
Ketika Riyanti telah menyelesaikan pekerjaannya di dapur. Riyanti langsung masuk ke dalam kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai melakukan ritual mandinya Riyanti menghampiri Janpilan yang sudah lebih dulu berbaring di atas tempat tidur.
"Mas sudah mandi?"
"Sudah dong kan sudah wangi habis kamu lama banget di dapur!"
"Maaf ya Mas!" soalnya Riyanti tadi habis beres-beres,"kasihan bibi kerja cuman sendirian.
"Ya sudah sini!" Kita istirahat sudah capek juga kan?"
"lumayan sih!" ucap Riyanti sembari mendekatkan tubuhnya kepada suaminya.
"Ya sudah sini Mas pijat!" biar agak lebih fresh."
"Ngak perlu mas!" ntar Mas capek mendingan kita istirahat."ucap Riyanti kepada suaminya
"Tidak apa apa sayang."
"Sudah deh Mas!" nanti bukan malah mijat Justru mas minta yang lain.
"Kok kamu tahu aja sayang?"
"Tahu dong Mas l!" sedari tadi juga Mas sudah ngikutin Riyanti
"Ayo dong sekali aja!"
"Apa mas tidak capek?"
"Tidak kan ada vitaminnya!"ucap Janpilan sambil mengedipkan matanya sebelah ke arah Riyanti.
"Boleh ya sayang!" satu kali aja baru kita istirahat." ucap Janpilan memelas kepada istrinya karena dirinya memang benar-benar menginginkan sentuhan dan layanan dari Riyanti. Riyanti pun merasa tidak enak hati untuk menolak keinginan suaminya. apalagi menurut ajaran agamanya, menolak melayani seorang suami itu adalah dosa. Sehingga Riyanti pun menyetujui permintaan suaminya. agar suaminya langsung senyum sumringah.
Janpilan langsung mengecup bibir manis Riyanti. seolah bibir Riyanti sudah candu baginya. Janpilan seperti haus akan belaian dan layanan Riyanti. Janpilan menuntun Riyanti untuk merespon segala gerakan-gerakan yang ia lakukan. Janpilan memainkan lidahnya di rongga mulut Riyanti. Hal itu membuat rianti benar-benar tidak kuasa menahan de$@hanya.
__ADS_1
"Mas....Auh!" suara merdu Riyanti terdengar jelas di telinga suaminya. Hal itu membuat adik kecil Janpilan semakin lancang Janpilan menuntun tangan Riyanti agar Riyanti dapat memainkan adik kecil pemiliknya. Riyanti pun melakukan apa yang dikehendaki suaminya agar suaminya merasa puas dengan pelayanannya.
Riyanti tidak ingin mengecewakan suaminya. Dia berusaha membuat suaminya puas akan pelayanannya. Riyanti sudah mulai belajar dan menonton beberapa film romantis untuk memanjakan suaminya di atas ranjang.Agar suaminya tidak kecewa terhadapnya yang sama sekali belum berpengalaman.
Perlahan Riyanti sudah memainkan adik kecil Janpilan yang sudah lancang depan. Hal itu mampu membuat janpilan mengeluarkan sura merdunya. Membuat Riyanti semakin melancarkan aksinya. Riyanti benar benar membuat suaminya puas. Janpilan yang mendapat pelayanan Eksklusif dari istrinya mengebangkan senyumnya.
"Wah istriku sudah mulai pintar." bisik Janpilan tepat ditelinga Riyanti.
"Iya dong!" kan mas yang ajarin!" ucap Riyanti sambil kembali melahap adik kecil milik Janpilan dengan mulutnya dan melahapnya seperti melahap eskrim yang begitu lezat. Janpilan tidak mau kalah dari Riyanti langsung melahap bagian mangga kembar milik Riyanti.
Janpilan membalikkan badannya agar dirinya yang memimpin permainan. Ia benar benar menikmati gerakan demi gerakan yang dilakukan Riyanti terhadapnya.
"Ah....Auh lagi sayang lagi." ucap Riyanti sambil meminta suaminya memainkan adik kecil di bagian lembah sungai miliknya.
"Janpilan memainkan adik kecilnya di bagian lembah sungai miliknya agar dirinya merasa lebih puas dan lebih menikmati surga Dunia. Ia berusaha mengimbangi gerakan demi gerakan yang dilakukan Janpilan terhadapnya.
