
Naira sengaja melakukan hal seperti itu agar Ranti berpikir dua kali untuk menikahinya. Iya tidak ingin Randy menyesal dengan sikapnya yang kekanak-kanakan. Randy hanya menatap Naira dengan senyuman. Iya tahu kalau Naira ingin membuatnya jengkel. Tapi sayangnya sikap Naira yang seperti itu membuat Randy semakin gemas terhadapnya.
Memangnya kamu mau berenang lagi Sayang?
"Mas temanin deh! ucap Randy yang mampu membuat Nayla membulatkan matanya. Iya tidak menyangka kalau Randi akan merespon seperti itu. ia mengira kalau Randi akan ilfil kepadanya. yang bertingkah aneh dan kekanak-kanakan.
Beberapa menit kemudian bakso pesanan naira pun disajikan oleh pemilik warung pinggir kali.
"Nai ini baksonya!"
"Terima kasih Mbak, ucap Naira sambil meraih bakso yang dihidangkan oleh pemilik warung.
"Mbak saya juga pesan baksonya juga ya, dan minumnya teh manis dinginnya ya." ucap Randy tidak mau kalah dari Naira membuat Neneng Dan juga Sanjaya Saling melempar pandangan.
tak lupa Randy juga memesan bakso untuk janpilan padahal janpilan dan Randy belum pernah sama sekali makan di tempat seperti itu.
Randy yang melihat Naira menyantap bakso pesanannya dengan lahap, Ia pun tidak mau kalah dari Naira setelah si pemilik warung menyuguhkan bakso dan minuman yang dipesan Randy.
Sebenarnya Naira sudah sangat kencang. Tetapi ia memaksakan menghabiskan bakso yang ada di hadapannya nya. Iya pun memakan dengan asal-asalan bahkan terlihat dari cara makannya seperti anak kecil. Naira sengaja melakukan hal itu agar Randy ilfil kepadanya.
Setelah Naira menghabiskan bakso dengan penuh perjuangan, Naira meminum es teh manis dingin nya yang sudah di pesannya sebelumnya. Ia sengaja mengeluarkan sendawa di hadapan Randy dan juga Janpilan. hal itu mampu membuat janpilan membulatkan matanya melihat Naira yang bertingkah seolah-olah aneh dan tidak seperti biasanya
Nai lu apa-apaan sih? dari dulu lo gue kenal tidak pernah bersikap seperti ini? ucap Neneng yang tidak mengetahui rencana licik dari Naira.
"Emangnya gue kenapa neng? gue biasa aja kali.
"Ngak sepertinya Lo lagi kerasukan apa gimana? tanya Neneng penasaran melihat tingkah sahabatnya itu.
"Ya inilah gue sekarang neng, namanya anak-anak. tingkahnya pasti berubah-ubah." ucap Naira merasa dirinya masih anak-anak. padahal dirinya melakukan itu untuk menjahili Randy.
Hallo......"lo sadar tidak? lo itu bukan anak-anak lagi, tapi lo sudah bisa buat anak l." ucap Neneng sambil langsung tertawa cekikikan membuat suaminya sedikit kikuk melihat pria yang ada dihadapannya dengan tingkah jahil istrinya.
__ADS_1
"Sayang kamu ini gimana sih? bisik Sanjaya tepat ditelinga Neneng tetapi masih bisa didengar oleh Janpilan dan Randy.
"Ia memang benar kan! Kalau Naira Itu bukan anak-anak lagi. dan sudah bisa buat anak. Sama seperti Neneng dan mas." kata Neneng tanpa merasa malu sedikitpun dihadapan Randy dan juga Janpilan.
Neneng juga tidak merasa malu memeluk dan mencium suaminya di hadapan Janpilan dan juga Randy.
"Hello...." Lo lihat dong Lo bermesraan dimana!"
"Apaan sih Lo, sewot amat!" lagian gue kan bermesraan sama laki gue. Makanya jangan jomblo melulu, jadi jiwa jomblo mu meronta-ronta kan melihat kemesraan kami." ucap Neneng sambil mengebangkan senyumya senyum penuh kemenangan.
