Jatuh Cinta Karna Kentut

Jatuh Cinta Karna Kentut
GAS BERACUN


__ADS_3

Ketika Linda memberitahu Apa rencana dari Haposan Janpilan meminta kepada Riyanti agar lebih berjaga-jaga.


"Sudah Mas tidak perlu mengkhawatirkan Riyanti. Riyanti bisa jaga diri kok." ucap Riyanti kepada janpilan agar Janpilan tidak terlalu mengkhawatirkan dirinya.


****


Keesokan harinya malam pun tiba Janpilan sudah pulang dari kantor. Ia mencari keberadaan istrinya. Tetapi tidak ada di ruang tamu. Kemudian jenpilan pun bertanya kepada Ibu Anjani keberadaan Riyanti


"Bu....., Riyanti dimana bu?


"Ada di kamar nak!" sedang istirahat."


"Ya sudah Bu Janpilan tinggal dulu. saya mau nyusul Riyanti.


"Iya nak!"sahut Bu Anjani singkat sambil memperhatikan janpilan setengah berlari untuk mencari keberadaan Riyanti.


Ketika Janpilan sudah berada di kamar, ia melihat Riyanti sedang berbaring di kasur.


"Mas kamu sudah pulang?


"Iya sayang kamu lagi apa?"tanya Janpilan sembari menghampiri Riyanti.


Tidak ngapa-ngapain kok." ucap Riyanti sambil memeluk janpilan.


"Aku sangat merindukanmu." ucap Riyanti sambil bergelut manja di pangkuan Janpilan.


"Kok kamu tiba tiba manja kek gini sayang?


"Ngak tau mas, Riyanti sepertinya tidak bisa jauh dari mas.


"Mas jangan tinggalin Riyanti ya!"


"Tidak akan sayang!" mas akan selalu disini untukmu


****


Pagi menjelang, baik Janpilan maupun Riyanti sulit sekali untuk beranjak dari tempat tidurnya.


Riyanti merasa tubuhnya lelah seperti terhempas dari lantai tujuh. Riyanti merasa Semua tulang di tubuhnya tak dapat digerakkan lagi.


"Mas,"lirih Riyanti yang melihat Janpilan tengah memeluk tubuhnya erat.

__ADS_1


Tapi lirihan yang tidak didengar oleh Janpilan lelaki yang semalam tengah bergulat hebat dengan Riyanti itu seolah tumbang. Padahal itu bukan yang pertama kali buat mereka. Ia benar benar berhati-hati melakukannya karena mengingat Riyanti sedang hamil.


Riyanti tersenyum melihat laki-laki yang tertidur nyenyak di sebelahnya. Ada rasa bahagia yang tak terkira di dalam hatinya. Ia begitu bahagia memiliki suami seperti Janpilan yang sangat sayang dan pengertian terhadapnya. Apalagi dengan sikap dan perilakunya yang menunjukkan kalau Janpilan begitu menyayangi keluarga Riyanti membuat rasa cinta dan kasih sayang Riyanti emakin dalam terhadap Janpilan.


"Kau memang hebat Mas." gumam Riyanti sambil mengelus dada bidang milik Janpilan


ternyata sentuhan di dada Janpilan membuat laki-laki itu membuka matanya.


"Kamu sudah bangun sayang? tanya Janpilan kepada Riyanti.


"Iya Mas!" tapi badanku semua terasa remuk akibat ulah mas sendiri. ucap Riyanti sambil memanyunkan bibirnya.


"Jangan seperti itu sayang !" bibirmu membuat aku geram dan jangan biarkan aku melihat bibirmu saat ini juga ingin melahap mu." seru Janpilan yang membuat Riyanti tersenyum.


"Ampun Mas aku tidak kuat, bekas tadi malam saja rasanya masih sangat sangat lelah. Dan jangan kau tambahkan lagi. ucap Riyanti yang membuat janpilan terkekeh.


Janpilan mulai membuka selimut yang menutupi tubuhnya dan tubuh Riyanti dan ternyata mereka masih polos tanpa sehelai benang pun.


mata Janpilan kembali melihat lubang surganya. yang ada pada Riyanti lubang sesungguh membuatnya merasa ketagihan dan merasakan nikmat surga dunia.


"Kenapa Mas? tanya Riyanti yang melihat keterdiaman Janpilan.


"Maafkan mas sudah membuatmu malam ini kelelahan.


"Tapi tetap saja Mas terlalu kurang ajar sudah mengetahui kamu sedang hamil tapi Mas menggempur satu malaman.


