Anka buahnya.
"Saya sudah pastikan kalau saya mengunci pintu ini, tadi. Tapi sepertinya dia mendobraknya secara bidan dia kan seperti gajah bengkak!" sudah otomatis pintu ini bisa di dobarak manusia gajah bengkak seperti dia." ucap Haposan membuat kedua anak buahnya menjadi terkekeh. Karna mereka membayangkan bagaimana besar Linda. Karna didalam bayangan mereka Linda sebesar gajah benaran.
Setelah memastikan Linda tidak ada di tempat itu, dan Haposan dan anak buahnya menelusuri lingkungan sekitar, Tetapi ia tidak menemukan sosok Linda sama sekali.
Akhirnya mereka memutuskan untuk meninggalkan gudang itu dan kembali ke kantor milik Haposan.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏
.
__ADS_1