Sanjaya hanya tersenyum melihat tingkah istrinya.Ia pun merasa bahagia, karna istrinya tidak pernah malu memperkenalkan suaminya kepada teman dan kepda orang lain. Neneng benar benar menikmati kehidupannya bersama Sanjaya walaupun mereka mereka terpaut umur yang sangat jauh berbeda.
"Enak aja lo bilangin gue jomblo!"
"Kalau elo tidak jomblo ya terus menikah dong!"
"Gue kan masih muda."
Perkataan itu mampu merubah keputusan Naira yang ingin menolak lamaran Randy.
"Tapi aku masih ingin kuliah coy!"basic Naira kembali di telinga Neneng.
"Jalau sudah berumah tangga kamu juga bisa kuliah nanti, tapi asal kamu tahu ya menikah dengan umurnya yang jauh lebih tua daripada kita lebih asik dibandingkan kita menikah dengan seumuran.
Kamu mau tahu alasannya?
Naira menganggukkan kepalanya pertanda ia penasaran akan apa yang dikatakan oleh Neneng kepadanya.
"Karena mereka lebih memahami dan juga lebih mengalah kepada kita. Lihat seperti suamiku. Dia selalu mengabulkan permintaanku walaupun itu menurutnya tidak masuk akal. suamiku sangat sayang padaku. Ia selalu mengalah kepadaku.
Bahkan ketika aku berpaspasan dengan teman satu sekolah kita dulu, Ia selalu merasa cemburu. Ia takut aku berpaling darinya. Pada hal itu sudah tidak mungkin akan terjadi karena aku sudah sangat mencintainya sekarang.
__ADS_1
Cinta tidak pernah mengenal umur Nai. Tapi yang pasti jika lelaki itu mencintai kamu, maka dia tetap akan mendukungmu dalam segala hal. Tetapi yang pasti yang mendukungmu ke jalan yang benar. ucap Neneng kepada Naira.
Melihat Naira dan Neneng sedang asyik berbisik-bisik membuat pertanyaan besar di benak Randy dan juga Janpilan. lain halnya dengan Sanjaya. Ia sudah mengetahui ciri khas istrinya jika bersama sahabatnya. Mereka pasti membahas gosip masa lalu mereka.
"Kalian lagi ngomongin apa sih? kok bisik-bisik? tanya Janpilan tiba-tiba membuat neneng dan Naira terkejut Janpilan membuka mulut.
Tidak kok kami tidak lagi ngomongin apa-apa. kami hanya berbicara masa-masa kami waktu duduk di bangku SMP.
"Oh iya Kak ngomong-ngomong ada apa kalian datang ke kampung ini kak ? tanya Naira pura-pura tidak mengetahui tujuan Janpilan dan Randy ke sana.
"Kan sudah dibilang Randy tadi ingin menjemputnya kembali ke Jakarta.
"Tapi Naira masih ingin di sini dulu, naira ingin menikmati angin dan suasana kampung. Naira kangen masa-masa dulu hidup di desa bersama ayah, ibu ka Riyanti dan juga kak Riko. tetapi itu semua sudah tidak ada lagi. Karna ayah sudah pergi meninggalkan kami. ucap Naira berusaha membendung butiran embun yang ada dimatanya.
"Kamu kan sudah dua hari disini, jadi apa kamu belum puas bermain di kali? ucap Janpilan sambil berusaha menahan tawanya.
"Belum, Naira belum menyicipi masakan Wak endang " ucap Neneng sambil tertawa mewakili sahabatnya. Karna gorengan Wak endang adalah salah satu, makanan favorit Naira sejak kecil.
"Ayo kita makan kesana." ucap Randy tak mau kalah dengan Janpilan yang ingin menjahili Naira.
"Memang mas tau dimana?
"Ya mas tidak tau dong sayang!" makanya mas ajak kamu maka disana, agar mas juga ikut menyicipi gorengan favorit kamu dikampung." ucap Randy sambil langsung merangkul Naira.
Bersambung....
sembari menunggu novel ini up lagi, yuk mampir yuk ke karya baru outhor." Terjerat cinta duda arogant"
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya.
__ADS_1