
Riyanti Bingung dengan hubungaanya dengan pak Janpilan, sehingga ia enggan bercerita kepada sahabat sahabatnya. Riyanti belum menjawab ungkapan isi hati pak Janpilan terhadapnya. Tetapi Riyanti juga tidak menolak.
"Kalau bisa jujur, Riyanti memang sudah memilik perasaan lebih terhadap pak Janpilan. Tatapi selama ini ditepisnya dari pikirannya karna Riyanti tidak mau kecewa terlalu berharap kepada sang Dosen.
Apalagi dengan keadaan keluarga Riyanti dengan pak Janpilan cukup jauh berbeda. Riyanti hanya anak rantau di kota jauh dari sanak saudara. Bahkan Riyanti juga anak yatim, yang harus bekerja membanting tulang untuk bertahan hidup di kota. Semanjak ayahnya meninggal, Riyanti lah yang membantu ekonomi keluarganya. Mengingat ibunya hanya seorang petani kecil.
Riyanti rela harus bekerja sepulang dari kuliah, Riyanti tidak bisa mengikuti jejak teman-temannya yang memiliki waktu nongkrong dan bercanda gurau bersama.
"Ah sudahlah Ngapain juga aku pikirkan kalau jodoh pasti jodoh." gumam dalam hati. Iya kembali mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen kepadanya.
Di tempat lain Haryanto tanpa uring-uringan,
"itu Si Riyanti Kenapa sih sama gua tidak pernah ada manis-manisnya?"bikin kesal melulu. gumam Haryanto dalam hati.
Entah mengapa Haryanto jadi berbalik yang dulunya benci ia menjadi menyukai sosok Riyanti. padahal Ia sudah tahu kalau kakaknya memiliki perasaan yang sama terhadap Riyanti.
"Aduh aku kenapa kok jadi Terus mikirin Riyanti?"pertanyaan dengan pertanyaan timbul di benak Harianto ia tidak menyadari kalau dirinya sudah mulai mencintai Riyanti. oleh karena itulah ketika berganti didekati setiap pria lain ia tampak gelisah dan mengkambinghitamkan kakaknya. untuk sekedar mendekati Riyanti.
Tetapi Riyanti yang sudah terlanjur tidak percaya dengan Haryanto. Ia sama sekali tidak menggubris ketika Heriyanto berbicara dengannya.
****
Esok paginya pagi-pagi sekali Haryanto berangkat ke kampus.
"Tumben cepat banget kamu dek?"
"Takut telat!"
"Oh ya semalam Felisha mencari in kamu loh."
"Biarin saja kalau dia datang bilang aja tidak ada!"
"Kenapa begitu?"
"Kamu lagi marahan ya sama dia!"
"Sudah malas gua!"
"Nggak bisa gitu Haryanto.
"Kenapa enggak Kalau tidak cocok lagi!"
"Kalian berantem?"
"Tidak!" jawab Haryanto ketus
"Terus kenapa?"
"Kan sudah kubilang tadi tidak cocok.
Pak Janpilan menghela napas panjang, ia tidak yakin kalau hanya itu saja yang membuat adiknya menjadi dingin terhadap Felisha.
__ADS_1
Kalau ada masalah kamu cerita sama Kakak siapa tahu Kakak bisa bantu!"
Haryanto hanya terdiam, Iya sudah diam-diam mencintai Riyanti. tetapi Haryanto juga mengetahui kalau Pak Janpilan sangat mencintai Riyanti.
"Kenapa sih aku harus jatuh cinta sama wanita barbar itu?" dan Kenapa juga Aku harus bersaing sama kakakku sendiri?" pertanyaan dengan pertanyaan timbul di benak Haryanto ia sudah tidak sanggup memandang kakaknya dan langsung beranjak dari tempat duduknya berniat langsung pergi ke kampus.
"Aku duluan Kak!" ucap Haryanto sambil memberi salam kepada Om Andruw dan juga tante mira.
"Mi....Pi.... Heri berangkat duluan ucap Heri sambil memberi salam kepada tante mira dan juga Om Andruw.
"Kenapa Adik kamu?"
"Tidak tahu!"
"Dia berantem sama Felisha?"
"Entah katanya Mereka sudah putus!"
"Kenapa bukannya selama ini Haryanto cinta banget ya sama Felisha?"
"Janpilan juga tidak tahu mi!"
"Terus kamu mau sampai kapan lajang kayak gini? ingat loh umur kamu sudah tidak muda lagi.umur sudah 35 tahun kok ngak nikah nikah sih."