Hingga lebih dari satu jam permainan mereka di atas ranjang membuat hawa AC yang dingin berubah menjadi panas mereka rasakan. malam itu Benar benar malam yang begitu nikmat buat pasangan suami istri yang baru tiga Minggu menikah itu.
"Ah.....suara merdu Janpilan pertanda dirinya sudah mencapai puncak surga dunia. Ia langsung berbaring di samping Riyanti tanpa menggunakan sehelai benang melekat ditubuhnya. mereka hanya menutup tubuh mereka dengan selimut tebal yang ada siatas tempat tidur.
"Sama sama mas!" sahut Riyanti sambil mengebangkan senyumnya. Janpilan benar benar puas akan pelayanan Riyanti, walau Riyanti sama sekali belum berpengalaman. Tetapi Riyanti berusaha mengimbangi permainan yang dilakukan Janpilan kepadanya membuat janpilan benar benar puas dengan pelayanan istrinya.
"Entah karna faktor kecapean, Riyanti dan Janpilan langsung tertidur pulas mengarungi Alam mimpinya. Hingga paginya Riyanti terbangun dari tidurnya, ia sudah tidak mendapati suaminya disana, ia bergeliat dan setelah mengumpulkan kesadarannya, ia langsung mengabil pakainya yang berserakan di segala arah akibat gempuran yang mereka lakukan malam itu.
Rianty langsung menuju kamar mandi berniat untuk membersihkan diri. Setelah selesai membersihkan diri, ia langsung memakai pakaian yang biasa ia gunakan ke kampus. Karna hari itu ada jadwal bertemu dengan dosen pembimbing skripsi Di kampus Gunadarma.
"setelah merasa rapi, ia mencari sosok suaminya." ia melihat suaminya sudah berada diruang tengah sedang menonton siaran Televisi. Riyanti juga melihat kalau Janpilan sudah rapi dan siap untuk pergi kekantor.
"Loh sayang kamu sudah bangun?" tanya Janpilan ketika Janpilan melihat sosok Riyanti disana.
"Ia mas!"Mas kok sudah rapi?"
"Ia mau kekantor Habis itu mas ke kampus."
__ADS_1
"Memangnya kenapa sayang?"
"Tidak apa apa mas!" Riyanti kira, mas kekantor singa ini.
"Sayang jadi ke kampus tidak?"
"Jadi mas!"
"Ya sudah kita kekantor aja dulu, habis dari kantor baru kita ke kampus. ucap Janpilan kepada Riyanti.
"Tapi apa Riyanti tidak menggangu mas nanti di kantor?"
"Tidak sayang" malah kamu buat mas jadi semangat mas kerja."
Akhirnya Riyanti setuju, setelah mereka sarapan pagi yang sudah disediakan oleh asisten rumah tangga yang bekerja di rumah milik Janpilan. Riyanti dan Janpilan berangkat ke kantor Samera group.
Setelah melakukan perjalan kurang lebih tiga puluh menit, Riyanti dan Janpilan tiba di kantor Samera group. Semua mata tertuju kepada Riyanti dan Janpilan. Mereka tau kalau Riyanti mantan anak magang di kantor Samera group.
"tapi mengapa Riyanti bisa bareng bersama pak Janpilan?" Beberapa orang karyawan yang bekerja di Samera group dalam hati.
Ya yang mengetahui Riyanti istri dari Janpilan hanya kolega bisnis Samera group dan juga para petinggi perusahaan. Sehingga para karyawan karyawati di kantor samara group tidak banyak mengetahui kalau Riyanti adalah istri dari CEO Samera Group.
"Sayang kok mereka pada lihatin kita?" tanya Riyanti kepada suaminya karna dirinya merasa risih dipandang oleh banyak karyawan karyawati yang bekerja di Samera group.
"Itu karena kamu cantik sayang."
"Mas Riyanti serius loh."
"Memangnya siapa yang main main sayang?"
"Mereka punya mata sudah sewajarnya melihat wanita yang bening seperti kamu. Tetapi mereka hanya bisa melihat, yang memiliki hanya Mas seorang. ucap Janpilan sambil mengembangkan senyumnya.
Janpilan dan Riyanti langsung menuju ruang CEO ia tidak ingin membuang buang waktu, karna dirinya ingin menyiapkan tugas tugasnya di kantor, sebelum Janpilan pergi ke kampus bersama Riyanti.
__ADS_1
Bersambung.......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏🙏