Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
RIYANTI CURHAT


__ADS_3

Melihat tatapan dari Riyanti Janpilan pun langsung terdiam. Ia tidak melanjutkan kata-katanya lagi.


“Oh iya sampai lupa ini diminum ya sayang!" ucap Japilan sembari memberikan minumannya kepada Riyanti.


“Lin ini minuman lo, lo minum sendiri saja tidak mungkin juga kan kamu tidak bisa minum sendiri.


“Iya iyalah gue minum sendiri tidak mungkin juga pak dosen yang minum untuk Linda . Ucap Linda tidak mau kalah. Tiba-tiba Janpilan pun teringat kepada kedua orang tuanya yang masih berada di bawah.


“Oh iya sayang ada Mami sama papi itu datang.


“Kenapa tidak disuruh masuk Mas?" Riyanti mau bicara sama Mami.”


“Memangnya mau ngomong apa sayang?”


“Tidak apa-apa hanya urusan perempuan saja!”


“Katakan saja biar mas yang sampein ke mami


“Nggak bisa mas!"Riyanti mau ngomong sendiri sama Mami.


“Ya sudah sebentar ya sayang!" supaya Mas panggilan Mami dulu.


“Iya Mas!”


Janpilan berlalu dari hadapan Riyanti untuk menemui Tante Mira dan juga Om Andruw. Japilan langsung Menuju ruang tengah dan menghampiri tante Mira dan Om Andruw di sana.


“Mam sepertinya Riyanti mau ngomong sesuatu kepada Mami, Riyanti meminta mami ke sana."


“Memangnya ada apa nak?


“Janpilan juga tidak tahu Mi, Tadi aja waktu Janpilan tanya Riyanti, Dia bilang ini urusan perempuan. Jadi Janpilan nggak bisa ngomong apa-apa deh.


“Ya sudah tidak apa-apa, Mami ke sana dulu ya pi!” ucap tante Mira kepada Om Andruw dibalas anggukan dari Om Andruw pertanda setuju bahwa sannya istrinya menghampiri Riyanti langsung masuk ke dalam kamar.


“Ada apa Sayang Kamu memanggil mami?”


“Iya mom!" ada sesuatu yang ingin Riyanti tanyakan kepada mami!”

__ADS_1


“Apa itu sayang?


“Mom....dulu sewaktu Mami hamil Mas Janpilan, Mami pernah minta tidak, kepada Papi untuk disentuh mami?"


Tante mira langsung tertawa ngakak dengan apa yang dipertanyakan oleh menantunya kepadanya.


Hal itu membuat Riyanti menjadi tertunduk dan malu melihat Tante Mira. Linda yang mendengarnya pun cengengesan.


“Memangnya kenapa sayang?


Rianty menggelengkan kepalanya Ia tidak mampu menatap tante Mira karena dirinya sudah sangat malu dengan pertanyaannya kepada Ibu mertuanya.


“Kamu tidak perlu malu sayang!”


Mami sewaktu hamil Janpilan justru meminta Papi menggempur mami tiap malam, karena sepertinya Papi itu, candu Mami pada saat itu. dan jika Papi tidak menggempur mami satu malam saja, malah Mami merajuk makan pun tidak mau. Selera makan Mami tidak ada. Ucap tante Mira membuat Riyanti langsung mendongakkan kepalanya.


“Memangnya tidak apa-apa ya mom kalau kita digempur suami kita sendiri sewaktu kita sedang hamil?


“Tidak apa-apa!" asalkan jangan sampai menyakiti janin yang didalam, pintar pintar lah, karena dulu sewaktu Mami hamil Janpilan Bahkan Mami harus pegang adik kecil Papi baru bisa tidur." ucap tante mira kepada Riyanti sambil cengengesan.


“Serius tante seperti itu? Tanya Linda penasaran


“Iya kalau bawaan bayi sih sepertinya beda-beda,tidak semuanya seperti itu. Bahkan sewaktu hamilnya Heriyanto Mami benci tuh sama papi malah sering berantem.


"Justru waktu Heriyanto, Papi sering Mami usir dari kamar karena perasaan Mami Papi itu selalu bau. Terang tante Mira kepada Linda dan juga Riyanti.


“Masya Allah sampai seperti itu Tante?