"Belum ada yang cocok!" Giliran ada yang cocok di hati Janpilan, maminya tidak terima."
"Maksud kamu wanita yang tukang kentut itu?"
"Entah siapa lah itu namanya, Ah nanti mami malu ketika bersama teman-teman arisan Mami berada di sini, tiba-tiba dia kentut di hadapan teman-teman mami."
"Mungkin Riyanti lagi sakit perut pada saat itu mi." om Andruw angkat bicara.
"Dia wanita baik, gadis sederhana yang hidup merantau di kota Jakarta. Untuk bertahan hidup di kota Jakarta ini dia harus rela membanting tulang untuk membiayai kuliah dan kehidupannya sehari-hari. Justru Papi salut melihatnya. jarang jarang kita menemukan sosok wanita tangguh seperti dia.
Apalagi wanita itu otaknya jenius yang mampu mengharumkan nama kampus kita. Ucap om Andruw kepada tante Mira.
"Memangnya Sejak kapan Papi kepo dengan kehidupan wanita itu?"
"Sejak dia mampu mengharumkan nama kampus kita.
"Maksud papi?"
"Iya hanya dia sekarang yang bisa diandalkan dari kampus, dia yang memenangkan kuis antar kampus sekota Jakarta beberapa hari lalu.
"Anak itu?"bukan Heriyanto ya Pi?"
"Tidak mi!" Papi yang menyaksikannya sendiri.
"Serius?"
"Papi Serius mi!"
__ADS_1
Tante mira terdiam sekilas, Tante Mira salut melihat Riyanti yang mampu hidup sendiri di kota Jakarta dan membiayai kuliahnya sendiri. Tetapi ketika tante mira mengingat saat makan malam hari itu. Tante mira masih tidak mampu menerima Riyant karena Tante Mira malu jika suatu saat nanti Riyanti melakukan hal yang sama di hadapan teman-teman arisannya.
"Memangnya dia Sudah semester berapa?
"Semester tujuh mi, sebentar lagi dia akan magang di salah satu perusahaan.
"Kalau begitu kan bisa dia magang di kantor Papi?"
"Boleh sih?"
"Bagaimana mi apa Riyanti bisa magang di kantor papi?"
"Bisa juga nanti biar Mami tahu siapa sosok Riyanti yang selalu kalian bangga banggakan.
"Terima kasih ya mi.... Mami sudah mengizinkan Riyanti magang di kantor Papi."ucapkan Janpilan penuh dengan semangat.
Sementara di tempat lain Haryanto yang baru tiba di kampus Gunadarma, Ia sudah melihat sosok Riyanti berjalan dengan anggun. memakai celana jeans warna biru dipadukan dengan kaos oblong warna putih. Rambut digerai panjang lurus membuat aura kecantikan Riyanti semakin terpancar.
setiap kaum Adam melihatnya akan terpesona selain paras yang cantik body yang okey seperti gitar spanyol. Riyanti juga memiliki otak jenius.
Tetapi ketika salah satu kaum Adam ingin mendekatinya, ia tidak pernah menggubris dan selalu mengatakan dia ingin kuliah tidak untuk pacaran" jawaban itu yang selalu dikatakan oleh Riyanti ketika kaum Adam mendekati nya.
Heriyanto berniat menyapa Riyanti yang lagi berjalan menuju ruang kelas.
"Hai Riyanti!
Riyanti menoleh, begitu terkejutnya Riyanti ketika mendengar suara lembut dari Heriyanto.
"Kamu kenapa?" kamu mau ngatain aku lagi?"
"Tidak !"
"Terus kamu Ngapain lagi?"
"Mau ngeledek?"
"Kamu Kenapa sih selalu ketus samaku?"
"Kamu yang kenapa!" selalu mengusik kehidupanku? dan kamu senang melihat aku menderita, Apa kamu tidak cukup mempermalukan ku selama ini?"
"Hidup aku sudah susah tolong jangan buat hidup aku lebih susah lagi, dengan menciptakan opini opini murahan dan menyebar keburukan ku ke sosial media. ucap Riyanti mengebu gebu.
"Saya minta maaf!" ucap Heriyanto
"Sudah saya maafkan, tapi tolong jangan pernah kamu mengusikku lagi dan tolong jangan ganggu kehidupanku. Aku ingin tenang bekerja dan kuliah tanpa dibebani pandangan sinis dari teman teman kampus. ucap Riyanti dengan lembut tapi mampu menusuk kehati.
Bersambung......
hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏
mampir karya outhor yang lain juga
__ADS_1