"Mas Tenang saja Lagian anak kita tidak apa-apa kok, dan sepertinya anak kita senang papanya mengunjungi dirinya di dalam ucap Riyanti sambil mengembangkan senyumnya.


****


"Aku tidak akan membiarkan hidupmu bahagia Janpilan, karna kamu sudah merebut wanita yang sangat aku cintai. Dari dulu kamu selalu berusaha selalu ingin mengalahkanku dalam berbagai bidang. Aku tidak akan pernah bisa terima akan semua ini." lirih Haposan dalan kesendirian di dalam kamarnya sembari menatap foto Riyanti yang ada di layar ponselnya.


"Sayang...." mengapa kamu lebih memilih dia dibandingkan aku." lirih Haposan sambil mengelus foto Riyanti yang ada dilayar ponselnya.


"Aku akan merebutmu dari pria itu, aku tau kamu tidak akan bahagia hidup bersamanya. karna cinta hanya untuk Angelica. Haposan bermonolog.


Kemudian Haposan menghubungi seseorang,


"Lakukan seperti yang aku peringatkan." ucap Haposan didalam sambungan telepon selulernya dan langsung memutuskan telepon selulernya. Haposan sengaja bekerja sama dengan Angelica untuk menghancurkan rumah tangga Janpilan dan Riyanti.


Angelica yang notabenenya masih sangat mencintai Janpilan menerima tawaran yang ditawarkan oleh Haposan kepdanya. Apalagi tawaran Haposan begitu menggiurkan untuk nya. "Sekali tembak dua yang kena." gumam Angelica dalam hati. Selain mendapatkan imbalan dari Haposan, Janpilan dapat kembali kepelukan Angelica. Sehingga Angelica. langsing menerima tawaran dari Haposan.

__ADS_1


Tanpa Haposan sadari, Linda mendengar apa yang ia bicarakan dengan seseorang rencana yang akan mereka lakukan. Haposan yang mengetahui Linda mendengarnya langsung mengejar Linda.


"Hai..... tunggu." panggil Haposan sambil berlari kearah Linda. Linda terus berusaha menghindari kejaran Haposan, tetapi Linda kalah kuat dengan Haposan. Apalagi badan Linda yang berat badannya melebihi rata rata, membuat dirinya kesusahan untuk berlari.


"Apa yang kamu lakukan di depan ruangan saya hah...." bentak Haposan kepada Linda.


"Maaf pak?" saya kemari rencananya ingin melamar kerja." ucap Linda


"Kamu tidak perlu berbohong, aku tau siapa kamu." ucap Haposan sambil menekan rahang Linda membuat Linda meringis kesakitan.


"Tolong lepaskan saya, apa salah saya?


"Salah kamu karna kamu sudah Mendengar apa pembicaraan ku dengan teman saya."


"Memangnya apa yang kalian bicarakan." ucap Linda pura pura tidak mengetahui apa yang di bicarakan Haposan kepada rekannya.


"Tidak perlu kamu berbohong samaku." ucap Haposan sambil kembali mencekek leher Linda membuat Linda hampir saja kehilangan nyawanya.


Tiba tiba perut Linda ingin mengeluarkan gas beracun dari perutnya.


"Puuuuut ......"


Suara kentut Linda membuat Haposan sontak melepaskan tangannya dari leher Linda.


"Kamu....!" Jorok bangat kamu." ucap Haposan sembari langsung menutup mulutnya dan hidungnya karna gas beracun dari perut Linda sangat menyengat ke hidung.


"Bagaimana pak masih kurang tidak?" ucap Linda sambil berusaha ingin mengeluarkan gas beracun dari perutnya kembali.


"Dasar gajah bloon." umpat Haposan


"Masih mending gajah bloon, nah situ apa manusia berhati iblis. Senang melihat orang sudah. Sudah melihat orang senang itu namanya apa?" kalau bukan iblis." ucap Linda membuat Haposan semakin emosi terhadapnya.


"Kamu pikir kamu bisa keluar dari sini?"


"Pasti bisa dong!" kamu pikir saya bodoh?"


"Tak akan ku Biarkan kamu lepas dari sini, sebelum rencana aku berhasil merebut Riyanti dari Janpilan.


"Ha.... ha...ha " selera kamu rendah juga, masa selera dengan bekas orang lain. Apalagi wanita itu sedang hamil. Manusia macam apa kamu? mau merebut wanita hamil dari suaminya. ucap Linda sambil tertawa ngakak. Tawanya lebih tepatnya tawa mengejek


bersambung.......

__ADS_1


hai hai redears dukung terus karya author agar outhor lebih semangat untuk berkarya trimakasih 🙏🙏🙏🙏🙏


__ADS_2