“Iya dulu waktu hamil Heriyanto Mami sangat benci banget sama papi.


“Masa sih bisa kayak gitu mom?"


“Iya sayang pembawaan bayi itu beda-beda tidak sama ada yang harus dikelonin suami dulu baru bisa tidur. Tapi yang namanya ibu hamil itu, orang pada maklum. Dulu waktu hamil, Janpilan makan apa saja Mami tidak pernah selera kalau tidak masakan dari Papi sendiri.


“Kok Mami sama Riyanti hampir sama sih?" makanan yang dimasak Bibi, Riyanti Tidak selera. Tiba mas Janpilan yang masak rasanya seperti lezat sekali terkadang malah kurang." ucap Riyanti heran dengan dirinya sendiri Mengapa dirinya selalu lahab ketika memakan masakan Janpilan.


“Namanya juga Janpilan Putra mami, iya Yang pasti tidak jauh-jauh banget lah sama mami dan Papi nya." ucap Tante Mira kepada Riyanti

__ADS_1


“Memangnya kamu juga sama seperti Mami dulu?


“Iya mom!" Riyanti pengen sekali selalu disentuh Mas janpilan. Tetapi Riyanti takut menyakiti janin Riyanti.


“Tidak apa-apa nak dilakukan saja, pintar pintar tapi ingat jangan sampai di tindih karena bisa mengakibatkan fatal nantinya.


“Terima kasih ya mi!” Riyanti sudah banyak merepotkan mami


“Sama-sama sayang!” kamu kan Putri Mami sudah sewajarnya kamu curhat kepada Mami apa yang ada di dalam isi hatimu jangan pernah kamu tutup-tutupi, Jika ada masalah ya nak. Karena itu bisa mengakibatkan fatal kepada janin kamu. Ujar tante mira kepada Riyanti.


“Oh ya nak bagaimana kabar ibu Anjani Apakah sudah mendingan?


“Kalau dari penuturan Riko, katanya Ibu sudah diperbolehkan pulang hari ini dari rumah sakit. ucap Riyanti kepada Tante Mira


“lain kali jika ada sesuatu yang kalian perlukan jangan sungkan ngomong sama Mami atau suami kamu Janpilan. Kita sudah satu keluarga sudah sewajarnya kita saling tolong-menolong jangan pernah sungkan dan jangan pernah menganggap kalian rendah kita semua sama dimata Tuhan.


Mendengar penuturan dari Tante Mira, Riyanti sangat bersyukur karena dia tidak menyangka kalau tante mira sangat menyayangi dirinya dan juga keluarganya.


“Terima kasih ya mom!" Mami sudah sangat baik kepada Riyanti dan juga keluarga Riyanti Rianti tidak tahu bagaimana harus membalas kebaikan mami.


“Jangan ngomong seperti itu sayang!" kamu ini Putri Mami, dan ibu Anjani besan Mami. Sudah sewajarnya kita sekeluarga harus tolong-menolong. Mulai sekarang jangan pernah kamu menutupi masalah sekecil apapun kepada suami kamu,dan juga Mami. jangan sungkan-sungkan meminta sesuatu yang kamu inginkan. Ucap Tante Mira kepada Riyanti sambil langsung memeluk Riyanti.


Melihat interaksi antar Riyant dan juga tante Mira, Linda mengembangkan senyumnya. Ia bersyukur sahabatnya Riyanti memiliki ibu mertua yang baik kepada Riyanti.


“Mudah-mudahan kelak aku mendapatkan mertua sebaik seperti tante Mira gumam Linda di dalam hati.


Wah gue senang bangat deh Rin kamu mendapat ibu mertua secantik dan sebaik Tante Mira. Lo sangat beruntung Rin memilik keluarga yang sayang sama Lo,gue jadi iri sama Lo. Mungkin ngak ya Lin!" gue mendapat mertua sebaik Tante Mira? ucap Linda sembari melihat Tante Mira.


"Ah kamu bisa aja nak Linda, semua akan indah pada waktunya." ucap Tante Mira kepada Linda sambil mengebangkan senyumnya.


Bersambung.....


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏💓💓💓


mampir juga kekarya baru Morata di jamin seru deh.


__ADS_1


__ADS_2