Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
TELEPON DI TENGAH MALAM


__ADS_3

Suara ponsel Naira yang berulang kali berdering, membuat tidur gadis muda nan cantik itu terusik. Naira meraba ponselnya yang ada di atas nakas. Tanpa melihat nama yang ada di layar ponselnya, Naira langsung menekan tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


"Hallo siapa sih larut malam menghubungi Naira? tidak tahu apa Naira sudah tidur!"ucap Naira memberitahu Yang sejujurnya.


"Maaf Nai!" saya sudah mengganggu tidurmu," ucap Randy kepada Naira


suara itu membuat Naira langsung bangkit dari tidurnya.


"loh Om.....!" Om Ada apa Kok malam-malam begini menghubungi Naira?


"Tidak ada apa-apa, hanya ingin menanyakan kabar kamu saja."


"Naira baik kok om," lagian kan kita tadi sore baru ketemu.


"Memangnya Om belum tidur?


"Saya tidak bisa tertidur."


"Loh kenapa tidak bisa tidur om?"


"Saya juga tidak tahu kenapa mata saya tidak bisa tertidur.


"Mungkin Om lagi mikirin seseorang kali."tebak Naira asal


"Iya saya lagi mikirin seseorang."terang Randy berterus terang kepada Naira.


"Kalau Om memikirkan seseorang ya langsung hubungin saja dan bicara kepadanya."


"Ia makanya saya sudah berbicara kepadanya."


"Nah kalau sudah berbicara Kenapa belum tidur?


"Karena saya masih berbicara kepada orang yang sekarang."


"lah teman Om berbicara dalam sambungan telepon kan Naira,"


"Itu berarti kamu yang ada di pikiran saya,"ucap Randy kepada Naira membuat Naira merasa bingung.

__ADS_1


"Maksud Om?


"Maksud saya, bayangan kamu yang selalu menari-nari di pikiran saya."kata Randy berterus terang kepada Naira tanpa berbasa-basi.


"Om tidak perlu bercanda,"


"Memangnya siapa yang bercanda?


"Nah tadi Om bercanda sama Naira."


"Saya tidak bercanda Nai,"


"Oh iya jangan lupa ya nanti malam kita pergi ke ulang tahun teman saya ya Nai,"


"Memangnya harus Naira ya Om?


"Kamu tidak mau Nai?


"Bukan tidak mau Om, Tetapi bingung aja Mengapa harus Naira yang menemani Om ke pesta ulang tahun teman Om? Bukannya teman Om itu kalangan menengah ke atas Ya?


Naira takut malu-maluin Om nanti di sana," ucap Naira kepada Randy.


"Ya sudah tidak apa-apa Kalau Om percaya diri jalan sama Naira. Jangan salahkan Naira jika teman-teman Om menertawakan Om nantinya karena teman Om melihat Naira dekil, jelek, dan kampungan ya masih dibawah rata-rata lah." tukas Naira


"Jangan banyak ngomong, yang penting besok jam 6 sore kamu saya jemput.


"Siapa takut, makan enak kan nanti di sana!"


"Pastinya dong!"


"Bagus deh mengurangi uang jajan,


"Memangnya uang jajan kamu kurang dikasih sama Janpilan?


"Tidak sih, tapi lumayan lah untuk ditabung biaya kuliah Naira nanti. Apalagi Naira pastinya akan membutuhkan laptop yang lebih canggih ketika Naira sudah kuliah.


"Sudah, itu tidak perlu kamu pikirkan. Sekarang kamu mau kan nemenin saya pergi ke pesta ulang tahun teman?

__ADS_1


"Siap Om!


"Bagus kalau begitu, kamu akan saya jemput jam 6 sore besok. Saya tidak terima penolakan." tukas Randy.


"Om tenang saja, Naira pasti akan segera siap-siap kok. Yang pasti tidak gratis ya."


"Kamu mau minta bayaran berapa?


"Idiih.... Memangnya Naira wanita murahan?


"Saya tidak mengatakan kamu wanita murahan, tapi kamu kan bilangnya tadi tidak gratis, sehingga saya bertanya seperti itu sama kamu." sahut Randy


"Ya sudah kalau Begitu apa yang kamu inginkan?


"Aku ingin Om mentraktir Naira di restoran Jepang yang pernah diceritakan oleh teman-teman Naira kepada Naira." ucap Naira sambil nyengir.


"Hanya itu saja?


"Iya


"Beneran itu aja?


"Iya Om."


"Jangan nyesel ya!"


"Kan Naira sudah bilang iya."


"Terima kasih Naira kamu sudah mau membantu saya,


"Sama-sama Om, hitung hitung sesekali menghadiri pesta orang kaya." ucap Naira sambil terkekeh.


"Ya sudah deh om," kalau tidak ada lagi yang mau dibicarakan, Naira ingin lanjut tidur dulu. Soalnya Naira ngantuk banget nih." ucap Naira kepada Randy sembari langsung mematikan sambungan telepon seluler nya karena kantuk sudah menyerang mata Naira.


Ketika Naira sudah langsung menutup sambungan telepon selulernya dari Randy, dengan sepihak, Randy menghela nafas panjang. Tetapi hari Randy sedikit lega karena Naira bersedia menemaninya ke pesta ulang tahun temannya. Randy mengembangkan senyumnya karena Randy tidak akan bahan tertawaan lagi di sana nantinya. Hal itu salah satu yang membuat Randy gelisah malam itu.


Setelah memastikan kalau Naira bersedia menemaninya ke pesta ulang tahun temannya, Randy kembali membaringkan tubuhnya dan atas tempat tidur berniat untuk istirahat. Randy mencoba memejamkan matanya dan tidak menunggu berapa lama Randy terlelap dalam tidurnya mengarungi alam mimpinya.

__ADS_1


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓🙏🙏🙏🙏


__ADS_2